Sabtu, 26 Maret 2022

Duet Bahagia Bersama Literasi

Resume Ke-: 30
Gelombang : 24
Tema : Mengelola Taman Bacaan
Narasumber : Bambang Purwanto, S.Kom, Gr
Moderator :  Rosminiyati








"Syarat menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis." Kuntowijoyo    

Malam terakhir ....29 pertemuan telah kulalui. Belajar menulis dengan  tertatih-tatih, lelah berfikir lelah hayati menghiasi perjuannganku demi sebuah nama. Terkadang virus block writer's menyerang, namun semangat tak luntur, di saat peserta lain berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan  aku perlahan  melangkah tapi pasti."Mungkin aku salah satu peserta yang selalu berada di last minutes mengisi list resume. bertekad "Orang lain selesai maka akupun selesai."Tekad kuat ini terbukti menghampiri garis finish malam ini.

Tanpa memperpanjang kalimat, moderator anggun berwibawa Rosminiyati mengenalkan kepada para peserta narasumber pada malam ini yaitu Bambang Purwanto, S.Kom., Gr dengan panggilan akrabnya Mr.Bams. Nama ini sudah tidak asing bagi kami di WAG. Hampir setiap hari ulasannya muncul digrup dan sangat menginspirasi.

Materi bungsu, begitulah istilah kereen julukan Pak Dail, Tema malam ini berbicara masalah Mengelola Taman Bacaan dengan narasumber yang sangat produktif dengan segudang prestasi dan aktivitas. Siapa Mr Bams ini? bagaimana kiprahnya di dunia literasi Indonesia? sejauh mana prestasi yang diraihnya? Ayo kita ulik CV melalui link berikut : https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/

Sejarah awal berdirinya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) AS 

Didirikan pada tanggal 5 Oktober 2011 dengan nama TBM Ayah Salwa. Nama TBM AS diganti dengan nama TBM AS Lebakwangi. Ayah Salwa digunakan sebagai nama panggung ketika berdongeng. Awal berdirinya masih bergabung dengan rumah mungil yang dihuni oleh Ayah Salwa, Ibu Salwa dan Salwa anak semata wayang. Kini usia TBM AS 10 tahun. Setahun setelah berdirinya TBM  AS tepatnya tahun 2012, TBM AS memiliki gedung mandiri 




Meskipun pada awalnya tidak mendapat dukungan dari ibu Salwa, namun pada akhirnya berbuah senyuman manis. Pendekatan yang dilakukan kepada tetangga, Ketua RT dan Ketua RW adalah kunci keberhasilan Ayah Salwa 

Kepeduliannya terhadap anak-anak dan kecintaannya pada dunia literasi, akhirnya ia mampu mengumpulkan 200 buah buku yang ditata apik sesuai genre. Rumah yang tanpa pembatas memudahkan anak-anak untuk membaca majalah Bobo yang disimpannya diteras rumahnya. Salwa yang masih kecil dititipkan ke rumah neneknya, ketika ayah dan ibu Salwa berangkat kerja. Kini Salwa kuliah semester 2 di UNPAS jurusan Kependidikan Bahasa Indonesia. Ayah Salwa berharap Salwa kelak  bisa menjadi guru yang disenangi anak-anak.

TBM AS Lebakwangi dalam menjalankan kegiatannya memanfaatkan Facebook dan blog. Cara perdana adalah dengan mengadakan Dongeng Ayah Salwa. Untuk membayar pengelola harian Mr Bams memberikan intensif dari uang pribadinya sampai pada akhirnya mendapatkan donator.

Salah satu program menarik TBM AS adalah menggelar buku di sekolah sekolah. Ayah Salwa bersama Ibu Salwa membawa 100-200 buku  dengan menggunakan motor. Ini bertujuan agar anak-anak bisa membaca buku dengan bebas. Selain membaca, mereka mendapatkan dongeng dari Ayah Salwa.



Apa keuntungan membuat TBM ?

"TBM bagi kami sekeluarga adalah tempat pengabdian. Tempat belajar untuk ikhlas, sabar dan senang dengan anak-anak. TBM tidaklah seseram Perpustkaan yang harus hening. Coba bayangkan anak-anak dengan riang membaca dengan bersahutan. Mereka tidak merasa terganggu. Bayangkan saat kita di perpusakaan sekolah misalnya, baru ngobrol sebentarnya saja langsung orang yang terdekat akan menatap tajam sembari sedikit mengeluarkan mata, heheh. Maaf jangan ribut ya." Ungkap Ayah Salwa

"Interaksi dengan TBM lain membuat jaringan TBM menjadi kuat. Silaturahmi pegiat literasi memudahkan untuk saling menguatkan. Ini kegiatan benar-benar sosial, nggak ada duitnya. Untungnya adalah kebahagiaan yang bisa melihat anak-anak membaca buku, pinjam buku, cerita bersama , belajar komputer, belajar internet, belajar bernyanyi, membuat puisi, dan banyak kegiatan lainnya." tambahnya.

Pada tahun 2013 Ayah Salwa diberikan amanah oleh pemerintahan kabupaten Bandung sebagai Ketua FTBM Kab. Bandung periode 2013-2017. Saat itu Ayah Salwa membangun kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan untuk menjalankan roda organisasi yang kala itu tanpa dana.

Prestasi yang diraih dalam pengelolaan TBM AS Lebakwangi
1. Terpilih sebagai Ketua Forum TBM Kab Bandung periode 2013-2017
2. Juara ke 1 TBM se Kab Bandung tahun 2013
3. Juara ke 2 TBM se Provinsi Jawa Barat tahun 2013
4. Juara ke 1 TBM se Kab. Bandang tahun 2014
5. Juara ke 1 TBM se Provinsi Jawa barat tahun 2014
6. Anugerah Sabilulungan Award tahun 2018 dari Bupati Kab. Bandung
7. Juara ke 1 TBM Teladan se Kabupaten Bandung 2019

Ayah Salwa menjelaskan bahwa mengelola TBM  dan mendongeng adalah dua aktivitas yang tak dapat dipisahkan dari dirinya, karena guru itu tidak hanya mengajar tapi bisa melakukan banyak  hal, salah satunya adalah kegiatan literasi. Pengalaman  Ayah Salwa yang sejak lama bergelut dengan dunia literasi telah mengantar sekolahnya SMP Taruna Bakti mendapat Anugerah Sekolah Literasi Kategori Utama se Kota Bandung. Demikian juga kepada Ayah Salwa sejumlah penghargaan secara pribadi diterima sebagai Penggiat Literasi.

Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
Perjalanan meraih sukses tidaklah mudah.
1.Bagaimana Bapak mempertahankan ritme  semangat dan motivasi hingga menorehkan prestasi yang bukan biasa saja tapi memiliki prestise?
2.Bagaimana strategi komunikasi dengan sekitar, bapak dan anak-anak  menjadi cinta literasi?
Mohon berbagi tips dan trik yang mudah diimplementasikan pemula  literasi.
Salam sehat, Mr Bam.

Jawaban 2
1. Lakukan setiap aktivitas dengan riang gembira. Tebar energi positif di mana pun berada. Jadilah manusia yang mau terus bergerak untuk melakukan kebaikan-kebaikan. 
2. Komunikasi dengan anak-anak saya melalui dongeng. Apa yang disenangi anak-anak kita lakukan.  Anak-anak senang menggambar, bukalah kelas menggambar. Anak-anak senang mewarnai, bukalah kelas mewarnai, Semua dilakukan di TBM AS Lebakwangi. Atau buatlah program yang membuat anak-senang dan tertantang. Seperti Celengan Literasi

[Pertanyaan 2]
1. Menurut Mr. Bams bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat. 
Karena menurut saya jika kita bisa meningkatkan minat baca masyarakat dewasa maupun anak-anak maka mereka pasti akan mengejar buku di manapun berada.
2. Apa saja syarat yang dibutuhkan ketika membentuk Taman Baca. Apalagi jika kita bukan siapa-siapa (bukan pejabat atau tokoh-tokoh idola). 
Termasuk mengumpulkan buku bacaan yang sesuai kebutuhan, dengan dana minim. Misalnya jika mau mengajukan proposal pengadaan buku-buku kemana dan bagaimana caranya. 
Kita ketahui bahwa di daerah kami perpustakaan masih sepi, taman baca hampir dipastikan masih sepi, dsb..
Ohya pernah ada LSM yang bergerak di bidang TBM namun hilang begitu saja. Padahal anak-anak banyak yang datang baca.
Mohon maaf saya bertanya demikian karena dari pengalaman TBM Mr. Bams ada beberapa daya dukung yang membuat bisa tetap eksis.

Jawaban 2
1. Ya sebuah perjuangan mendekatkan buku kepada siapapun, salah satunya dengan teladan. Saya menjadikan rumah tinggal sebagai tempatnya buku untuk dibaca anak-anak secara gratis. Kita hanya terus mengupayakan kepada mereka pentinya sebuah buku untuk dibaca. 
2. Syarat utama adalan NIAT. Tak ada seorang pun yang bisa menghalangi untuk membuat Taman Baca. Tak harus juga berijin secara resmi. Saya mendirikan TBM tahun 2011 tetapi legalitas resmi baru diurus pada tahun 2013, itu pun karena ada lomba mewakili Kabupaten, sehingga difasilitasi dalam pengurusan ijin. Untuk buku banyak sekali jaringan yang bisa diakses. Saat mendirikan TBM maka segeralah bergabung dengan Forum TBM yang ada disetiap tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional. Forum bisa bekerjasama dengan komunitas untuk pengdaan buku, bahkan dari Kemdikbud. Komunitas 1001 buku itu sangat terkenal di Komunitas FTBM. 

Membangun TBM bukanlah sebuah proyek akan tetapi program kesukarelaan yang harus penuh keikhlasan. Akan tetapi kita bisa mengelola dengan penuh kretivitas dan kolaburasi. Berkolaburasi dengan berbagai pihak yang satu frekwensi itu membuat lebih semangat mengelola Taman Bacaan, Selamat mencoba

[Pertanyaan 3]
Langkah awal apa yang harus saya lakukan untuk membuka taman bacaan sederhana di sekolah saya SD yang penuh dengan keterbatasan jlh siswa, tempat yang sempit dan waktu yang sedikit ?

Jawaban 3
Manfaatkan yang ada. Mulai dari SDM , tempat dan fasilitas lainnya bukanlah sebuah penghalang untuk sebuah gerakan. Gerakan Literasi bisa dimulai walau hanya kumpul bersama melakukan baca buku bersama. Melakukan diawal itu akan menjadi magnet. Lakukan sehingga banyak yang melihat. Lakukan dengan penuh semangat, walau pasti ada rintangan dan hambatan. Ajak semua orang yang peduli agar anak-anak rajin membaca. Selamat berjuang, selamat bergerak untuk Indonesia yang lebih baik. 

[Pertanyaan  4]
Sejak lama saya ingin mempunyai perpustakaan mini yg bisa dikunjungi anak² maupun orang tua, akan tetapi blm terwujud sampai sekarang dan menjadi angan² saja. Ada rasa kwtr akan gagal untuk mengajak tetangga berminat membaca. Apakah Mr. Bams pernah mengalami seperti yang saya pikirkan? Bagaimanakah mengatasinya bila tetangga menolak atau tidak respon terhadap minat baca. 

Jawaban 4
Lawan rasa khawatir dengan Bismillah. Lakukan hal yang sederhana. Saat melakukan ini di tengah-tengah masyarakat. Saya dianggap kurang kerjaaan atau bahkan melakukan yang sia-sia. Tapi lama-lama rumah jadi tempat berkumpul anak-anak. Saat anak-anak kumpul di TBM walau asalnya hanya ikut-ikutan, akan tetapi itu sangat ada manfaatnya. Bayankan kalau anak-anak 1 jam di TBM tanpa gawai, tapi mereka dekat dengan buku. Itu hal yang sangat indah. 
Khawatir gagal itu ada, tapi saya membiasakan membagun pikiran dengan hal-hal yang positif,  agar dalam diri memiliki kekuatan yang pantang menyerah. Tidaklah mudah tapi bisa dilatih.

[Pertanyaan 5]
Yang ingin saya tanyakan 
1. Prosedur awal membuat TBM
2. Jadwal membaca Buku
3. Apakah buku boleh dibawa pulang
4. Bagaimana trik mengajak masyarakat untuk datang ke TBM

Jawaban 5
1. Prosedurnya :
a. Bicarakan rencana ini bersama seisi rumah, kenapa? supaya niat baik didukung sepenuhnya oleh orang-orang terdekat.
b. Siapkan buku dari buku yang ada saja
c. Siapkan tempat, walau itu hanya diteras
d. Tentukan kapan jam layanan
e. Ngobrollah dengan tetangga terdekat, maklum nanti banyak anak-anak kadang membuat suasana ramai.
f. Memintalah ijin tertulis kepada RT dan RW juga ditanda tangani oleh tetangga terdekat, kiri, kanan, depan dan belakang. 
g. Untuk awal cukup sampai RT, selanjutnya bisa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat, biasanya melalui Pengawas Pendidikan Luar Sekolah.

