Senin, 14 Februari 2022

Mengelola Majalah Sekolah

Resume Ke-: 12

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Jum'at, 11 Februari 2022

Tema : Mengelola Majalah Sekolah

Narasumber : Widya Setianingsih,S.Ag

Moderator : Maesaroh




 Syukur alhamdulillah..Allah Swt. masih memberikan kekuatan, kemampuan dan kesabaran untuk terus aktif belajar di Kelas Belajar Menulis gelombang 24 ini. Pada pertemuan yang ke-12 ini dipastikan seru, dua orang srikandi andalan kelas  BM, Mydearly nama udaranya, the queen of  diction Maesaroh dan the sense of motivation Widya Setianingsih  Semua peserta sudah pasti mengenal mereka walaupun tak pernah bersua tetapi lekat dalam ingatan.

 Sebelum masuk ke kegiatan inti, moderator Mydearly membuka dengan selayang pandang mengawali materi yaitu Pesona Pengetahuan, Kasih sayang, serta jamuan. Menarik dan sungguh menarik.

 Narasumber Arema yang tidak asing lagi, berawal dari peserta yang gigih telah membawanya menjadi peserta pertama yang lulus di angkatan 21. Karpet Merah menjadi narasumber adalah bentuk penghargaan baginya. Luar biasa. Sehari-harinya mengajar di MI Khadijah Malang. Widya Setianingsih, S.Ag akan membersamai kita kurang lebih dua jam ke depan dengan tema “Mengelola Majalah Sekolah.”

 Jauh hari sebelum materi ini disajikan, saya buka jadwal kegiatan. Mata saya tertuju pada satu tema yaitu Mengelola Majalah Sekolah. Terbayang keadaan perpustakaan di madrsah ku. Sempat terbersit dibenakku andai buku-buku ini dibaca oleh para siswa bukan tidak mungkin akan banyak menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mereka.

 Minat membaca menurun drastis mungkin disebabkan tidak ada daya tarik, itupun siswa masuk perpustakaan kalau ada tugas dari guru bidang studi yang menugaskan mereka untuk mencari bahan di perpustakaan.

 Biasanya sambil menunggu jam mengajar berikutnya, saya duduk istirahat di perpustakaan madrasah sambil bincang-bincang dengan petugas perpustakaan saat itu. Sesekali saya mengatur posisi buku yang kurang rapi. Meskipun buku-buku ini terbitan lama, masih sangat bermanfaat seandainya dipoles sedemikian rupa sehingga ada daya tarik siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Apalagi kalau ada buku-buku cerita bergambar, bermain game atau tulisan hasil karya mereka dipajang di sini. Bisik hati kecilku. Mudah-mudahan dengan mempelajari materi malam ini saya akan berupaya untuk sharing kembali kepada guru-guru terutama guru bahasa Indonesia.

“ Banyaknya ni buku Ode!”

Iya bhelaa. Saya hanya baca buku yang saya suka saja.

“ Ode, tadi malam to, saya ikut kelas belajar menulis PGRI.

‘Maksudnya belajar menulis bagaimana? “

Penasaran ya!

 Maksudnya itu Ode, bukan kita baru mo belajar menulis tapi melatih diri supaya bisa menulis seperti tulisan-tulisan yang ada di koran, majalah yang isinya lebih luas,bisa materi, berita, rubrik dan lain-lain. Apa saja bisa kita tulis. Di kelas belajar menulis ini bervariasi materinya  narasumbernya hebat-hebat dengan segudang karya yang mereka hasilkan. Itumi mereka dengan ikhlas mo berbagi ilmu kepada para peserta.

“ Maukah juga belajar menulis ?”

“ Janganmi bu guru, sayakan bukan guru hanya staf biasa lulusan SMA.”

“Ada juga yang bukan guru, tapi mau belajar menulis!”

Ode terdiam sejenak, kira-kira apa yang ada di kepalanya saat itu.

“ Saya ni bu guru tidak tau itu yang namanya internet, mana mataku sudah kabur kasian. Sudah dekat pensiun juga”

“Nnaaa! Cocokmi itu untuk kegiatan tambahanmu nanti kalau sudah pensiun, bahkan bisa mendatang uang Ode!” jelasku

Dia kembali bertanya, sudah lamakah kita belajar menulis bu guru?

