Rabu, 09 Maret 2022

Aku Bergerak Maka Aku Ada

Resume Ke - : 22

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Senin, 07 Maret 2022

Tema : Menulis di Kala Sakit

Narasumber : Suharto, M.Pd

Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd


Diantara nikmat yang seringkali terabaikan adalah nikmat sehat. Sadar akan nikmat sehat ketika datang rasa sakit. Barulah berfikir ternyata sehat itu mahal harganya. Maka benarlah apa yang dikatakan " Sehat itu bukan segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya tak berarti." Bekerja dan terus bekerja tanpa memberikan hak kepada diri untuk menikmati nokta, adalah alasan yang tepat bagi Allah swt menguji dengan sakit. Berkat kasih dan sayang Allah Swt. maka secara tidak langsung istirahat sejenak itu lebih nikmat. Oleh karena itu berilah hak diri untuk menikmati sehat melalui sakit.

Alhamdulillah pada pertemuan yang ke-22 malam ini, peserta kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 kembali bergelut dengan simpulan uraian kata-kata tanpa lelah dan pasrah untuk menggenggam jerih payah yang telah dilalui. Angka 30 menantimu. Moderator Pak Dail Ma'ruf, masih setia  menemani hingga akhir KulWA. tak henti-henti dan tak ada rasa lelah terus menyemangati para peserta agar segera menggenggam karya nyata.

Sebak di dada, terharu menyelimuti rasaku, setelah menyaksikan CV narasumber kita pada kali ini yang bernama Suharto, M.Pd. atau Cing Ato asli Betawi. Ternyata foto foto di vidio ini mampu berbicara banyak mengisahkan bagaimana perjuangannya dalam menghadapi ujian sakit yang diterima dari Pencipta dan Pemeliharanya. 



Setahun menderita penyakit Sindrom Guillain Barre (GBS) memaksanya untuk tidak bisa menggerakkan tubuhnya, tidak bisa berbuat apa-apa hanya mata dan kepala yang mampu memberi isyarat akan hasrat. Penyakit datang menggerogotinya di saat mulai bergeliat dengan dunia literasi. 

Satu buku solo pertama tercipta di saat masih sehat, berjudul Mengejar Azan berkisah tentang kehidupan masa kecil sampai sukses menjadi pegawai negeri di Kementerian Agama sebagai guru. Rasa cinta terhadap literasi mulai muncul dalam dirinya, berusaha mencari apa  sebenarnya tulis  menulis itu? Menemukan jawabannya dalam kamus untuk selanjutnya mencari informasi tentang pelatihan menulis di Facebook. Upaya inilah yang membawa narsum kenal dengan beberapa tokoh penulis salah satunya adalah Omjay.

Tiga tahun delapan bulan berjuang untuk pulih. Dalam proses pemulihan, ada keajaiban terasa ketika Cang Ato mampu menyentuh gawai sang isteri. Ini awal mula ketika hati terketuk untuk melacak akun Facebook dan berhasil menemukan password FBnya. Cang Ato menulis selama satu pekan dan tanpa ragu memposting kondisinya saat itu. Lalu terbersit dalam hati, "Kenapa saya tidak menulis apa yang sedang saya alami saja" bisik hati kecilnya.

Cang Ato mengawali tulisannya sesuai kronologis yang terjadi mulai dari terserang penyakit, bagaimana proses perawatan yang dijalani di rumah sakit dan diakhiri kisahnya sampai kembali ke Madrasah di mana tempatnya bertugas mengabdi sebagai guru.

Luar biasa, luar biasa, tulisannya mendapat apresiasi dari sahabat Dumay bahkan tulisannya dinantikan dan ditunggu kehadirannya. Diajaknya para penggemarnya untuk menentukan judul artikel terakhirnya. Dari sekian masukan yang ada, Kembali ke Madrasah menjadi pilihannya. Cang Ato menuturkan " Kenapa kembali ke Madrasah"? Ya, karena saya berawal dari Madrasah lalu ke rumah sakit dan tak pernah kembali selama 18  bulan"

Salah satu narasumbernya ketika mengikuti pelatihan KSGN, menghubunginya dan bertanya-tanya tentang tulisan Cang Ato,  apakah tulisan itu mengisahkan dirinya atau orang lain. Untuk meyakinkan dirinya sahabat ini vidio call untuk melihat kondisi sebenarnya. Ternyata apa yang ada dalam tulisan Cang Ato, sesuai dengan kenyataan. 

"Seminggu berselang Om Jay menghubungi saya lewat vicol. Beliau pun terharu tetapi beliau salut dan mengapresiasi tulisan saya. Dari sinilah Om Jay mengajak saya untuk ikutan pelatihan menulis. Saya pun ikut walau terkadang tubuh ini tak mampu mengikuti. Alhamdulillah, karena lewat WhatsApp, materinya bisa saya baca di siang hari. Selanjutnya materi tersebut saya simpan di blog lalu saya jadikan sebuah buku Belajar Tak Bertepi." jelas Cang Ato

"Dari mengikuti pelatihan menulis gelombang 8, setidaknya memperkaya tulisan saya. Dan tulisan saya semakin hidup. Karena semua benda  yang ada disekitar ruang rumah sakit saya ikut sertakan dan saya visualisasikan seperti suatu yang bernyawa. Kalau kata Om Budiman salah satu narasumber pelatihan ini. Disebut dengan istilah CERPENTING (cerita pendek tidak penting). Bisa bapak dan ibu baca di buku saya. Kalau Bapak dan ibu baca. Saya yakin langsung bisa nulis buku cerita hari itu juga. Hahaha...."tambahnya dengan penuh semangat

Hasil dari belajar menulis di kelas Omjay, Cang Ato melahirkan suatu karya kisah nyata seorang guru yang berjuang melawan penyakit langkah yang diberi judul GBS Menyerangku. Buku ini pernah diresensi oleh Prof. Ngainun Naim, bahkan salah satu bukunya Menepis Kesulitan Menulis mengantarkan seorang guru asl Kalimantan Barat meraih juara.


Buku pertama dalam kondisi sakit

"Karena menulis setiap hari maka ratusan artikel sudah saya miliki. Saya simpan di Facebook dan blogspot. Dari artikel inilah saya jadikan buku kedua ketika sakit. Yaitu, Menuju Pribadi Unggul. Untuk memperindah tulisan dibuku, saya berguru dan langsung dibimbing oleh bapak Akbar Zaenudin. Setelah jadi beliau menyarankan untuk mencoba dikirim ke penerbit mayor. Saya tidak bersedia, karena terlalu lama menunggu diterima atau tidaknya. 2/3 tulisan di blog belum saya  bukukan lagi hingga sekarang. Karena saya menulis bentuk buku yang lain." ungkapnya

Ratusan artikel yang ditulisnya saat masih sakit disimpan di Facebook dan blogspot dibukukannya sehingga menjadi sebuah buku dengan judul Menuju Pribadi Unggul. Inilah buku kedua Cang Ato buku dengan judul yang luar biasa dan menginspirasi

Di masa Pandemi Covid-19, hampir setiap hari Cang Ato menulis.Waktu-waktu kosong pada saat Work From House dimanfaatkannya untuk menulis apa saja. 

Inilah karya sang guru Cang Ato dikala sakit 
Daftar buku solo.
1. Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018
2. GBS Menyerangku 2020
3. Menuju Pribadi Unggul2020
4. Kompilasi kisah inspiratif 2021
5. Belajar tak bertepi 2021
6. Aisyeh Menunggu cinta (Roman Betawi)2021
7. Menepis kesulitan menulis 2021
8. Gadis pemikat (cerpen) 2022
9. Kado khusus sang bintang (motivasi belajar)2022
10. Lentera Ramadan 2022

Sedang digarap
11. Catatan harian guru blogger madrasah
12. Cing Ato Belajar pantun
13. Cing Ato Belajar puisi
14. Menulis dikala Sakit.


 Karya nyata dikala sakit

Alasan kenapa Cing Ato menulis

1. Untuk menambah amal sholeh
2. Bisa naik pangkat
3. Untuk kebanggaan dan motivasi serta inspirasi
4. Untuk mengabadikan ilmu yang dimiliki 

Cing Ato menuturkan, tidak berhenti dibidang menulis saja, saya pun merambah ke bidang desain cover buku, flayer, layout buku. 
Di samping ikut pelatihan menulis saya juga mengikuti pelatihan desain cover lewat canva secara berbayar. Alhamdulillah, setidaknya saya bisa membuat cover buku sendiri.
Saya juga banyak membantu teman-teman  untuk membuat cover bukunya dengan gratis..tis...tis...
juga dipercaya untuk membantu membuat desain cover buku dan flayer di Penerbit YPTD. Sekali lagi gratis..tis...tis...
Saya siap membantu bapak dan ibu untuk membuatkan cover pada pelatihan ini. Silahkan kirim judul dan sinopsisnya. Cukup dengan gawai melalui aplikasi canva langsung jadi. Kalau mau belajar otodidak silahkan lihat di yuotube saya. Chanel "Suharto MTsN 5 Jakarta" 

Bagaimana menulis bagi pemula?
Kata siapa menulis itu mudah. Menulis itu sulit. Mereka yang bilang mudah karena mereka sudah punya pengalaman. Yang sering menulis saja terkadang masih mengalami kesulitan dalam menulis. Apalagi bagi pemula.
Tanya kalau tidak percaya kepada teman-teman yang belum pernah menulis. Atau ajak mereka menulis. Pasti mereka bilang saya tidak bisa menulis, saya tidak berbakat, saya bingung menulis apa, dan sejumlah lontaran alasan yang pasti di dapat. 
Saya juga dulu pernah seperti itu, tapi saya tidak diam saja. Saya berusaha untuk tahu rahasia menulis. Maka itu, saya mencari pelatihan menulis. Bertemulah saya dengan pria gempal lalu bertanya kepadanya dan pertanyaan saya dianggap bagus sehingga mendapatkan hadiah dari beliau. Nah lihat saja siapa pria gempal itu.πŸ™πŸ™πŸ™

Pertanyaannya sederhana sekali."pak saya bingung untuk menulis, bagaimana cara untuk mengawalinya dan mengakhirinya? Terus apa yang saya harus tulis? Ya, begitulah di antara bunyi pertanyaannya.

Beliau menjawab.
1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai
2. Tulis apa yang pernah kita alami dan rasakan.
3. Tulis apa yang ada di sekitar kita.
4. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting pesan tersampaikan.
5. Dll

Setelah saya ketemu kuncinya. Saya awali menulis apa yang pernah saya alami dan rasakan. Saya tulislah buku memori tentang  menuntut ilmu dari sejak tingkat SD sampai menjadi guru ASN di kementerian agama. Jadilah buku "Mengejar Azan" dan "GBS Menyerangku"

Akhirnya menulis  yang tadinya terasa sulit setelah mengetahui kuncinya menjadi mudah. Maka itu, saya menulis buku"Menepis Kesulitan Menulis" buku ini cocok untuk penulis pemula. Segera miliki,πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Jadi ketika orang tidak bisa menulis, karena belum mendapatkan kuncinya. Jika sudah mendapatkan, maka dengan kunci itu dia akan mudah berselancar mengarungi bahtera literasi.

Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1]
Apa saja yang menguatkan Cang Ato hingga bisa sembuh dan malah kembali mengajar ?

Jawaban 1
Saya punya anak yang sedang mondok beliau butuh biaya, jika saya tidak bangkit kemungkinan besar saya kehilangan pekerjaan.
Dua, saya sudah mempersiapkan segalanya untuk peserta didik. Kebetulan saya seorang motivator. 
Tiga, dengan menulis saya ingin melupakan sakit yang menahun ini

[Pertanyaan 2]
Ljuar biasa kisah Cang Ato. Saya tuna netra 6 tahun lalu. Dan simak materi Cang Ato. mau jadi penulis buku juga. Ada Saran bagaimana supaya bisa terwujud cita-cita saya?

Jawaban 2
Pakai ilmu dari om Jay.
1. Tulis yang kita bisa dan kuasai
2. Tulis apa yang kita alami dan rasakan
3. Tulis dengan bahasa yang sederhana.
Coba mulai dengan menulis memor...itu lebih mudah karena bahannya sudah ada.
Saya memulai dengan menulis buku memori saya.

[Pertanyaan 3]
Manakah yang paling banyak diminati pembaca?  dan apakah Cang Ato sudah memperkirakannya ?

Jawaban 3
Buku GBS Menyerangku sampai saat ini masih ada yang pesan. Sehingga berulang kali cetak...
Sebenarnya saya menulis bukan semata-mata untuk di jual. Saya senang saja menulis buku. Andai ada yang berminat anggap saja bonus 

[Pertanyaan 4]
Bagaimanakah menepis keraguan untuk terbitkan buku solo pertama? dan Apa saran Cang Ato?

Jawaban 4
Buku yang di tulis dari hati terdalam menembus jantung dan pikiran
Sekarang tidak ada yang sulit untuk menerbitkan buku. Yang terpenting kita sudah punya draf tulisan. Cukup kirim ke penerbit. Bisa kepenerbit mayor atau indie (berbayar)
Tentunya jika mayor banyak aturan karena tak berbayar

[Pertanyaan 5]
Dengan hobi Cang Ato yang kuat pada menulis. Apa harapan yang ada dalam diri untuk bangsa Indonesia ke depannya?

Jawaban 5
Harapan saya, agar kegiatan literasi membumi di Nusantara ini. Setidaknya dengan banyak menulis pasti banyak membaca. Dengan banyak membaca otomatis banyak pengetahuan yang di dapat.
Bangsa yang besar berawal dari masyarakat yang gemar membaca.
Mungkin itu bunda . πŸ™
aku bergerak maka aku ada...
LUAR BIASA. Kren

[Pertanyaan 6]
Apa saja yang perlu dipersispkan jika kita ingin menerbitkan pengalaman hidup yang kita pandang bisa menginspirasi orang lain?

Jawaban 6
Contoh sederhana, ketika saya sedang memotivasi siswa saya agar belajar yang rajin. Untuk motivasi dan inspirasi saya akan memberikan contoh bagaimana saya belajar hingga menjadi bintang pelajar dan masuk ke perguruan tinggi dengan jalur prestasi.
Atau bisa juga inspirasi dengan ketabahan menghadapi ujian dari Allah.
Jelasnya ada hal yang pernah kita lakukan. Dan apa yang kita lakukan itu bukan saja bermanfaat untuk diri tapi untuk orang banyak.
Coba lihat om Jay, apa yang ia lakukan itu sangat menginspirasi πŸ™

[Petanyaan 7]
Adakah keinginan untuk menulis tentang harapan bangsa kedepan , agar dengan tulisan cing Ato. bisa membuat semangat para elit bangsa dan generasi muda dalam membangun bangsa?

Jawaban 7
bailkah... jawabannya ada 1 buku mr Ali Bintaro. Luar Biasa

[Pertanyaan 8]
1.Apa sebenarnya fokus tema dari tulisan Bapak? Bagaimana mewujudkan tema tersebut menjadi buku. Karena untuk mengumpulkan tema-tema yang berserakan di blog atau Facebook perlu energi juga.
2. Dalam menulis, Bapak pasti memiliki target menyelesaikan nya. Bagaimana mewujudkan target itu padahal ide-ide kita yang berseliweran pasti beda dengan target kita. Semua perlu dituangkan dalam tulisan. Bagaimana tips dan triknya.
3. Salah satu motivasi dan semangat dari Bapak adalah keluarga. Bagaimana usaha bapak selama sakit untuk melawan godaan marah dan cerewet atau minta dipahami?

