Rabu, 09 Maret 2022

Aku Bergerak Maka Aku Ada

Resume Ke - : 22

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Senin, 07 Maret 2022

Tema : Menulis di Kala Sakit

Narasumber : Suharto, M.Pd

Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd


Diantara nikmat yang seringkali terabaikan adalah nikmat sehat. Sadar akan nikmat sehat ketika datang rasa sakit. Barulah berfikir ternyata sehat itu mahal harganya. Maka benarlah apa yang dikatakan " Sehat itu bukan segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya tak berarti." Bekerja dan terus bekerja tanpa memberikan hak kepada diri untuk menikmati nokta, adalah alasan yang tepat bagi Allah swt menguji dengan sakit. Berkat kasih dan sayang Allah Swt. maka secara tidak langsung istirahat sejenak itu lebih nikmat. Oleh karena itu berilah hak diri untuk menikmati sehat melalui sakit.

Alhamdulillah pada pertemuan yang ke-22 malam ini, peserta kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 kembali bergelut dengan simpulan uraian kata-kata tanpa lelah dan pasrah untuk menggenggam jerih payah yang telah dilalui. Angka 30 menantimu. Moderator Pak Dail Ma'ruf, masih setia  menemani hingga akhir KulWA. tak henti-henti dan tak ada rasa lelah terus menyemangati para peserta agar segera menggenggam karya nyata.

Sebak di dada, terharu menyelimuti rasaku, setelah menyaksikan CV narasumber kita pada kali ini yang bernama Suharto, M.Pd. atau Cing Ato asli Betawi. Ternyata foto foto di vidio ini mampu berbicara banyak mengisahkan bagaimana perjuangannya dalam menghadapi ujian sakit yang diterima dari Pencipta dan Pemeliharanya. 



Setahun menderita penyakit Sindrom Guillain Barre (GBS) memaksanya untuk tidak bisa menggerakkan tubuhnya, tidak bisa berbuat apa-apa hanya mata dan kepala yang mampu memberi isyarat akan hasrat. Penyakit datang menggerogotinya di saat mulai bergeliat dengan dunia literasi. 

Satu buku solo pertama tercipta di saat masih sehat, berjudul Mengejar Azan berkisah tentang kehidupan masa kecil sampai sukses menjadi pegawai negeri di Kementerian Agama sebagai guru. Rasa cinta terhadap literasi mulai muncul dalam dirinya, berusaha mencari apa  sebenarnya tulis  menulis itu? Menemukan jawabannya dalam kamus untuk selanjutnya mencari informasi tentang pelatihan menulis di Facebook. Upaya inilah yang membawa narsum kenal dengan beberapa tokoh penulis salah satunya adalah Omjay.

Tiga tahun delapan bulan berjuang untuk pulih. Dalam proses pemulihan, ada keajaiban terasa ketika Cang Ato mampu menyentuh gawai sang isteri. Ini awal mula ketika hati terketuk untuk melacak akun Facebook dan berhasil menemukan password FBnya. Cang Ato menulis selama satu pekan dan tanpa ragu memposting kondisinya saat itu. Lalu terbersit dalam hati, "Kenapa saya tidak menulis apa yang sedang saya alami saja" bisik hati kecilnya.

Cang Ato mengawali tulisannya sesuai kronologis yang terjadi mulai dari terserang penyakit, bagaimana proses perawatan yang dijalani di rumah sakit dan diakhiri kisahnya sampai kembali ke Madrasah di mana tempatnya bertugas mengabdi sebagai guru.

Luar biasa, luar biasa, tulisannya mendapat apresiasi dari sahabat Dumay bahkan tulisannya dinantikan dan ditunggu kehadirannya. Diajaknya para penggemarnya untuk menentukan judul artikel terakhirnya. Dari sekian masukan yang ada, Kembali ke Madrasah menjadi pilihannya. Cang Ato menuturkan " Kenapa kembali ke Madrasah"? Ya, karena saya berawal dari Madrasah lalu ke rumah sakit dan tak pernah kembali selama 18  bulan"

Salah satu narasumbernya ketika mengikuti pelatihan KSGN, menghubunginya dan bertanya-tanya tentang tulisan Cang Ato,  apakah tulisan itu mengisahkan dirinya atau orang lain. Untuk meyakinkan dirinya sahabat ini vidio call untuk melihat kondisi sebenarnya. Ternyata apa yang ada dalam tulisan Cang Ato, sesuai dengan kenyataan. 

