Gelombang : 24
Tema : Menulis Buku Autobiografi
Narasumber : Suparno,S.Pd., M.Pd.
Moderator : Raliyanti
Aku
Siapa aku ...?
dari mana ...?
Sepanjang usiaku ...
Kutitipkan pada siapa jejakku ...
Akankah berkelana hingga senja ..?
Hilang begitu saja ....?
Manusia punya ragam cerita dalam kehidupan yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi pada orang lain. Tidak sedikit orang menulis tentang dirinya sendiri dan mengabadikannya dalam karya nyata yang dikenal sebagai autobiografi, agar tetap dikenang sepanjang hayat.
Pernah suatu ketika, terlintas difikiran saya untuk menulis tentang sejarah hidup diri sendiri. Kenapa.? Niat ini ada karena saya ingin anak semata wayang saya mengetahui siapa sebenarnya saya, siapa keluarga kedua belah pihak saya dan bagaimana perjalanan hidup saya sejak kecil hingga sekarang.
Moderator cantik dan berwibawa ibu Raliyanti yang akan mendampingi narasumber dan peserta pecinta literasi se-Nusantara hingga akhir kelas. Ibu Raliyanti tak henti tanpa lelah menyulut api membakar semangat agar para peserta tetap semangat dan mampu menghasilkan resume terbaik meskipun batas maksimal penulisan resume telah terpenuhi.
Bapak Suparno, S.Pd.,M.Pd akan membersamai peserta kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 dengan tema Menulis Buku Autobiografi hingga dua jam ke depan. Kesehariannya bertugas sebagai Kepala Sekolah juga Guru Pengajar Praktik Program Pendidikan Guru Penggerak Kemendikbud Ristek di Kabupaten Magetan.
Pria yang suka membaca buku sejak sekolah dasar ini lahir di Magetan, 25 Juli 1966, Lulusan D3 86 IKIP Surabaya, S1 Wima Madiun , S2 Unipa Surabaya. Buku pertama yang selesai dibaca adalah Thomas Alva Edison penemu lampu pijar.
Mengawali karir sebagai Konselor di SMP 2 Kawedanan pada tahun 1992. Kemudian tahun 2016 diangkΓ t sebagai Kepala Sekolah di SMP3 Kawedanan. Tahun 2019 mutasi di SMPN 1 Takeran dan mulai Maret 2021 mutasi di SMPN 2 Karangrejo Magetan. Untuk lebih mengenal beliau, silakan berselancar melihat profil narsum kita malam ini melalui link berikut;
Apa itu Autobiografi
Menurut Eriyanto dalam buku Analisis Jaringan Komunikasi (2014), autobiografi adalah catatan riwayat hidup yang ditulis oleh diri tokoh itu sendiri. Autobiografi bersifat subyektif, karena berasal dari pandangan hidup tokoh itu sendiri. Istilah Autobiografi untuk pertama kalinya digunakan oleh Robert Southey pada tahun 1809.
Manfaat Menulis Autobiografi
1. Sumber inspirasi dan motivasi kepada orang lain
2. Referensi bagi anak cucu kita
3. Pengalaman masa lalu dapat dijadikan pelajaran
4. Menambah nilai angka kredit bagi ASN
Narasumber menuturkan, untuk menyusun buku autobiografi minimal membaca tiga buah buku biografi orang orang sukses atau terkenal sehingga kita memiliki bahan perbandingan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Dengan banyak membaca biografi tokoh-tokoh, akan dapat memperkaya wawasan dan bisa menjadi teladan bagaimana cara pandang seseorang agar dapat menjalani kehidupan dengan baik.
Langkah-langkah membuat buku Autobiografi
1. Pilihlah cerita yang menarik yang membuat pembaca tertarik. Ada beberapa topik menarik untuk mengawali naskah kita. Misalnya cerita masa dilahirkan, melewati kehidupan masa kecil, tidak peduli apakah masa kecil bahagia atau sebaliknya. Masa sekolah di SD, SMP, SMA sampai mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi
2. Membuat jadwal menulis.dan taatilah jadwal agar waktu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
3. Masalah-masalah yang dihadapi. Apa konflik utama, apa halangan terbesar dalam hidup dan bagaimana mengatasinya. Kenangan indah dan lain-lain.
4. Tulis dengan suara hati yang paling dalam. setiap orang punya cara tersendiri untuk menyelami perasaan orang lain. Terkadang pembaca memposisikan dirinya sebagai orang lain.
Langkah selanjutnya narsum menambahkan, adalah menyiapkan data data pendukung, misalnya foto, buku diary dan sebagainya. Setelah itu mulai menulis per outline atau per judul. Tulislah mengalir saja jangan diedit dulu ,walaupun ada kesalahan biarkan saja, terus menulis sampai selesai. Tulislah dengan pikiran dan perasaan, dengan akal budi dari hasil merenung yang dalam maka pikiran akan terbimbing oleh ilham yang mengarahkan.
Ketika menulis kadang muncul ilham atau ingatan sesuatu yang pantas ditulis. Tuliskan saja judulnya, dibuku yang berbeda. Kemudiaan segera kembali fokus ke outline.
