Sabtu, 26 Maret 2022

Duet Bahagia Bersama Literasi

Resume Ke-: 30
Gelombang : 24
Tema : Mengelola Taman Bacaan
Narasumber : Bambang Purwanto, S.Kom, Gr
Moderator :  Rosminiyati








"Syarat menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis." Kuntowijoyo    

Malam terakhir ....29 pertemuan telah kulalui. Belajar menulis dengan  tertatih-tatih, lelah berfikir lelah hayati menghiasi perjuannganku demi sebuah nama. Terkadang virus block writer's menyerang, namun semangat tak luntur, di saat peserta lain berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan  aku perlahan  melangkah tapi pasti."Mungkin aku salah satu peserta yang selalu berada di last minutes mengisi list resume. bertekad "Orang lain selesai maka akupun selesai."Tekad kuat ini terbukti menghampiri garis finish malam ini.

Tanpa memperpanjang kalimat, moderator anggun berwibawa Rosminiyati mengenalkan kepada para peserta narasumber pada malam ini yaitu Bambang Purwanto, S.Kom., Gr dengan panggilan akrabnya Mr.Bams. Nama ini sudah tidak asing bagi kami di WAG. Hampir setiap hari ulasannya muncul digrup dan sangat menginspirasi.

Materi bungsu, begitulah istilah kereen julukan Pak Dail, Tema malam ini berbicara masalah Mengelola Taman Bacaan dengan narasumber yang sangat produktif dengan segudang prestasi dan aktivitas. Siapa Mr Bams ini? bagaimana kiprahnya di dunia literasi Indonesia? sejauh mana prestasi yang diraihnya? Ayo kita ulik CV melalui link berikut : https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/

Sejarah awal berdirinya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) AS 

Didirikan pada tanggal 5 Oktober 2011 dengan nama TBM Ayah Salwa. Nama TBM AS diganti dengan nama TBM AS Lebakwangi. Ayah Salwa digunakan sebagai nama panggung ketika berdongeng. Awal berdirinya masih bergabung dengan rumah mungil yang dihuni oleh Ayah Salwa, Ibu Salwa dan Salwa anak semata wayang. Kini usia TBM AS 10 tahun. Setahun setelah berdirinya TBM  AS tepatnya tahun 2012, TBM AS memiliki gedung mandiri 




Meskipun pada awalnya tidak mendapat dukungan dari ibu Salwa, namun pada akhirnya berbuah senyuman manis. Pendekatan yang dilakukan kepada tetangga, Ketua RT dan Ketua RW adalah kunci keberhasilan Ayah Salwa 

Kepeduliannya terhadap anak-anak dan kecintaannya pada dunia literasi, akhirnya ia mampu mengumpulkan 200 buah buku yang ditata apik sesuai genre. Rumah yang tanpa pembatas memudahkan anak-anak untuk membaca majalah Bobo yang disimpannya diteras rumahnya. Salwa yang masih kecil dititipkan ke rumah neneknya, ketika ayah dan ibu Salwa berangkat kerja. Kini Salwa kuliah semester 2 di UNPAS jurusan Kependidikan Bahasa Indonesia. Ayah Salwa berharap Salwa kelak  bisa menjadi guru yang disenangi anak-anak.

TBM AS Lebakwangi dalam menjalankan kegiatannya memanfaatkan Facebook dan blog. Cara perdana adalah dengan mengadakan Dongeng Ayah Salwa. Untuk membayar pengelola harian Mr Bams memberikan intensif dari uang pribadinya sampai pada akhirnya mendapatkan donator.

Salah satu program menarik TBM AS adalah menggelar buku di sekolah sekolah. Ayah Salwa bersama Ibu Salwa membawa 100-200 buku  dengan menggunakan motor. Ini bertujuan agar anak-anak bisa membaca buku dengan bebas. Selain membaca, mereka mendapatkan dongeng dari Ayah Salwa.



Apa keuntungan membuat TBM ?