"Seminggu berselang Om Jay menghubungi saya lewat vicol. Beliau pun terharu tetapi beliau salut dan mengapresiasi tulisan saya. Dari sinilah Om Jay mengajak saya untuk ikutan pelatihan menulis. Saya pun ikut walau terkadang tubuh ini tak mampu mengikuti. Alhamdulillah, karena lewat WhatsApp, materinya bisa saya baca di siang hari. Selanjutnya materi tersebut saya simpan di blog lalu saya jadikan sebuah buku Belajar Tak Bertepi." jelas Cang Ato

"Dari mengikuti pelatihan menulis gelombang 8, setidaknya memperkaya tulisan saya. Dan tulisan saya semakin hidup. Karena semua benda  yang ada disekitar ruang rumah sakit saya ikut sertakan dan saya visualisasikan seperti suatu yang bernyawa. Kalau kata Om Budiman salah satu narasumber pelatihan ini. Disebut dengan istilah CERPENTING (cerita pendek tidak penting). Bisa bapak dan ibu baca di buku saya. Kalau Bapak dan ibu baca. Saya yakin langsung bisa nulis buku cerita hari itu juga. Hahaha...."tambahnya dengan penuh semangat

Hasil dari belajar menulis di kelas Omjay, Cang Ato melahirkan suatu karya kisah nyata seorang guru yang berjuang melawan penyakit langkah yang diberi judul GBS Menyerangku. Buku ini pernah diresensi oleh Prof. Ngainun Naim, bahkan salah satu bukunya Menepis Kesulitan Menulis mengantarkan seorang guru asl Kalimantan Barat meraih juara.


Buku pertama dalam kondisi sakit

"Karena menulis setiap hari maka ratusan artikel sudah saya miliki. Saya simpan di Facebook dan blogspot. Dari artikel inilah saya jadikan buku kedua ketika sakit. Yaitu, Menuju Pribadi Unggul. Untuk memperindah tulisan dibuku, saya berguru dan langsung dibimbing oleh bapak Akbar Zaenudin. Setelah jadi beliau menyarankan untuk mencoba dikirim ke penerbit mayor. Saya tidak bersedia, karena terlalu lama menunggu diterima atau tidaknya. 2/3 tulisan di blog belum saya  bukukan lagi hingga sekarang. Karena saya menulis bentuk buku yang lain." ungkapnya

Ratusan artikel yang ditulisnya saat masih sakit disimpan di Facebook dan blogspot dibukukannya sehingga menjadi sebuah buku dengan judul Menuju Pribadi Unggul. Inilah buku kedua Cang Ato buku dengan judul yang luar biasa dan menginspirasi

Di masa Pandemi Covid-19, hampir setiap hari Cang Ato menulis.Waktu-waktu kosong pada saat Work From House dimanfaatkannya untuk menulis apa saja. 

Inilah karya sang guru Cang Ato dikala sakit 
Daftar buku solo.
1. Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018
2. GBS Menyerangku 2020
3. Menuju Pribadi Unggul2020
4. Kompilasi kisah inspiratif 2021
5. Belajar tak bertepi 2021
6. Aisyeh Menunggu cinta (Roman Betawi)2021
7. Menepis kesulitan menulis 2021
8. Gadis pemikat (cerpen) 2022
9. Kado khusus sang bintang (motivasi belajar)2022
10. Lentera Ramadan 2022

Sedang digarap
11. Catatan harian guru blogger madrasah
12. Cing Ato Belajar pantun
13. Cing Ato Belajar puisi
14. Menulis dikala Sakit.


