Selasa, 22 Maret 2022

Cerdas Promosi

Resume Ke-: 28
Gelombang : 24
Tema : Teknik Promosi Buku
Narasumber : Akbar Zainudin, MM, MJW
Moderator : Widya Setianingsih


Widya Setianingsih si Ratu moderator malam ini kembali menemani peserta pelatihan belajar menulis PGRI dengan kata-kata penyemangat di kala letih  dan lelah. Bukan tanpa alasan 27 pertemuan telah dilalui dengan tenaga, fikiran, dan waktu dicurahkan semata-mata untuk mencari ilmu di dunia tulis menulis, namun  terobati oleh kalimat pembakar semangat ibu Widya Setianingsih.

Sungguh berkesan kalimat ini.
Semoga semangat tetap menyala untuk terus berkarya
Semoga niat tetap terjaga untuk menambah ilmu dari narasumber yang luar biasa
Semoga ikatan pesahabatan tak lepas walaupun kelas akan tuntas

Sungguh menarik tema malam ini yaitu Teknik Promosi Buku dengan narasumber hebat Bapak AKBAR ZAINUDIN, MM. MJW. Seorang trainer dan motivator nasional, pendiri PT. EMJEWE Training & Coaching serta perusahaan penerbitan MJW group. Ia dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 7 Februari 1973. Alumnus Pondok Modern Gontor tahun 1991. Sekarang menyelesaikan program Doktor Manajemen SDM di Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Penulis 15 buku motivasi sejak tahun 2010. Buku terbaru beliau adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama dan merupakan buku solonya yang pertama.

Melalui Program "Kamis Menulis"di channel Youtubenya narasumber membahas tentang strategi pemasaran  buku. Penulis tidak hanya dituntut menulis tetapi diharapkan mampu memasarkan buku agar buku bisa laku dan  orang lain mendapatkan manfaatnya.



Dalam bukunya "Uktub" panduan lengkap menulis buku dalam 180 hari. Salah satu bab membahas tentang proses pemasaran buku. 
Ada empat proses pemasaran buku atau disebut Strategi 4 P yaitu 
  1. Product (produk)
  2. Price (harga)
  3. Distribution (distribusi)
  4. Promotion (promotion)
Target pembaca adalah faktor penentu dari strategi. Perlu diketahui siapa target audiensnya apakah target anak-anak atau orang dewasa, remaja, guru-guru, bagaimana sisi life style.   Jadi perlu pemetaan dari setiap kebutuhan pembaca sehingga dapat diketahui apa kebutuhan mereka.
  1. Strategi produk. Buku hendaknya sesuai  dengan kebutuhan audiens. Buku untuk guru tentu berbeda dengan buku untuk siswa, untuk santri dan mahasiswa, anak-anak ataupun orang dewasa. Nnaa... penulis harus beri masukan kepada penerbit. Dengan demikian buku kita akan sesuai dengan kebutuhan audiens.
  2. Strategi harga. Ada harga umum dan harga premium. Harga umum misalnya berapa halaman. tetapi ada buku yang tipis  lebih laku dibanding buku yang tebal. Kenapa? Ini  disebabkan buku tersebut sesuai target. Buku-buku yang menarik covernya dan berkualitas, tentunya lebih mahal
  3. Strategi distribusi. distribusi terbagi dua: distribusi tradisional dan non tradisional. Distribusi tradisional dipasarkan ke toko-toko buku baik melalui jaringan nasional maupun toko buku setempat. Sedangkan distribusi non tradisional melalui MLM (Multilevel Marketing), penjualan langsung, marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak,Tokopedia, Shopee
  4. Strategi promosi. Ada beberapa program promosi yaitu;
    1. Launching buku. Program meluncurkan buku baru bisa dilakukan di mana  saja, oleh penerbit maupun penulis, demikian juga terkait biaya launching.
    2. Beda buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku.Ini bisa dilakukan secara online maupun offline danbisa bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan, perpustakaan dan sebagainya.Zaman Era Digital sekarang lebih mudah mempromsi dan menjual buku dengan menggunakan  berbagai akun seperti FB, IG,WA Grup, Zoom dan sebagainya. 
    3. Melakukan seminar atau workshop secara berkala untuk mengenalkan buku dapat dilakukan secara online maupun offline. 
    4. Membangun komunitas yang sesuai dengan tema buku. Jika tema  tentang menulis, maka bangun komunitas tentang menulis dan sebagainya. Dengan adanya komunitas memungkinkan kita lebih kenal atau lebih dekat dengan mereka dan memudahkan kita untuk mempromosikan buku kita. 
    5. Membangun jaringan reseller yaiu orang-orang yang bisa diajak kerjasama untuk mempromosikan dan menjual buku kita. Sebagai bonus kita berikan 20-30% dari harga buku 
    6. Jualan di marketplace seperti Lazada,Shopee, Bukalapak, Tokopedia. 
    7. Gunakan media sosial (medsos) untuk promosi buku. Caranya dengan memanfaatkan followers dan subscriber, memberikan informasi  tentang tema buku kita. Rutin mensharing apa saja untuk menambah pengetahuan pembaca sehingga mereka merasakan manfaatnya. Dengan begini akan lebih dekat dan mudah bagi kita untuk mempromosi dan menjual buku kita.
Salah satu aspek pendukung untuk mempromosikan buku, seorang penulis perlu memiliki beberapa keterampilan 
Pertama. Berbicara di depan umum agar ketika tampil pada acara tertentu atau rekaman di media sosial dapat menarik perhatian para calon pembeli
Kedua. Kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Salah satu bentuk promosi dan penjualan di abad 21.
Ketiga. Pemanfaatan teknologi informasi karena zaman sekarang adalah dunia Era Digital di mana hampir semua aktivitas di akses lewat internet.
 