Setelah semua judul sudah terbahas kemudian sisipkan judul yang terjeda tadi sesuai dengan urutan sejarah perjalanan.
Agar tampilan buku tampak menarik dan menginspirasi, jika dalam suatu judul ada frase , atau kata-kata mutiara yang menginspirasi bisa dituliskan di atas sebelum uraian tulisan.
Lakukan editing secara teliti semaksimal kemampuannya. Kemudian minta tolong pada teman yang Anda percaya untuk menjadi editor. Buatlah cover buku semenarik mungkin. Mohon kesediaan kepada tokoh tokoh terkenal untuk memberikan kata pengantar. Semoga membawa keberkahan
Langkah terakhir kirimkan pada penerbit yang dipercaya
"Ini buku autobiografi saya berjudul Perjuangan Hidupku, buku ini berisi motivasi agar anak muda itu semangat kerja, Semangat belajar, dan semangat berdoa." ungkapnya
Buku Autobiografi karya Pak Suparno
Sebelum sesi tanya jawab, ibu Raliyanti menyimpulkan bahwa untuk menulis buku autobiografi tidak perlu menunggu sukses sebab setiap orang mempunyai sisi kehidupan yang menginspirasi , misalnya tentang kesederhanaan, kejujuran, kesetiaan, kegigihan, membesarkan dan menyekolahkan anak-anak dan sebagainya. selain itu buku autobiografijuga bermanfaat bagi ASN yang dapat diperhitungkan angka kreditnya.
Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
Saya sudah membaca tulisan Bapak, takjub rasanya sebab terasa begitu mengalir dan menyamankan saat membacanya. Apa tipsnya ya Pak, sebab kadang meski kita punya sedikit perbendaharaan kata, tetapi saat berhadapan dengan karangan kita sering diganggu oleh jengah karena berasa sulit meramu kata menjadi sesuatu yang menarik dan menyamankan...terimakasih, Pak.
Jawaban 1
Bu Susi saudaraku dari Sumatera yang baik hati, menulis itu seperti belajar naik sepeda, awalnya serius banget, pake jatuh pake nabrak, tapi lama-lama kita bisa menikmati, bahkan Los stang pun bisa . Jadi tipsnya terus saja menulis. Moto saya menulis setiap hari mutu dan rezeki akan mengikuti.
[Pertanyaan 2]
Apa selalu runtut, setiap mau membuat autobiografi, dari lahir, sekolah, hingga kerja.
Terima ksh guruku.. ππ
Jawaban 2
Mas Hadi Suharno, dari Jakarta saudaraku, saya membaca buku biografi beberapa tokoh hebat itu kok runtut, jadi saya berpikir tampaknya yang runtut itu yang menarik.
[Pertanyaan 3]
1. Apakah ada perbedaan biografi dan Autobiografi?
2.Jika ada perbedaan di mana letak perbedaannya?
Jawaban 3
Bu Zainab yang baik hati, autobiografi adalah buku biografi yang ditulis sendiri, seperti buku saya itu. Kalau biografi ditulis oleh orang lain dengan seijin yang bersangkutan. atau yang bersangkutan meminta tolong untuk menuliskan biografinya
Biografi adalah buku yang menceritakan tentang perjalanan kehidupan seseorang.
Sengaja tidak saya sampaikan di depan biar muncul dalam forum diskusi ππ
[Pertanyaan dari ibu moderator]
Bagaimana caranya menulis buku autobiografi yang dimulai dari kakek nenek kita tapi kita sudah tidak menemukan lagi jejak mereka?
Jawaban
Kita bisa bertanya pada orangtua kita, atau pada siapa saja yang bisa dijadikan sumber, semaksimal beliau tahu. Saya hanya bisa menggali cerita keluarga saya sampai kakek buyut saya, yang dulu menjadi Lurah desa.
Oleh karena itulah sejarah hidup keluarga kita , segera dimulai di tulis agar abadi, karena menulis itu mengabaikan jejak kehidupan .
Kita ini orang orang biasa, kalau tidak kita sendiri, siapa yang mau menulis tentang kita?
[Pertanyaan 4]
1. Ketika kita menulis otobiografi, selain mengumpulkan data berupa foto, diari dan sebagainya. :
a. Bagaimana caranya kita mencari data kisah sekitar kita dari keluarga. Misalnya apa saja pertanyaan yang perlu kita siapkan jika menggunakan metode tanya jawab.
b. Di mana kita melacak data sejarah sekitar peristiwa saat masa lalu khususnya di daerah dengan sistem dokumentasi masih kurang.
2. Apa yang bisa kita "jual" dari diri kita sehingga orang mau membacanya? Apakah perlu dibuat semacam judul menarik dan pengantar dari seorang tokoh?
Jawaban 4
Oo pertanyaan yang bagus dari saudaraku Frans Fernandez, Lombok
1. Pertanyaan sederhana saja, misalnya siapa kakek nenek kita, anaknya berapa, siapa saja. Kemudian Kakek buyutnya, siapa, tinggal dimana, adakah yang bisa ditulis dari cerita hidupnya. Ada lagi Kakek Canggah namanya siapa , misalnya dulu sebagai Bupati, atau lurah, atau sambong atau apa.