 Karya nyata dikala sakit

Alasan kenapa Cing Ato menulis

1. Untuk menambah amal sholeh
2. Bisa naik pangkat
3. Untuk kebanggaan dan motivasi serta inspirasi
4. Untuk mengabadikan ilmu yang dimiliki 

Cing Ato menuturkan, tidak berhenti dibidang menulis saja, saya pun merambah ke bidang desain cover buku, flayer, layout buku. 
Di samping ikut pelatihan menulis saya juga mengikuti pelatihan desain cover lewat canva secara berbayar. Alhamdulillah, setidaknya saya bisa membuat cover buku sendiri.
Saya juga banyak membantu teman-teman  untuk membuat cover bukunya dengan gratis..tis...tis...
juga dipercaya untuk membantu membuat desain cover buku dan flayer di Penerbit YPTD. Sekali lagi gratis..tis...tis...
Saya siap membantu bapak dan ibu untuk membuatkan cover pada pelatihan ini. Silahkan kirim judul dan sinopsisnya. Cukup dengan gawai melalui aplikasi canva langsung jadi. Kalau mau belajar otodidak silahkan lihat di yuotube saya. Chanel "Suharto MTsN 5 Jakarta" 

Bagaimana menulis bagi pemula?
Kata siapa menulis itu mudah. Menulis itu sulit. Mereka yang bilang mudah karena mereka sudah punya pengalaman. Yang sering menulis saja terkadang masih mengalami kesulitan dalam menulis. Apalagi bagi pemula.
Tanya kalau tidak percaya kepada teman-teman yang belum pernah menulis. Atau ajak mereka menulis. Pasti mereka bilang saya tidak bisa menulis, saya tidak berbakat, saya bingung menulis apa, dan sejumlah lontaran alasan yang pasti di dapat. 
Saya juga dulu pernah seperti itu, tapi saya tidak diam saja. Saya berusaha untuk tahu rahasia menulis. Maka itu, saya mencari pelatihan menulis. Bertemulah saya dengan pria gempal lalu bertanya kepadanya dan pertanyaan saya dianggap bagus sehingga mendapatkan hadiah dari beliau. Nah lihat saja siapa pria gempal itu.🙏🙏🙏

Pertanyaannya sederhana sekali."pak saya bingung untuk menulis, bagaimana cara untuk mengawalinya dan mengakhirinya? Terus apa yang saya harus tulis? Ya, begitulah di antara bunyi pertanyaannya.

Beliau menjawab.
1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai
2. Tulis apa yang pernah kita alami dan rasakan.
3. Tulis apa yang ada di sekitar kita.
4. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting pesan tersampaikan.
5. Dll

Setelah saya ketemu kuncinya. Saya awali menulis apa yang pernah saya alami dan rasakan. Saya tulislah buku memori tentang  menuntut ilmu dari sejak tingkat SD sampai menjadi guru ASN di kementerian agama. Jadilah buku "Mengejar Azan" dan "GBS Menyerangku"

Akhirnya menulis  yang tadinya terasa sulit setelah mengetahui kuncinya menjadi mudah. Maka itu, saya menulis buku"Menepis Kesulitan Menulis" buku ini cocok untuk penulis pemula. Segera miliki,😀😀😀😀😀

Jadi ketika orang tidak bisa menulis, karena belum mendapatkan kuncinya. Jika sudah mendapatkan, maka dengan kunci itu dia akan mudah berselancar mengarungi bahtera literasi.

Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1]
Apa saja yang menguatkan Cang Ato hingga bisa sembuh dan malah kembali mengajar ?

Jawaban 1
Saya punya anak yang sedang mondok beliau butuh biaya, jika saya tidak bangkit kemungkinan besar saya kehilangan pekerjaan.
Dua, saya sudah mempersiapkan segalanya untuk peserta didik. Kebetulan saya seorang motivator. 
Tiga, dengan menulis saya ingin melupakan sakit yang menahun ini

[Pertanyaan 2]
Ljuar biasa kisah Cang Ato. Saya tuna netra 6 tahun lalu. Dan simak materi Cang Ato. mau jadi penulis buku juga. Ada Saran bagaimana supaya bisa terwujud cita-cita saya?

Jawaban 2
Pakai ilmu dari om Jay.
1. Tulis yang kita bisa dan kuasai
2. Tulis apa yang kita alami dan rasakan
3. Tulis dengan bahasa yang sederhana.
Coba mulai dengan menulis memor...itu lebih mudah karena bahannya sudah ada.
Saya memulai dengan menulis buku memori saya.

[Pertanyaan 3]
Manakah yang paling banyak diminati pembaca?  dan apakah Cang Ato sudah memperkirakannya ?

Jawaban 3
Buku GBS Menyerangku sampai saat ini masih ada yang pesan. Sehingga berulang kali cetak...
Sebenarnya saya menulis bukan semata-mata untuk di jual. Saya senang saja menulis buku. Andai ada yang berminat anggap saja bonus 

[Pertanyaan 4]
Bagaimanakah menepis keraguan untuk terbitkan buku solo pertama? dan Apa saran Cang Ato?