Jawaban 8
1. Saya menulis selalu satu tema. Di blog itu enak sekali. Mudah mengumpulkan tulisan satu tema ada istilah"Label" di label itu kita tulis tema yang kita akan tulis atau di Facebook "#" tagar. Jika kita tekan tagar maka tulisan satu tema akan mudah dihimpun.
2. Menulis buku harus punya target. Jika tidak sulit tercapai. Kasih waktu untuk menulis jangan tunggu waktu kosong 
3. Alhamdulillah, selama saya sakit banyak dukungan dan suport baik dari keluarga, saudara, tetangga, teman , murid-murid. Mereka super sekali.
Wabil khusus istri tercinta yang sangat luar biasa dan anak saya begitu luar biasa. Mereka memberikan fasilitas untuk saya. Mendesain kamar seperti rumah sakit dan kantor

[Pertanyaan 9]
Saya Elmiya sari. Benar-benar terharu membaca kisah kang Ato. Semoga selalu di berikan kesehatan dan panjang umur. Menjadi inspirasi dalam kehidupan. Sabar ketika diberikan sakit. Tetap bermanfaat ketika ujian sakit datang. Allah tentu begitu menyayangi kang Ato hingga diberi ujian sedemikian. Dan inilah makna dari ujian kang Ato, sabar menyikapi ujian dari Allah dan tentunya Allah akan siapkan kenikmatan dibalik semuanya. Sehat selalu kang Ato sekeluarga. 
Saya tidak sanggup bertanya apa-apa, kisah kang Ato menginspirasi bagi saya untuk selalu berkarya dengan segala  kemampuan.Terimakasih.πŸ™πŸ™

Jawaban 9
Saya denger dari orang katanya saya sabar. Kata istri saya sendiri bilang seperti itu. Saya tanya. Dia jawab. Ayah tak pernah ngeluh seperti menikmati. Begitu juga teman-teman di madrasah. 
Sehingga sakit saya dijadikan motivasi kepada ade ipar saya sedang sakit. Lihat kak Harto. Dia sabar sekali πŸ™πŸ™πŸ™
hanya ungkapan dan kekaguman. Mkasih bunda
Terima kasih bunda. Doakan agar saya bisa pulih kembali seperti sedia kala. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

[Pertanyaan 10]
Bagaimana trik dan tips agar pengalaman hidup yang kita tulis, menjadi menarik dan ditunggu oleh pembaca? Terima kasih.

Jawaban 10
1. Banyak membaca karya orang lain. Saya dahulu ketika menulis pertama saya lihat dan baca buku om Jay. Guru berhati cahaya. Saya pelajari gaya tulisannya.
2. Cari diksi-diksi yang indah-indah. 
3. Pembukaan atau prolog yang sedikit puitis.
4. Bisa pakai gaya bahasa personifikasi, ironi dll.
5. Selipkan CERPENTING cerita pendek tidak penting sebagai penyedap tulisan.
Coba lihat dibuku GBS Menyerangku.
Atau novel saya Aisyeh Menunggu cinta

[Pertanyaan 11]
1. Bagaimana Bapak memulai tulisan dengan konsentrasi hingga karya beredar di berbagai sudut kota.
2. Apa saja yang Bapak tuliskan sedangkan secara fisik proses pemulihan
3. Apa saja strategi yang sederhana untuk mengatasi kala rasa jenuh dan hilang ide itu menghampiri.

Jawaban 11
1. Pertama saya tentukan tema. Contoh misal,  kuliner. Maka  kita  harus menulis tentang kuliner. Susun daftar isi, andai 40 yang harus kita tulis. Kasih waktu untuk menulis setiap hari atau satu Minggu satu judul. Nah tinggal hitung sampai berapa bulan jadinya. Itulah target.
2. Saya menulis apa saja yang saya bisa dan kuasai. Ada buku memor, ada motivasi, ada novel, ada cerpen, ada puisi, ada pantun dan lainnya.
Cukup dengan gawai atau smartphone saya menulisnya. Setelah itu saya share ke Facebook dan blogspot. Kalau sudah cukup baru saya copy ke laptop. Lalu diedit. Jadi deh πŸ™
3. Saya lihat yuotube, TikTok, buku. Ada saja ide muncul 

[Pertanyaan 12]
Bagaimana anda tetap semangat menulis dalam kondisi sakit ?
Teriring doa semoga Cang Ato selalu sehat dan bermanfaat untuk orang banyak 

Jawaban 12
Semakin saya menulis semakin saya lupa dengan penyakit saya. Tetiba sudah sore atau sudah malam.
Saya merasakan ada progres yang cukup signifikan.
Tetapi saya tetap jaga kondisi, jika lelah ya, saya istirahat

[Pertanyaan 13]
1. Cing dibalik karya cing, yang bergenre puisi dan cerpen apakah ada kisah nyata yang cing taburkan di dalamnya?
2. Cing bagaimana konsep cing dalam memilah menulis fiksi dan non fiksi, apa trik dari cing Agar suatu karya tersebut hidup?

Jawaban 13
1. Untuk cerpen, saya Alawi dengan menulis kisah nyata. Tapi saya samarkan nama dan tempat.  Seperti cerpen "Gadis Pengejar Bus" ini kisah mantan pacar πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
Puisi. Seperti GBS Menyerangku. Itu saya jadikan judul puisi.
Rindu " kisah kangen dengan anak-anak. Karena 3 anak saya merantau semua menuntut ilmu. Saya berduaan dengan mantan pacar πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
Saya sebenarnya senang dengan fiksi. Bebas berkreasi. Dan terkadang menulisnya mengalir saja. Hanya perlu konsentrasi dan tempat yang sepi. Jika berisik hilang imajinasinya πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
Non fiksi, butuh bahasa yang baku, ilmiah dan harus banyak referensi. 

[Pertanyaan 14]
Tanpa soal

Jawaban 14
1. Ide awalnya. Suatu hari saya menjadi wakil kurikulum. Saya berkeinginan menulis buku panduan administrasi untuk guru-guru. Sudah hampir selesai saya tulis. Tapi saya kesulitan menis kata-katanya. Masih kaku sehingga tulisan itu tidak jadi. 
Maka itu, saya mencari pelatihan berbayar ya, cukup mahal jutaan πŸ˜€πŸ˜€
2. Saya ingin abadi. Walau jasad hilang ditelan bumi, tapi saya masih punya peninggalan buku yang bisa dibaca banyak orang. Berharap menjadi amal jariah.

Dukungan dari semua orang yang kenal dengan saya. Wabilkhusus istri tercinta dan anak-anak ku yang super. Beliau memberikan saya mobil untuk kerja

[Pertanyaan 15]
Tanpa soal

Jawaban 15
Berkaitan dengan Agama, tentunya Rasulullah.
Berkaitan dengan ilmu. Hamka. Beliau seorang ulama tapi pandai menulis bukan saja masalah agama tetapi juga sastra. Walau saya belum mempunyai bukunya. Hanya tafsirnya yang saya punya 


SETITIK CAHYA DI KALA HAMPA

Oleh Frans Fernandez

Deru debu dunia menghajar hampa
Segala geliat hidup di dalamnya menerjang asa
Tubuh-tubuh manusia mencari sekepal roti
Tuk di santap dalam kalut dan derita

Lihatlah tubuh-tubuh beringas 
Terus menerjang batang-batang tiang tak bernyawa
Sambil menyeringai memamerkan gigi-gigi kuning kotor
Di hadapan seorang hamba lemah

Hamba itu hanya memandang penuh kasih
Dan senyumnya melukiskan kata
Jemari lemahnya menulis aksara
Dan kalahkan semua ego-ego buas tadi

Dalam kata
Dalam kalimat 
Dalam buku
Tak bersuara

Praya, 07 Maret 2022

Salam dari Pulau Jalan Lurus: Lombok



KALAM SAJAK MOTIVASIKU KEPADAMU

Ada semburat di pelupuk mata ku

Ketika ku lihat begitu besar perjuanganmu

Tak mampu ku tahan hujan air mata ini

Engkau mampu melewati estafetnya ujian cobaan

 

            Bisikan nuraniku sangat dalam

            Ketika ku bayangkan

            Sanggupkah aku menjalaninya

            Seperti Cing Ato

            Rasanya begitu berat

 

Sakitmu tak berhenti merajut asa

Sakitmu melahirkan karya ispirasi

Ku temukan engkau dalam barisan sajak yang luar biasa

Tanpa henti jemari mu mengalir

Deyutan sukma merangkai arti kehidupan

           

            Sungguh aku menggagumi setiap langkahmu

            Sosok guru yang mampu menjadi contoh

            Yang tak henti dalam menabur benih manfaat

           

Cing Ato telah membangkitkan daya semangatku

Dari mengukir diwaktu senja hingga kelam menyapa

Terima kasih cing Ato telah memberikan

Bingkisan perjuangan

Hingga akhirnya dapat ku lihat

Betapa luar biasanya engkau

 

            Semoga ku mampu merajut aksara

            Setiap waktu dalam kehidupan

            Hingga ku dapat bunga  karya

            Dalam buih balutan optimis

            Dan kokohnya istiqamah

            Inilah kalam sajak motivasiku kepadamu

            Tanpa ku buat-buat

            Namun dengan tulus ku ikrarkan

            Dari sukma yang paling terdalam

 

                Ulee Rabo, 7 Maret 2022

                Cut Fiqa Bawarith

Closing statement yang sangat sederhana, memberi semangat kepada penulis pemula. Inilah bahasa seorang guru pembawa inspirasi.

"Menulis saja terus biarkan orang lain yang menilainya.
Jangan menunggu pintar baru menulis. Menulis saja terus nanti juga pintar."


Salam Blogger

Raha, 07 Maret 2022


 

Sabtu, 05 Maret 2022

Buatlah Dirimu Popular

Resume Ke - : 21

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Jum'at, 04 Maret 2022

Tema : Menjadi Penulis Buku Mayor

Narasumber : Joko Irawan Munpuni

Moderator : Widya Setianingsih


Jangan takut melangkah, karena jarak 1000 mil dimulai dari satu langkah

Kelas Belajar Menulis malam ke- 21 dibuka dengan kalimat inspirasi pembakar semangat oleh moderator malam ini ibu Widya Setianingsih. Seorang moderator yang tiada henti selalu memotivasi peserta dengan gaya bahasa tepat sasaran yang nantinya akan selalu diingat oleh peserta kelas BM 23 dan 24. Meyakinkan peserta untuk berani melangkah 1000 mil ke depan, sebab mustahil bisa sampai ke angka itu jika tidak berpijak pada langkah pertama.

Hadir bersama kita malam ini Bapak Joko Irawan Mumpuni yang akan mengupas tuntas bagaimana caranya untuk Menjadi Penulis Buku Mayor. Beliau adalah Direktur Penerbitan, Penerbit Andi yang sudah 20 tahun bergelut di dunia penerbitan dan penulisan dan sampai sekarang masih aktif di asosiasi penerbit Indonesia. Mari kita lihat sepintas CV narasumber malam ini  melalui slide berikut ini.



"Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke saya adalah apa syaratnya agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor?" ungkap Pak Joko.

Apa bedanya penerbit mayor dengan penerbit lain?
Sebelum  teknologi informasi berkembang pesat se[erti sekarang ini; orang hanya lebih kenal dengan penerbit Mayor dan penerbit Minor. Masing-masing punya pendapat tentang kedua penerbit ini. Namun semua pendapat itu merujuk kepada suatu kesimpulan bahwa disebut mayor mengacu pada jumlah buku yang diterbitkan dalam satu tahun. Penerbit Mayor menerbitkan 200-300 judul pertahunnya dibanding penerbit Minor.
Mengapa penulis merasa bangga jika karyanya diterbitkan oleh penerbit mayor? Alasannya;
  1. Naskah dikelola secara profesional
  2. Jaringan pemasaran yang luas
  3. Modal besar
  4. Percetakan sendiri serba lengkap
  5. Sumber daya manusia yang luar biasa
Untuk bisa menembus penerbit mayor, naskah harus melalui seleksi ketat. Contoh di Penerbit ANDI, setiap bulan naskah yang masuk bisa sampai 300 sd 500 naskah dan yang diterbitkan hanya 50 sd 60 judul saja. Naskah yang tidak memenuhi kriteria penilaian dikembalikan ke penulis atau DITOLAK.
Lalu bagaimana nasibnya naskah yang ditolak oleh penerbit mayor?
Apakah dibiarkan berserakan? Para penulis mencari solusi dengan cara menerbitkan sendiri karya mereka melalui penerbit Indie.

Penerbitan adalah Badan Usaha yang mencari keuntungan dengan melibatkan banyak pihak. Salah satu pihak yang sangat penting adalah penulis. Tanpa  penulis, ekosistem industri penerbitan tidak akan ada.

Penghambat pertumbuhan industri penerbitan ·       

·        Minat baca

-Budaya baca

-Kurangnya bahan bacaan

-Kualitas bacaan

·        Minat tulis

-Budaya tulis

-Tidak tahu prosedur menulis dan penerbitan

-Anggapan yang salah tentang dunia penulisa dan penerbitan

·        Apresiasi hak cipta

-Pembajakan

-Duplikat non legal

-Perangkat hukum

 Ciri-ciri penerbit yang baik

  • Memiliki visi dan misi yang jelas
  • Memiliki Bussiness core lini produk tertentu
  • Pengalaman penerbit
  • Jaringan pemasaran
  • Memiliki percetakan sendiri
  • Keberanian mencetak jumlah eksamplar
  • Kejujuran dalam pembayaran royalty
Kriteria Penilaian Naskah
  • Editorial              - bobot 10%
  • Peluang besar     - bobot 50%
  • Keilmuan            - bobot 30%
  • Reputasi penulis - bobot 10%

Berdasarkan kuadran di atas, maka tema popular dan penulis popular yang  memenuhi kriteria penilaian akan bisa menembus penerbit mayor. Bagaimana cara untuk mengetahui tema dan penulis itu popular?
Sesuai petunjuk dari narsum, buka google trends. Dari data yang ada kita dapat melihat sejauh mana suatu tema itu masih diminati oleh pengunjung. Sebagai contoh mari kita bandingkan tema  "batu akik" dengan tema "pemasaran". Buka  google trends ketik "batu akik" dan "pemasaran"







Bandingkan antara dua tema ini. Tema batu akik tidak popular lagi dibanding tema pemasaran yang grafiknya tidak pernah turun.
"Sebelum bapak/ibu menulis, pilihlah tema-tema yang trendnya naik terus dan diminat oleh orang banyak"jelas narsum.

Narsum mengemukakan pertanyaan, "bagaimana cara Penerbit mengecek apakah penulis tersebut Populer. Penerbit akan melacak profil penulis dari berbagai sumber: 1). Berapa banyak teman/pengikit disosial media 2). Seberapa aktif digrup-grup yang diikuti akan lebih baik kalau penulis ini sebagai adminnya dengan jumlah anggota ratusan ribu. 3). Apakah penulis ini punya blog sendiri dan seberapa aktif dan bagimana repon pembacanya. 4).
Google Scholar adalah yang paling dicermati oleh Penertbit."




Dari data yang diperoleh jelas terlihat jumlah kutipan pengunjung yang diperoleh buku popular dan penerbit terkenal.

"Kita lanjut dengan pertanyaan berapa oplah (jumlah cetakan) yang akan dibuat oleh penerbit?"narsum melanjutkan pertanyaannya.
Narsum menjelaskan "Ilmu2 murni akan memiliki lifecycle yang panjang, sampai bertahun tahun buku itu cetak ulang terus karena laku dan tidak perlu direvisi. Market lebar artinya banyak dibutuhkan oleh masyarakat, jika itu buku pelajaran maka jumlah siswa/mahasiswanya sangat banyak."



Penulis idealis dan Penulis Industrialis?

Untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kedua jenis penulis ini, silakan kunjungi blog narasumber kita Pak Joko di yakusaa.blogspot.com


Di akhir pemaparan materinya, Pak Joko menampilkan  tiga gambar menarik untuk menyulut api semangat para peserta kelas BM 23 dan 24 agar semangat tak pernah pudar untuk menulis dan menjadi penulis popular sehingga menghasilkan tema-tema popular yang nantinya bisa menembus penerbit mayor.  




Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
Saya sedang menulis, mengikuti tantangan Prof. EKOJI 
bila tidak diterima di penerbit mayor,  bisakah dialihkan ke penerbit lain supaya bisa terbit
Atau bisa diterbitkan penerbit mayor dengan biaya sendiri 
Terimakasih. 

Jawaban 2
Semua Penulis dibawah asuhan Prof. EkoJi akan diterbitkan Penerbit Mayor yaitu Penerbit ANDI tanpa dioungut biaya bahkan akan diberi Royalty..