Di akhir pemaparan materi, narsum mempraktikkan secara langsung bagaimana  cara sukses mempromosikan buku dengan teknik membuat copywriting (hard selling)

Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1]
1. Apa arti dari buku UKTUB karya Bapak? Saya penasaran sekali🤭
2. Bagaimana menentukan jenis karya yang diminati para pembaca? 
Bagaimana jika kita tidak mampu memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan kemampuan menulis kita? 
Jangan jangan kita tidak jadi menulis, maju mundur karena tuntutan tersebut. 

Jawaban 1
1. Dari kata bahasa arab yang artnya tulislah.Pengalaman menulis buku dari keliling mengisi pelatihan. Menulis itu apa, kendalanya apa,mulainya dari  mana. Uktub adalah  sebuah rangkuman cara menulis, dari mana ide,ide apa saja, mengembangkan dengan cara membuat outline, membuat map mind (peta pikiran).  saya gunakan 3 yaitu what,why dan how.
2. Hilangkan kekhawatiran dan ketakutan dalam menulis

[Pertanyaan 2]
Bagaimana teknik promosi yang paling pas untuk pemula. 
Saya belum pernah menulis, saya tidak memiliki penggemar, tulisan saya juga tidak bagus bagus amat menurut saya. 
Kemarin saya cetak buku, kurang ada yang berminat pak. 
Karena tujuan utama saya menulis memang untuk menyalurkan hobi saja

Jawaban 2
Coba 7 strategi.Mulai dari akun FB,Ig dan medsos lain.

[Pertanyaan 3]
Bagaimana caranya karya kita bisa booming dan di terima pasaran?

