Gelombang : 24
Hari/Tgl : Senin, 14 Februari 2022
Tema : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber : Susanto, S. Pd.
Moderator : Muliadi
Badan terasa pegal di sana-sini, mata berkunang-kunang, apalagi duduk di depan laptop dengan sinar yang menyilaukan mata, kadang ketikanku tidak lagi fokus, kelebihan huruf, kurang satu huruf, spasi tidak ada apalagi tanda-tanda baca. Untuk mengatasinya agar mata enteng perlu senam mata. Caranya setiap pagi kupandang dedaunan yang hijau. Terasa sejuk di mata terapi ini.
Moderator malam ini berasal dari Toli-Toli Sulawesi Tengah masih satu wilayah dengan saya, hanya saya berada di Tenggara. Beliau akan memandu jalannya KulWA malam ini sekaligus mendampingi narasumber hingga tuntas.
Sebuah ungkapan yang dibagi oleh Pak moderator. Jika kamu tidak dapat menjelaskan sesuatu dengan sederhana, kamu tidak cukup memahaminya - Albert Einstein
Ungkapan di atas, menyiratkan pentingnya menyusun atau menata kalimat dengan sederhana sehingga mudah difahami oleh pendengar atau pembaca. Unsur kesederhanaaan bukan hanya soal struktur kalimat, tetapi bisa jadi karena kesalahan yang tidak disengaja oleh penulisnya, seperti salah ketik atau typo.
Bukankah kata atau kalimat yang tadinya sederhana bisa menjadi sulit difahami karena kurang huruf, atau huruf yang tertukar? dan ini lazim terjadi dalam menulis naskah.
Maka tepatlah pada malam ini giliran materi dengan tema Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan untuk menjawab keraguan maupun ketidaktahuan kita.
Narasumber pada pertemuan ke-13 ini, berpendidikan S1 PGSD BI dan S1 PBSI, seorang guru kelas sekolah dasar di Tugumulyo, Kab.Musi Rawas Sumatra Selatan. Beliau seorang penulis, kreator dan Editor. Sebut saja namanya Susanto, S.Pd. atau lebih dikenal dengan panggilan Pak D Antok, Pak D Susanto dan PakDSus. Huruf D yang dibaca De, menjadi personal brandingnya di blog dan komunikasi sesama blogger. Mulai buat blog tahun 2009 dan benar-benar 'ngeblog' dimasa pandemi covid-19 setelah ikut kelas Omjay gelombang 15. Buku solonya, Berani Menulis dalam 20 hari dan Pijar Lentera Asa
Beberapa buku hasil Editor PakDSus
Sebagai bentuk apresiasi kepadanya diberikan beberapa buku
Istilah Proofreading pernah saya baca pada buku-buku yang akan naik cetak. Namun apa fungsinya, manfaatnya dan untuk apa? Ini yang belum saya ketahui.
Mengawali paparan materi malam ini, PakDSus mengutip satu kalimat gaya cerita fiksi yang diambil dari karya ibu Nur.
" Hmmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo."Kata Cici. Peserta diminta untuk melakukan proofreading atau uji baca lalu menuliskan kembali kalimat tersebut menjadi tulisan dengan ejaan yang "lebih baik"
Proofreading pertama datang dari peserta dengan mengubah huruf "K" (huruf besar) menjadi "k" (huruf kecil). Satu proofreading lagi, Kata Cici menjadi huruf besar di awal kata.
Apa Proofreading itu?
Proofreading atau kadang disebut juga uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan
Tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.
Berikut kalimat yang dikutip oleh PakDSus setelah dilakukannya proofreading
" Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.
anda Elipsis/TitikTiga (...) dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog. Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? Hal ini berkaitan dengan aturanpenulisan "dialog tag". Untuk ini Mazmo sangat ekspert dan mungkin sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
Dengan melakukan proofreading, kesalahan dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah,hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.
Perbedaan Editing dengan Proofreading
Editing lebih fokus pada kebahasaan sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.
