Selasa, 15 Maret 2022

Warisan berharga bagi Anak Cucumu

Resume Ke- :23
Gelombang : 24
Tema : Menulis  Buku Autobiografi
Narasumber : Suparno,S.Pd., M.Pd.
Moderator : Raliyanti

Aku

Siapa aku ...?

dari mana ...?

Sepanjang usiaku  ...

Kutitipkan pada siapa jejakku ...

Akankah berkelana hingga senja ..?

Hilang begitu saja ....?

Manusia punya ragam cerita dalam  kehidupan yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi pada orang lain. Tidak sedikit orang menulis tentang dirinya sendiri dan mengabadikannya dalam  karya nyata yang dikenal sebagai autobiografi, agar tetap dikenang sepanjang hayat.
Pernah suatu ketika, terlintas difikiran  saya untuk menulis tentang sejarah hidup diri sendiri. Kenapa.? Niat ini ada karena saya ingin anak semata wayang saya mengetahui siapa sebenarnya saya, siapa keluarga kedua belah pihak saya dan bagaimana perjalanan hidup saya sejak kecil hingga sekarang.

Moderator cantik dan berwibawa ibu Raliyanti yang akan mendampingi narasumber dan peserta pecinta literasi se-Nusantara hingga akhir kelas. Ibu Raliyanti tak henti tanpa lelah menyulut api membakar semangat agar para peserta  tetap semangat dan mampu menghasilkan resume terbaik meskipun batas maksimal penulisan resume telah terpenuhi. 

Bapak Suparno, S.Pd.,M.Pd akan membersamai peserta kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 dengan tema Menulis Buku Autobiografi hingga dua jam ke depan. Kesehariannya bertugas sebagai Kepala Sekolah juga Guru Pengajar Praktik Program Pendidikan Guru  Penggerak  Kemendikbud Ristek di Kabupaten Magetan.

Pria yang suka membaca buku sejak sekolah dasar ini lahir di Magetan, 25 Juli 1966, Lulusan D3 86  IKIP Surabaya,  S1 Wima Madiun , S2 Unipa Surabaya. Buku pertama yang selesai dibaca adalah Thomas Alva Edison penemu lampu pijar.

Mengawali karir sebagai Konselor di SMP 2 Kawedanan pada tahun 1992. Kemudian tahun 2016  diangkΓ t sebagai Kepala Sekolah  di SMP3 Kawedanan.  Tahun 2019 mutasi di SMPN 1 Takeran dan mulai  Maret 2021 mutasi di SMPN  2 Karangrejo Magetan. Untuk lebih mengenal beliau, silakan berselancar melihat profil  narsum  kita malam ini melalui link  berikut;

Apa itu Autobiografi
Menurut Eriyanto dalam buku Analisis Jaringan Komunikasi (2014), autobiografi adalah catatan riwayat hidup yang ditulis oleh diri tokoh itu sendiri. Autobiografi bersifat subyektif, karena berasal dari pandangan hidup tokoh itu sendiri. Istilah Autobiografi untuk pertama kalinya digunakan oleh Robert Southey pada tahun 1809. 

Manfaat Menulis Autobiografi
1. Sumber inspirasi dan motivasi kepada orang lain
2. Referensi bagi anak cucu kita
3. Pengalaman masa lalu dapat dijadikan pelajaran
4. Menambah nilai angka kredit bagi ASN

Narasumber menuturkan, untuk menyusun buku autobiografi minimal membaca tiga buah buku biografi orang orang sukses atau terkenal sehingga kita memiliki bahan perbandingan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Dengan banyak membaca biografi tokoh-tokoh, akan dapat memperkaya wawasan dan bisa menjadi teladan bagaimana cara pandang seseorang agar dapat menjalani kehidupan dengan baik.

