Resume Ke- : 11
Gelombang : 24
Hari/Tanggal : Rabu, 9 Februari 2022
Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber : Sudomo, S.Pt.
Moderator : Helwiyah
Maghribku Yaa Robbii
Oleh :Faridahbtl
Hujan renyai-renyai di kotaku Raha
Dingin menyelimuti raga
Tak surut rasa
Menanti datangnya malam
Sayup-sayup suara azan berkumandang
Sajadah maghrib terbentang
Menanti takbir awal malammu
Menghadap ilahi
Dengan segala kerendahan hati pada-Mu Allahu Robbii....
Sebelum kelas dimulai, seperti biasa moderator bu Ewi begitu nama panggilan akrabnya, akan memandu jalannya KulWA pada pertemuan ke-11 malam ini, mengingatkan kepada peserta agar bersiap-siap menerima materi via daring. Kegiatan diawali dengan doa bersama sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Fiksi .. apa sebenarnya fiksi itu ? hatiku bertanya. Hatiku menjawab, mungkin cerita.Tapi cerita tentang apa?? Kalau non fiksi, sudah akrab ditelingaku. Sebagai penulis pemula, rada-rada berat mengolah kata tema materi fiksi ini. Namun tidak ada alasan, tulisan harus ada dan selesai.
Saya agak terlambat mengikuti kelas belajar malam ini karena sejak siang saya keluar rumah berkumpul bersama teman-teman panitia merampungkan soal-soal fahmil qur’an dalam rangka kegiatan MTQ Tingkat Kab. Muna yang akan dibuka langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Muna, Bupati Muna LM. Rusman Emba, ST pada tanggal 13 Februari 2022. Inilah agenda tahunan saya, masih dipercayakan sebagai dewan hakim musabaqah fahmil qur’an. Alhamdulillaah, semoga tetap amanah.
Malam ini seorang jagoan fiksi, hebat diantara yang hebat dalam karya fiksinya akan membersamai kita Sudomo @ Pak Momo dengan tema “Kiat Menulis Cerita Fiksi.”
Ibu Helwiyah moderator malam ini mengenalkan sosok hebat Pak Sudomo, S.Pt, narasumber kita malam ini adalah seorang Sarjana Peternakan yang mumpuni di bidang literasi. Beliau dilahirkan di Sukoharjo, 27 Maret 1975. Sehari-harinya bekerja sebagai guru yang mengajar bidang studi IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Pendidikan terakhir beliau, S1 Peternakan Universitas Diponegoro. Latar belakang pendidikan berseberangan dengan bakat beliau sebagai seorang penulis punya segudang karya dan prestasi, menunjukkan talenta yang luar biasa di alam khayalan menurut saya. Pak Momo mengakui bahwa beliau memang sebenarnya penulis fiksi dan bahkan menurut keterangan Pak Momo dia mungkin orang pertama menulis resume Kelas Menulis dalam bentuk fiksi. Karya fiksi beliau bisa dibaca www.bianglalalakata.wordpress.com dan www.eigendomo.com.
“Namun cukup lama saya tidak menulis fiksi karena terbentur dengan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2 tahun kemarin “ jelasnya.
“ Terlebih saat ini dipercaya menjadi Ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat”tambahnya
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mazmo berbagi ilmu tentang Kiat Menulis Cerita Fiksi.
1. Mengapa harus belajar menulis fiksi?
Pertama, menurut Pak Momo seorang guru akan muda membuat soa-aoal latihan AKM untuk murid-muridnya apabila guru tersebut ikut belajar menulis, sebab salah satu aspek yang dinilai dalam Asismen Kompetensi Minimum (AKM)adalah Literasi Teks Fiksi
Kedua, Menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, seorang guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh-tokoh yang diciptakan.
Ketiga, cerita fiksi bisa merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.