Kemudian cerita itu redaksinya kita sendiri yang mengatur agar mengalir jalan ceritanya.
aat itu belum ada dokumentasi, kecuali seorang Bupati π
Mungkin Makamnya bisa di foto.
2. Saya dulu tidak berpikir saya jual, untuk kalangan sendiri, keluarga , perpustakaan sekolah saya, alhamdulillah pindah pindah sekolah, akhirnya ya saya maukkan di perpustakaan.
Kadang dari nara sumber apa begitu, ehh buku saya juga laku ππ
[Pertanyaan 5]
Assalamualaikum...perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Barito Kuala Kuala Kalsel,mohon izin bertanya, untuk autobiografi itu apakah yang ditulis yang baik2 saja, yang sukanya saja, atau boleh campur yang negatif dan positif, suka dan duka, atau bagaimana pak, terimakasih π
Jawaban 5
Bu Umi terima kasih salam kenal kembali, yang ditulis yang baik-baik saja, yang bisa menjadi pelajaran, menginspirasi bagi pembaca, jangan menulis aib, atau hal hal yang menimbulkan keresahan, yang menyebabkan pembaca sakit hati.
Duka tidak apa apa, yang penting tidak mengganggu ketentraman diri dan orang lain.
Kejadian duka itu kadang cara Allah mendidik dan menyiapkan kita untuk menjadi pribadi yang sekarang, atau masa depan yang lebih indah.
[Pertanyaan 6]
Materi yang Bapak sampaikan sangat menarik, adakah slide PPT yang bisa kami (peserta kelas BM Gel 23-24) jadikan rujukan menulis buku Autobiografi? Terutama outline yang harus dimunculkan dalam menulis buku autobiografi.
Masih terkait dengan tema malam ini, bagaimana jika ingin menjadi Ghost Writer (penulis bayangan)?
Lalu ketika kita ingin menulis biografi, bagaimana memilih sudut pandang yang tepat untuk menggambarkan tokoh yang akan kita tulis itu? Sebab saat ini saya sedang garap project menulis biografi seorang tokoh idola, bagaimanakah tips dan langkah-langkahnya agar bisa cepat selesai, meskipun sudah ditarget waktunya tp rasa-rasanya masih kurang lengkap bahan-bahannya.
Jawaban 6
Maaf Ppt nya tidak ada, karena ini kan WAG menulis π
Outlinenya bisa saya fotokan dari autobiografi saya ya
Contoh outline Pak Suparno
Menulis biografi orang lain kita harus interview dengan tokohnya, dengan teman-teman, dengan keluarganya, membaca literatur ( kalau beliau setingkat Bupati pasti pernah ditulis dalam berita).
[Pertanyaan 7]
Apakah menulis autobiografi memerlukan referensi untuk dijadikan daftar pustaka?
Jawaban7
Mas Priyo Sumbogo yang baik hati, kalau autobiografi, karena yang bercerita adalah penulisnya sendiri, maka tidak perlu ada daftar pustaka, tapi kalau misalnya mengutip tulisan orang lain, maka berlaku hukum menulis secara ilmiah , mencantumkan daftar rujukan
[Pertanyaan 8]
Ketika menulis Autobiografi, kita harus jujur, kan. Bagaimana caranya agar kita tidak merasa sungkan saat menceritakan diri kita sendiri. Sebab kadang muncul rasa kurang percaya diri untuk menokohkan diri kita sendiri.
Jawaban 8
Anggap saja kita akan menulis , yang nanti pembacanya adalah anak cucu sendiri, dijamin percaya diri kan ππ
[Pertanyaan 9]
Agak menyimpang dari materi.
1. Salah satu contoh karya njenengah"Dharma Wanita"
tulisan yang sudah dibuat, dikirim ke mana/link?
2. Bagaimana prosedur sampai tulisan bisa dibukukan?
Jawaban 9
Oo iya, saya itu apa saja saya tulis, peristiwa peristiwa yang saya terlibat didalamnya saya tulis, itu ibu ibu Darmawanita yang saya menjadi pembinanya saya suruh menulis, kemudian dikumpulkan jadi satu, saya jadi penyuntingnya, semacam antologi lah.
ulisan yang sudah dibuat dikirim ke penerbit
Begitu bu Dewi Nurjanah, saya sering ke Malang lho
Semoga dengan ilmu yang Bapak sampaikan, kami bisa menulis buku autobiografi sebagai jejak sejarah kehidupan kami yang bisa diwariskan kepada anak cucu nantinya.
Bapak Ibu yang baik yang baik hati, sepanjang hayat masih dikandung badan dan kita masih bisa menyaksikan keindahan panorama alam, maka menulislah autobiografi, agar perjalanan hidup kita tidak lenyap dimakan zaman dan menjadi warisan berharga buat anak cucu kita. Semoga menjadi catatan berarti dalam hidup ini. Demikian closing statement narsum malam ini.
Salam Blogger
Raha, 09 Maret 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar