Resume Ke : 7Gelombang : 24Hari/Tanggal : 31 Januari 2022Tema : Menulis Buku dalam Dua MingguNarasumber : Prof. Richardus Eko IndrajitModerator : Aam Nurhasanah, S.Pd
Hari ini sejak pulang sekolah, badan terasa letih, stamina agak menurun. Mungkin disebabkan lama berdiri pada saat upacara bendera tadi pagi, lanjut mengajar dua kelas. Setelah bubar, kami dewan guru sebelum masuk kelas, bincang-bincang sejenak dengan pokok bahasan belajar dan mengajar menyanyi ( kira-kira begitu pokok bahasannya) serta mengarahkan peserta didik untuk menghafal lirik lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat . Lagu mars Kemenag Propinsi Sulawesi Tenggara ini ciptaan Ibu Muliati Zainal S.Pd ( Ibu Kanwil Kemenag Sultra) bersama Iwan Syahdar, S.Sos, dengan aransmen Dian Prasetyo Nugroho, S.T.
Mars Kemenag Sultra Bersahabat
Ciptaan: Muliati Zainal,S.Pd dan Iwan Syahdar, S.Sos
Aransmen : Dian Prasetyo Nugroho,S.T
Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat
bersih religius
santun harmonis
berbasis teknologi
Mari wujudkan Kemenag Sultra bersahabat
Dengan bingkai 3B
Bersama, Bersatu, Bersaudara 2 x
Bersama kita bisa
Bersatu kita kuat
Bersaudara kita rukun 2 x
Walau berbeda kita tetap bersama
Walau berbeda kita tetap bersatu
Walau berbeda kita bersaudara
Merajut asa akan kedamaian
Bergandengan tangan seiring sejalan
Ciptakan rasa aman
Bingkai kerukunan
Indahnya toleransi lambang persaudaraan
Terbungkus dalam harmoni kehidupan
Bersama, Bersatu, Bersaudara 2 x
Bersamaaa...Bersatuuu...Bersaudaraaa............
Tetiba saya teringat ada jadwal pelatihan BM PGRI malam ini. Untuk memastikannya, saya cek jadwal pelatihan ternyata pemateri malam ini adalah Prof. Eko. Sebelumnya ibu Aam sudah menginformasikan bahwa kelas akan dibuka lebih awal setengah jam dari biasanya berhubung Prof Eko ada tugas lain di jam yang sama. Terobati rasa lelahku karena narasumber yang saya tunggu-tunggu di pelatihan BM ini adalah Prof. Eko. Pemilik nama Richardus Eko Indrajit ini saya kenal lewat dunia maya, di mana pada masa pandemi tahun 2020, beliau merupakan salah satu narasumber pada Webinar dan Workshop Berseri Online, Self Driving For Teacher, dan Guru Daring Milenial Indonesia mulai tanggal 2 sd 20 Mei 2020. Alhamdulillah saya dapat sertifikat Guru Daring Milenial Indonesia.
Tepat pukul 19.30 WITA, ibu Aam Hurhasanah guru inspiratif yang super selaku moderator malam ini (alumni kelas BM PGRI gel.12) menyapa para peserta dengan penuh keakraban melalui Daring via Grup WA. Beliau terus membakar semangat peserta agar bisa menulis bersama Pak Eko hingga menembus penerbit mayor. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendapat royalti dan buku dipajang di rak-rak Gramedia.
Hadir membersamai peserta malam ini, seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc.,MBA., Mphil.,MA. Beliau dlahirkan 52 tahun yang lalu, tepatnya 24 Januari 1969. Memiliki putra dan putri bersama pasangan hidupnya Lisa Ariyanto. Profil lengkap klik link berikut;
Selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam mau pun diluar negeri. Kesehariannya, Pak Eko adalah akademisi. Pada pertemuan ke-7 malam ini, Pak Eko panggilan akrabnya diminta untuk sharing pengalaman dengan guru-guru hebat yang awalnya ragu untuk menulis, Akhirnya, berkat kesungguhan dan kemauan yang kuat, guru-guru mampu mewujudkan mimpi mereka.