2. Jadwal Baca Buku
Buatlah jadwal yang membuat nyaman pengelola dan pembaca. Kalau bisanya satu minggu sekali ya seminggu sekali. Sesuka kita tapi tetap ada pola penjadwalan
3. Untuk awal jangan dulu, biasakan mereka datang. Misalnya sudah datang 3x ke TBM, baca di TBM. Kemudian lakukan pendaataan untuk anggota. Yang pinjam buku adalah yang sudah anggota. Kalau di kami, semua layanan gratis, termasuk layanan internet.
4. Trik mengajak masyarakat, saya lakukan kegiatan-kegiatan yang disenangi. Saya pernah mengadakan lomba memasak untuk ibu-ibu, tetapi sehari sebelumnya mereka berselancar di youtube untuk menyiapkan rencana menu yang akan dibuat. Untuk anak-anak kami biasanya melakukan kegiatan lomba-lomba. Ini contohnya seperti foto dibawah ini.
Lomba mewarnai
Lomba Menggambar
Lomba Puisi
Lomba Menulis Cerita
Ini saat kami 10 tahun TBM AS Lebakwangi

[Pertanyaan 6]
Masyarakat Allah semoga limpahan riski untuk Mr Bams sekeluarga. Saya terkagum2 melihat perjuangan Mr Bams beserta istri. Kebetulan saya suka sekali mendongeng, dan biasanya saya mendongeng untuk anak2 didik saya di kelas 1 di akhir pembelajaran. Saya juga sediakan jurnal yg diisi anak-anak setelah mendengarkan dongeng yang saya bacakan. Dan di rumah menjelang tidur saya bacakan dongeng untuk anak saya yg sekarang duduk di kelas 2. Iseng2 pak saya membuat cerita anak berjudul aza sang pemimpin dan aku Pancasila part 1 yg tokoh2nya adalah anak didik saya dan cerita tersebut untuk mendukung kegiatan belajar ppkn anak2 didik saya. Pertanyaan saya pak:
1. Apa saja yg membuat cerita dongeng menjadi hidup sehingga anak2 dapat meresapi isi yg terkandung dlm cerita?
2. Cerita dongeng karangan siapa saja yg menurut bapak bagus sebagai rujukan mendongeng untuk anak2.
3. Bagaimana cara untuk mengasah kemampuan mendongeng saya supaya lebih baik lagi supaya anak2 saya betah dengan cerita dongeng saya.

Jawaban 6
1. Mendongenglah dengan hati. Mendongeng bukan untuk menggurui. Mendongeng bagi saya mengantarkan sebuah pesan. Biarkan anak menerima pesan sebebas apapaun. Dengarkanlah pendapat anak-anak akan cerita yang kita sampaikan. Itu malah membuat anak senang merasa dihargai. Anak-anak butuh dihargai. Kadang kita orang dewasa terlalu merasa dewasa sehingga lupa untuk menghargai anak-anak. Mereka tidak pernah meminta untuk lahir menjadi anak-anak kita. Tapi itulah titipan dari Allah. Tuhan Yang Maha Segalaanya.
2. Bagi saya dongeng yang baik, adalah dongeng yang punya pesan moral.
3. Mendongenlah dengan senang hati, mendongenglah dengan sepenuh hati. Mendongeng semakin sering akan semakin menikmati. Tidak harus menjadikan seorang pendongeng seseorang yang harus diikuti. Mendongenglah dengan gaya sendiri. 

[Pertanyaan 7]
Apa saja manfaat dan kepuasan yang Mr. Bams dapatkan dengan membuka TBM tersebut ?

Jawaban 7
Manfaat bagi saya TBM :
1. Menebarkan manfaat membaca buku
2. Menjadikan tempat yang dimiliki bernilai manfaat untuk orang banyak
3. Membuat keluarga peduli dengan literasi
4. Mengelola buku berarti harus belajar mempraktikan apa yang ada dibuku walau tidak semuanya
5. Melatih kesabaran
6. Berpikir cerdas bagaimana TBM bisa tetap berjalan
7. Berjejaring
8. Eksistensi diri dan keluarga

Kepuasan :
1. Bisa terbang gratis (kalau ada kegiatan)
2. Bisa tinggal di hotel yang bagus gratis (kalau ada kegiatan)
3. Bila ada yang mau belajar mengelola TBM kemudian lebih sukses dari kita
4. Bisa romantis bersama pasangan
5. Bisa kompak bersama keluarga
6. Bermafaat bagi lingkungan terdekat

[Pertanyaan 8]
1. Apakah pak Bams punya staf untuk mengelola. 
2. Bagaimana mendapatkan buku_buku baru, karena kalau dari 2012 maka sudah banyak buku yang lama perlu diperbaharui, dimana  mendapat biaya?

Jawaban 8
1. Untuk staff ada satu orang dan diberikan insentif saat ini insentifnya 500rb per bulan. Dana dari donatur, bila tidak ada gunakan uang pribadi.
2. Buku kini ada sekitar 6000 buku dari awal berdiri 200 buku di tahun 2011. Kami pun punya program Rolling Buku, jadi TBM/Komunitas buku bisa meminjan 100-200 buku. Kadang ada yang kembali kadang tidak. Atau sengaja kami buatkan program Donasi Buku. Biayanya kadang suka banyak buku dari penyumbang. Yakinlah akan banyak orang tergerak membantu, ikhlas menjadi kuncinya.


[Pertanyaan 9]
Bagaimana cara yang bisa dilakukan, untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan sekolah, agar menjadi taman bacaan yang menyenangkan?
Mohon masukan, program apa yang bisa dilakukan?

Jawaban 9
Fungsi Perpustakaan akan maksimal bila dikelola dengan baik. Pengelola membuat berbagai kegiatan agar murid merasa mendapatkan suasana berbeda. Buatlah acara-acara yang menarik untuk anak-anak. Jadikanlah anak-anak yang punya kesungguhan kepada dunia baca sebagai relawan di perpustakaan, jadikanlah mereka Relawan Perpustakaan dengan diberikan pelatihan sederhana dan tugas yang mudah. Jadikanlah mereka partner untuk diskusi dalam memajukan perpustakaan yang dikelola bersama

[Pertanyaan 10]

Ungkapan (10)
Assalamu'alaikum Mr.Bams.
Saya Pak Zaki, SMP BAHAGIA Jakarta Timur, mengucapkan terima kasih. Mr. Bams telah memberikan materi yang sangat menginspirasi saya.
Karena disekolah ada perpustakaan mini, yang tidak ada pengunjung nya. Dengan materi malam ini bersama Mr. Bams, saya akan amalkan ilmu "mengelola taman bacaan".

Jawaban ungkapan 10
Walau ungkapan ijinkan tetap menjawabnya ya....
Waalaikumsalam w.w.
Pak Zaki yang kekiniaan
Selamat berjuangkan membangunkan buku-buku yang tertidur lelap. Mereka akan bahagia karena disapa oleh anak-anak juga bapak ibu guru. Jadikanlah buku sahabat sebagai sumber ilmu. In syaa allah kita bisa terus bergerak agar kebiasaan membaca, menulis dan diskusi menjadi bekal untuk murid kita semua. 