[Pertanyaan 2]
Bagaimana kriteria buku fiksi yang diterbitkan di penerbit ANDI? Dan genre apa yang paling diminati?

Jawaban 2
Kriteria ANDI untuk Fiksi sangat simple 1.Tidak mengandung pertentang isu SARA 2).Tidak mengandung pornografi 3).Tidak berpolitik praktis 4).Penulisnya punya pertemanan/jaringan yang luas.

[Pertanyaan bu Widya]
Berapa halaman minimal naskah yang bisa dikirimkan?

Jawaban
Minimal 60
Jumlah halam sangat terpengaruh oelah judul tema dan sasaran pembacanya. Ada buku hanya 12 halaman, yaitu bukum mewarnai untuk anak-anak. Namun pada umunya akan dapat menjadi buku yangl ayak diterbitkan maka jumlah halaman minimal ketikan stardar layout WORD yaitu 150 halaman.

[Pertanyaan 3]
Apakah big book atau cerita bergambar edukatif dapat masuk kriteria untuk penerbit mayor?

Jawaban 3
Iya..

[Pertanyaan 4]
Pak Joko apakah diterima jika puisi kontemporer  kita tulis di kalangan masyarakat, apakah bisa di sebut karya yang populer atau tidak saya suka melihat puisi-puisi ayah sastra yaitu bapak sultardji calzum bacri?

Jawaban 4
Kumpulan puisi biasanya kalau dibukukan saat ini tidak laku, Penerbit akan menolaknya kecuali penulisnya adalah Public Figure.

[Pertanyaan 5] 
Menurut pengalaman dari pemateri berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk bisa menjadi penulis yang handal. 2. Jika kita belum memiliki kemampuan baik  (pemula)  apakah ada perbaikan dari penerbit untuk buku yang kita mau terbitkan?

Jawaban 5
Banyak penulis pemula dibawah asuhan Prof. EkoJi dalam waktu 2 bulan bisa jadi dan terbit bahkan ada yang langsung Juara nasional menurut Perpusnas. Maka para pemula kami sarankan ikuti kelas-kelas bimbingan menulis Prof.EkoJi.

[Pertanyaan 6]
1. Saya guru matematika SMP mau menulis buku pelajaran kurikulum terbaru. Apakah buku referensi termasuk karya yang bisa diusulkan? Misalnya buku referensi  profil pelajar Pancasila sesuai mapel atau umum.
2. Jumlah halaman buku pelajaran ini apakah terbatas atau tidak? Apakah per semester atau per tahun?

 Jawaban 6
1. Bisa
2. Tidak terbatas dan boleh semester atau 1 tahun

[Pertanyaan bu Widya]
Saya boleh bertanya pak, jika penulis sudah punya nama dan pangsa pasar sendiri apakah akan di buru oleh penerbit mayor pak? Jadi istilahnya di lamar oleh beberapa penerbit mayor

Jawaban
Betul ibu jika penulis itu sudah beberapa kali menerbitkan  buku dan berhasil best seller maka akan diperebutkan oleh penerbit-penerbit

Closing statemen yang menarik dari narasumber, patut untuk dicermati hikmah dibalik kata-kata penutup kelas belajar malam ini.

"Ada 5 burung hinggap didahan pohon, 3 diantaranya ingin untuk terbang. Berapa jumlah burung yang masih hinggap didahan tersebut?
Yang menjawab 2 burung adalah salah, karena 3 burung yang lain tadi tetap saja disana karena baru ingin. Nah...kalau bapak/ibu hanya ingin tetapi tidak menulis dan menulis benaran maka yang kita inginkan takkan pernah terwujud"

Bergelora semangatku bu Widya membaca bait bait kata-katamu.

"Sobat nusantara demikianlah materi  dari narasumber kita malam ini. Sangat bermanfaat dan benar-benar menginspirasi kita. 
Kuncinya jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Kerja keras... Dan semangat. 
Ingat tidak semua mimpi sekedar bunga, dengan rasa percaya kita akan mewujudkannya menjadi nyata." 

Malam semakin memeluk rasa kantuk, mengajak netra terpejam menunduk. 
"Ada yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh"
"Tapi kita disini dekat walaupun berjarak, rindu walaupun tersekat". Terjalin erat dalam deretan abjad. 
Dan kita menguraikannya dalam pusaran aksara penuh makna.
Dalam karya kita akan bersua. Menjadi jembatan penghubung ungkapan rasa cinta.'"
(Widya Setianingsih)


Salam Blogger

Raha, 04 Maret2022




D

·        

Kamis, 03 Maret 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor

Resume Ke- : 20

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Rabu, 02 Maret 2022

Tema : Menguak Dapur Penerbit Mayor

Narasumber : Edi S. Mulyanta

Moderator : Mulyadi, M.Pd


Pertemuan ke-20 malam ini sangat dinanti-nantikan oleh setiap peserta melalui grup WA kelas belajar menulis asuhan  Omjay. Berhasil menyelesaikan 20 resume berarti sudah mencapai batas minimal ketentuan membuat resume. Syarat untuk lulus salah satunya aktif  belajar 20 pertemuan wajib dan membuat resume materi ditambah 10 pertemuan motivasi. 

Sebelum menyimak materi, ada baiknya kita lihat profil narasumber pada malam ini Bapak Edi S. Mulyanta. Sejenak mengulik CV narsum, saya terpaku sejenak melihat jejak  karier yang luar biasa. Berbagai jabatan telah disandangnya mulai dari staf Litbang sampai posisi publishing consultant e-book development hingga saat ini. Beliau bekerja di Penerbit ANDI sejak tahun 2002. Tak heran segudang karya  yang ia miliki, lahir sejak awal, karena hidupnya full dari menulis buku.

Malam ini beliau akan buka-bukaan soal dapur Penerbit Mayor. Sesuai dengan tema yang akan dibahas yaitu Menguak Dapur Penerbit Mayor. Pertanyaannya, "adakah yang istimewa dari dapur Penerbit Mayor sehingga blak-blakan tanpa rahasia? " Mari kita simak ulasan dari narsum kita.

Menurut Pak Edi, "Sebenarnya istilah penerbit mayor mengacu pada jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. Penerbit dengan jumlah terbitan di atas 200 judul  pertahun dianggap sebagai penerbit skala mayor. Penerbit Mayor di masa pandemi masih eksis meskipun sempat terkendala produksi."

Media Cetak vs Media Digital
Perubahan Teknologi tahun 2019, menggoncangkan dunia penerbitan buku di Indonesia bahkan di dunia. Runtuhnya dunia surat khabar merupakan pukulan telak bagi dunia cetak dan informasi berupa cetakan. Untuk itu Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) harus menyikapi UU No. 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan, yang memberi syarat tegas bahwa akan hadir format digital yang telah diberi keleluasaan untuk bertahan menggantikan dunia cetak. Hal ini dipertegas lagi oleh PP No 75 tahun 2019.

Dari pengalaman masa pandemi, format digital masih jauh di bawah format buku fisik, belum memberikan keuntungan setara buku fisik. Harapan Penerbit Mayor ke depannya, buku fisik masih mendapat tempat di hati para peminatnya.

UU No 3 2017 tentang sistem perbukuan dan dipertegas oleh PP No 17 2019 memberi peluang kepada para penulis untuk bebas memilih jenis buku sesuai kompetensi yang dimiliki. Terkait kurikulum baru penerbit-penerbit menggunakan arah peraturan pemerintah ini dalam menjalankan usahanya. 

Penerbit Mayor mencari tema-tema yang sesuai dengan kurikulum baru. Literasi Numerasi menjadi target utama selain Profil  Pelajar Pancasila. Momen ini banyak dimanfaatkan oleh para penulis sehingga berlomba-lomba menulis tema tersebut. Kendala utama  adalah mencari tema yang marketable.



Ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market yaitu 
  • Buku Teks Pendamping -  Buku Modul
  • Diktat
  • Buku Teks Utama - Pelajaran
  • Buku Ilmiah Popular - Buku Pengayaan
"Kuadran yang menarik bagi penerbit adalah buku yang punya market besar, dan tentunya diimbangi dengan kualitas yang ideal . Kendala utama untuk terbit adalah keterbatasan modal penerbit, sehingga penerbit akhirnya memberikan syarat-syarat dan saringan untuk dapat mendapatkan naskah yang mendukung industrialisasi buku tetap berjalan" ungkap Pak Edi

"Penerbit biasanya akan melakukan scouting , atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. Penerbit, tidak dapat mengesampingkan data pasar buku di Indonesia, sehingga data pemasaran ini sangat penting untuk memberikan arah haluan ke mana produksi buku dapat dikembangkan lebih lanjut."tambahnya.

Sesungguhnya siapa yang membiayai penerbitan sebuah buku?
Pak Edi menjelaskan, "Konsep dasar pembiayaan dalam penerbitan buku, adalah penerbitnya yang membiayai. Tulisan yang tidak sesuai dengan misi dan visi penerbit, akhirnya tidak dapat terbit. Karena banyaknya buku yang ditolak, penerbit memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah dan lain-lain."

"Trik yang dapat digunakan dan cukup mujarab adalah menulis bersama dengan pembiayaan gotong royong antar penulis. Banyak penerbit saat ini menawarkan layanan hal tersebut.
Silakan dimanfaatkan sembari belajar untuk memproduksi sendiri buku bapak ibu hingga proses pemasarannya. Konsentrasi penulis adalah di materi yang otentik, dan unik. Penerbit akan membantu dalam hal Pembahasaan dan Penyajian."terangnya.

Penerbit Mayor berbagi contoh-contoh karya dalam bentuk format digital yang bisa dipelajari dan diprakttikkan sesuai kompetensi penulis dengan cara ATM yang sangat popular. Amati,tiru dan modifikasi.  Untuk informasi selanjutnya silakan kunjungi tautan berikut 

Sebelum mengakhiri kuliah WA malam ini, narsum memberikan kesimpulan terkait penerbit mayor. "Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan bukunya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca." demikian penjelasannya

Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
1. Bagaimana meningkatkan rasa percaya diri bahwa buku kita akan dilirik di toko buku?
2. Bagaimana mengelola % dari harga buku agar harga buku itu dianggap murah tapi tidak   merugikan penulis?
3. Apa saja tril jitu agar menarik dan mudah belajar Bahasa Mandarin?

Jawaban 1
1. Trik yang paling mujarab adalah tulislah apa yang menjadi passion  bapak ibu sesuai kompetensi bapak ibu. Kalau sesuai kompetensi dan kesenangan bapak ibu secara otomatis rasa percaya diri akan timbul.
2. Harga buku dihitung dari jenis kertas, ketebalan, hingga finishingnya. Untuk harga konten biasanya tidak dihitung. Untuk mencapai harga murah, biasanya jumlah eksemplar cetak diperbanyak sehingga lebih efisien dan efektif. Jadi semakin banyak jumlah eksemplar akan semakin murah buku tersebut.
3. Kebetulan kami hanya menerbitkan buku-buku bahasa mandarin, tidak bisa memberi saran trik jitu dalam mmelajari bahasa mandarin. Secara umum belajar bahasa adalah belajar bersosialisasi, sehingga memerlukan jam praktik  yang cukup panjang tidak hanya teoritis saja.

[Pertanyaan 2]
Bila saya menulis buku
Rencana ikut tantangan Prof EKOJI 
Bila persyaratan tidak sesuai dengan Penerbit mayor 
Masih bisakah diterbitkan dengan biaya sendiri 

Jawaban 2
Betul sekali bu, apalagi teknologi cetak saat ini sudah mencapai taraf yang disebut Book On Demand (BOD) sehingga jumlah buku cetak tidak harus massal di atas 300 eksemplar, akan tetapi bisa di custemize jumlahnya. Akan tetapi prinsip harga buku berbanding jumlah eksemplar, jadi semakin sedikit eksemplar akan semakin sedikit mahal

[Pertanyaan 3]
1. Saya guru matematika SMP apakah materi matematika bisa di tawarkan ke penerbit, khususnya yang sesuai dengan kurikulum mendatang.
2. Kira-kira bentuk penyajian yang bagaimana ketika mau menulis tentang buku materi yang berkaitan dengan profil pelajar Pancasila?
3. Saya belum melihat persyaratan naskah yang diajukan ke Andi. (Ukuran kertas, jenis font, dll. Atau saya yang belum bisa buka link yang dimaksud) kemarin memang ditunjukkan link yang bisa dibaca, tetapi saya belum ketemu persyaratan nya.

Jawaban 3
1. Kami sedang mencari tema-tema yang sesuai dengan kurikulum baru. Literasi numeris menjadi target kami dalam mencari naskah, sehingga silakan saja apabila bapak sudah mempunyai bahan tulisan.
2. Betul sekali pak saat ini kami sedang mencari Profil Pelajar Pancasila, ini penulis-penulis sedang berlomba-lomba menulis tema tersebut.

[Pertanyaan 4]
Tadi saya baca jika buku pelajaran merupakan salah satu buku favorit yang penting membuatnya yang ideal. Definisi idealnya bagaimana, sehingga buku yang kita cetak menarik konsumen

Jawaban 4
Buku pelajaran yang ideal tentunya yang sesuai dengan kurikulum.

[Pertanyaan 5]
Kalau saya menyiapkan naskah buku , apa nantinya kalau lolos dicetak oleh penerbit mayor akan dibantu memasarkan ?  Karena selama ini kalau di penerbit indie penulis membiayai dan memasarkan

Jawaban 5
Betul pak Ibnu, penerbit akan merencanakan dari produksi hingga pemasaran. Tentunya dibantu oleh penulis, misalnya untuk promosi, webinar, workshop dan lain-lain dalam memperkenalkan buku tersebut ke khalayak.
Pada dasarnya jika buku tersebut sudah diputuskan untuk terbit, akan dibiayai sepenuhnya oleh penerbit. Kelemahannya, penerbit akan banyak memberikan syarat dan memilih-milih buku yang akan diterbitkan.

[Pertanyaan 6]
Apa kriteria atau syarat utama tulisan yang menjadi prioritas dari penerbit Andi, dan apakah penerbit Andi bisa melayani cetak kalender untuk kebutuhan sekolah, dan berapa besar biayanya kalau kita minta 100 kalender disertai dengan gambar atau foto dari sekolah   untuk 12 bulanπŸ™

Jawaban 6
Saat ini kita sedang mencari naskah-naskah yang mendukung kurikulum yang baru bu Siska. Ini prioritas utama untuk 2- 3 tahun ke depan. Bapak ibu bisa mencoba peluang ini. Untuk kalender sekolah, kami juga melayani cetak bu, hanya mungkin harga akan kurang bersaing jika pengiriman di daerah.πŸ™πŸ™

[Pertanyaan 7]
Apa kriteria terpenting yang diinginkan penerbit Anda dalam menerima suatu karya?

Jawaban 7 
Kriteria yang paling penting dalam sebuah karya adalah otentik dan unik. Karena biasanya satu tema ditulis oleh banyak penulis dengan sudut pandang masing-masing. Untuk saat ini kita menekankan kriteria sebagai berikut;

[Pertanyaan 8]
Saya ingin menanyakan alur kongkrit mengajukan naskah secara solo bagaimana jalan nya,  supaya menjadi referensi saya ke depannya. 

Jawaban 8
Cara mengirimkan naskah
Naskah lengkap
1. Kata Pengantar
2. Seluruh Bab
3. Resume buku

Naskah tidak lengkap
1. Rencana daftar isi
2.  Sampel 1 bab
Sertakan Bidata diri anda
Sertakan deskripsi segmen pasar
Berkonunikasi dengan penerbit
 

[Pertanyaan 9]
Menyimak paparan tadi untuk dapat diterbitkan dalam skala penerbit mayor, ada sedikit peluang bagi penulis pemula seperti yang Bapak contohkan tadi ada buku hasil resume pelatihan belajar menulis PGRI ini karya salah seorang peserta.
Pertanyaan saya:
1. Mohon dijelaskan untuk buku yg berjudul "20 Hari Menerbitkan Buku" itu apakah murni diterbitkan penerbit Andi atau melalui skema dana pribadi penulis?hal ini kemudian meninggalkan tanya, adakah yg mesti penulis pemula penuhi supaya bukunya bisa diterbitkan di penerbit mayor?Apakah asalkan bersedia membayar biaya penerbitan lalu bisa & layak diterbitkan di penerbit mayor?
2. Bagaimana prosedur skema penerbitan melalui dana pribadi?Bagaimana supaya naskah kami bisa diterbitkan dengan format digital di penerbit Andi dan apa kelebihan dan kekurangan nya bila dibandingkan dengan yang berupa buku fisik?