"TBM bagi kami sekeluarga adalah tempat pengabdian. Tempat belajar untuk ikhlas, sabar dan senang dengan anak-anak. TBM tidaklah seseram Perpustkaan yang harus hening. Coba bayangkan anak-anak dengan riang membaca dengan bersahutan. Mereka tidak merasa terganggu. Bayangkan saat kita di perpusakaan sekolah misalnya, baru ngobrol sebentarnya saja langsung orang yang terdekat akan menatap tajam sembari sedikit mengeluarkan mata, heheh. Maaf jangan ribut ya." Ungkap Ayah Salwa

"Interaksi dengan TBM lain membuat jaringan TBM menjadi kuat. Silaturahmi pegiat literasi memudahkan untuk saling menguatkan. Ini kegiatan benar-benar sosial, nggak ada duitnya. Untungnya adalah kebahagiaan yang bisa melihat anak-anak membaca buku, pinjam buku, cerita bersama , belajar komputer, belajar internet, belajar bernyanyi, membuat puisi, dan banyak kegiatan lainnya." tambahnya.

Pada tahun 2013 Ayah Salwa diberikan amanah oleh pemerintahan kabupaten Bandung sebagai Ketua FTBM Kab. Bandung periode 2013-2017. Saat itu Ayah Salwa membangun kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan untuk menjalankan roda organisasi yang kala itu tanpa dana.

Prestasi yang diraih dalam pengelolaan TBM AS Lebakwangi
1. Terpilih sebagai Ketua Forum TBM Kab Bandung periode 2013-2017
2. Juara ke 1 TBM se Kab Bandung tahun 2013
3. Juara ke 2 TBM se Provinsi Jawa Barat tahun 2013
4. Juara ke 1 TBM se Kab. Bandang tahun 2014
5. Juara ke 1 TBM se Provinsi Jawa barat tahun 2014
6. Anugerah Sabilulungan Award tahun 2018 dari Bupati Kab. Bandung
7. Juara ke 1 TBM Teladan se Kabupaten Bandung 2019

Ayah Salwa menjelaskan bahwa mengelola TBM  dan mendongeng adalah dua aktivitas yang tak dapat dipisahkan dari dirinya, karena guru itu tidak hanya mengajar tapi bisa melakukan banyak  hal, salah satunya adalah kegiatan literasi. Pengalaman  Ayah Salwa yang sejak lama bergelut dengan dunia literasi telah mengantar sekolahnya SMP Taruna Bakti mendapat Anugerah Sekolah Literasi Kategori Utama se Kota Bandung. Demikian juga kepada Ayah Salwa sejumlah penghargaan secara pribadi diterima sebagai Penggiat Literasi.

Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
Perjalanan meraih sukses tidaklah mudah.
1.Bagaimana Bapak mempertahankan ritme  semangat dan motivasi hingga menorehkan prestasi yang bukan biasa saja tapi memiliki prestise?
2.Bagaimana strategi komunikasi dengan sekitar, bapak dan anak-anak  menjadi cinta literasi?
Mohon berbagi tips dan trik yang mudah diimplementasikan pemula  literasi.
Salam sehat, Mr Bam.

Jawaban 2
1. Lakukan setiap aktivitas dengan riang gembira. Tebar energi positif di mana pun berada. Jadilah manusia yang mau terus bergerak untuk melakukan kebaikan-kebaikan. 
2. Komunikasi dengan anak-anak saya melalui dongeng. Apa yang disenangi anak-anak kita lakukan.  Anak-anak senang menggambar, bukalah kelas menggambar. Anak-anak senang mewarnai, bukalah kelas mewarnai, Semua dilakukan di TBM AS Lebakwangi. Atau buatlah program yang membuat anak-senang dan tertantang. Seperti Celengan Literasi

[Pertanyaan 2]
1. Menurut Mr. Bams bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat. 
Karena menurut saya jika kita bisa meningkatkan minat baca masyarakat dewasa maupun anak-anak maka mereka pasti akan mengejar buku di manapun berada.
2. Apa saja syarat yang dibutuhkan ketika membentuk Taman Baca. Apalagi jika kita bukan siapa-siapa (bukan pejabat atau tokoh-tokoh idola). 
Termasuk mengumpulkan buku bacaan yang sesuai kebutuhan, dengan dana minim. Misalnya jika mau mengajukan proposal pengadaan buku-buku kemana dan bagaimana caranya. 
Kita ketahui bahwa di daerah kami perpustakaan masih sepi, taman baca hampir dipastikan masih sepi, dsb..
Ohya pernah ada LSM yang bergerak di bidang TBM namun hilang begitu saja. Padahal anak-anak banyak yang datang baca.
Mohon maaf saya bertanya demikian karena dari pengalaman TBM Mr. Bams ada beberapa daya dukung yang membuat bisa tetap eksis.

