Selasa, 01 Februari 2022

Yakinlah hanya dua minggu


Resume Ke : 7
Gelombang : 24
Hari/Tanggal : 31 Januari 2022
Tema : Menulis Buku dalam Dua Minggu
Narasumber :  Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator  :  Aam Nurhasanah, S.Pd


Hari ini sejak pulang sekolah, badan terasa letih, stamina agak menurun. Mungkin disebabkan lama berdiri pada saat upacara bendera tadi pagi, lanjut mengajar dua kelas. Setelah bubar, kami dewan guru sebelum masuk kelas, bincang-bincang sejenak dengan pokok bahasan belajar dan mengajar menyanyi ( kira-kira begitu pokok bahasannya) serta mengarahkan peserta didik untuk menghafal lirik lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat .  Lagu mars Kemenag Propinsi Sulawesi Tenggara ini ciptaan Ibu Muliati Zainal S.Pd ( Ibu Kanwil Kemenag Sultra) bersama Iwan Syahdar, S.Sos, dengan aransmen Dian Prasetyo Nugroho, S.T. 

Salah satu isi pengarahan Kamad MTSN 1 Muna Muhammad Kadarul,S.Pd,,MM tadi pagi, diharapkan lagu mars tersebut sudah dihafal oleh guru terutama peserta didik. “ Dalam waktu satu minggu ini setiap guru yang masuk mengajar harus latihan untuk memantapkannya.” Ungkapnya. Lagu mars ini akan dinyanyikan dalam rangka kunjungan kerja Ka Kanwil Prov.Sultra dan rombongan ke Kabupaten Muna pada tanggal 8 Januari 2022  Tak pelak lagi, saya berusaha untuk menghafal lirik sambil menonton vidio rekaman DWP Kanwil Kemenag Prov. Sultra. Selang beberapa menit kemudian, nada dan lirik hampir sempurna, hehehe....Bel berbunyi isyarat jam ke 3. Saya melangkah perlahan masuk kelas VIII-4. “Anak-anak, sebelum kita belajar, mari kita latihan lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat. Ibu guru bukan penyanyi ya,! tapi kalau menyanyi boleh juga sedikit-sedikit “ anak-anak tersenyum lirih. Kamipun latihan bersama kurang lebih satu jam pelajaran. Inilah lirik lagu baru Mars Kemenag Sultra Bersahabat

Mars Kemenag Sultra Bersahabat

Ciptaan: Muliati Zainal,S.Pd dan Iwan Syahdar, S.Sos 

Aransmen : Dian Prasetyo Nugroho,S.T

 

Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat

bersih religius

santun harmonis

berbasis teknologi

 

Mari wujudkan Kemenag Sultra bersahabat

Dengan bingkai 3B

Bersama, Bersatu, Bersaudara 2 x

Bersama kita bisa

Bersatu kita kuat

Bersaudara kita rukun 2 x

 

Walau berbeda kita tetap bersama

Walau berbeda kita tetap bersatu

Walau berbeda kita bersaudara

 

Merajut asa akan kedamaian

Bergandengan tangan seiring sejalan

Ciptakan rasa aman

Bingkai kerukunan

Indahnya toleransi lambang persaudaraan

Terbungkus dalam harmoni kehidupan

 

Bersama,  Bersatu, Bersaudara 2 x

Bersamaaa...Bersatuuu...Bersaudaraaa............

 

Tetiba saya teringat ada jadwal pelatihan BM PGRI malam ini. Untuk memastikannya, saya cek jadwal pelatihan ternyata pemateri malam ini adalah Prof. Eko. Sebelumnya ibu Aam sudah menginformasikan bahwa kelas akan dibuka lebih awal setengah jam dari biasanya berhubung Prof Eko ada tugas lain di jam yang sama. Terobati rasa lelahku karena narasumber  yang saya tunggu-tunggu di pelatihan BM ini adalah Prof. Eko. Pemilik nama Richardus Eko Indrajit ini saya kenal lewat dunia maya, di mana pada masa pandemi tahun 2020, beliau merupakan salah satu narasumber pada Webinar dan Workshop Berseri Online, Self  Driving For Teacher, dan Guru Daring Milenial Indonesia mulai tanggal 2 sd 20 Mei 2020. Alhamdulillah saya dapat sertifikat Guru Daring Milenial Indonesia.

Tepat pukul 19.30 WITA, ibu Aam Hurhasanah guru inspiratif yang super selaku moderator malam ini (alumni kelas BM PGRI gel.12)  menyapa para peserta dengan penuh keakraban melalui Daring via Grup WA. Beliau terus membakar semangat peserta agar bisa menulis bersama Pak Eko hingga menembus penerbit mayor. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendapat royalti dan buku dipajang di rak-rak Gramedia.


 

 
Hadir membersamai peserta malam ini, seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc.,MBA., Mphil.,MA. Beliau dlahirkan 52 tahun yang lalu, tepatnya 24 Januari 1969. Memiliki putra dan putri bersama pasangan hidupnya Lisa  Ariyanto. Profil lengkap klik link berikut;
ttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit

Selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar,  lokakarya dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam mau pun diluar negeri. Kesehariannya, Pak Eko adalah akademisi. Pada pertemuan ke-7 malam ini, Pak Eko panggilan akrabnya diminta untuk sharing pengalaman dengan guru-guru hebat yang awalnya ragu untuk menulis, Akhirnya, berkat kesungguhan dan kemauan yang kuat, guru-guru mampu mewujudkan mimpi mereka.

Tahun 1999 adalah awal mula Pak Eko terjun di dunia penulisan. Pada waktu itu beliau berusia 30 tahun. Keinginan untuk menulis ini didorong oleh permintaan mahasiwa yang pada saat itu tidak mampu membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal imbas dari pasca kerusuhan Mei 1998 sehingga nilai dollar melambung tinggi tak terkendali. Ketika itu belum ada internet sehingga beliau ke perpustakaan untuk mencari buku-buku berbahasa Inggris yang memuat ilmu tentang IT.

 Ada yang unik, suatu kelebihan yang dimiliki oleh Pak Eko, setiap kali ia menemukan gambar-gambar menarik, ia menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia yang mudah difahami sehingga bisa menghasilkan artikel 3-5 halaman. Alhasil ”iseng” membawa berkah, rangkumannya menjadi buku dan dikirimkannya ke Gramedia. Pencetakan buku sampai 3 kali karena permintaan yang tinggi pada saat itu yang pada akhirnya, membuat Pak Eko ketagihan menulis. 

Apa yang terjadi setelah menulis? Cita-cita sejak kecil ingin keliling Indonesia secara gratis jadi kenyataan, dimana beliau banyak memenuhi undangan untuk mengisi berbagai seminar di sejumlah kota di Indonesia. 

Akhirnya sejak tahun 2000, beliau konsisten menulis buku dan dalam satu tahun menerbitkan 2-3 buah buku oleh Elexmedia Komputindo, kemudian beliau mencoba ke penerbit Andi Yogyakarta yang juga tertarik untuk menerbitkan buku yang berjudul E-Goverment sehingga buku ini sangat popular karena pada saat itu belum ada internet, belum banyak buku referensi yang membahasnya padahal lagi hangat-hangatnya isu E-Goverment di Indonesia. 

Saudara Ardiansyah salah seorang mahasiswa pintar dan kritis yang telah  menginspirasi Pak Eko untuk menyusun buku-buku bersama guru-guru hebat dimasa pandemi ketika berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan, ia ditunjuk sebagai asesor di sana, untuk mewawancarai beberapa mahasiwa. Saudara Ardiansyah dan teman-temannya ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk “protes”dari programmer dunia atas dominasi Microsoft yang mahal. Ardiansyah bersama  teman-teman beranggapan, jika Indonesia tahu mengenai software gratis ini, maka akan majulah negara ini. 

Mendengar penjelasan saudara Ardiansyah, muncul gagasan ide dari Pak Eko dengan meminta saudara Ardiansyah dan kawan-kawan untuk membuat masing-masing satu buku yang kemudian diedit oleh Pak Eko sendiri dan menawarkan ke sebuah perusahaan untuk menerbitkannya.Tak disangka-sangka “ide gila” sontak membuat Rektor Universitas Ahmad Dahlan dan anak-anak mahasiswa AUD terkejut bahkan heboh disebabkan buku kurang lebih 25 buah disepakati untuk diterbitkan.