Belajar
Berkarya
Berbagi
Berbagi

Di akhir perjumpaan malam ini, melalui voice note, Mrs Bams berpesan agar terus belajar dan berkarya tanpa batas. Setelah berkarya bisa berbagi ujungnya berbakti. Demikian closing statemen sebagai penutup pertemuan ke-30.


Salam  Blogger

Raha, 25 Maret 2022




Kamis, 24 Maret 2022

Blog sebagai Sarana Pembelajaran

Resume Ke- : 29
Gelombang : 24
Tema : Blog sebagai Sarana Pembelajaran
Narasumber : Nani Kusmiyati,S.Pd., M.M.,CTMP.
Moderator : Dail Ma'aruf, M.Pd


“Banyak yang akan memulai dengan cepat, hanya sedikit yang akan berakhir dengan kuat.” 
Gary Ryan Blair.

Waktu menunjukkan pukul 20.02 WITA. Bapak Dail Ma'aruf kembali menyapa peserta kelas belajar menulis PGRI gel 23 dan 24. Seperti biasa kegiatan belajar diawali dengan berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Alhamdulillah,..syukur  kepada Allah Swt. saya masih diberi kesempatan malam ini untuk mengikuti kuliah daring via WA bersama guru hebat pegiat literasi se-Nusantara. Pertemuan ke 29 ini menjadi faktor  penentu apakah mampu bertahan hingga akhir?  Semoga pengorbanan materi, tenaga, dan fikiran, akan terbalas bahagia.

Tamu istimewa malam ini adalah seorang narasumber hebat dibidangnya yang kini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Multilateral Luar Negeri pada Lembaga Pertahanan Nasional. Beliau adalah Nani Kusmiyati,S.Pd.,M.M.,CTMP. Pendidikan terakhirnya, S3 HRM  di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta. Berikut CV singkat narasumber kita, 


Pengalaman
1992–2000
Dosen Bahasa Inggris • Pusat Bahasa Pertahanan dan Keamanan
2000–2021
Dosen Bahasa Inggris • Dinas Pendidikan Angkatan Laut
2020–Sekarang
Penulis, 3 Buku Solo, 31 Buku Antologi
2021–Sekarang
Kasubbag Multilateral Luar Negeri • Lemhannas

Pendidikan

Pendidikan S1 Bahasa Inggris - Universitas Islam As Syafi’iyah, Jakarta
S2 HRM- Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jakarta
S3 HRM - Universitas Negeri Jakarta, Jakarta.
Kursus Instruktur Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Defense Lang Inst, Texas, AS
Pengamat Umum Profesional, Texas, AS
Metodologi Pengajaran Bahasa Inggris, Laverton, Australia
Kursus Pengembangan Pengajaran Bahasa Inggris, Laverton, Australia
Penerjemah Bahasa Inggris, Pusat Bahasa Pertahanan dan Keamanan
Kursus Total Quality Management, Jakarta
Pelatihan Pelatih, Jakarta

Komunikasi
Bahasa Inggris
 
Penugasan
Pramugari Haji - 1997
Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Lebanon – 2013
Nusa Bhakti AUSINDO – 2018
Gema Bakti, AS
Cobra Emas, Thailand – 2019
JOEP Malaysia & Singapura

"Saya yakin dan percaya siapapun yang membaca CV ibu Nani, pasti takjub. Kenapa?"

Jika seorang lelaki yang memiliki CV seperti ini, tidaklah heran karena sudah pada tempatnya. Seorang wanita karier yang berpendidikan tinggi, segudang pengalaman sebagai dosen bahasa Inggris, pernah bertugas di luar negeri sejak tahun 1997 hingga 2019. Salut buat ibu satu putra ini yang pernah bertugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Lebanon tahun 2013. Mungkin inilah yang dikatakan kesetaraan gender di mana semua orang wajar menerima perlakuan yang sama tanpa diskriminasi berdasarkan identitas diri dan tanpa mengenyampingkan kodratnya.

Wanita hebat ini akan mengangkat tema tentang Blog sebagai Sarana Pembelajaran. Keahliannya dalam disiplin ilmu bahasa Inggris, kini beliau dipercayakan mengajar subject bahasa Inggris pada perwira TNI AL. Sebelum membahas lebih jauh tentang materi ini, ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu apa itu media dan bagaimana manfaatnya. 

Pengertian Media. 

Secara etimologis kata "media' berasal dari bahasa latin,yaitu "medius" yang artinya tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Indonesia kata medium mengandung arti antara (menyatakan posisi) atau sedang (menyatakan ukuran). https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-media.html

Pengertian menurut para ahli

Merujuk kepada beberapa pendapat para ahli berikut:
1. Syaiful Bahri Djamarah
Menurut Syaiful Djamarah, media adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan

2. Arif S. Sadirman
Menurut Arif S Sadirman, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan dan merangsang siswa untuk belajar

3.  Leslie J.Briggs
Menurut Leslie J.Briggs, arti media adalah suatu alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi. Media dapat berupa video, gambar, buku, televisi dan lain sebagainya. 

Jadi secara umum,  pengertian media adalah suatu wadah yang berfungsi menyalurkan informasi dari suatu  sumber kepada penerima pesan.

Salah satu media yang dibahas malam ini adalah tentang Blog. Mayor Nani menuturkan bahwa blog bukanlah sesuatu yang baru, blog sudah lama dikenal oleh orang-orang bahkan sejak bertahun-tahun yang lalu penulis maupun akademia menggunakan blog untuk mengekspresikan ide maupun pengalaman mereka. 

Menurut Mayor Nani, menulis di blog seperti kita menulis di buku catatan kita. Tidak hanya catatan tetapi dokumentasi masa lalu berupa foto-foto dapat dikemas kembali menjadi buku story Meskipun  berbeda namun mempunyai manfaat yang sama. Mayor Nani menyarankan agar segera menulis kejadian atau peristiwa apa saja meskipun hanya poin-poin penting saja terlebih jika  sibuk atau tidak ada waktu. Menulis dapat dilanjutkan setelah memiliki waktu luang.

"Blog dapat menjadi sarana belajar, terutama belajar writing. Bagaimana menyusun kalimat yang benar dan menarik hingga menjadi paragraf per paragraf yang memiliki makna. Sebagai guru, blog dapat menjadi salah satu alternatif di dalam mengajar. Bagi guru blog bisa sebagai media pembelajaran bagi dirinya sendiri dengan menuliskan inovasi di dalam mengajar baik berupa teknik mengajar maupun materi ajaran."jelasnya. 
Hal ini dicontohkannya ketika ia mengajar dengan menggunakan blog sebagai sarana pembelajaran untuk mengirim tugas-tugas ke siswa dan  meminta siswa kembali menjawab di blog dan mengirim link di grup belajar. Setelah itu siswa diminta untuk blogwalking ke blog ke blog teman-temannya.