Jawaban 2
1. Ya sebuah perjuangan mendekatkan buku kepada siapapun, salah satunya dengan teladan. Saya menjadikan rumah tinggal sebagai tempatnya buku untuk dibaca anak-anak secara gratis. Kita hanya terus mengupayakan kepada mereka pentinya sebuah buku untuk dibaca. 
2. Syarat utama adalan NIAT. Tak ada seorang pun yang bisa menghalangi untuk membuat Taman Baca. Tak harus juga berijin secara resmi. Saya mendirikan TBM tahun 2011 tetapi legalitas resmi baru diurus pada tahun 2013, itu pun karena ada lomba mewakili Kabupaten, sehingga difasilitasi dalam pengurusan ijin. Untuk buku banyak sekali jaringan yang bisa diakses. Saat mendirikan TBM maka segeralah bergabung dengan Forum TBM yang ada disetiap tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional. Forum bisa bekerjasama dengan komunitas untuk pengdaan buku, bahkan dari Kemdikbud. Komunitas 1001 buku itu sangat terkenal di Komunitas FTBM. 

Membangun TBM bukanlah sebuah proyek akan tetapi program kesukarelaan yang harus penuh keikhlasan. Akan tetapi kita bisa mengelola dengan penuh kretivitas dan kolaburasi. Berkolaburasi dengan berbagai pihak yang satu frekwensi itu membuat lebih semangat mengelola Taman Bacaan, Selamat mencoba

[Pertanyaan 3]
Langkah awal apa yang harus saya lakukan untuk membuka taman bacaan sederhana di sekolah saya SD yang penuh dengan keterbatasan jlh siswa, tempat yang sempit dan waktu yang sedikit ?

Jawaban 3
Manfaatkan yang ada. Mulai dari SDM , tempat dan fasilitas lainnya bukanlah sebuah penghalang untuk sebuah gerakan. Gerakan Literasi bisa dimulai walau hanya kumpul bersama melakukan baca buku bersama. Melakukan diawal itu akan menjadi magnet. Lakukan sehingga banyak yang melihat. Lakukan dengan penuh semangat, walau pasti ada rintangan dan hambatan. Ajak semua orang yang peduli agar anak-anak rajin membaca. Selamat berjuang, selamat bergerak untuk Indonesia yang lebih baik. 

[Pertanyaan  4]
Sejak lama saya ingin mempunyai perpustakaan mini yg bisa dikunjungi anak² maupun orang tua, akan tetapi blm terwujud sampai sekarang dan menjadi angan² saja. Ada rasa kwtr akan gagal untuk mengajak tetangga berminat membaca. Apakah Mr. Bams pernah mengalami seperti yang saya pikirkan? Bagaimanakah mengatasinya bila tetangga menolak atau tidak respon terhadap minat baca. 

Jawaban 4
Lawan rasa khawatir dengan Bismillah. Lakukan hal yang sederhana. Saat melakukan ini di tengah-tengah masyarakat. Saya dianggap kurang kerjaaan atau bahkan melakukan yang sia-sia. Tapi lama-lama rumah jadi tempat berkumpul anak-anak. Saat anak-anak kumpul di TBM walau asalnya hanya ikut-ikutan, akan tetapi itu sangat ada manfaatnya. Bayankan kalau anak-anak 1 jam di TBM tanpa gawai, tapi mereka dekat dengan buku. Itu hal yang sangat indah. 
Khawatir gagal itu ada, tapi saya membiasakan membagun pikiran dengan hal-hal yang positif,  agar dalam diri memiliki kekuatan yang pantang menyerah. Tidaklah mudah tapi bisa dilatih.

