Jumat, 18 Februari 2022

Konsep Buku NonFiksi

Resume Ke- : 15

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Jum'at, 18 Februari 2022

Tema : Konsep Buku Nonfiksi

Narasumber : Musiin, M.Pd

Moderator : Dail Ma'ruf



Menjelang waktu asar, langit mendung mulai menyelimuti kota Raha. Tampak hujan rintik-rintik mulai turun membasahi bumi. Pertanda sebentar lagi hujan deras akan turun. Sore ini pukul 15.30 WITA akan dibuka Perkemahan Jum'at, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) dalam rangka penerimaan Tamu Penggalang Gugus Depan 02-203-204 Ali Bin Abi Thalib -  Fatimah Az-Zahra Pangkalan MTSN 1 Muna.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Muna bertempat di lapangan upacara MAN 1 Muna. Anak-anak Pramuka dari MTSN 1 Muna turut bergabung bersama. Perkemahan ini dihadiri oleh para pembina termasuk guru-guru yang ditunjuk  mendampingi siswa-siswi. Kecerahan masih berpihak pada anak-anak Pramuka hujan deras semakin reda sampai pada acara pembukaan berjalan lancar.

Tanpa terasa, perjalanan kelas belajar menulis Om Jay sudah sampai pada pertengahan waktu sesuai jadwal yang telah diatur oleh panitia. Para narasumber sudah berbagi ilmu demikian juga para moderator yang setia mendampingi peserta sampai saat ini. Pak Dail Ma'ruf sayogyanya menemani kami, tetapi karena beliau lagi berada di luar maka kak Ros yang melanjutkannya

Pada pertemuan yang ke-15 malam ini, tema yang akan dibahas adalah "Konsep Buku Nonfiksi" dengan narasumber bernama Musiin, M.Pd. Beliau seorang guru dan dosen bahasa Inggris. Beliau juga seorang pengusaha bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.  

Mari kita menilik biodata narasumber kita malam ini agar lebih kenal siapa beliau sebenarnya..

Musiin  atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling  dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998.


Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986 dan  sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun 1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.


Kecintaan akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura tahun 2015.

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.


Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri

Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang ;

  1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia Surabaya.
  2. Pemberian bantuan pangan bagi masyarakat miskin, posyandu, anak sekolah bekerja sama dengan World Food Program (UN-WFP) di wilayaj Surabaya, Gresik dan Sidoarjo
  3. Pemberian bantuan susu bagi anak-anak SD bekerja sama dengan Susu Ultra dam Departemen  Pertanian Amerika Serikat.
  4. Pelatihan Sekolah Ramah Anak  bagi guru-guru SD di Kabupaten Sampang bekerja sama dengan UNICEF.
  5. Pendidikan  lingkungan dan daur ulang sampah bekerja sama dengan Tetra Pak Indonesia dan TP UKS Propinsi Jawa Timur 
  6. Pengadaaan perpustakaan kampung, dan toilet di kampung-kampung Surabaya donasi dari UN WFP.

Untuk saat ini, Bu Iin juga bergabung dalam Program Guru Penggerak menjadi Pengajar Praktik Angkatan 4 untuk Wilayah Kabupaten Kediri.

 

Dalam bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.

 

 Sebagai penulis pemula, karya buku yang telah dihasilkan adalah sebagai berikut: 

  1. Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
  2. Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)
  3. Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)
  4. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
  5. Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji
  6. Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX. 
  7. Menulis Artikel populer di majalah online

Editor Buku 

  1. Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)
  2. Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)

Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.


"Saya adalah alumni kelas menulis seperti halnya Bapak Ibu saat ini. Di awal saya ikut kelas menulis saya juga belum memiliki blog, saya berangkat dari nol. Saya tidak pernah bermimpi untuk bisa menulis buku, namun ternyata kelas menulis Om Jay menjadi pembuktian bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. Kata Prof Rhenaldi Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan  selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan.  Menulislah setiap hari, maka keajaiban akan datang." ungkap ibu Iin di awal pemaparannya.

Narasumber pada malam ini berbagi cerita bagaimana awalnya sehingga ia bisa menjadi penulis sampai sekarang. Ketakutan yang menguasai dirinya yang ternyata telah merendahkan potensinya untuk menulis. 
Hal apa yang membuat ia takut? 
1.Takut tidak ada yang membaca
2.Takut salah dalam menyampaikann pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Ketakutan itu yang membuat ia merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.