Langkah-langkah membuat buku Autobiografi
1. Pilihlah cerita yang menarik yang membuat pembaca tertarik. Ada beberapa topik menarik untuk mengawali naskah kita. Misalnya cerita masa dilahirkan, melewati kehidupan masa kecil, tidak peduli apakah masa kecil bahagia atau sebaliknya. Masa sekolah di SD, SMP, SMA sampai mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi 
2.  Membuat jadwal menulis.dan taatilah jadwal agar waktu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
3. Masalah-masalah yang dihadapi. Apa konflik utama, apa halangan terbesar dalam hidup dan bagaimana mengatasinya. Kenangan indah dan lain-lain.
4. Tulis dengan suara hati yang paling dalam. setiap orang punya cara tersendiri untuk menyelami perasaan orang lain. Terkadang pembaca memposisikan dirinya sebagai orang lain.

Langkah selanjutnya narsum menambahkan, adalah  menyiapkan  data data pendukung,  misalnya  foto,  buku diary  dan sebagainya. Setelah itu  mulai  menulis per outline atau per judul. Tulislah mengalir  saja  jangan  diedit  dulu ,walaupun  ada kesalahan  biarkan saja,  terus menulis  sampai selesai.  Tulislah  dengan pikiran dan perasaan,  dengan akal budi  dari hasil merenung yang dalam maka pikiran akan terbimbing  oleh ilham  yang mengarahkan.

Ketika menulis kadang  muncul  ilham atau ingatan  sesuatu  yang pantas ditulis.  Tuliskan  saja  judulnya,  dibuku  yang berbeda.  Kemudiaan  segera  kembali  fokus  ke  outline.
Setelah  semua  judul  sudah terbahas  kemudian  sisipkan  judul  yang terjeda tadi  sesuai  dengan urutan  sejarah  perjalanan.

Agar tampilan  buku  tampak  menarik  dan menginspirasi,  jika dalam suatu judul  ada frase , atau kata-kata mutiara yang menginspirasi  bisa dituliskan  di atas  sebelum  uraian  tulisan.

Lakukan editing secara teliti  semaksimal  kemampuannya. Kemudian  minta  tolong  pada teman  yang  Anda percaya  untuk  menjadi editor. Buatlah  cover  buku  semenarik mungkin. Mohon kesediaan kepada tokoh tokoh  terkenal untuk memberikan kata pengantar. Semoga membawa  keberkahan
Langkah terakhir  kirimkan pada penerbit yang dipercaya

"Ini buku  autobiografi  saya berjudul  Perjuangan  Hidupku,  buku ini berisi  motivasi  agar anak muda  itu  semangat  kerja,  Semangat  belajar,  dan semangat  berdoa." ungkapnya




Buku Autobiografi karya Pak Suparno


Sebelum sesi tanya jawab, ibu Raliyanti menyimpulkan bahwa untuk menulis buku autobiografi tidak perlu menunggu sukses sebab setiap orang mempunyai sisi kehidupan yang menginspirasi , misalnya tentang kesederhanaan, kejujuran, kesetiaan, kegigihan, membesarkan dan menyekolahkan anak-anak dan sebagainya. selain itu buku autobiografijuga bermanfaat bagi ASN yang dapat diperhitungkan angka kreditnya.


Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
Saya sudah membaca tulisan Bapak, takjub rasanya sebab terasa begitu mengalir dan menyamankan saat membacanya. Apa tipsnya ya Pak, sebab kadang meski kita punya sedikit perbendaharaan kata, tetapi saat berhadapan dengan karangan kita sering diganggu oleh jengah karena berasa sulit meramu kata menjadi sesuatu yang menarik dan menyamankan...terimakasih, Pak.

Jawaban 1 
Bu Susi  saudaraku dari Sumatera  yang baik  hati, menulis itu seperti  belajar naik  sepeda,  awalnya  serius banget,  pake jatuh  pake nabrak,  tapi lama-lama  kita bisa menikmati,  bahkan Los stang pun bisa . Jadi tipsnya  terus saja menulis.  Moto  saya menulis setiap  hari mutu  dan rezeki  akan mengikuti.

[Pertanyaan 2]
Apa selalu runtut, setiap mau membuat autobiografi, dari lahir, sekolah, hingga kerja. 
Terima ksh guruku.. πŸ™πŸ™

Jawaban 2
Mas Hadi Suharno,  dari Jakarta  saudaraku,  saya membaca  buku biografi  beberapa  tokoh hebat  itu  kok runtut,  jadi saya berpikir  tampaknya  yang runtut  itu yang menarik.