[Pertanyaan 5]
Yang ingin saya tanyakan 
1. Prosedur awal membuat TBM
2. Jadwal membaca Buku
3. Apakah buku boleh dibawa pulang
4. Bagaimana trik mengajak masyarakat untuk datang ke TBM

Jawaban 5
1. Prosedurnya :
a. Bicarakan rencana ini bersama seisi rumah, kenapa? supaya niat baik didukung sepenuhnya oleh orang-orang terdekat.
b. Siapkan buku dari buku yang ada saja
c. Siapkan tempat, walau itu hanya diteras
d. Tentukan kapan jam layanan
e. Ngobrollah dengan tetangga terdekat, maklum nanti banyak anak-anak kadang membuat suasana ramai.
f. Memintalah ijin tertulis kepada RT dan RW juga ditanda tangani oleh tetangga terdekat, kiri, kanan, depan dan belakang. 
g. Untuk awal cukup sampai RT, selanjutnya bisa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat, biasanya melalui Pengawas Pendidikan Luar Sekolah.

2. Jadwal Baca Buku
Buatlah jadwal yang membuat nyaman pengelola dan pembaca. Kalau bisanya satu minggu sekali ya seminggu sekali. Sesuka kita tapi tetap ada pola penjadwalan
3. Untuk awal jangan dulu, biasakan mereka datang. Misalnya sudah datang 3x ke TBM, baca di TBM. Kemudian lakukan pendaataan untuk anggota. Yang pinjam buku adalah yang sudah anggota. Kalau di kami, semua layanan gratis, termasuk layanan internet.
4. Trik mengajak masyarakat, saya lakukan kegiatan-kegiatan yang disenangi. Saya pernah mengadakan lomba memasak untuk ibu-ibu, tetapi sehari sebelumnya mereka berselancar di youtube untuk menyiapkan rencana menu yang akan dibuat. Untuk anak-anak kami biasanya melakukan kegiatan lomba-lomba. Ini contohnya seperti foto dibawah ini.
Lomba mewarnai
Lomba Menggambar
Lomba Puisi
Lomba Menulis Cerita
Ini saat kami 10 tahun TBM AS Lebakwangi

[Pertanyaan 6]
Masyarakat Allah semoga limpahan riski untuk Mr Bams sekeluarga. Saya terkagum2 melihat perjuangan Mr Bams beserta istri. Kebetulan saya suka sekali mendongeng, dan biasanya saya mendongeng untuk anak2 didik saya di kelas 1 di akhir pembelajaran. Saya juga sediakan jurnal yg diisi anak-anak setelah mendengarkan dongeng yang saya bacakan. Dan di rumah menjelang tidur saya bacakan dongeng untuk anak saya yg sekarang duduk di kelas 2. Iseng2 pak saya membuat cerita anak berjudul aza sang pemimpin dan aku Pancasila part 1 yg tokoh2nya adalah anak didik saya dan cerita tersebut untuk mendukung kegiatan belajar ppkn anak2 didik saya. Pertanyaan saya pak:
1. Apa saja yg membuat cerita dongeng menjadi hidup sehingga anak2 dapat meresapi isi yg terkandung dlm cerita?
2. Cerita dongeng karangan siapa saja yg menurut bapak bagus sebagai rujukan mendongeng untuk anak2.
3. Bagaimana cara untuk mengasah kemampuan mendongeng saya supaya lebih baik lagi supaya anak2 saya betah dengan cerita dongeng saya.

Jawaban 6
1. Mendongenglah dengan hati. Mendongeng bukan untuk menggurui. Mendongeng bagi saya mengantarkan sebuah pesan. Biarkan anak menerima pesan sebebas apapaun. Dengarkanlah pendapat anak-anak akan cerita yang kita sampaikan. Itu malah membuat anak senang merasa dihargai. Anak-anak butuh dihargai. Kadang kita orang dewasa terlalu merasa dewasa sehingga lupa untuk menghargai anak-anak. Mereka tidak pernah meminta untuk lahir menjadi anak-anak kita. Tapi itulah titipan dari Allah. Tuhan Yang Maha Segalaanya.
2. Bagi saya dongeng yang baik, adalah dongeng yang punya pesan moral.
3. Mendongenlah dengan senang hati, mendongenglah dengan sepenuh hati. Mendongeng semakin sering akan semakin menikmati. Tidak harus menjadikan seorang pendongeng seseorang yang harus diikuti. Mendongenglah dengan gaya sendiri. 