“ Kebetulan tadi malam itu to, sudah masuk pertemuan ke-12. Jadi resume yang ke-12 ku mo buat." 

"Ada kerjaku yang tidak kalah pentingnya Ode!" Tidak apa-apa terlambat yang penting ada dan selesai.”

Kubuka teman setiaku hp Samsung andalanku. Kubuka Whatsapp, klik grup Belajar Menulis 24. Mulai kuscroll memanjat keatas mencari materi tadi malam.

“Nnaa! Ini dia!”

“Aleee...kenapa bu guru?”

“ He he maaf Ode, ini heee, coba mi kita liat cantik-cantik to!

“Coba bu guru, sambil memakai kacamatanya, diambilnya hpku”

Kutunjukkan dua srikandi.”Ini sebagai moderatornya tadi malam bernama Maesaroh dan yang ini narasumbernya.”

“Iya buguru cantik betul!”

“Cantik juga ilmunya!”

“ Kota asal dua srikandi ini dari mana bu guru?” Yang jelas bukan dari Sulawesi, tapi dari Tanah Jawa!”

" Narasumber inilah yang di sekolahnya punya majalah sekolah dan beliau sendiri sebagai pemimpin redaksinya"

"Mudah-mudahan perpustakaan kita ini bisa adakan majalah sekolah supaya anak-anak bisa betah membaca dan bahkan bisa menghasilkan karya-karya mereka"

" Hebat juga Ode ini, adami ilmunya padahal baru berapa menit kita bincang-bincang mengenai majalah sekolah"

“ Hehe..iya to!”

“Saya masuk kelas dulu Ode nanti kita sambung cerita”

“Iya bu guru!”


 Di awal penjelasan ibu Widya, “Sebelum membuat majalah sekolah, kita harus tahu apa saja dapur dari majalah itu. Ibaratnya mau memasak kita harus tahu resep, bahan, yang akan kita gunakan untuk meramu masakan agar tidak salah resep. Jadi diawal kita harus tahu apa itu definisi majalah, isi, penyusunan dan sebagainya.”

 

SELUK BELUK MAJALAH

MENURUT KBBI MAJALAH ADALAH :

Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

Menurut Waktunya

Berdasarkan waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas:

Majalah bulanan, mingguan dan sebagainya

Menurut isinya dibedakan

Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.

 Pada kesempatan kali ini ibu Widya memperkenalkan Majalah sekolahnya yaitu Kharisma majalah yang dirintisnya bersama seorang temannya, sungguh perjuangan yang sangat luar biasa berkat kegigihan dan tak kenal putus asa, kini usia majalah kharisma menginjak 13 tahun.


Majalah Kharisma


Sejarah Lahirnya Kharisma
 

“Sekarang kita akan start dari awal langkah menerbitkan majalah sekolah.”

Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah 

1.     Menyatukan ide dan gagasan

Mencari teman –teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah

2.     Mengajukan Proposal

Membuat proposal meliputi latar belakang,  tujuan, susunan, anggaran dana dan sebagainya

3.     Membuat rancangan majalah, menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll

4.     Mencari rekanan pendukung, percetakan,sponsor dll


Susunan Redaksi Majalah Sekolah

1.     Penasehat : Dari Yayasan sekolah/Komite sekolah

Tugasnya : Memberikan segala pertimbangan terhadap  segenap crew tentang majalah sekolah

2.     Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah

Tugasnya: Bertanggung jawab atas keseluruhanjalannya penerbitan Pers, baik ke dalam maupun ke luar.Ia dapat melimpahkan pertanggung jawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional)

3.     Pemimpin Redaksi : Dari Guru yang ditunjuk.Pemimpin Redaksi (Editor in chief) bertanggung jawab atas mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari.Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya

4.     Editor : Bertanggung jawab swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan

5.     Reporter : Reporter merupakan “prajurit” dibagian redaksi. Mencari berita lalu membuat dan menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6.     Fotografer : Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis

7.     Layout : Tugasnya mendesain majalah dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

8.     Bendahara : Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah

Apa Manfaat Majalah Sekolah?