[Pertanyaan 3]
1. Apakah ada perbedaan biografi dan Autobiografi?
2.Jika ada perbedaan di mana letak perbedaannya?

Jawaban 3
Bu Zainab  yang baik  hati,  autobiografi  adalah buku biografi  yang ditulis sendiri,  seperti  buku  saya itu. Kalau  biografi  ditulis oleh orang lain dengan seijin  yang bersangkutan. atau yang bersangkutan  meminta  tolong  untuk  menuliskan  biografinya
Biografi  adalah buku yang  menceritakan tentang  perjalanan  kehidupan seseorang.
Sengaja  tidak  saya  sampaikan  di depan  biar  muncul  dalam forum  diskusi πŸ˜πŸ™

[Pertanyaan dari ibu moderator]
Bagaimana caranya menulis buku autobiografi yang dimulai dari kakek nenek kita tapi kita sudah tidak menemukan lagi jejak mereka?

Jawaban
Kita bisa  bertanya  pada orangtua  kita,  atau pada siapa  saja  yang bisa dijadikan sumber,  semaksimal beliau  tahu.  Saya hanya bisa menggali  cerita  keluarga  saya sampai  kakek buyut  saya, yang dulu  menjadi Lurah desa.
Oleh  karena  itulah  sejarah hidup  keluarga  kita , segera dimulai  di tulis  agar abadi,  karena menulis itu  mengabaikan  jejak kehidupan .
Kita ini orang orang biasa,  kalau  tidak kita  sendiri,  siapa  yang mau menulis tentang kita?

[Pertanyaan  4]
1. Ketika kita menulis otobiografi, selain mengumpulkan data berupa foto, diari dan sebagainya. :

a. Bagaimana caranya kita mencari data kisah sekitar kita dari keluarga. Misalnya apa saja pertanyaan yang perlu kita siapkan jika menggunakan metode tanya jawab.
b. Di mana kita melacak data sejarah sekitar peristiwa saat masa lalu khususnya di daerah dengan sistem dokumentasi masih kurang.

2. Apa yang bisa kita "jual" dari diri kita sehingga orang mau membacanya? Apakah perlu dibuat semacam judul menarik dan pengantar dari seorang tokoh?

Jawaban 4
Oo pertanyaan  yang bagus  dari saudaraku  Frans Fernandez, Lombok
1. Pertanyaan  sederhana  saja,   misalnya  siapa  kakek nenek kita,  anaknya berapa,  siapa  saja. Kemudian  Kakek buyutnya,  siapa,  tinggal dimana,  adakah  yang bisa  ditulis dari  cerita  hidupnya.  Ada lagi Kakek Canggah  namanya  siapa  , misalnya  dulu  sebagai Bupati,  atau  lurah,  atau sambong  atau apa.
Kemudian cerita itu  redaksinya  kita sendiri  yang  mengatur agar mengalir  jalan ceritanya.
aat itu belum ada dokumentasi,  kecuali  seorang  Bupati 😁
Mungkin  Makamnya  bisa di foto.
2. Saya dulu  tidak berpikir  saya jual, untuk kalangan  sendiri, keluarga , perpustakaan  sekolah saya,  alhamdulillah  pindah pindah  sekolah,  akhirnya  ya saya maukkan  di perpustakaan.
Kadang dari nara sumber  apa begitu,  ehh buku  saya juga laku 😁😁

[Pertanyaan 5]
Assalamualaikum...perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Barito Kuala Kuala Kalsel,mohon izin bertanya, untuk autobiografi itu apakah yang ditulis yang baik2 saja, yang sukanya saja, atau boleh campur yang negatif dan positif, suka dan duka, atau bagaimana pak, terimakasih πŸ™

Jawaban 5
Bu Umi  terima kasih  salam kenal kembali,  yang ditulis yang baik-baik  saja, yang bisa menjadi pelajaran, menginspirasi  bagi pembaca,  jangan menulis aib,  atau hal hal yang menimbulkan  keresahan, yang menyebabkan pembaca sakit hati.
Duka  tidak  apa  apa,  yang penting  tidak mengganggu  ketentraman diri dan orang lain.
Kejadian  duka  itu kadang cara Allah mendidik  dan menyiapkan kita untuk  menjadi  pribadi  yang  sekarang, atau masa depan  yang lebih indah.

