Jumat, 18 Maret 2022

Motivasi Menulis

Resume Ke-: 26

Gelombang : 24

Tema : Motivasi Menulis

Narasumber : Dail Ma'aruf, M.Pd

Moderator : Widya Setianingsih


"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis.
Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari."
(Pramudya Ananta Toer)

Kata pembuka moderator malam ini, ibu Widya Setianingsih untuk kesekian kalinya membangkitkan rasa gairah agar tetap belajar menulis dan terus menulis. Saat ini rasa letih dan lelah mulai mengusik ragaku. Dinding yang menjadi saksi malam  ke-26 ini akan menjadi pemisah antara rasa jenuh dan motivasi. 

Narasumber malam ini adalah ketua kelas BM gelombang 20. Beliau adalah bapak Dail Ma'aruf, M.Pd. Kedekatannya kepada peserta nampak ketika beliau selalu masuk kelas dan menyapa peserta. Sesekali beliau meng-share tulisan untuk tetap memotivasi peserta agar tetap semangat menulis dan pantang menyerah.

Narasumber dengan motto Khoirunnaas anfauhum linnaas (sebaik-baik manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat kepada manusia lainnya) ini akan membahas tema Motivasi Menulis. Untuk lebih mengenal beliau, mari kita kunjungi blognya di link berikut ini: 


Pada pertemuan kali ini Pak Dail sekedar berbagi pengalamannya dalam menulis. Ketika baru bergabung di kelas belajar menulis asuhan OmJay beliau belum punya blog apalagi menulis di blog. Berkat bimbingan dari OmJay dengan mengirimkan vidio cara membuat blog, alhasil dalam 5 menit sudah punya blog. Inilah awal ia memposting tulisan apa saja. Kegembiraanya terhenti ketika resume pertamanya tidak ada Flyer sebagaimana teman-teman  sekelasnya. Semangat belajar yang kuat membuat ia berusaha tanpa ragu dan malu untuk bertanya pada teman kelasnya.

Manfaat Menulis
Di awal pemaparannya ia mengemukakan beberapa manfaat menulis secara umum yang dikutip dari sumber terpercaya, yaitu;
1. Tempat untuk meningkatkan kreativitas
2. Untuk memperkuat daya ingat
3. Menjadikan hidup lebih produktif
4. Menjadi media belajar yang baik
5. Meningkatkan kemampuan dalam berbahasa dengan baik
6. Menjadi lebih terorganisir
7. Menghibur dan menyehatkan
8. Media komunikasi yang baik

Manfaat Menulis Bagi Kesehatan 
1. Membantu memulihkan emosi.  Dikutip dari intermountain Healtcare bahwa penyembuhan terhadap suatu penyakit dapat dilakukan dengan cara menulis sebab dengan menulis mampu mengekspresikan emosi melalui ukiran kata-kata. Emosi yang menumpuk tak tersalurkan dapat berubah menjadi negatif berujung trauma. Dengan menulis dapat mengatur dan mengurangi stress

2. Mengasah memori. Mengasah kemampuan dalam mengingat. Inilah yang saya alami. Masa-masa latihan menulis di kelas dengan jadwal yang teratur, dengan desain materi yang menarik, saya merasakan ada perubahan yang terjadi pada memori daya ingat saya. Tingkat kelupaan semakin perlahan berkurang. Selain itu dengan menulis dapat meningkatkan memori dan pemahaman,serta  semakin cerdas dalam menyusun kalimat. 

3. Membuat anda lebih terorganisir. Ketika bercerita tentang peristiwa yang terjadi kata-kata akan teratur dan kita berusaha membuat orang memahami apa yang kita sampaikan. Kegiatan sehari-hari yang kita lakukan  secara tidak langsung diatur oleh otak

4.  Meningkatkan kualitas tidur. Menulis sebelum tidur baik untuk kesehatan. Sadar atau tidak apa yang kita lakukan dalam keseharian sangat memengaruhi kualitas istirahat kita

5. Mengasah kemampuan berkomunikasi. Salah satu media yang digunakan untuk berkomunikasi adalah melalui.tulisan. Menulis secara rutin akan memperkaya wawasan untuk diri sendiri

6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Percaya atau tidak dikutip dari intermountain Healthcare bahwa orang yang terbiasa menulis secara ekspresif atau meluapkan semua emosi yang maka dapat membantu memperkuat kekebalan tubuh

7. Meningkatkan kesehatan emosional. Mengontrol emosi dengan baik dan teratur akan membantu kita dalam menjaga kondisi kesehatan mental. Dengan menulis kita menyadari apa sesungguhnya kita rasakan dan apa yang diinginkan.