Tahun 1999 adalah awal mula Pak Eko terjun di dunia penulisan. Pada waktu itu beliau berusia 30 tahun. Keinginan untuk menulis ini didorong oleh permintaan mahasiwa yang pada saat itu tidak mampu membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal imbas dari pasca kerusuhan Mei 1998 sehingga nilai dollar melambung tinggi tak terkendali. Ketika itu belum ada internet sehingga beliau ke perpustakaan untuk mencari buku-buku berbahasa Inggris yang memuat ilmu tentang IT.
Ada yang unik, suatu kelebihan yang dimiliki oleh Pak Eko, setiap kali ia menemukan gambar-gambar menarik, ia menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia yang mudah difahami sehingga bisa menghasilkan artikel 3-5 halaman. Alhasil ”iseng” membawa berkah, rangkumannya menjadi buku dan dikirimkannya ke Gramedia. Pencetakan buku sampai 3 kali karena permintaan yang tinggi pada saat itu yang pada akhirnya, membuat Pak Eko ketagihan menulis.
Apa yang terjadi setelah menulis? Cita-cita sejak kecil ingin keliling Indonesia secara gratis jadi kenyataan, dimana beliau banyak memenuhi undangan untuk mengisi berbagai seminar di sejumlah kota di Indonesia.
Akhirnya sejak tahun 2000, beliau konsisten menulis buku dan dalam satu tahun menerbitkan 2-3 buah buku oleh Elexmedia Komputindo, kemudian beliau mencoba ke penerbit Andi Yogyakarta yang juga tertarik untuk menerbitkan buku yang berjudul E-Goverment sehingga buku ini sangat popular karena pada saat itu belum ada internet, belum banyak buku referensi yang membahasnya padahal lagi hangat-hangatnya isu E-Goverment di Indonesia.
Saudara Ardiansyah salah seorang mahasiswa pintar dan kritis yang telah menginspirasi Pak Eko untuk menyusun buku-buku bersama guru-guru hebat dimasa pandemi ketika berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan, ia ditunjuk sebagai asesor di sana, untuk mewawancarai beberapa mahasiwa. Saudara Ardiansyah dan teman-temannya ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk “protes”dari programmer dunia atas dominasi Microsoft yang mahal. Ardiansyah bersama teman-teman beranggapan, jika Indonesia tahu mengenai software gratis ini, maka akan majulah negara ini.
Mendengar penjelasan saudara Ardiansyah, muncul gagasan ide dari Pak Eko dengan meminta saudara Ardiansyah dan kawan-kawan untuk membuat masing-masing satu buku yang kemudian diedit oleh Pak Eko sendiri dan menawarkan ke sebuah perusahaan untuk menerbitkannya.Tak disangka-sangka “ide gila” sontak membuat Rektor Universitas Ahmad Dahlan dan anak-anak mahasiswa AUD terkejut bahkan heboh disebabkan buku kurang lebih 25 buah disepakati untuk diterbitkan.
Menurut Pak Eko berikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan tulisan yang mereka sukai sesuai cara fikirnya, dimulai dari hobi atau ketrampilan. Intinya ide-ide mereka tersampaikan. Fungsi guru cukup sebatas motivator atau editor.
Para guru tersebut diminta untuk mendaftarkan diri dan dijanjikan pasti bisa membuat draft bukunya dalam 2 minggu. Mungkinkah terjadi?
Langkah kedua, tulislah apapun yang saya katakan dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan
Langkah ketiga, strukturkan pembahasan dalam bentuk 5W+1H:
What. Apa judulnya
Why. Mengapa judul tersebut penting
Who. Siapa yang membutuhkannya
Where. Di mana judul tersebut dapat diimplementasikan
When. Kapan menerapkannya
How. Bagaimana mengimplementasikannya
Langkah keempat, perlihatkan draftnya ke Pak Eko untuk diteliti dan dikomentari
Langkah kelima, Pak Eko meminta guru terkait memperkaya pembahasan dengan menambah kontennya dari sumber-sumber referensi lain. Pak Eko ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.
Salam Blogger Persahabatan
Raha, 31 Januari 2022
Sip Bu mantap lengkap sangat
BalasHapusSudah tertatih-tatih ni bu Ovi. Terima kasih bu Ovi sudah berkunjung ke blog saya.
BalasHapusHebat Bu Farida, lengkap sudah tugas resume nya ... Semangat menuju penulis hebattt
BalasHapusKita sama-sama belajar. Terima kasih atas kunjungannya.
Hapus