Resume Ke-: 10
Gelombang : 24
Hari/Tanggal : 7 Februari 2022
Tema : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Raliyanti
“Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu,
belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air.”( Hj. Nur Asiah Djamil)
Syair lagu ini sebagai ilustrasi bagi Penulis Pemula bahwa dalam mempelajari apa saja tidaklah sulit apabila dibarengi dengan kemauan dan keinginann yang kuat. Tidak ada manusia yang paripurna dalam melakukan suatu pekerjaan. Kekurangan dan kelemahan sudah pasti ada namun bukan penghalang untuk terus mengasah kemampuan. Untuk menjadi penulis yang hebat, butuh pengetahuan dan ketekunan,
Tepat pukul 20.00 WITA, kelas belajar menulis pertemuan ke-10 dibuka oleh moderator ayu nan cantik ibu Raliyanti yang akan memandu jalannya kelas hingga dua jam ke depan, memberikan apresiasi kepada peserta kelas belajar gelombang 23 dan 24 berkat kesungguhan dalam belajar sehingga ada peserta yang sudah jadi buku solonya. Ini membuktikan bahwa sebenarnya passion menulis itu sudah dimiliki oleh para peserta.
Tema pada pertemuan yang ke-10 ini yaitu “Menulis itu mudah” dengan narasumber Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim. Seorang dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Beliau seorang penulis buku dan jurnal, motivator, serta pegiat Literasi. Sejumlah buku, jurnal akademik dan simposium miliknya sudah dipublikasikan.
Berikut beberapa penggal puisi karya Promotornya setelah menempuh ujian desertasi.
“ Negeri ini sedang panen kekerasan dan korupsi
Keduanya selalu dipamerkan lewat televisi
Ngainun Naim telah selesai diuji dan berprestasi
Disertasinya tebal sekali dan tampak berisi
Kita tunggu sejauh mana dia berkontribusi untuk solusi
Selamat mengabdi dan berprestasi
Prof.Dr.Ngainun Naim
Oleh: Siswanto Masruri
Diawal pemaparannya, telah nampak jiwa seorang guru yang senantiasa menyemangati kepada siapa saja yang bernama guru.Terlihat pada kata pembuka kalimat sederhana namun status guru tersanjung tinggi oleh sapaan beliau.
“Alhamdulillah, senang sekali malam ini bisa kembali bersama Bapak Ibu Guru yang luar biasa. Jujur saya selalu bersemangat jika bersama para guru. Bapak saya (almarhum) seorang guru, adik-adik saya ada 3 orang guru, saya sendiri guru. Jadi setiap bersama komunitas guru, saya selalu merasakan energi hidup yang luar biasa.” Demikian ungkap pengarang buku The Power Of Writing ini.
“ Menulis itu mudah, asal tahu caranya. Buku “The Power of Writing” ini saya tulis sebagai media untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk mau dan mampu menulis,” ungkap Dr. Ngainun Naim.
“Beliau menambahkan, menulis itu soal keberanian. Jika ketakutan menulis bisa diatasi maka menulis akan menjadi mudah. Menulis bukan hanya soal teori tetapi praktek. Jika setiap hari mau berlatih menulis maka tulisan kita akan semakin mudah.”tambahnya
Pada malam ini kami belajar bersama Prof. Dr. Ngainun Naim diramaikan dengan diskusi kelas melalui tanya jawab.
Benarkah menulis itu mudah?
“Jawabnya relatif. Pak Prof menegaskan bahwa bisa saja mudah, sulit, atau kadang mudah dan kadang sulit bahkan memusingkan. Duduk berjam-jam di depan laptop atau komputer, tidak ada satu kata pun yang diketik, aktif di aneka kursus dan pelatihan menulis tetapi sampai sekarang belum ada juga yang berhasil ditulis”jelasnya.
Nnaaa!!!...Pak Doktor memberikan solusinya;
Kunci agar mudah dalam menulis
- Ubah Pola Pikir. Menurut Pak Doktor “Banyak orang berpendapat bahwa menulis itu sulit. Pandangan ini sudah menyatu dalam diri sehingga menjadi pengetahuan bahkan kesadaran, karena sudah diyakini maka akan terbukti atau terjadi apa yang difikirkan sulit menulis tadi. Oleh karena itu sudah saatnya bangun pemahaman, keyakinan, dan kesadaran bahwa menulis itu mudah. Saat menghadapi kesulitan menuangkan ide dalam kalimat, yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah”
Beberapa dampak dari berbagai ucapan dapat mempengaruhi tidak hanya fikiran, tubuh, bahkan hidup seseorang. Sikap pesimis yang ada dalam diri inilah yang membuat fikiran seseorang itu mengalami kebuntuan karena kata-kata sehingga menimbulkan rasa takut yang besar, takut salah dalam memulai apalagi dalam mewujudkannya.