Jawaban 4
Buku yang di tulis dari hati terdalam menembus jantung dan pikiran
Sekarang tidak ada yang sulit untuk menerbitkan buku. Yang terpenting kita sudah punya draf tulisan. Cukup kirim ke penerbit. Bisa kepenerbit mayor atau indie (berbayar)
Tentunya jika mayor banyak aturan karena tak berbayar

[Pertanyaan 5]
Dengan hobi Cang Ato yang kuat pada menulis. Apa harapan yang ada dalam diri untuk bangsa Indonesia ke depannya?

Jawaban 5
Harapan saya, agar kegiatan literasi membumi di Nusantara ini. Setidaknya dengan banyak menulis pasti banyak membaca. Dengan banyak membaca otomatis banyak pengetahuan yang di dapat.
Bangsa yang besar berawal dari masyarakat yang gemar membaca.
Mungkin itu bunda . 🙏
aku bergerak maka aku ada...
LUAR BIASA. Kren

[Pertanyaan 6]
Apa saja yang perlu dipersispkan jika kita ingin menerbitkan pengalaman hidup yang kita pandang bisa menginspirasi orang lain?

Jawaban 6
Contoh sederhana, ketika saya sedang memotivasi siswa saya agar belajar yang rajin. Untuk motivasi dan inspirasi saya akan memberikan contoh bagaimana saya belajar hingga menjadi bintang pelajar dan masuk ke perguruan tinggi dengan jalur prestasi.
Atau bisa juga inspirasi dengan ketabahan menghadapi ujian dari Allah.
Jelasnya ada hal yang pernah kita lakukan. Dan apa yang kita lakukan itu bukan saja bermanfaat untuk diri tapi untuk orang banyak.
Coba lihat om Jay, apa yang ia lakukan itu sangat menginspirasi 🙏

[Petanyaan 7]
Adakah keinginan untuk menulis tentang harapan bangsa kedepan , agar dengan tulisan cing Ato. bisa membuat semangat para elit bangsa dan generasi muda dalam membangun bangsa?

Jawaban 7
bailkah... jawabannya ada 1 buku mr Ali Bintaro. Luar Biasa

[Pertanyaan 8]
1.Apa sebenarnya fokus tema dari tulisan Bapak? Bagaimana mewujudkan tema tersebut menjadi buku. Karena untuk mengumpulkan tema-tema yang berserakan di blog atau Facebook perlu energi juga.
2. Dalam menulis, Bapak pasti memiliki target menyelesaikan nya. Bagaimana mewujudkan target itu padahal ide-ide kita yang berseliweran pasti beda dengan target kita. Semua perlu dituangkan dalam tulisan. Bagaimana tips dan triknya.
3. Salah satu motivasi dan semangat dari Bapak adalah keluarga. Bagaimana usaha bapak selama sakit untuk melawan godaan marah dan cerewet atau minta dipahami?

Jawaban 8
1. Saya menulis selalu satu tema. Di blog itu enak sekali. Mudah mengumpulkan tulisan satu tema ada istilah"Label" di label itu kita tulis tema yang kita akan tulis atau di Facebook "#" tagar. Jika kita tekan tagar maka tulisan satu tema akan mudah dihimpun.
2. Menulis buku harus punya target. Jika tidak sulit tercapai. Kasih waktu untuk menulis jangan tunggu waktu kosong 
3. Alhamdulillah, selama saya sakit banyak dukungan dan suport baik dari keluarga, saudara, tetangga, teman , murid-murid. Mereka super sekali.
Wabil khusus istri tercinta yang sangat luar biasa dan anak saya begitu luar biasa. Mereka memberikan fasilitas untuk saya. Mendesain kamar seperti rumah sakit dan kantor

[Pertanyaan 9]
Saya Elmiya sari. Benar-benar terharu membaca kisah kang Ato. Semoga selalu di berikan kesehatan dan panjang umur. Menjadi inspirasi dalam kehidupan. Sabar ketika diberikan sakit. Tetap bermanfaat ketika ujian sakit datang. Allah tentu begitu menyayangi kang Ato hingga diberi ujian sedemikian. Dan inilah makna dari ujian kang Ato, sabar menyikapi ujian dari Allah dan tentunya Allah akan siapkan kenikmatan dibalik semuanya. Sehat selalu kang Ato sekeluarga. 
Saya tidak sanggup bertanya apa-apa, kisah kang Ato menginspirasi bagi saya untuk selalu berkarya dengan segala  kemampuan.Terimakasih.🙏🙏