Mayor Nani menjelaskan bahwa dalam bahasa Inggris, writing  termasuk salah satu skill yang sulit. Untuk siswa dengan level elementary Mayor Nani memberikan topik umum dan memberikan contoh cara mendiskripsikan topik tersebut. 

Untuk level beginner, Mayor Nani menugaskan siswanya membuat kalimat bahasa Indonesia dengan berpedoman SPOK (Subyek,Predikat,Obyek dan kata keterangan) dan menerjemahkannya ke bahasa Inggris dengan menggunakan google translate kemudian menganalisa tulisan kedua bahasa tersebut.

Menurut Mayor Nani jika siswa SD atau SMP memiliki blog, perlu didampingi oleh orangtua atau kakak-kakak mereka untuk menghindari konten tulisan yang melanggar etika dalam bermedia sosial.

"Guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dapat menggunakan blog untuk mengajarkan reading dan writing. Jika speaking dapat melalui zoom atau whatsApp call. Penggunaan blog sebagai sarana pembelajaran adalah salah satu alat untuk mengajar atau belajar. Silakan menggunakan media yang dianggap mudah untuk meningkatkan ilmu dengan berbagi kebaikan dengan murid-murid, sahabat atau orang lain."Jelasnya

Setelah menjelaskan materi, narasumber  dipersilakan untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait materi blog sebagai sarana pembelajaran.

Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1]
Menulis di blog bagaikan menulis di buku catatan kita. Saya setuju, Bu.
1. Bagaimana agar tulisan yang dimuat di blog itu dikunjungi banyak pembaca? 
2. Bagaimana Ibu memulai karya di blog itu sehingga bisa bertahan seperti saat ini
3. Menjadi narasumber tidaklah mudah. Bagi dong, Ibu tipsnya. Biar saya juga bisa membaginya  kepada keluarga , teman sejawat dan siswa saya
4. Bagaimana memulai tulisan berdasarkan foto?

Jawaban 1
1 agar tulisan di blog kita banyak dikunjungi, seringlah share link ke group belajar lain, teman-teman atau keluarga yang kita anggap mereka akan menyukai topik yang ada di blog kita.
Bagi saya, sy tidak begitu memperdulikan blog saya akan dibaca atau tidak, yang terpenting saya sharing untuk berbagi ilmu,. Jika banyak yang membaca dan berikan komen, sungguh menjadikan suatu kebahagiaan tersendiri. Jika tidak, juga tidak mengapa. Karena sahabat atau keluarga kita pasti memiliki kesibukan yang lain.
2. Untuk terus bertahan menulis di blog tidaklah mudah. Saya salut dengan Om Jay dengan berbagai kesibukan terus menulis di blog mana saja, baik kompasiana atau yang lain.
Saya pribadi sesekali saya menulis di blog untuk saat ini, namun Sy masih terus menulis untuk membuat buku Solo ke-4,. ada beberapa yang saya tulis di blog dan saya share, Ada juga yang tidak saya share 
 Kita pilih yang menurut kita nyaman untuk di share
3. Menurut saya menjadi Nara sumber tidak susah. Yang terpenting kita menguasai materinya,. Biasanya topik yang diberikan kita dapatkan beberapa hari sebelumnya atau 1hari sebelumnya. Banyak referensi dari internet untuk membantu kita. Dan ketika kita mulai sharing ilmu, kita mesti tahu siapa audience-nya.
4. Memulai menulis berdasarkan foto lebih mudah, karena imajinasi kita masuk ke dalam peristiwa foto tersebut,.
Saya biasanya mengenang momen yang sangat menyentuh hati saya, bisa gembira, bisa sedih atau rasa iba

[Pertanyaan 2]
Dan materi nya sangat menarik. Saya juga sudah mengenalkan blog pada siswa saya kelas 7
Memang harus bersabar. Dalam mengajarkan membuat blog 
Bagaimana trik supaya anak anak rajin mengisi blognya dengan tulisan

Jawaban 2
Trik agar anak-anak rajin mengisi blognya tentunya harus ada trigger dari ibu gurunya. Misalkan mereka diminta menyalin pelajaran, atau diberikan gambar yang sesuai dengan tingkatannya, kemudian meminta mereka untuk menulis di blognya,. dan share ke group teman-temannya. Atau kirim langsung ke ibu guru,. tentunya yang tercepat akan mendapatkan hadiah

[Pertanyaan 3]
Bu saya sudah punya blog sejak 2016 tapi hanya untuk bagi materi ke siswa, tdk pernah tau dan terpikir untuk menuliskan sesuatu. Baru baru  ini saja menulis, itupun jarang . nah seperti kata bu Maria, bagaimana agar orang tau blog kita, kalau sdh kita share ke bbrp orang, apakah yg lain bisa tau juga selain orang yg kita share?

Jawaban 3
Orang lain bisa tahu ibu ketika mereka mencari topik yang sama dengan topik tulisan kita.
Misalkan kita mencari topik bagaimana menjadi  guru yang professional. Ibu tinggal ketik maka akan muncul banyak pilihan melalui internet juga dari blog pribadi maupun blog edukasi

[Pertanyaan 4]
1. Saya melihat justru dari unsur disiplin Mayor Nani. Sebagai orang sipil mungkin kami belum terbiasa hidup disiplin seperti TNI. 
Sebagai anak kolong minimal saya tahu bagaimana aktifitas tentara apalagi Perwira. Bagaimana tips dan trik ibu agar kami membangun disiplin dan menyempatkan diri untuk menulis, mengajar, meneliti, pengabdian masyarakat, membaca, termasuk belajar seperti sekarang ini. Agar tidak ada yang terabaikan.
2. Saya belum pernah memanfaatkan blog sebagai salah satu sarana saya. Saya ingin mencoba di tahun pelajaran baru besok. Bagaimana tips dan triknya, agar materi yang tersampaikan menarik. 
Saya guru Matematika, namun belum bisa membuat video materi lewat YouTube. Apakah boleh menggunakan video yang ada untuk pembelajaran di blog kita? Sehingga tugasnya nanti baru dilaporkan dalam bentuk foto. Karena kami mau memanfaatkan simbol-simbol matematika di laptop agak lelet 

Jawaban 4
 1. Menjadi disiplin memang sudah diajarkan dari semenjak saya kecil, karena ayah saya  dari TNI AD, disiplin dan bertanggung jawab, namun tidak terlalu dikekang. Ini story dari orang tua. Saya dididik selama 1 tahun menjadi Kowal, TNI AL dan berpangkat paling rendah, di basic training, dan menjadi Bintara, untuk menjadi Perwira saya masuk basic training lagi 1 tahun dan harus meninggalkan keluarga
Dengan berbagai latihan fisik juga tambahan ilmu Saya banyak belajar,.Ketika bangun pagi hingga tidur kembali semua sudah diatur,. jika diceritakan bisa menjadi buku 
2. Saya rasa untuk pelajaran matematika perlu menyertakan link video atau YouTube agar menarik siswa. Bapak mungkin sudah pernah mendapatkan pelajaran dari paman Apiq,. beliau expert banget dalam mengajarkan matematika. Bisa disebutkan link tersebut di blog.