Kumpulan buku Pak Eko bersama Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan 

Setelah itu, saya semakin ketagihan menulis karena merasa begitu  besar manfaatnya kepada masyarakat. Selain Elexmedia Komputindo dan penerbit Andi, saya mulai menulis di penerbit lain seperti Grasindo dan lain sebagainya” jelasnya

Pada saat acara bedah buku yang berjudul E-Business yang diselenggarakan oleh penerbit Andi, Pak Eko  maju selangkah lagi dalam menambah ilmu dan pengalaman untuk membuat tulisan-tulisan berikutnya. Satu keinginan ayah  Pak Eko, beliau ingin mendarmabaktikan pengalamannya untuk dijadikan buku. Akhirnya duet anak ayah ini menghasilkan 5 buah buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor yaitu, supply chain management, manajemen persediaan, manajemen outsearching, Manajemen e-procurement, dan business process reengineering. Kemudian disusul dua buah buku lagi  yaitu manajemen Perguruan Tinggi moderen dan welath management. 

Pada sesi pertama kelas BM, Pak Eko memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pertanyaan , Bu Vivin dari Sumenep mendapat kesempatan pertama untuk bertanya, bagaimana kriteria yang harus dipenuhi agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor? “Bu Vivin, biasanya yang dilihat penerbit mayor ada dua hal utama, yaitu Konten atau judul yang menarik dan penulis yang terkenal.” Ungkapnya. “ Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk memublikasikanny adalam bentuk buku fisik maupun e-book.”tambah Pak  Eko

Pertanyaan selanjutnya dari ibu Siti Rohani asal Kalirejo Lampung Tengah.” Saya ingin mengajak anak-anak SMP kelas 7 menulis, dari tahun 1999 saya selalu mengajar di kelas 7 karena guru yang lain keberatan bila mengajar kelas 7. Inti dari pertanyaannya adalah langkah apa yang harus ditempuh untuk menjadikan anak-anak kelas tujuh agar bisa menulis dengan baik.
Menurut Pak Eko berikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan tulisan yang mereka sukai sesuai cara fikirnya, dimulai dari hobi atau ketrampilan. Intinya ide-ide mereka tersampaikan. Fungsi guru cukup sebatas motivator atau editor. 

Kemudian Pak lanjut bercerita, pada saat pandemi seluruh satuan pendidikan diminta untuk melakukan PJJ mengakibatkan guru-guru kebingungan dengan kebijakan pemerintah mereka diminta untuk mengajar tanpa dilatih karena situasi darurat.  Isu seputar pelaksanaan PJJ tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu banyak pengetahuan dan  keterampilan terkait dengannya. 

Di sela pemaparannya tentang situasi darurat masa pandemi, muncul pertanyaan dari salah satu peserta asal Lombok Barat, ibu Widuri Permata AR. Beliau menanyakan bagaimana meyakini guru-guru yang diberi tantangan untuk menulis buku mayor dalam dua minggu. Dengan santai Pak Eko menjawab, " Saya tidak perlu meyakinkan banyak guru untuk terlibat karena ini adalah keputusan mereka masing-masing tapi saya memberi kesempatan bagi  mereka untuk terlibat, ada atau tidak ada guru yang mau terlibat tidak masalah bagi saya karena yang akan menjalani manfaatnya adalah guru bersangkutan” jelasnya

Pak Eko kembali menyinggung ibu Aam dan teman-teman yang berhasil menjawab tantangannya, karena dorongan  semangat yang kuat sehingga impian sederhana mereka terwujud melihat namanya terpampang pada sebuah buku yang dipamerkan dan ditawarkan di toko-toko buku sekelas Gramedia dan Gunung Agung. “Benar begitu bu Aam”? canda Pak Eko yang mengingatkan bu Aam dan teman-teman berjuang agar karya mereka tembus ke penerbit mayor. “Betul Prof. rintangan sikatttt saja.” Sela bu Aam yang coba mencairkan suasana hati Pak Eko saking seriusnya. “ Sama halnya dulu ketika kita naksir seseorang, rintangan dalam bentuk apapun kita akan libas demi cinta kita.” tegas Pak Eko. 