Motivasi Menulis
1. "Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakatdan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."  (Pramoedya Ananta Toer)
2. "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak." Ali Bin Abi Thalib
3. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis."Imam alGhazali
4."Aku lebih takut dengan seseorang yang memegang pena (penulis) daripada prajurit yang bersenjatakan lengkap." Napoleon Bonaparte
5. "Usahakan menulis setiap hari,niscaya kulit anda akan kembali segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa." Fatimah Mernissi
6. "Menulis merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu yang tidak bisa ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis"- Stephen King
7. "Ketika seorang penulis hanya menunggu datangnya inspirasi itu, kita sendirilah  yang menciptakannya." Stephen King
8. "Penulis yang baik, karena ia menjadi pembaca yang baik."Hernowo
9. "Mulailah dengan menulis hal-hal yang engkau ketahui.Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri."J.K Rowling
10. "Syarat menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis." Kuntowijoyo    


 


 


Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1]
Saya sering terbentur dengan kekosongan kosa kata untuk ditulis. Entah kenapa kalau berbicara kog lebih lancar ya, Pak?
1. Bagaimana mengatasi hal tersebut
2. Menulis meningkatkan kekebalan tubuh. Saya setuju. Tapi ketiga gagasan tidak bisa dilanjutkan,       Apa cara yang paling mudah untuk saya sebagai penulis yang masih biasa saja.

Jawaban 1
1. Pertanyaan yang sangat bagus dan rata-rata dialami oleh penulis pemula. Kata para mentor  cara mengatasi dengan jalan-jalan, ngopi, makan minum istirahat nonton atau rebahan jika letih. akan kembali fit.dan akan ada inspirasi untuk  melanjutkan tulisan.
2. Segera tulis judul yang ada

[Pertanyaan 2]
Dari paparan Bapak tadi disebutkan Menulis itu memiliki banyak manfaat. 
Yang saya tanyakan menulis dapat mengurangi tekanan stress atau istilah yang sekarang lagi IN Self healing. Bisakah bapak mengarahkan bagaimana caranya menulis itu bisa menghilangkan luka hati dan trauma.?

Jawaban 2
Menjadi penulis itu harus kuat tidak cepat ambruk dengan suatu masalah. Tulislah luka hati dan trauma yang pernah dialami. Ketika kita tuliskan hati kembali tenang.

[Pertanyaan 3]
1. Bagaimana agar tulisan kita hidup bagi yang membacanya?
2. Apakah pak Dail pernah merasa down dalam menulis, bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban 3
Saran dari saya dan dari beberapa guru senior Kita punya gaya tulisan masing-masing, jangan mengikuti gaya orang lain. Kirimlah tulisan  ke teman dan minta tanggapan

[Pertanyaan 4]
Saya sangat susah untuk menulis harus menunggu mood yang baik dulu baru bisa menulis itu pun terkadang hanya beberapa paragraf saja dan langsung WB. 
Bagaimana untuk memotivasi diri agar terus semangat menulis?

Jawaban 4
Caranya memang harus jeda ...istirahat, cari aktivitas yang bisa membuat fikiran kita fresh. 

[Pertanyaan 5]
Menurut quotes yang Bapak share tadi bahwa seorang penulis tidak bisa lepas dari membaca. 
Saya adalah orang yang tidak gemar membaca pak. Tapi saya pengamat lingkungan yang baik. Saya adalah tipikal orang yang auditorial. Lebih suka mendengar. 
Jadi saya lebih suka menonton film daripada membaca. 
Apakah saya bisa menuangkan apa yang saya tangkap dilingkungan dalam tulisan? 
Apakah film yang saya saksikan bisa menjadi bahan untuk tulisan? 

Jawaban 5
Kita punya tipe belajar yang sama tipe auditori. Tipe yang terkesan cuek tapi sesungguhnya pendengar yang baik. Demikian juga kita guru harus mengupgrade informasi ada beberapa tipe belajar bukan hanya visual. Ada murid yang punya gaya tersendiri dalam memahami materi.

[Pertanyaan 6]
Pak dail sudah jadi kurator dari buku" antalogi, nah Mau tanya kalau mau jadi kurator dari buku antalogi apa ya syaratnya ? 