Jawaban 9
1. Pertama kami putuskan untuk diterbitkan dengan skema pembiayaan penerbit pak untuk media elektronik book. Biasanya pemasaran akan melakukan proses Book on Demand jika ada permintaan fisik buku baik dari penulis untuk dipasarkan sendiri maupun project dari pemasaran kami.
2. Untuk dana pribadi biasanya bisa melalui jalur cetak fisik pak, biasanya kami hitung dahulu biaya produksi sesuai dengan permintaan penulis. Jika terjadi kesepakatan maka proyek penerbitan buku bisa dilanjutkan. Untuk pemasaran biasanya bisa berbagi dari penulis dan outlet penerbit, melalui seleksi pemasaran internal kami.
Untuk format digital, pembaca buku biasanya belum familiar dengan transaksi elektronik book dan kebiasaan membaca di gadget. Dari buku-buku digital yang sukses pemasarannya biasanya dibantu oleh penulis dalam hal ini kebijakan pemakaian  format digital yang dimasukkan dalam proses belajar mengajar.



Salam Blogger

Raha, 02 Maret 2022

Selasa, 01 Maret 2022

Tinggalkan Jejakmu di Penerbit ANDI

Resume Ke- :19

Gelombang : 24

Hari/Tgl : 28 Februari 2022

Tema : Pemasaran Buku

Narasumber : Agust Subardana, S.E., M.M.

Moderator : Raliyanti


Pagi ini WAG MTSN 1 Muna dibuat heboh oleh foto selfi seorang wanita cantik nan ayu bersama salah seorang guru honorer yang diutus oleh Madrasah kami untuk mengikuti pelatihan "Orientasi Pelopor Moderasi Beragama bagi ASN, Non ASN, tenaga kependidikan dan siswa pada madrasah/sekolah lingkup Kementerian Agama di Kota Kendari sejak tanggal 25-28 Februari 2022. 
 

Usut punya usut ternyata wanita ini adalah putri sulung mantan Presiden Republik Indonesia Gus Dur, bernama Alissa Qotrunnada Munawaroh berprofesi sebagai psikologi keluarga. Ia dikenal luas karena sumbangsihnya di sektor sosial terutama tentang multikulturalisme, demokrasi serta hak asasi manusia (HAM) dan gerakan Muslim moderat di Indonesia.

Di mana menariknya foto selfi ini? Saya hanya bisa berpesan, "Pak  guru, tinggalkan jejakmu bersama putri mantan Presiden RI." Buatlah tulisan tentang pengalamanmu mengikuti pelatihan yang pematerinya adalah ibu Alissa Qotrunnada Munawaroh, siapa tahu bisa jadi buku solo dan laris di pasar lokal," jelasku.

Moderator pada pertemuan ke-19 malam ini ibu Raliyanti untuk kesekian kalinya akan memandu kelas BM gelombang 23 dan 24 hingga tuntas. Beliau kembali mengingatkan kepada para peserta agar mempersiapkan naskah resume terbaik, bukan itu saja, buku ajar, puisi, cerpen atau novel dapat diterbitkan menjadi buku. Kini peluang besar ada di depan mata, karya-karya siap meluncur di pasaran.

Sesuai dengan tema pada malam ini Pemasaran Buku, narasumber yang akan membersamai kita adalah Direktur Marketing Penerbit Andi Offset, Bapak Agust. Subardana, S.E., M.M. akan mengupas tuntas bagaimana memasarkan buku-buku hasil karya peserta kelas BM. Dalam kurun waktu 17 tahun, beliau menggeluti Bidang Pemasaran karena background pendidikannya adalah S2 Jurusan Manajemen Pemasaran.

Pada malam ini narsum mencoba untuk sharing pengalaman mengenai Strategi Pemasaran Buku saat Pandemi. 

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi, maka sudah seharusnya anak-anak sejak dini digalakkan untuk terbiasa membaca buku. Hal ini sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap "Budaya Membaca Buku"karena buku adalah salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran dan penyampaian informasi.

Dampak dari akibat pandemi covid-19, berbagai industri lesu bahkan gulung tikar. Merujuk laporan Nielson Bookscan ICM, justru penerbitan buku skala Global Dunia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Sebut saja, genre "Food & Drink" diikuti genre fiksi, leasure & Lifestyle, Personal Development, dan genre Children &Young Adult Non Fiksi. 

"Pemasaran buku di Indonesia di masa pandemi kira-kira turun atau naik?"Berdasarkan analisa pasar, industri penerbitan nasional mengalami dampak keras akibat terpaan pandemi, karena tutupnya toko-toko buku, sekolah-sekolah, dan pengadaan buku oleh dinas/perpustakaan. Informasi lengkap dapat dilihat pada tautan berikut:      https://www.ikapi.org/

Mengapa Penerbit ANDI Offset bisa bertahan dan  bertumbuh dimasa Pandemi?

Menurut Pak Agust, strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian ? Hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ). Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini kami dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 42 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : https://www.andipublisher.com/

Strategi Pemasaran buku ala ANDI Offset ada dua yaitu;

A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (Online)

1. Pentingnya Transformasi Digital. Strategi utama yang digunakan adalah Digital Marketing. Dampak pandemi telah membawa perubahan menuju dunia Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan beberapa perubahan yang  mempengaruhi banyak hal mulai dari tempat bekerja, cara belajar mengajar, kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial

Manfaat Digital Marketing 

  • Biaya lebih relatif terjangkau atau murah Daya Jangkauan sangat luas 
  • Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita tawarkan sesuai katagori
  • Komunikasi dengan Konsumen Lebih Mudah. 
  • Lebih cepat popular 
  • Sangat Membantu Meningkatkan Penjualan
  • Mudah di evaluasi dan di kembangkan
  • Narsum menambahkan, lima strategi Online

    Pertama, melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller.

    Kedua, Kami Penerbit ANDI  juga massif menggelar program Pre Order melalui toko buku online, e-Commerce, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual merchandise, e-book, hingga buat content.

    Ketiga, Penerbit ANDI  juga melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi promosi, branding, hingga reseller. “Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat".

    Keempat, Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online.

    Kelima, Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara On Line.

    2. Pemasaran Buku Lewat Komunitas

    Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

    Kami Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live ..Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik."Demikian terang Pak Agust.

    B.  Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat (Offline)

    Salah satu jurus jitu untuk menguasai pasar buku di seluruh wilayah Nusantara, Penerbit Andi membuka cabang di kota-kota besar. Kini Penerbit Andi memiliki 90 cabang dari Aceh sampai Papua.

    Strategi Pemasaran Buku Penerbit ANDI berdasarkan target pasar antara lain:

    Penerbit ANDI menjalin kerjasama sebagai pemasuk rutin dengan penerbit buku yang mampu memproduksi buku dan mempunyai percetakan sendiri, dengan cara melakukan pemetaan jenis toko buku. Tiga jenis toko buku yang menjadi andalan Penerbit ANDI yaitu Toko Buku Modern,Toko  Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

    Toko buku yang masih aktif

    Kiat sukses pemasaran buku di toko buku, Penerbit ANDI menempuh langka-langkah berikut:
    1. Menempatkan marketing khusus toko buku di seluruh Indonesia. Bertugas merapikan display, cek stok, menjalin hubungan baik dengan toko, skill selling, menganalisa toko dan melakukan (repeat order). 
    2. Menempatkan sales toko buku untuk penggarapan distribusi buku-buku Penerbit ANDI.
    Sales toko selalu meng up date display buku-buku yang ada sesuai kategori
    3. Melakukan strategi promosi di toko modern. Di antaranya merencanakan program promo tahunan seperti program tahun ajaran mahasiswa, dan siswa, program  ramadhan, dan masih banyak lagi program tahunan yang terencana.