Melalui EKOJI CHANNEL pada tanggal 20 maret 2020, dengan bekal ilmu yang diperolehnya terkait dengan PJJ hasil studi di Universitas Negeri Jakarta, Pak Eko memutuskan untuk menjadi Youtuber. Secara berkala setiap hari Pak Eko membahas satu isu seputar pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. EKOJI CHANNEL mulai disubscribe oleh komunitas guru dan dosen di Indonesia. 

“Kisah baru muncul lagi ketika saya diminta sahabat saya Om Jay untuk sharing dengan guru-guru Se-Indonesia mengenai bagaimana caranya menimbulkan kegemaran menulis. Saya diminta untuk mengajar seperti sekarang ini” Ungkapnya. “Ide gila” kembali muncul difikirannya membayangkan bagaimana ia berinisitif membantu mahasiswa UAD timbul kembali karena banyak guru yang menanyakan bagaimana cara menulis dan tema apa yang sebaiknya ditulis. Pak Eko memberikan tantangan kepada mereka bagi siapa yang ingin menjadi penulis mayor.
Para guru tersebut diminta untuk mendaftarkan diri dan dijanjikan pasti bisa membuat draft bukunya dalam 2 minggu. Mungkinkah terjadi? 

Langkah-langkah menembus Penerbit Mayor
( Jurus Jitu Pak Eko)

Langkah pertama, kunjungi EKOJI CHANNEL. Carilah konten/tema yang menarik
Langkah kedua, tulislah apapun yang saya katakan dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan
Langkah ketiga, strukturkan pembahasan dalam bentuk 5W+1H:
What. Apa judulnya
Why. Mengapa judul tersebut penting
Who. Siapa yang membutuhkannya
Where. Di mana judul tersebut dapat diimplementasikan
When. Kapan  menerapkannya
How. Bagaimana mengimplementasikannya  
Langkah keempat, perlihatkan draftnya ke Pak Eko untuk diteliti dan dikomentari
Langkah kelima, Pak Eko meminta guru terkait memperkaya pembahasan dengan menambah kontennya dari sumber-sumber referensi lain. Pak Eko ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut. 

Kelima langkah ini, Pak  Eko minta dilakukan dalam 2-4 minggu. Apapun hasilnya Pak Eko minta diberikan kepadanya di akhir bulan. Setelah jadi bukunya, (minimal 100 halaman), Pak  Eko serahkan draft ini ke Penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL ACADEMY. Penerbit mayor akan membaca dan menelaahnya. Satu hingga dua bulan kemudian rombongan guruyang menulis akan menerima pengumuman terkait dengan siapa saja yang bukunya diputuskan untuk diterbitkan dengan revisi minor atau dengan revisi mayor. Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik. ( keduanya sama-sam prestis).

Sampai pada hari ini, 39 buku telah diterbitkan dan sejumlah draft sedang ditelaah oleh penerbit. Tanpa berlama-lama, Tepat pukul 20.00 WIB batch FEBRUARI ROMANTIS dibuka oleh Pak Eko dengan fasilitas seat 25 orang guru yang serius ingin menjadi penulis. 

Para guru akan berselancar bersama Pak Eko dengan dikoordinasi oleh ibu Aam Nurhasanah,  S.Pd. “Teman-temanku tercinta, kiranya sharing saya hari ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi anda semua untuk menjadi seorang yang hebat, seperti bu Aam dan  teman-teman, saya pamit undur diri karena harus memimpin rapat koordinasi PGRI. Doa saya agar anda semua tetap sehat, dan tetap berkarya memajukan dunia pendidikan di tanah air.”  Demikian closing statemen Pak Eko malam ini.

Salam Blogger Persahabatan

Raha, 31 Januari 2022

 

 

 

4 komentar:

  1. Sudah tertatih-tatih ni bu Ovi. Terima kasih bu Ovi sudah berkunjung ke blog saya.

    BalasHapus
  2. Hebat Bu Farida, lengkap sudah tugas resume nya ... Semangat menuju penulis hebattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita sama-sama belajar. Terima kasih atas kunjungannya.

      Hapus

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...