[Pertanyaan 5]
Bagaimana Ibu bisa punya buku solo yang banyak dan isinya bagius bermanfaat ?
Berapa lama ibu butuhkan dari awal hingga  buku jadi dan ber – ISBN?

Jawaban 5
Tahun 2021 Alhamdulillah bisa 3 buku saja,. Kebetulan ketiga buku tersebut adalah challenge menulis di blog selama 1 bulan, Buku pertama, ketika ikut lomba blog yg diprakarsai om Jay dan penerbit YPTD , Yayasan Thamrin Dahlan,. saya urut terakhir dari 10 besar. buku kedua ketika dibulan puasa, mendapat challenge dari Jejak Warna, yang harus ditulis di IG,. namun saya tetap tulis di blog juga., ke 3. tantangan 40 Hari menulis dari YPTD, Alhamdulillah dapat saya selesaikan tepat waktu

Intinya bapak Edi menulis saja tiap Hari di blog, alangkah bagusnya jika dapat dikelompokkan tulisan bapak di blog,. misalnya puisi, bapak berikan katagori puisi, jika pelajaran dikelompokkan di edukasi,. di WordPress bisa dibuat kelompok-kelompok tersebut, dan ahlinya adalah Mr Bambs, salah satu narasumber juga

[Pertanyaan 6]
Blog sebagai sarana pembelajaran, sejauhmana yang Ibu rasakan bahwa BLOG membantu guru dalam mensukseskan tujuan dari KBM ?

Jawaban 6
Menurut saya sangat membantu, namun kembali lagi tergantung dari siswa kita dan bagaimana kita mengenalkan kepada siswa kita. Menurut saya perlu kolĆ borasi dengan teknik lain.

Diakhir pemaparan materinya, Mayor Nani menjelaskan, media apapun yang digunakan sebagai sarana pembelajaran, diharapkan siswa dapat menerima ilmu dengan baik. Beliau merasa bersyukur dapat berbagi ilmu terkait blog sebagai sarana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan terutama bagi guru.

Sebelum mengakhiri kelas belajar, Pak Dail Ma'aruf kembali mengingatkan agar para peserta yang sudah menyatukan naskahnya dalam 1file agar mengirim ke beliau.


Salam Blogger

Raha, 23 Maret 2022







Selasa, 22 Maret 2022

Cerdas Promosi

Resume Ke-: 28
Gelombang : 24
Tema : Teknik Promosi Buku
Narasumber : Akbar Zainudin, MM, MJW
Moderator : Widya Setianingsih


Widya Setianingsih si Ratu moderator malam ini kembali menemani peserta pelatihan belajar menulis PGRI dengan kata-kata penyemangat di kala letih  dan lelah. Bukan tanpa alasan 27 pertemuan telah dilalui dengan tenaga, fikiran, dan waktu dicurahkan semata-mata untuk mencari ilmu di dunia tulis menulis, namun  terobati oleh kalimat pembakar semangat ibu Widya Setianingsih.

Sungguh berkesan kalimat ini.
Semoga semangat tetap menyala untuk terus berkarya
Semoga niat tetap terjaga untuk menambah ilmu dari narasumber yang luar biasa
Semoga ikatan pesahabatan tak lepas walaupun kelas akan tuntas

Sungguh menarik tema malam ini yaitu Teknik Promosi Buku dengan narasumber hebat Bapak AKBAR ZAINUDIN, MM. MJW. Seorang trainer dan motivator nasional, pendiri PT. EMJEWE Training & Coaching serta perusahaan penerbitan MJW group. Ia dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 7 Februari 1973. Alumnus Pondok Modern Gontor tahun 1991. Sekarang menyelesaikan program Doktor Manajemen SDM di Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Penulis 15 buku motivasi sejak tahun 2010. Buku terbaru beliau adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama dan merupakan buku solonya yang pertama.

Melalui Program "Kamis Menulis"di channel Youtubenya narasumber membahas tentang strategi pemasaran  buku. Penulis tidak hanya dituntut menulis tetapi diharapkan mampu memasarkan buku agar buku bisa laku dan  orang lain mendapatkan manfaatnya.



