Kamis, 17 Februari 2022

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

 Resume Ke- : 14

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Rabu, 16 Februari 2022

Tema : Menulis Buku Terbaik Perpusnas

Narasumber : Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd,M.Pd

Narasumber : Widya Setianingsih


Salam Literasi kembali membakar semangat untuk terus menaklukkan bait-bait aksara di fikiranku
Ujian Allah pertanda kasih sayang menyelimuti jiwaku. Bagaimana tidak, baru pulih dari sakit, sudah ada tugas menunggu yang wajib dilaksanakan. Bertugas sebagai dewan hakim pada MTQ tingkat Kabupaten Muna bidang musabaqah fahmil qur'an yang dimulai dari menyeleksi soal-soal 3 tahun terakhir, tahun 2016, 2018 dan 2020. Satu minggu waktu fokus pada tugas yang diamanahkan ini sehingga tugas resume ke-13 masih dalam bentuk draft. Agar tidak ketinggalan jauh tetap lanjut belajar untuk resume ke-14.

Alhamdulillah, tugas sebagai dewan hakim, tadi siang selesai dengan  tampilnya peserta pada babak final Putra dan Putri. Plong rasanya...

Sambil menunggu jam belajar dimulai, ibu Widya selaku moderator malam ini akan memandu jalannya KulWA berbagi cerita mengenai pertemuannya dengan Bu Kanjeng  dan langsung menerima informasi bahwa Bu Mudafiatun akan mengisi KulWA malam ini. Ibu Widya membayangkan bagaimana gaya seorang penulis dan peraih terbaik buku perpusnas? Ternyata penampilan modis dan style anak muda, humble dan bersahaja, senyum manis dan langkah rikat lincah.

Memasuki pertemuan ke 14 malam ini kami peserta kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 kedatangan tamu Sang Pakar Peraih Penghargaan Terbaik Perpusnas tahun ibu Dr.Mudafiatun Isriyah, S.Pd,M.Pd. Beliau dosen dan mengajar  di  FIP  Prodi BK UNIPAR Jember. Melihat Curriculum Vitae narasumber kita pada kali ini sungguh luar biasa seorang wanita memiliki sederetan pendidikan dan pelatihan Internasional mengenai perkembangan anak usia dini, memiliki 7 buah buku solo dengan prestasi Peraih/Pemenang Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Anak) Perpusnas 13 September 2021.
Ini mengisyaratkan bahwa narasumber kita pada malam ini seorang wanita luar biasa pecinta anak-anak. 



Pertemuan kali ini diberi judul Menulis itu Indah. Ibu Mudafiatun berharap agar tiap tahun menjadi milik peserta kelas belajar PGRI sebagai pemenang di Perpusnas, dan beliau menyemangati agar tahun ini bisa berlaga di panggung perpusnas Jakarta. Dan target tahun 2022 ini kemenangan milik kelas BM PGRI.

Menurut ibu Muda, menulis merupakan salah satu kegiatan berbahasa, tetapi tidak semua  orang terampil berbahasa dapat menulis dengan baik. Menulis memang tidak mudah, tetapi jangan Anda bayangkan bahwa menulis adalah kegiatan yang sangat sulit dan jangan pula Anda pernah berpendapat bahwa menulis sangat erat kaitannya dengan bakat. "jelasnya.

Menulis sama dengan keterampilan-keterampilan yang lain seperti keterampilan membuat kue, membuat anyaman, berhitung, komputer dan lain-lain yang dapat diperoleh dengan cara mempelajarinya dan mempraktikkannya. Setiap keterampilan yang diperoleh dengan cara memperaktikkannya harus diulang-ulang atau dilatih secara terus menerus atau berkesinambungan."tambahnya.