"Akhirnya ia menemukan jalan keluar dari ketakutannya itu dengan bergabung belajar di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya sendiri. Saya yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan."jelasnya

Menurut ibu Iin, sesungguhnya semua orang punya pengetahuan dan pengalaman yang ada dalam dirinya bertahun-tahun tersimpan bahkan terbiar tak terjamahkan karena tidak menyadarinya, kalaupun disadari, mau dibawa ke mana....


Is there a book inside you?
Buku karangan Dan Poynter sangat populer untuk dijadikan pedoman bagi penulis pemula. Buku ini menggali potensi yang ada dalam diri seseorang bahwa semua orang punya pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki sepanjang perjalanan kehidupannya. Kalau kita ingin meninggalkan jejak keabadian, maka keluarkanlah dan jadikan buku agar bisa dikenang orang lain.

Berbagai penelitian bahasa menunjukkan diantara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah yang dianggap paling sulit sebab menulis tidak sama dengan mudahnya berbicara. Karena kesulitan itulah yang merupakan tantangan untuk keterampilan yang satu ini. 

Kecintaan terhadap menulis perlu perjuangan untuk meraihnya, Banyak mengikuti kelas menulis, membuat resume bahkan sampai melahirkan buku.
Ibu Iin mengatakan, alasan mengapa ia ingin menjadi penulis, ingin mewariskan ilmu lewat buku,ingin punya buku karya sendiri yang dipajang di toko online atau offline serta ingin mengembangkan profesi sebagai guru.


Jika ingin meninggalkan jejak agar senantiasa kelak diingat orang maka tinggalkanlah jejak untuk anak cucu kita kelak. Ilmu apapun yang kita miliki jika tidak dapat memberikan manfaat akan hilang untuk selama-lamanya. Maka menulislah walaupun sekedar huruf tak terbaca. 
Ketika kita merasa bahwa diri ini bukan siapa-siapa maka tinggalkanlah goresan untuk pesan bermakna buat penerusmu.



Hukum Tarik-menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan-menarik kemiripan. Kalau kita berfikir untuk menulis buku maka akan lahir buku. Kalau kita berfikir kegagalan, maka yang tersisa hanya kekecewaan

Tiga Pola Penulisan Buku Nonfiksi
  1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari muda ke sulit atau dari sederhana ke rumit) contoh: Buku Pelajaran
  2. Pola Prosedural (Buku disusunberdasarkanurutan proses) contoh : Buku Panduan
  3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin perpoin atau butir per butir.Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara
Ibu Iin menulis buku Literasi Digital Nusantara menggunakan Pola ketiga yaitu Pola Klaster;

5 langkah menulis buku dengan Pola Klaster;
1. Pratulis
2. Menulis Draft
3. Merevisi Draft
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis

1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka

"Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Pilihlah tema yang Bapak Ibu kuasai dan Bapak Ibu cintai.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku

"Jika ide itu datang segera ditulis, karena ide itu mudah datang dan juga mudah pergi. Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.
Pada saat saya menulis buku ini, kita sedang dalam situasi lockdown. Saya hanya duduk manis di rumah." ungkap bu Iin

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
  1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal 
  2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal 
  3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini 
  4. Penemuan yang telah didapatkan.
  5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

"Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Pak Yulius juga merupakan alumni gelombang 8 dan saya yakin beliau juga akan memberikan materi kepada Bapak Ibu.  Langkah beliau sangat mujarab untuk menulis sebuah buku." tambah bu Iin

Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah

Langkah keempat 
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma

Hambatan-hambatan dalam menulis 
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

Cara mengatasi
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi            memasak)

"Masih banyak solusi yang saya yakin Bapak Ibu lebih hebat dari saya.
Demikian sharing pengalaman dari saya. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa membantu Bapak Ibu menaklukkan tantangan untuk menulis buku non-fiksi."ungkap bu Iin di akhir perjumpaan malam ini.

"Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar" tambahnya.

Mari kita menjadi pemenang dan mengukir nama kita sebagai bagian dari sejarah peradaban manusia. Demikian closing statement yang singkat namun cukup memotivasi diri untuk bangkit mengukir kata.




Salam Blogger Persahabatan

Raha, 18 Februari 2022

7 komentar:

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...