[Pertanyaan 7]
Apa saja manfaat dan kepuasan yang Mr. Bams dapatkan dengan membuka TBM tersebut ?

Jawaban 7
Manfaat bagi saya TBM :
1. Menebarkan manfaat membaca buku
2. Menjadikan tempat yang dimiliki bernilai manfaat untuk orang banyak
3. Membuat keluarga peduli dengan literasi
4. Mengelola buku berarti harus belajar mempraktikan apa yang ada dibuku walau tidak semuanya
5. Melatih kesabaran
6. Berpikir cerdas bagaimana TBM bisa tetap berjalan
7. Berjejaring
8. Eksistensi diri dan keluarga

Kepuasan :
1. Bisa terbang gratis (kalau ada kegiatan)
2. Bisa tinggal di hotel yang bagus gratis (kalau ada kegiatan)
3. Bila ada yang mau belajar mengelola TBM kemudian lebih sukses dari kita
4. Bisa romantis bersama pasangan
5. Bisa kompak bersama keluarga
6. Bermafaat bagi lingkungan terdekat

[Pertanyaan 8]
1. Apakah pak Bams punya staf untuk mengelola. 
2. Bagaimana mendapatkan buku_buku baru, karena kalau dari 2012 maka sudah banyak buku yang lama perlu diperbaharui, dimana  mendapat biaya?

Jawaban 8
1. Untuk staff ada satu orang dan diberikan insentif saat ini insentifnya 500rb per bulan. Dana dari donatur, bila tidak ada gunakan uang pribadi.
2. Buku kini ada sekitar 6000 buku dari awal berdiri 200 buku di tahun 2011. Kami pun punya program Rolling Buku, jadi TBM/Komunitas buku bisa meminjan 100-200 buku. Kadang ada yang kembali kadang tidak. Atau sengaja kami buatkan program Donasi Buku. Biayanya kadang suka banyak buku dari penyumbang. Yakinlah akan banyak orang tergerak membantu, ikhlas menjadi kuncinya.


[Pertanyaan 9]
Bagaimana cara yang bisa dilakukan, untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan sekolah, agar menjadi taman bacaan yang menyenangkan?
Mohon masukan, program apa yang bisa dilakukan?

Jawaban 9
Fungsi Perpustakaan akan maksimal bila dikelola dengan baik. Pengelola membuat berbagai kegiatan agar murid merasa mendapatkan suasana berbeda. Buatlah acara-acara yang menarik untuk anak-anak. Jadikanlah anak-anak yang punya kesungguhan kepada dunia baca sebagai relawan di perpustakaan, jadikanlah mereka Relawan Perpustakaan dengan diberikan pelatihan sederhana dan tugas yang mudah. Jadikanlah mereka partner untuk diskusi dalam memajukan perpustakaan yang dikelola bersama

[Pertanyaan 10]

Ungkapan (10)
Assalamu'alaikum Mr.Bams.
Saya Pak Zaki, SMP BAHAGIA Jakarta Timur, mengucapkan terima kasih. Mr. Bams telah memberikan materi yang sangat menginspirasi saya.
Karena disekolah ada perpustakaan mini, yang tidak ada pengunjung nya. Dengan materi malam ini bersama Mr. Bams, saya akan amalkan ilmu "mengelola taman bacaan".

Jawaban ungkapan 10
Walau ungkapan ijinkan tetap menjawabnya ya....
Waalaikumsalam w.w.
Pak Zaki yang kekiniaan
Selamat berjuangkan membangunkan buku-buku yang tertidur lelap. Mereka akan bahagia karena disapa oleh anak-anak juga bapak ibu guru. Jadikanlah buku sahabat sebagai sumber ilmu. In syaa allah kita bisa terus bergerak agar kebiasaan membaca, menulis dan diskusi menjadi bekal untuk murid kita semua. 

Belajar
Berkarya
Berbagi
Berbagi

Di akhir perjumpaan malam ini, melalui voice note, Mrs Bams berpesan agar terus belajar dan berkarya tanpa batas. Setelah berkarya bisa berbagi ujungnya berbakti. Demikian closing statemen sebagai penutup pertemuan ke-30.


Salam  Blogger

Raha, 25 Maret 2022




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...