Keempat, menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku
2. Apa saja syarat bisa menulis fiksi?
Pertama, komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postingan blog atau kompetisi
Kedua, kemauan dan kemampuan melakukan riset juga? Iya dong.Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata.
Ketiga, banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata danjuga menemukan gaya penulis.
Keempat, mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.
Kelima, memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi
3. Apa saja unsur-unsur pembangun cerita fiksi?
Pertama, tema yang merupakan ide pokok yang merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu pilih tema yang paling disukai dan di kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaiakan cerita.
Kedua, premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia.Contoh tersebut adalah premisdari novel Harry Potter.
Ketiga, alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita, awal konflik, konflik/klimaks, dan ending.
Keempat, penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan prilakutokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
Kelima, latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana
Keenam, sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
4. Bagaimana kita menulis cerita fiksi?
Pertama, niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.
Kedua, perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema teknis menulis, pemilihan kata dan gaya penulisan.
Ketiga, terkait ide dan genre. Catat segera ide yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan dikuasai.
Keempat, outline/kerangka karangan.
Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
- Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita
- Membuat premis sesuai tema
- Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya
- Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak dengan baik
- Menentukan latar setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
- Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
Kelima, mulailah menulis.
- Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
- Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca
- Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh
- Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi
- Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas
- Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)
- Membuat ending yang baik
Keenam, lakukan swasunting. Dilakukan setelah selesai menulis
- Jangan menulis sambil mengedit
- Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan,ejaan, dan logika cerita;
- Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri;
- Jangan lupa menyiapkan Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
“ Saya kira cukup dulu bu Hel, pertanyaan yang belum terjawab insyaa Allah saya jawab lewat postingan blog” ungkap Pak Momo.
Malam semakin larut untuk wilayah Indonesia Tengah, mewakili peserta kelas belajarmenulis, ibu moderator mengucapkan terima kasih atas sharing ilmu dan pengalaman kepada Pak Momo yang sudah membersamai kami selama kurang lebih dua jam. Kegiatan ditutup dengan closing statement dari bapak Sudomo.
” Untuk bisa menghasilkan tulisan fiksi yang baik, kuncinya adalah terus belajar, karena dengan terus belajar kita akan seterusnya "
Ringkasan Pertanyaan
1. Motivasi dan komitmen pada diri
untuk menyelesaikan tulisan
2. Selain outline, riset juga perlu
untuk penulisan cerita fiksi
3. Cerita rakyat langsung ke ide pokok
4. Terkait penokohan cerita nyata perlu
izin. Kaitannya dengan royalti
5. Sebaiknya sudut pandang ditentuakan dari
awal
6. Motivasi Pak Mazmo dalam menulis
cerita rakyat suku Sasak
7. Syarat yang harus dimiliki oleh
seorang guru penggerak
8. Trik memulai tulisan dalam
menyuarakan isi hati para tokoh
9. Clue trik cepat tanggap mencari kosa
kata agar sesuai kaidah kebahasaan
10. Strategi mudah bagi penulis pemula
melalui wawancara melalui riset pengalaman pribadi
11. Moderator dan narasumber serta
peserta jadi tokoh fiksi dalam menulis resume
12. Macam-macam genre (horor,
komedi,roman dll)
13. Cara membuat alur cerita dan konflik
menarik (pembaca penasaran dan tidak cacat logika)
14. Puisi gelap dan puisi tranparan
15. Menentukan subbab agar mudah berawal
dari outline/kerangka dan subbabdibuat berdasarkan alur
16. Cara menghidupkan tokoh dalam cerita
(show don’t tell)
17. Perlu membaca cerita fiksi karya
orang lain
18. Perbedaan menulis kreatif dan
menulis fiksi
19. Kiat membangun alur dan plot
Salam Blogger Persahabatan
Raha, 9 Februari 2022
Tulisan yang informatif. Apik, bisa jadi referensi saya ini mah buat melengkapi buku .
BalasHapusHe
Semangat bu Ovi💪
Hapus