Jawaban 9
Saya denger dari orang katanya saya sabar. Kata istri saya sendiri bilang seperti itu. Saya tanya. Dia jawab. Ayah tak pernah ngeluh seperti menikmati. Begitu juga teman-teman di madrasah. 
Sehingga sakit saya dijadikan motivasi kepada ade ipar saya sedang sakit. Lihat kak Harto. Dia sabar sekali 🙏🙏🙏
hanya ungkapan dan kekaguman. Mkasih bunda
Terima kasih bunda. Doakan agar saya bisa pulih kembali seperti sedia kala. 🙏🙏🙏🙏

[Pertanyaan 10]
Bagaimana trik dan tips agar pengalaman hidup yang kita tulis, menjadi menarik dan ditunggu oleh pembaca? Terima kasih.

Jawaban 10
1. Banyak membaca karya orang lain. Saya dahulu ketika menulis pertama saya lihat dan baca buku om Jay. Guru berhati cahaya. Saya pelajari gaya tulisannya.
2. Cari diksi-diksi yang indah-indah. 
3. Pembukaan atau prolog yang sedikit puitis.
4. Bisa pakai gaya bahasa personifikasi, ironi dll.
5. Selipkan CERPENTING cerita pendek tidak penting sebagai penyedap tulisan.
Coba lihat dibuku GBS Menyerangku.
Atau novel saya Aisyeh Menunggu cinta

[Pertanyaan 11]
1. Bagaimana Bapak memulai tulisan dengan konsentrasi hingga karya beredar di berbagai sudut kota.
2. Apa saja yang Bapak tuliskan sedangkan secara fisik proses pemulihan
3. Apa saja strategi yang sederhana untuk mengatasi kala rasa jenuh dan hilang ide itu menghampiri.

Jawaban 11
1. Pertama saya tentukan tema. Contoh misal,  kuliner. Maka  kita  harus menulis tentang kuliner. Susun daftar isi, andai 40 yang harus kita tulis. Kasih waktu untuk menulis setiap hari atau satu Minggu satu judul. Nah tinggal hitung sampai berapa bulan jadinya. Itulah target.
2. Saya menulis apa saja yang saya bisa dan kuasai. Ada buku memor, ada motivasi, ada novel, ada cerpen, ada puisi, ada pantun dan lainnya.
Cukup dengan gawai atau smartphone saya menulisnya. Setelah itu saya share ke Facebook dan blogspot. Kalau sudah cukup baru saya copy ke laptop. Lalu diedit. Jadi deh 🙏
3. Saya lihat yuotube, TikTok, buku. Ada saja ide muncul 

[Pertanyaan 12]
Bagaimana anda tetap semangat menulis dalam kondisi sakit ?
Teriring doa semoga Cang Ato selalu sehat dan bermanfaat untuk orang banyak 

Jawaban 12
Semakin saya menulis semakin saya lupa dengan penyakit saya. Tetiba sudah sore atau sudah malam.
Saya merasakan ada progres yang cukup signifikan.
Tetapi saya tetap jaga kondisi, jika lelah ya, saya istirahat

[Pertanyaan 13]
1. Cing dibalik karya cing, yang bergenre puisi dan cerpen apakah ada kisah nyata yang cing taburkan di dalamnya?
2. Cing bagaimana konsep cing dalam memilah menulis fiksi dan non fiksi, apa trik dari cing Agar suatu karya tersebut hidup?

Jawaban 13
1. Untuk cerpen, saya Alawi dengan menulis kisah nyata. Tapi saya samarkan nama dan tempat.  Seperti cerpen "Gadis Pengejar Bus" ini kisah mantan pacar 😀😀😀
Puisi. Seperti GBS Menyerangku. Itu saya jadikan judul puisi.
Rindu " kisah kangen dengan anak-anak. Karena 3 anak saya merantau semua menuntut ilmu. Saya berduaan dengan mantan pacar 😀😀😀
Saya sebenarnya senang dengan fiksi. Bebas berkreasi. Dan terkadang menulisnya mengalir saja. Hanya perlu konsentrasi dan tempat yang sepi. Jika berisik hilang imajinasinya 😀😀😀
Non fiksi, butuh bahasa yang baku, ilmiah dan harus banyak referensi. 