Jawaban 3
1. Tentukan audiens
2.Tulislah sesuai kebutuhan
3.Tulis sesuai bahasa audiens
4.Menulis tiap hari

[Pertanyaan 4]
1. Syarat utama promosi buku kita adalah percaya diri. Bagaimana memupuk percaya diri kita ini. Jujur kadang setiap saya ikut motivasi seperti ini. Semangat saya luar biasa. Namun setelah buku saya jadi, masalah pun tiba.
Mohon motivasi berdasarkan pengalaman pertama Bapak 'menjual' bukunya. Karena intinya tidak semua dari kita memiliki suatu 'peran besar' di lingkungan kita. Baik di kantor/sekolah maupun tempat tinggal (pondok Pesantren, Gereja, RT, Desa, Ormas, dsb )
2. Untuk penentuan harga buku, sebenarnya apa saja 'Panduan Harga' nya. Apakah berdasarkan harga penerbit ditambah sedikit dengan harga kita?
3. Untuk salah satu cara kita promo yaitu seminar, tentu biaya dari kita. Bagaimana perhitungannya karena jangan-jangan besar pasak daripada tiang.

Jawaban 4
1. Percaya diri harus dipupuk terus menerus. Percaya diri hasil dari keyakinan kita ditambah  dengan latihan terus menerus sehingga kita ada prestasi-prestasi kecil yang kita raih. Menulis di Blog dibaca orang, menulis di Kompasiana jadi head line, dibaca lebih dari 100 orang.
2. Harga buku...ongkos cetak, distributor, penulis, keuntungan perusahaan,operasional perusahaan
3. Seminar penulis yang bayar . Diawal harus berjuang dulu.

[Pertanyaan 5]
Setelah mengikuti grup menulis ini sudah ada beberapa ide menulis buku solo yang berhubungan dengan pendidikan 
Cara mencari buku referensi secara On Line bagaimana ?

Jawaban 5
Buku agak sulit, kecuali kita beli. Yang banyak adalah jurnal. Caranya JURNAL+Metode Mengajar filetype:pdf tersortir sendiri. Jurnal+apa yang kita cari filetype:pdf

Sebagai catatan penutup,

Beliau menuturkan "Saya melakukan 7 strategi pemasaran buku di atas. Jadi, bukan hanya teori, tetapi semuanya sudah dilakukan. Lalu kalau ditanya mana yang paling mengena, setiap program kita mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda. 

Update status di IG, FB, dan YouTube biasanya akan lebih banyak membuat orang tahu. Nah, transaksi terjadi di WA. Jadi, cara kita menjawab di WA juga sangat berpengaruh. 

Yang juga penjualannya banyak adalah saat kita mengadakan acara, baik online maupun offline. Sehabis seminar,a biasanya orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan, lalu membeli buku kita. 

Jadi, sebelum seminar saya selalu pikirkan program apa yang saya buat khusus buat seminar yang akan saya selenggarakan. Seperti malam ini, ada program untuk DIKLAT MENULIS, ada juga program untuk MENTORING menulis buku. 

Kalau bagi saya, kita lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak perlu berkecil hati, terus disabari, karena suatu saat pasti akan berhasil. 

Tugas kita bekerja, biarlah hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah. 

Kalau sudah begitu, kita mengerjakan apa saja dengan enak hati. Kalau ada yang menolak membeli buku kita, kita tidak sakit hati. Sudah capek ngomong, tidak ada yang beli, biasa saja. Hidup ini terus berjalan, dan kita lakoni dengan penuh semangat positif. 

Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan, namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras." Ungkapnya

"Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu. 

Berani saja mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah hanya orang-orang berani yang akan sukses. 

Menulis itu tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita. Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat apa?

Buat target, bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan, evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil." tambahnya.

Sungguh hebat dan luar biasa closing statemen dari narasumber kita malam ini. Ada beberapa hal yang dapat saya petik untuk diteladani yaitu; 
1. Bekerja atau berbuat hendaknya teori dibarengi dengan praktik
2. Tidak perlu malu tapi harus sabar
3. Bekerja hasilnya serahkan pada Tuhan
4. Berhenti memandang rendah pada diri sendiri
5. Berlatih menulis dan terus latihan menulis
6. Buat target, rencana,jalankan dan evaluasi.


Salam Blogger

Raha, 21 Maret 2022









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...