    Program Tahun 2022 Penerbit ANDI

    Strategi Pemasaran Directselling

    Pak  Agust menjelaskan ,
    "Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Cara ini memungkinkan kita untuk mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama dan jangka panjang.

    Produk-produk Penerbit ANDI Offset tersebut dipasarkan dan dijual langsung melalui perwakilan penjualan independen yang dikenal juga sebagai Sales Direct selling. Ini menghilangkan perantara yang terlibat dalam distribusi, seperti pedagang grosir dan pusat distribusi regional. Sebaliknya, produk dikirim langsung dari produsen ke perusahaan penjualan, lalu ke perwakilan atau distributor, dan terakhir ke konsumen.

    Produk yang dijual melalui penjualan langsung biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradisional. Ini berarti menemukan distributor atau perwakilan adalah satu-satunya cara untuk membelinya.
    Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . 
    Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
    - Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD,         SMP, SMA, SMK).
    - Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
    - Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
    Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .

    Tugas Tenaga Penjual / sales DIRECT SELLING tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
    - Kunjungan langsung ke tiap sekolah PAUD-TK, SD,SMP,SMA,SMK
    - Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi  untuk temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor .
    - Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
    Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat."

    Demikianlah penjelasan yang jelas dan padat dari narasumber kali ini, meskipun pandemi melanda dunia pemasaran tanpa terkecuali imbasnya pada Penerbit ANDI, namun berbagai upaya dan strategi dilakukan agar tetap normal dan terhindar dari lesunya pemasaran. Salah satu kelebihan yang dimiliki Penerbit ANDI adalah memiliki sumber daya manusia yang luar biasa sehingga menemukan strategi jitu untuk menghadapi tantangan di masa pandemi.

    Sesi tanya jawab 

    [Pertanyaan 1]
    Bagaimana syarat-syarat dan perhitungan biaya apabila ingin menerbitkan buku di ANDI OFFSET?πŸ™πŸΎ
    Jawaban 1
    Kami mempunyai 3 jenis kerjasama Bu... untuk terbit di ANDI Offset
     Jenis Kerjasama yang pertama yaitu Kerjasama secara reguler , yaitu Ibu langsung mengirim naskah ke ANDI Offset... dan naskah ibu akan di nilai di penerbitan kami dengan nilai standar dari kami yang menentukan dan bila Naskah Ibu dinyatakan diterima maka akan di terbitkan tanpa biaya apapun . dan bila naskah Ibu di tolak berarti gugur.
    Kedua yaitu kerjasama Perorangan , hal ini berdasarkan kebutuhan dari penulis dan naskah Ibu Kami terbitkan berdasarkan pesanan khusus dari Ibu Helmi , dengan kalkulasi harga berdasarkan Jumlah halaman, jenis kertas dan warna atau hitam putih..
    Ketiga Kerjasama antar lembaga (Penerbit dengan Institusi) yaitu kerjasama Pencitraan Bersama dengan paket minimal 300 Exs untuk kebutuhan lembaga tersebut
    Untuk lebih detialnya Ikuti sesi berikutnya dari Rekan Kami yaitu pak Edi S Mulyanta... ya Bu Helmi... beliau bagian penerbitan buku ..

    [Pertanyaan 2]
    Apa syaratnya jika buku karya saya diterbitkan secara digital?
    Jawaban 2
    Syarat untuk diterbitkan secara digital yaitu Naskah Bpk di review terlebih dahulu dari pihak Kami... setelah direview akan di jawab oleh tim development kami ... untuk di terima atau tidak Naskah Bpk... berdasarkan standar penilaian kami... untuk itu ikuti sesi berikutnya khusus tentang  syarat-syarat bisa terbit di ANDI Offset ... yang akan dibawakan oleh pak Edi s Mulyanta.
    Saya Fokus di bidang pemasaran buku malam ini... Terimakasih

    [Pertanyaan 3]
    1. Bagaimana membuat angle foto  sebagai cover  buku supaya menarik dan menggugah selera pembaca?
    2. Bagaimana strategi jitu penerbit ANDI sehingga mampu bertahan melewati badai pendemi Covid-19?
    3. Apa saja strategi yang mampu memantik masyarakat sehingga buku terjual dengan manis dan lancar memadai?
    4. Bagaimana cara mempromosikan buku pada masa saat ini? 
    Terima kasih, Pak Agus semoga berkenan memberi respo. Salam sehat.

    Jawaban 3
    1. Untuk menjawab pertanyaan 1,narsum mengarahkan penanya untuk mengikuti materi terkait konten yang akan dibawakan oleh narasumber pada sesi berikutnya Pak Edi S Mulyanta.
    2. Strategi sistem online dan Offline
    3. Mengadakan promosi diskon 50% dan pelayanan cepat ke konsumen
    4. Cara mempromosikan secara online (5 strategi sesuai penjelasan materi di atas) dan offline (melalui toko buku sesuai tema)

    [Pertanyaan 4]
    Saya tertarik dgn kalimat bapak "Melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller" yang ingin saya tanyakan. 
    1. Kriteria buku yang tergolong best seller itu seperti apa pak? Tergantung genre nya atau bagaimana pak? 
    2. Apakah buku yang banyak laris dipasaran itu hanya buku buku dari penulis ternama?
    3. Adakah strategi khusus bagi penulis pemula agar buku mereka juga bisa laris dan dilirik pasar?

    Jawaban 4
    1. Buku-buku best seller penjualan terbanyak, genre buku novel, fiksi, anak, religi/agama, dan bisnis.
    2. Buku-buku terlaris belum tentu dari penulis ternama contohnya buku anak  yang penulisnya belum dikenal tapi laris. buku-buku sesuai momen misalnya tentang lockdown, ppkm di rumah
    3. Dengan cara membaca pasar atau tren yang ada. Misalnya tentang hobi tanaman, tulislah buku -buku mengenai tanaman yang praktis. Strategi kami masukkan ke media sosial market place seperti bukalapak, shopee, tokopedia.

     [Pertanyaan 5]
    1. Dari 32 kategori buku yang tetap eksis di Penerbit Andi. Kira-kita bagi kami guru Indonesia secara umum, maupun secara khusus sesuai bidang studinya: buku apa saja yang menjadi saran pak Agus untuk di tulis oleh kami ini apalagi menyangkut ke kurikulum baru dan angka kredit guru?
    2. Syarat penulisannya mungkin bisa dibagikan pak? ukuran kertas, banyak halaman, jenis hurus, dll. sampai dengan informasi apakah buku tersebut diterima atau tidak. 
    3. Sebagai Penulis yang bukunya sudah diterbitkan apakah ada 'tugas selanjutnya' dalam pemasarannya?

    Jawaban 5
    1. Kami saat ini mencari buku-buku kurikulum terbaru, buku-buku guru penggerak khususnya buku-buku SD, SMP, SMA/SMK. Selain itu buku-buku yang lagi bergulir tentang profil pancasila dari setiap mata pelajaran. Saran saya silakan menulis buku pelajaran kurikulum terbaru,pasarnya cukup luas.
    2. Silakan kunjungi blog literasikangagus.
    3. Biasanya kami dengan para penulis yang sudah diterbitkan saling membantu mempromosikan. Biasanya penulis yang punya komunitas, silakan promosikan melalui komunitasnya.

    Narsum Pak Agust memberikan closing statementnya dengan berpesan,
    "Teruslah menulis dalam bentuk buku cetak atau buku digital, karena dengan menulis maka karya bapak/Ibu akan dikenang selama-lamanya."
     
    Bunda Raliyanti mengakhiri kelas dengan Quote Motivasi
    "Tantangan terbesar dalam hidup adalah mengubah tragedi menjadi kemenangan, kesedihan menjadi kesuksesan, dan kebingungan menjadi kepercayaan diri." - Richie Norton
    Hidup memberikan tantangan dan setiap tantangan dilengkapi dengan pelangi dan lampu untuk menaklukkannya.

    Salam Blogger

    Raha, 28 Februari 2022








    Kurindu bayangmu

    Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...