[Pertanyaan 14]
Tanpa soal

Jawaban 14
1. Ide awalnya. Suatu hari saya menjadi wakil kurikulum. Saya berkeinginan menulis buku panduan administrasi untuk guru-guru. Sudah hampir selesai saya tulis. Tapi saya kesulitan menis kata-katanya. Masih kaku sehingga tulisan itu tidak jadi. 
Maka itu, saya mencari pelatihan berbayar ya, cukup mahal jutaan 😀😀
2. Saya ingin abadi. Walau jasad hilang ditelan bumi, tapi saya masih punya peninggalan buku yang bisa dibaca banyak orang. Berharap menjadi amal jariah.

Dukungan dari semua orang yang kenal dengan saya. Wabilkhusus istri tercinta dan anak-anak ku yang super. Beliau memberikan saya mobil untuk kerja

[Pertanyaan 15]
Tanpa soal

Jawaban 15
Berkaitan dengan Agama, tentunya Rasulullah.
Berkaitan dengan ilmu. Hamka. Beliau seorang ulama tapi pandai menulis bukan saja masalah agama tetapi juga sastra. Walau saya belum mempunyai bukunya. Hanya tafsirnya yang saya punya 


SETITIK CAHYA DI KALA HAMPA

Oleh Frans Fernandez

Deru debu dunia menghajar hampa
Segala geliat hidup di dalamnya menerjang asa
Tubuh-tubuh manusia mencari sekepal roti
Tuk di santap dalam kalut dan derita

Lihatlah tubuh-tubuh beringas 
Terus menerjang batang-batang tiang tak bernyawa
Sambil menyeringai memamerkan gigi-gigi kuning kotor
Di hadapan seorang hamba lemah

Hamba itu hanya memandang penuh kasih
Dan senyumnya melukiskan kata
Jemari lemahnya menulis aksara
Dan kalahkan semua ego-ego buas tadi

Dalam kata
Dalam kalimat 
Dalam buku
Tak bersuara

Praya, 07 Maret 2022

Salam dari Pulau Jalan Lurus: Lombok



KALAM SAJAK MOTIVASIKU KEPADAMU

Ada semburat di pelupuk mata ku

Ketika ku lihat begitu besar perjuanganmu

Tak mampu ku tahan hujan air mata ini

Engkau mampu melewati estafetnya ujian cobaan

 

            Bisikan nuraniku sangat dalam

            Ketika ku bayangkan

            Sanggupkah aku menjalaninya

            Seperti Cing Ato

            Rasanya begitu berat

 

Sakitmu tak berhenti merajut asa

Sakitmu melahirkan karya ispirasi

Ku temukan engkau dalam barisan sajak yang luar biasa

Tanpa henti jemari mu mengalir

Deyutan sukma merangkai arti kehidupan

           

            Sungguh aku menggagumi setiap langkahmu

            Sosok guru yang mampu menjadi contoh

            Yang tak henti dalam menabur benih manfaat

           

Cing Ato telah membangkitkan daya semangatku

Dari mengukir diwaktu senja hingga kelam menyapa

Terima kasih cing Ato telah memberikan

Bingkisan perjuangan

Hingga akhirnya dapat ku lihat

Betapa luar biasanya engkau

 

            Semoga ku mampu merajut aksara

            Setiap waktu dalam kehidupan

            Hingga ku dapat bunga  karya

            Dalam buih balutan optimis

            Dan kokohnya istiqamah

            Inilah kalam sajak motivasiku kepadamu

            Tanpa ku buat-buat

            Namun dengan tulus ku ikrarkan

            Dari sukma yang paling terdalam

 

                Ulee Rabo, 7 Maret 2022

                Cut Fiqa Bawarith

Closing statement yang sangat sederhana, memberi semangat kepada penulis pemula. Inilah bahasa seorang guru pembawa inspirasi.

"Menulis saja terus biarkan orang lain yang menilainya.
Jangan menunggu pintar baru menulis. Menulis saja terus nanti juga pintar."


Salam Blogger

Raha, 07 Maret 2022


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...