[Pertanyaan 6]
Materi yang Bapak sampaikan sangat menarik, adakah slide PPT yang bisa kami (peserta kelas BM Gel 23-24) jadikan rujukan menulis buku Autobiografi? Terutama outline yang harus dimunculkan dalam menulis buku autobiografi.

Masih terkait dengan tema malam ini, bagaimana jika ingin menjadi Ghost Writer (penulis bayangan)?

Lalu ketika kita ingin menulis biografi, bagaimana memilih sudut pandang yang tepat untuk menggambarkan tokoh yang akan kita tulis itu? Sebab saat ini saya sedang garap project menulis biografi seorang tokoh idola, bagaimanakah tips dan langkah-langkahnya agar bisa cepat selesai, meskipun sudah ditarget waktunya tp rasa-rasanya masih kurang lengkap bahan-bahannya.

Jawaban 6
Maaf  Ppt nya tidak ada, karena ini kan WAG menulis 😁
Outlinenya  bisa saya fotokan dari autobiografi  saya ya

Contoh outline Pak Suparno

Menulis biografi  orang lain  kita harus interview  dengan tokohnya,  dengan teman-teman,  dengan keluarganya,  membaca literatur  ( kalau beliau  setingkat  Bupati  pasti  pernah  ditulis  dalam berita).

[Pertanyaan 7]
Apakah menulis autobiografi memerlukan referensi untuk dijadikan daftar pustaka?

Jawaban7
Mas Priyo Sumbogo yang baik hati, kalau autobiografi,  karena yang bercerita  adalah  penulisnya  sendiri,  maka tidak perlu  ada daftar  pustaka,  tapi  kalau misalnya  mengutip  tulisan  orang  lain,  maka berlaku  hukum  menulis  secara  ilmiah , mencantumkan  daftar  rujukan

[Pertanyaan 8]
Ketika menulis Autobiografi, kita harus jujur, kan. Bagaimana caranya agar kita tidak merasa sungkan saat menceritakan diri kita sendiri. Sebab kadang muncul rasa kurang percaya diri untuk menokohkan diri kita sendiri.

Jawaban 8
Anggap  saja kita akan menulis , yang nanti pembacanya  adalah anak cucu  sendiri,  dijamin  percaya  diri kan πŸ˜πŸ™

[Pertanyaan 9]
Agak menyimpang dari materi. 
1. Salah satu contoh karya njenengah"Dharma Wanita"
tulisan yang sudah dibuat, dikirim ke mana/link?
2. Bagaimana prosedur sampai tulisan bisa dibukukan?

Jawaban 9
Oo iya,  saya itu apa saja saya tulis,  peristiwa peristiwa  yang saya  terlibat  didalamnya  saya tulis,  itu  ibu  ibu Darmawanita  yang saya menjadi pembinanya  saya suruh  menulis,  kemudian dikumpulkan  jadi satu,  saya jadi penyuntingnya, semacam antologi  lah.
ulisan  yang sudah dibuat  dikirim ke penerbit
Begitu  bu Dewi Nurjanah,  saya sering ke Malang  lho 

Semoga dengan ilmu yang Bapak sampaikan, kami bisa menulis buku autobiografi sebagai jejak sejarah kehidupan kami yang bisa diwariskan kepada anak cucu nantinya.

Bapak Ibu yang baik yang baik hati, sepanjang hayat masih dikandung badan dan kita masih bisa menyaksikan keindahan panorama alam, maka menulislah autobiografi, agar perjalanan hidup kita tidak lenyap dimakan zaman dan menjadi warisan berharga buat anak cucu kita. Semoga menjadi catatan berarti dalam hidup ini. Demikian closing statement narsum malam ini.



Salam Blogger

Raha, 09 Maret 2022



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...