1.     Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan  walimurid, dan siswa

2.     Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.

3.     Wadah kreatifitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll)

4.     Sarana publikasi sekolah di masyarakat

5.     Menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi

“ Yang kelima ini bisa menjadikan sekolah kita terakreditasi dengan nilai A..mumtaz. “ selah ibu moderator

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah.

1.     Membuat nama majalah.

a.      Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.

b.     Bisa juga membuat namamajalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi

Narasumber Widya mencontohkan nama majalah di bawah asuhannya diambil dari nama madrasahnya, KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration

2.     Menentukan artikel yang akan ditampilkan

a.      Visi misi sekolah : Visi misi sekolah masing-masing dituliskan dihalaman 2

b.     Salam Redaksi : Kata sapaan Pemred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat,tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

c.      Berita sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll

d.     Profil Guru : Dimuat secara bergilir mulai dari  Kasek,Wakasek, guru, staf pendidik dll

e.      Profil Siswa Berprestasi : Menampilkan siswa paling berprestasi

f.      Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll

g.     Kegiatan Siswa : Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll

h.     Kuiz berhadiah : Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS tebak gambar, dll

i.       Prestasi Sekolah : Menampilkanprestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah

j.       Info dan pengumuman : Info ujian, libur dsb.

Bisa juga ditambah artikel lain sesuai dengan kebutuhan dan kreatifitas sekolah

·       Misalnya belajar Bahasa ( bahasa Arab dan Bahasa Inggris)

·       Do you know (berisi pengetahuan-pengetahuan umum yang bisa menambah wawasan siswa, yang ditulis dalam2bahasa yaitu BahasabIndonesiandan Bahasa Inggeris)

·       Komik atau cerita bergambar

·       Tutorial menggambar

·       Iklan dari sponsor

·       Dll

 

3.     Mengajukan ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

4.     Menentukan bahasa yang dipakai dalam majalah.

 Sebelum menentukan bahasa yang akan dipakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimuri

·       Saran : Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.

·       Tidak terlalu formal/kaku

·       Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan

·       Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan). Misalnya hay gaess, kata sapaan sobat untuk para pembaca

·       Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca

5.     Carilah tema dari hal yang lagi booming dilingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya :

·       Tetapberprestasi di masa Pandemi

·       Semakin berilmu semakin berakhlak

·       Let’s go green

·       Raih mimpi setinggi bintang

·       Hold your star

6.     Cover dan Layout Menarik

Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isimajalah, mencerminkan tema dan isimajalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca

Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usiapembaca (SD,SMP,SMA). Praktis,simple, menarik danmemuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.

Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agar tidakterlalutinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

7.     Pembiayaan

Pembiayaan digunakan untuk :

1.     Biaya cetak majalah

2.     Membayar HR crew

3.     Pembelian hadiah kuiz dll

Pembiayaan cetak majalah bisa dibagi menjadi 3

1.     Murni dari siswa : Siswa membeli majalah (dimasukkan didaftar ulang atau SPP)

2.     BOSDA

Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari  dana BOSDA. Pada BOSDA ada pos biaya cetak majalah sekolah dan membayar honorarium crew

3.     Sponsor

Bisa dari walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya.

8.     Percetakan

 Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui Whatsapp, web sekolah,IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

 

Upgrade Ilmu Secara Kontinue

Agar majalah selalu update maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew.

Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi corel, Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

9.     Pupuk Kekompakan Team

 Ibarat tubuh maka majalah adalah bagian team  yang memiliki tugas SAMA PENTINGNYA. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.  

 

 





  Closing statement yang membangun semangat, tidak ada yang mustahil meskipun terasa berat. Berangkat dari niat untuk memajukan sekolah memang perlu proses. Memang tidak semudah yang dibayangkan.Tapi apa yang tidak bisa jika ada kemauan. Tunggulah sejenak hasil akan menjawabnya.




Salam Blogger Persahabatan

Raha, 11 Februari 2022 


 

 

 

 


 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...