Dalam bukunya "Uktub" panduan lengkap menulis buku dalam 180 hari. Salah satu bab membahas tentang proses pemasaran buku. 
Ada empat proses pemasaran buku atau disebut Strategi 4 P yaitu 
  1. Product (produk)
  2. Price (harga)
  3. Distribution (distribusi)
  4. Promotion (promotion)
Target pembaca adalah faktor penentu dari strategi. Perlu diketahui siapa target audiensnya apakah target anak-anak atau orang dewasa, remaja, guru-guru, bagaimana sisi life style.   Jadi perlu pemetaan dari setiap kebutuhan pembaca sehingga dapat diketahui apa kebutuhan mereka.
  1. Strategi produk. Buku hendaknya sesuai  dengan kebutuhan audiens. Buku untuk guru tentu berbeda dengan buku untuk siswa, untuk santri dan mahasiswa, anak-anak ataupun orang dewasa. Nnaa... penulis harus beri masukan kepada penerbit. Dengan demikian buku kita akan sesuai dengan kebutuhan audiens.
  2. Strategi harga. Ada harga umum dan harga premium. Harga umum misalnya berapa halaman. tetapi ada buku yang tipis  lebih laku dibanding buku yang tebal. Kenapa? Ini  disebabkan buku tersebut sesuai target. Buku-buku yang menarik covernya dan berkualitas, tentunya lebih mahal
  3. Strategi distribusi. distribusi terbagi dua: distribusi tradisional dan non tradisional. Distribusi tradisional dipasarkan ke toko-toko buku baik melalui jaringan nasional maupun toko buku setempat. Sedangkan distribusi non tradisional melalui MLM (Multilevel Marketing), penjualan langsung, marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak,Tokopedia, Shopee
  4. Strategi promosi. Ada beberapa program promosi yaitu;
    1. Launching buku. Program meluncurkan buku baru bisa dilakukan di mana  saja, oleh penerbit maupun penulis, demikian juga terkait biaya launching.
    2. Beda buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku.Ini bisa dilakukan secara online maupun offline danbisa bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan, perpustakaan dan sebagainya.Zaman Era Digital sekarang lebih mudah mempromsi dan menjual buku dengan menggunakan  berbagai akun seperti FB, IG,WA Grup, Zoom dan sebagainya. 
    3. Melakukan seminar atau workshop secara berkala untuk mengenalkan buku dapat dilakukan secara online maupun offline. 
    4. Membangun komunitas yang sesuai dengan tema buku. Jika tema  tentang menulis, maka bangun komunitas tentang menulis dan sebagainya. Dengan adanya komunitas memungkinkan kita lebih kenal atau lebih dekat dengan mereka dan memudahkan kita untuk mempromosikan buku kita. 
    5. Membangun jaringan reseller yaiu orang-orang yang bisa diajak kerjasama untuk mempromosikan dan menjual buku kita. Sebagai bonus kita berikan 20-30% dari harga buku 
    6. Jualan di marketplace seperti Lazada,Shopee, Bukalapak, Tokopedia. 
    7. Gunakan media sosial (medsos) untuk promosi buku. Caranya dengan memanfaatkan followers dan subscriber, memberikan informasi  tentang tema buku kita. Rutin mensharing apa saja untuk menambah pengetahuan pembaca sehingga mereka merasakan manfaatnya. Dengan begini akan lebih dekat dan mudah bagi kita untuk mempromosi dan menjual buku kita.
Salah satu aspek pendukung untuk mempromosikan buku, seorang penulis perlu memiliki beberapa keterampilan 
Pertama. Berbicara di depan umum agar ketika tampil pada acara tertentu atau rekaman di media sosial dapat menarik perhatian para calon pembeli
Kedua. Kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Salah satu bentuk promosi dan penjualan di abad 21.
Ketiga. Pemanfaatan teknologi informasi karena zaman sekarang adalah dunia Era Digital di mana hampir semua aktivitas di akses lewat internet.
 
Di akhir pemaparan materi, narsum mempraktikkan secara langsung bagaimana  cara sukses mempromosikan buku dengan teknik membuat copywriting (hard selling)

Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1]
1. Apa arti dari buku UKTUB karya Bapak? Saya penasaran sekali🤭
2. Bagaimana menentukan jenis karya yang diminati para pembaca? 
Bagaimana jika kita tidak mampu memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan kemampuan menulis kita? 
Jangan jangan kita tidak jadi menulis, maju mundur karena tuntutan tersebut. 

Jawaban 1
1. Dari kata bahasa arab yang artnya tulislah.Pengalaman menulis buku dari keliling mengisi pelatihan. Menulis itu apa, kendalanya apa,mulainya dari  mana. Uktub adalah  sebuah rangkuman cara menulis, dari mana ide,ide apa saja, mengembangkan dengan cara membuat outline, membuat map mind (peta pikiran).  saya gunakan 3 yaitu what,why dan how.
2. Hilangkan kekhawatiran dan ketakutan dalam menulis

[Pertanyaan 2]
Bagaimana teknik promosi yang paling pas untuk pemula. 
Saya belum pernah menulis, saya tidak memiliki penggemar, tulisan saya juga tidak bagus bagus amat menurut saya. 
Kemarin saya cetak buku, kurang ada yang berminat pak. 
Karena tujuan utama saya menulis memang untuk menyalurkan hobi saja

Jawaban 2
Coba 7 strategi.Mulai dari akun FB,Ig dan medsos lain.

[Pertanyaan 3]
Bagaimana caranya karya kita bisa booming dan di terima pasaran?

Jawaban 3
1. Tentukan audiens
2.Tulislah sesuai kebutuhan
3.Tulis sesuai bahasa audiens
4.Menulis tiap hari

[Pertanyaan 4]
1. Syarat utama promosi buku kita adalah percaya diri. Bagaimana memupuk percaya diri kita ini. Jujur kadang setiap saya ikut motivasi seperti ini. Semangat saya luar biasa. Namun setelah buku saya jadi, masalah pun tiba.
Mohon motivasi berdasarkan pengalaman pertama Bapak 'menjual' bukunya. Karena intinya tidak semua dari kita memiliki suatu 'peran besar' di lingkungan kita. Baik di kantor/sekolah maupun tempat tinggal (pondok Pesantren, Gereja, RT, Desa, Ormas, dsb )
2. Untuk penentuan harga buku, sebenarnya apa saja 'Panduan Harga' nya. Apakah berdasarkan harga penerbit ditambah sedikit dengan harga kita?
3. Untuk salah satu cara kita promo yaitu seminar, tentu biaya dari kita. Bagaimana perhitungannya karena jangan-jangan besar pasak daripada tiang.

Jawaban 4
1. Percaya diri harus dipupuk terus menerus. Percaya diri hasil dari keyakinan kita ditambah  dengan latihan terus menerus sehingga kita ada prestasi-prestasi kecil yang kita raih. Menulis di Blog dibaca orang, menulis di Kompasiana jadi head line, dibaca lebih dari 100 orang.
2. Harga buku...ongkos cetak, distributor, penulis, keuntungan perusahaan,operasional perusahaan
3. Seminar penulis yang bayar . Diawal harus berjuang dulu.

[Pertanyaan 5]
Setelah mengikuti grup menulis ini sudah ada beberapa ide menulis buku solo yang berhubungan dengan pendidikan 
Cara mencari buku referensi secara On Line bagaimana ?

Jawaban 5
Buku agak sulit, kecuali kita beli. Yang banyak adalah jurnal. Caranya JURNAL+Metode Mengajar filetype:pdf tersortir sendiri. Jurnal+apa yang kita cari filetype:pdf

Sebagai catatan penutup,

Beliau menuturkan "Saya melakukan 7 strategi pemasaran buku di atas. Jadi, bukan hanya teori, tetapi semuanya sudah dilakukan. Lalu kalau ditanya mana yang paling mengena, setiap program kita mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda. 

Update status di IG, FB, dan YouTube biasanya akan lebih banyak membuat orang tahu. Nah, transaksi terjadi di WA. Jadi, cara kita menjawab di WA juga sangat berpengaruh. 

Yang juga penjualannya banyak adalah saat kita mengadakan acara, baik online maupun offline. Sehabis seminar,a biasanya orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan, lalu membeli buku kita. 

Jadi, sebelum seminar saya selalu pikirkan program apa yang saya buat khusus buat seminar yang akan saya selenggarakan. Seperti malam ini, ada program untuk DIKLAT MENULIS, ada juga program untuk MENTORING menulis buku. 

Kalau bagi saya, kita lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak perlu berkecil hati, terus disabari, karena suatu saat pasti akan berhasil. 