2. Berlatih menulis. Banyak penulis yang pendidikannya tidak ada hubungannya dengan dunia penulisan tetapi mereka bisa menulis secara disiplin setiap hari. Untuk menghasilkan “sesuatu”, teori saja tidak cukup meskipun sebenarnya teori itu penting
Dengan mempraktekkannya maka akan sejalan dan seirama antara keduanya. Belajar menulis apa saja yang dilihat, yang dirasakan, yang dialami sampai tuntas. Oleh karena itu berlatih dan terus berlatih menulis pada akhirnya akan bisa karena terbiasa. Menurut Pak Doktor jika ingin menjadi penulis yang sukses, maka wajib hukumnya menulis setiap hari.
3. Banyak membaca. Membaca adalah sarana membuka jendela dunia. Menurut Pak Doktor “Menulis itu ibaratnya mengeluarkan Tabungan Bacaan yang ada di otak kita.”jelasnya.
Banyak hal atau informasi yang belum diketahui tetapi dengan banyak membaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan, demikian juga bagi seorang penulis pemula dapat menambah kosa kata untuk digunakan dalam tulisannya. “Prinsip saya dalam membaca, utamakan faham bukan khatam”tambahnya.
4. Meluangkan waktu. “Saya sering tersenyum ketika mendengar curhat beberapa kawan tentang kesibukan sehingga tidak ada waktu lagi untuk menulis”
Berbicara masalah sibuk, tidak ada orang yang tidak sibuk, mulai dari pedagang yang hanya duduk-duduk menjaga jualannya hingga kelas super sibuk, masing-masing dengan kesibukannya. Kuncinya ada di manajemen waktu. Luangkan waktu untuk menulis meskipun hanya satu kalimat.
5. Rajin mengamati, mencatat, dan mengelola apa yang sudah dicatat menjadi tulisan. Tidak akan menjadi tulisan yang utuh jika apa yang sudah dicatat namun tidak dikelola. Akhirnya catatan tinggal catatan!
6. Belajar menulis kepada para penulis. Beliau menambahkan diakhir materinya ”Grup ini menjadi media belajar. Kunjungi, baca, dan komentari tulisan demi tulisan di grup. Itu belajar yang efektif.”
Tanpa terasa waktu dua jam cepat berlalu, melalui voice note Pak Doktor menyampaikan closing statementnya, "Saya ingin meyakinkan kepada bapak dan ibu sekalian bahwa menulis itu mudah. Saya sudah memberikan enam kunci. Kalau enam kunci itu bapak dan ibu gunakan, maka dia bisa optimal. Tapi jika hanya dibaca dan tidak dipraktekkan maka menulis juga akan tetap sulit.”
Ringkasan Pertanyaan
1. Cara mengatasi kurang percaya diri
2. Tata tulis yang baik untuk artikel
3. Trik mudah menulis
4. Tips mengatur waktu
5. Cara mengatasi blank write
6. Trik tulisan agar diawal dan akhir menyenangkan
7. Strategi dan trik memulai tulisan agar runtun
8. Artikel yang menginspirasi
9. Mengubah pola pikir menggunakan kosa kata untuk melanjutkan tulisan
10. Cara menumbuhkan semangat bagi penulis pemula
11. Memulai tulisan dari yang tidak ideal bukan yang ideal
12. Cara membuka pola fikir teman sejawat untuk menulis
13. Faktor penyebab kesulitan menulis
14. Cara membangkitkan komitmen dalam menulis
15. Cara mengatasi pengaruh terhadap tulisan orang lain
16. Kunjungi situs untuk mencari referensi
https://scholar.google.co dan https://www.researchgate.net
17. Menulis agar tetap ghairah dan stabil
18. Kunci sukses menulis essay dan opini popular
19. Cara mengaplikasikan ide dengan bahan yang ada di sumber bacaan
20. Kunci menulis ada 2 :
Kunci umum berkaitan dengan jenis tulisan
Kunci dasar di atas
Salam Blogger Persahabatan
Raha, 7 Februari 2022
Bacaan yang apik bunda, dengan bahasa yang menunjukan bahwa penulisnya seorang yg berkelas, cerdas secara intlektual, tenang secara sepiritual , dan matang emosional .
BalasHapusMohon berkunjung ke blog Ovi bunda. Mohon berikan pencerahan 🙏
Bu Ovi, ini tantangan menuntaskan tugas di tengah tugas yang semakin ke sini semakin menunggu. Menguji kemampuan untuk pandai-pandai menghandle waktu. Insyaa Allaah saya siapkan waktu untuk berselancar di semua link. Terima kasih.
HapusSemngat bun
HapusBerusaha untuk menyelesaikan resume ke-10 di tengah kesibukan. 24 jam tidak cukup bagiku. Bagaimana kalau ditambah 12 jam lagi.?☺
BalasHapusCatatan renyah bergizi
BalasHapusResume nya mantul, bahasa nya ringan dan mudah di pahami. Mantul bu. Bisa dijadikan referensi juga. Oke bgt bu..
BalasHapusMampir ya bun. Ditunggu kritik saran nya bunda..
BalasHapushttps://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/02/jangan-malas-menulis-itu-mudah.html?m=1