Menulis itu mudah apabila berangkat dari niat yang kuat dengan menepikan anggapan bahwa menulis itu sulit. Tidak ada yang sulit jika ada keinginan yang kuat untuk melakukannya.  Hasil itu perlu proses dan upaya yang datang dari hati sendiri

Menulis bukan hanya milik orang yang punya kemampuan dalam berbahasa sebab semua orang bisa menulis tetapi belum tentu terampil  dalam menulis, karena menulis yang diasah dengan terus-menerus dan berkesinambungan akan melahirkan orang-orang yang terampil dalam menulis. Semakin  sering menulis maka semakin fungsi  otak kiri dan kanan  digunakan. Jadi dengan ini faktor menulis bukan karena bakat atau faktor keturunan tetapi karena seringnya berlatih terampil pada akhirnya.

Tujuan Menulis 
a. Mengubah keyakinan pembaca
b. Menanamkan suatu pemahaman kepada pembaca
c. Merangsang proses berfikir pembaca
d. Menyenangkan dan menghibur pembaca
e. Memberitahu pembaca
f.  Memotivasi penulis

Manfaat Menulis
a. Peningkatan kecerdasan
b. Pengembangan inisiatif dan kreativitas
c. Penumbuhan Keberanian
d. Pendorong kemauan dan keterampilan mengumpulkan informasi

Tujuan selanjutnya dalam menulis adalah mengembangkan ide. Ide biasanya didapatkan dari berbagai sumber, antara lain dengan: membaca buku, membaca jurnal ilmiah,berdiskusi, menghadiri seminar, mengamati seminar, mengamati fenomena di masyarakat, atau berasal dari sumer lainnya.

Bila mendapatkan ide,segeralah menulis di kertas, buku catatan atau media lainnya agar bisa ditindak lanjuti bila telah punya waktu untuk memulai proses penulisan. Hal ini untuk menghindari hilang ide saat itu. 

Memahami hakekat menulis
1. menjelaskan pengertian menulis
2. menguraikan manfaat menulis
3. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keengganan seseorang dalam menulis
4. menerangkan mitos-mitos dalam menulis
5. menemukan hubungan menulis dengan berbagai aspek keterampilan berbahasa  lainnya
6. menjelaskan menulis sebagai proses
7. menjabarkan setiap fase dalam proses menulis

Fungsi menulis
1. Fungsi personal, yaitu mengekspresikan fikiran, sikap, atau perasaan pelakunya,yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian.
2. Fungsi instrumental (direksi), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain
3. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial
4. Fungsi informatif, yaitu menyampaikan informasi termasuk ilmu pengetahuan.
5. Fungsi Estetis,yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan. 

Ibu narasumber menjelaskan tips apa yang dilakukan sehingga ia bisa meraih pemenang 1. Pada saat menulis, menulislah dengan hati maka novelty akan diraih.

Apa itu novelty?
Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah tulisan. Tulisan dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Dalam hal ini jika kondisi tersebut tidak sama dengan milik orang lain, maka kemungkinan tulisan kita mengandung unsur novelty.

Diakhir penjelasan ibu Mudafiatun, beliau memberikan tantangan kepada peserta untuk menulis tentang "Self Healing dalam Menulis" yang nantinya akan dijadikan buku Antologi.

"Menulis tidak perlu menunggu bakat, tulislah apa yang ada dalam otak, mencari ide bis didapat dimana saja, bacalah literatur karena itu yang menjadi petunjuk dalam menulis, jadilah penulis sejati jangan menjadi penulis yang plagiasi, kejar novelty sampai tulisan Anda menjadi passion sejati" ungkap ibu Mudafiatun diakhir KulWA malam ini. 

Closing statement dari ibu Mudafiatun terasa membakar semangat dan tertantang jiwa untuk membuktikannya. Kesan sampai di hati, terbawa khayalan seandainya tulisan Self Healing dalam menulis bisa menjadi novelty maka tahun 2022 ini menjadi milik  kita sebagai pemenang.



Salam Blogger Persahabatan

Raha, 16 Februari 2022


1 komentar:

  1. Mengalir sekali bunda paparannya. 👍Top .
    Semoga sukses dan berkah semua aktivitas dan MTQnya

    BalasHapus

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...