Tugas kita bekerja, biarlah hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah. 

Kalau sudah begitu, kita mengerjakan apa saja dengan enak hati. Kalau ada yang menolak membeli buku kita, kita tidak sakit hati. Sudah capek ngomong, tidak ada yang beli, biasa saja. Hidup ini terus berjalan, dan kita lakoni dengan penuh semangat positif. 

Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan, namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras." Ungkapnya

"Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu. 

Berani saja mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah hanya orang-orang berani yang akan sukses. 

Menulis itu tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita. Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat apa?

Buat target, bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan, evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil." tambahnya.

Sungguh hebat dan luar biasa closing statemen dari narasumber kita malam ini. Ada beberapa hal yang dapat saya petik untuk diteladani yaitu; 
1. Bekerja atau berbuat hendaknya teori dibarengi dengan praktik
2. Tidak perlu malu tapi harus sabar
3. Bekerja hasilnya serahkan pada Tuhan
4. Berhenti memandang rendah pada diri sendiri
5. Berlatih menulis dan terus latihan menulis
6. Buat target, rencana,jalankan dan evaluasi.


Salam Blogger

Raha, 21 Maret 2022









Senin, 21 Maret 2022

Wajahmu Memesona

Resume Ke- : 27
Gelombang : 24
Tema : Membuat Cover Buku yang Menarik
Narasumber : Fajar Tri Laksono, M.Pd
Moderator : Helwiyah


"Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak." Ali Bin Abi Thalib

Tak terasa kelas belajar menulis gelombang 24, asuhan bapak Wijaya Kusumah telah berada di penghujung waktu. Tiga hari lagi akan berakhir kebersamaan ini.  Walaupun raga terpisah antara satu dengan yang lain namun di hati tetap ada nama itu. Akhir dari kelas belajar ini akan ada sesuatu yang menjanjikan atas perjuangan tanpa lelah. Waktu, tenaga, dan fikiran telah tercurah demi sebuah nama dan karyanya. Buku solo dalam genggaman.

Tema pada pertemuan ke- 27 ini masih ada kaitannya dengan tulis menulis yaitu, Membuat Cover Buku yang Menarik dengan narasumber hebat yang tak diragukan lagi keahliannya dalam dunia desain cover buku. Beliau bernama Fajar Tri Laksono, M.Pd. Sekilas moderator kondang yang selalu menyapa peserta gelombang 24, Ibu Hj.Helwiyah memaparkan singkat tentang CV narasumber pada malam ini. Penasaran!! Untuk lebih mengenal siapa Pak Fajar Tri Laksono, apa disiplin ilmunya, bagaimana pengalaman dan prestasinya, mari kita baca slide berikut ini,





Kelas belajar menulis malam ini sangat istimewa, belajar via Zoom Meeting dan live streaming Youtube bagi peserta yang tidak dapat bergabung bersama. Tampak akrab saling menyapa dan saling mendoakan. Salah satu doa Pak Fajar,  berharap ada peserta zoom meeting bisa ke Belanda sebagaimana dirinya.

Selain guru kelas yang mengajar di SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo sejak tahun 2007 sampai sekarang, ia juga seorang graphic desainer (motogeni studio) dan pengembang media (good production).

Latar belakang pendidikan teknik mesin dan teknologi yang disandangnya menambah pengalamannya dan terampil di bidangnya yaitu, Microsoft Office (Corel Draw), Photoshop (Editing Vidio),  Adobe Ilustrator (Public Speaking) dan Freelance desainer (Penulis)

Pada awal pemaparan materinya, narsum membuat pernyataan bahwa untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif harus mengikuti pelatihan malam ini membuat cover buku yang menarik 

Pada kenyataaannya, desain cover menjadi faktor penentu daya tarik pembaca untuk membeli sebuah buku. Diantara sekian banyak buku yang dipajang di toko, cover yang menariklah yang menjadi alasan pembaca penasaran untuk mengetahui  isi buku tersebut. 

Pak Fajar menjelaskan, langkah awal sebelum seorang desainer menerima orderan, Calon customer diberikan formulir untuk menentukan pilihan mulai dari warna dasar cover, warna font, jenis font dan efeknya, objek foto atau gambar, ilustrasi dan sebagainya. 

"Kenapa ini dilakukan secara detail?
Semakin detail semakin ringan kerja dan mengurangi potensi untuk terjadi revisi. Jika tidak detail bisa memakan waktu lama hingga berminggu-minggu, bahkan grafik desainer bisa berulang-ulang."jelasnya

Buku Tahap Finishing

Berbagai pilihan cover cantik yang di share oleh Pak Fajar untuk menarik perhatian peserta yang sebentar lagi akan membuat buku solo. Mulai dari tema gembira khusus anak-anak atau tema kebahagiaan orang dewasa hingga tema sedih dan pilu. 

Narasumber menunjukkan beberapa pilihan desain cover dengan tema sedih,  ketika salah satu peserta Ibu Maria dari Jakarta meminta narsum untuk memperlihatkan beberapa tema cover, terkait rasa sedih yang dialami oleh keluarga atas kepergian adiknya.  Ibu Maria sudah memiliki  15 judul naskah puisi memuat kisah perjalanan hidup adiknya.

Berikut beberapa hasil  karya desain cover cantik menarik Pak Fajar














Seberapa penting bapak/ibu membuat cover sendiri? Pertanyaan ini ditujukan kepada peserta yang berkeinginan membuat cover bukunya sendiri. Sesuai ide kita, imajinasi kita, jawab salah satu peserta. 
"Betul bapak/ibu, apapun hasilnya create kita, itulah keringat kita, karya kita. Salah seorang profesional desainer berkata, sebaik-baik karya pasti ada yang tidak suka, sejelek-jeleknya karya pasti ada yang suka." Ungkapnya.

Di sisa waktu yang ada narsum mempraktikkan cara sederhana mendesain cover buku dengan menggunakan aplikasi corel draw. Kelebihan aplikasi ini mudah dan cepat. Dalam praktiknya Pak Fajar menggunakan langkah langkah yaitu:  
  • Buka New
  • Bekerja di kertas A5
  • Ukuran standar buku Lanscap = 17.5, Potret = 24.5
  • Duplikasi menggunakan Object Transformation
  • Copy, tambahkan middle right
  • Cek tebal punggung buku dengan menggunakan rumus (cari di google)
  • Isi judul
  • Isi gambar
Narasumber menegaskan diharapkan guru terus belajar dan belajar terus, tetap semangat. jangan pernah lelah berkarya. Jangan pernah takut berkarya. Untuk meraih sukses tidak instant, banyak membaca dan teruslah berlatih.



Salam  Blogger

Raha, 18 Maret 2022




 



Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...