Jawaban 6
Kurator tantangannya lebih complicated dan lebih berat ketimbang penulis biasa .Ibaratnya jika kita disuruh membuat PR begitu selesai dapat nilai. Kurator ini ibarat admin di mana semua tugas dikirim ke Kurator untuk mengeck apakah ada kekurangan yang harus diperbaiki.

[Pertanyaan 7]
1. Bolehkah saya menulis untuk saya simpan sendiri? 
2. Bagaimana cara membangun kepercayaan sendiri agar saya berani menampilkan tulisan saya? 

Jawaban 7
1  Sangat boleh untuk miliki sendiri. 
2. Caranya,hapus dalam fikiran anggapan bahwa tulisan kita tidak bagus atau tidak layak. Setelah itu 
yakinkan diri bahwa tulisan saya bagus dan bermanfaat. Kirim link ke teman yang dipercaya.

[Pertanyaan 8]
Begini master..
Dikala menulis, ada rasa kurang percaya diri untuk momposting tulisan, takut bahasanya tidak bagus atau materi tulisan kurang mengena.
Hal ini menjadikan tulisan kadang  terus berupa draf saja atau bahkan dihapus kembali.
Bagaimana cara mengatasi agar semakin percaya diri untuk memposting tulisan?

Jawaban 8
Berawal dari keraguan dari diri kita yang menganggap bahwa tulisan kita masih banyak kekurangan. Kita harus yakin tulisan kita punya kelebihan walaupun masih punya kekurangan.Tumbuhkan rasa percaya diri

[Pertanyaan 9]
1. Bagaimana cara kita melihat style kita dalam menulis misalnya: saya kepingin membuat novel bergenre populer saat itu, tapi belum pede buatnya. Karena data belum lengkap, belum lagi survey yang belum memadai.
2. Ada salah satu hal yang menarik tentang syarat penulisan di dunia buku mayor. "Jadilah terkenal atau banyak viewer atau komunitas sebagai salah satu syarat naskahnya diterima."
Bagaimana pendapat Bapak dalam hal ini. Karena menjadi 'terkenal positif' ternyata tidak mudah. Yang mudah itu menjadi terkenal 'negatif' misalnya kasus yang ada 'crazy rich', 'profokator santun',. Kalau guru biasa?

Jawaban 9
1. Konsultasikan kepada yang jago-jago novel Bunda Kanjeng atau penulis muda milineal Maisaroh

[Pertanyaan 10]
1. Dari mana ide menulis buku? 
2. Bagaimana menentukan topik yang paling popular ya pak? 
    Apa dengan membaca fenemona di sekitar ataukah melihat trending topic saat ini  misalnya di berita      berita. 

Jawaban 10
1. Ide menulis buku bisa datang dari aktivitas keseharian kita,apa yang kita lihat,yang kita dengar yang kita rasakan atau sedang mengajar, buat Rpp, yang apabila kita tuliskan bisa menjadi sesuatu yang menarik.
2. Ternyata memang harus melihat trend saat ini misalnya cara belajar memadukan cara belajar pertemuan tatap muka / daring (blanded learning) 

[Pertanyaan 11]
Komitmen seseorang dalam melakukan kerja/menulis ada yang berpendapat : 1. Komitmen spiritual, 2. Komitmen intelektual dan 3. Komitmen material. Sehingga motivasi menulis kuat. Mungkin pak Dail Ma'ruf, M Pd telah punya ketiga tiganya. Mana yang paling kuat dimiliki pak Dail, 

Jawaban 11
1. Berimbang antara spiritual dan intelektual. Ketika menulis intelektual tersalurkan 
2. Spiritual saya semakin tenang ketika misalnya menulis antologi menjadi peserta seperti Self Healing. Menulis itu bisa mengalirkan energi negatif yang tersumbat dalam diri kita yang tersumbat dalam diri kita. Tulisan itu merupakan ekspresi dari apa yang kita rasakan, apa yang fikirkan. 

Sebagai kata penutup, narasumber menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan kepada para peserta kelas belajar menulis bil khusus yang sudah membuat resume dari materi 1 sampai 26 malam ini.  Ingat MAN JADDA WAJADA. 

"Tak lupa saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Salam sehat dan sukses untuk Bapak dan Ibu semua. SEMANGAT." Demikian ungkap narasumber  dalam closing statemennya.


Salam  Blogger

Raha, 16 Maret 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...