Jadi proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Tugas Seorang Proofreader
- Membetulkan ejaan atau tanda baca
- Memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan difahami.
- Mengenali apakah sebuah kalimat efektif atau tidak,susunan sudah tepat atau belum, substansi sebuah tulisan dapat difahami oleh pembaca atau tidak
Katakanlah seorang proofreader mendapat tugas menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah difahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.
Jadi tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.
Mengapa harus melakukan proofreading?
Proofreading adalah tahap penulisan yang tidak bisa dilewati terutama untuk menerbitkan karya tulis untuk khalayak ramai. Ketika sedang menulis muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna, sehingga muncul kekhawatiran: nanti tulisan jelek, tidak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas dan sebagainya. Akhirnya terjebak untuk memperbaiki sendiri.
Hal lain misalnya seorang blogger peserta kelas menulis ingin segera menerbitkan tulisan, begitu selesai menulis, mungkin karena mengejar target atau ingin segera memublikasikan, langsung klik tombol kirim.
Apa yang terjadi?
Pertama, alih-alih tulisan menjadi lebih baik malah tulisan tidak karuan. Kekurangcermatan dalam pengetikan tulisan di Blog, tulisan menjadi berkurang nilai kemenarikannya.
Kedua, tulisan diblog masih terdapat kesalahan ejaan atau struktur kalimat, tetapi dengan seiring berjalannya waktu kekurangan, atau ketidakcermatan dalam penulisan akan dapat teratasi.
Oleh karena itu, proofreading penting dilakukan, sebelum tulisan diterbitkan.
Proofreader (meskipun dilakukan oleh penulis) bersifat netral. Seorang proofreader akan menilai karya penulis secara objektif. Oleh karena itu bertindaklah sebagai pembaca untuk mengetahui sejauh mana karya tulis kita bisa dimengerti atau justru berbelit-belit. Agar objektif, setelah tulisan selesai, endapkan beberapa jam atau beberapa hari. Setelah itu, Posisikan diri sebagai "Calon Pembaca"
Langkah-langkah melakukan Proofreading
Pertama, Merevisi draft awal teks : seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan bahkan menghapus seluruh bagian.
Kedua, Merevisi penggunaan bahasa : kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
Ketiga, Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya serta memperbaiki kalimat yang ambigu.
Keempat,
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Kesalan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Cara mudah melakukan proofreading terutama pada typo
Video Youtube cara menemukan dan memperbaiki Typo dengan mudah
Dipenghujung kelas, mewakili narasumber, Pak Muliadi menutup kegiatan dengan berharap semoga materi yang disampaikan pada malami ini sudah difahami. Karya yang akan dihasilkan kelak akan lebih baik, bebas dari berbagai kesalahan sebelum naskah diterbitkan.
Ringkasan Jawaban
1. Gaya penulisan paragraf. Jika bentuk lurus paragraf ditandai dengan jarak spasi antarbaris. Jika menjorok ke kanan maka pergantian paragraf selanjutnya mengikuti bentuk itu
2. Proofreading penting karena ketika kita menulis kita menuangkan ide hingga tuntas, sehingga kadang-kadang mengabaikan ejaan dan kesalahan penulisan typo. Dengan proofreading kesalahan bisa diperbaiki
3. Sebelum menulis pasti kita memiliki tujuan. Lalu ide yang ada dijabarkan menjadi kerangka agar tujuan tadi tercapai. Setelah jadi tulis saja terus sesuai kerangka yang dibuat. Setelah selesai diamkan sebentar. Beberapa waktu kemudian lakukan uji baca posisikan diri sebagai pembaca. Paham nggak ni dengan tulisan saya. Itu pertanyaan yang ada dalam hati
4. Satu kali diproofreading setelah diendap.Ulangi lagi, dan minta orang lainuntuk membaca tulisan kita. Sebelum jadi buku solo menulis resume, minta teman untuk menjadi editornya.
Salam Blogger Persahabatan
Raha, 14 Februari 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar