Resume Ke : 8
Gelombang : 24
Hari/Tanggal : Rabu, 2 Februari 2022
Tema : Mengatasi Writer's Block
Narasumber : Ditta Widya Utami, S. Pd., Gr
Moderator : Widya Setianingsih
Malam ke-8 Kelas Pelatihan Belajar Menulis PGRI kembali dipandu untuk yang kedua kalinya oleh ibu moderator cantik nan berbakat Widya Setianingsi. Ibu Widya membuka kelas dengan ilustrasi yang mengajak fikiran kita untuk mengingat-ingat kembali hal-hal yang pernah kita alami ketika ingin menulis. Kadang mengeluh tanpa sebab, rasa panik, buntu, blank, yang diingat hilang semua apalagi ketika berada di depan laptop hapus ketik, hapus ketik lagi akhirnya stop menulis. Menurut ibu Widya inilah pertanda sudah terkontaminasi virus WB.
Narasumber pada malam ini akan mengangkat tema Mengatasi Writer's Block. Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr akan memberikan resep manjur menancap untuk membasmi virus WB ini hingga ke akar-akarnya. Sebelum berbicara lebih jauh lagi mengenai virus ini, sayang seribu sayang kalau kita belum kenal siapa narasumber kita pada malam ini.
Ditta Widya Utami,S.Pd.,Gr adalah salah satu guru IPA di SMPN1 Cipeundeuy Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23Mei 1990. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I.dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd dan Tia Makmur Setiana, S.Pd ini juga aktif di bidang literasi.
Tak sabar rasanya ingin kenal lebih dekat lagi kepada narasumber muda nan ayu di kelas BM malam ini. Agar rasa penasaranku tidak berlarut,saya coba buka link blogspot ibu Ditta. Nnaaaah...mata tertuju pada "Welcome to my blog : Ruang Inspirasi by Ditta Widya Utami." Terpampang indah profil ibu muda satu anak ini dengan memiliki 6 karya tunggal terdiri dari Novel, short story, kumpulan cerpen, kumpulan tulisan lomba blog dan memoar. Sejumlah karya bersama, berbagai penghargaan yang diterimanya serta aktif diberbagai komunitas. Masih muda saja begini sudah segudang prestasi, bagaimana kalau usia seperti diriku? Sepertinya obat writer's Block ada di sini. Tidak yakin! Ayoo buka link berikut lalu pilih, di sini. https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html
Ibu Widya enggan berpanjang lebar lagi, ruang dan waktu diberikan kepada ibu Ditta. "Bapak/Ibu, saya pun sebenarnya alumni pelatihan belajar menulis PGRI ini loh. Dulu saya masuk di angkatan 7 dan alhamdulillah masuk juga ke angkatan pertama yang menulis bersama Prof. Eko yang senin kemarin berbagi ilmu di kelas ini."jelas ibu Ditta.
Pelajaran pertama, peserta dites untuk menulis apa saja di kolom komentar blog ibu Ditta. Tulisan bervariasi sesuai info di link dengan waktu 15 menit. Saya pun ikut menulis, karena tidak ingin terserang writer's block "Manusia adalah tempatnya salah dan alpa...itulah bukti ketidaksempurnaanya. Kesalahan atau kealpaan adalah guru besar bagi kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Belajar dari kesalahan adalah langkah terbesar menuju kesuksesan."
Pengertian Writer's Block
Istilah ini pertama kalinya dipopularkan oleh Edmund Bergler. pada tahun 1940-an. Writer's Block adalah suatu keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya.(WIKIPEDIA)
Pengertian menurut para ahli
1. Gustave falubert
Penulis asal Perancis ini menggambarkan writer's block sebagai pengalaman ketika Penulis sama sekali tidak tahu apa yang harus ditulisnya walau sudah memeras otak." Anda tidak tahu apa itu, tinggal sepanjang hari dengan kepala di tangan sambil mencoba memeras otak yang malang untuk menemukan sebuah kata"
2. Dee Lestari
Penulis novel "Perahu Kertas" dan "Filosofi Kopi" ini mengaku berkali-kali mengalami writer's block. Dalam blognya, Dee menuliskan bahwa writer's block terbagi dalam dua jenis kondisi, yakni akut dan besar.
Writer's block akut merupakan kondisi saat penulis terhalang oleh rintangan kecil. Namun dapat dirasakan besar karena ketidak jelian penulis. Block akut ini pada umumnya tidak parah karena dapat diatasi dengan istirahat dan menguraikan ide sedikit demi sedikit.
Writer's block besar, dikatakan kondisi kronis, yakni saat seorng penulis benar-benar terhalang oleh sesuatu yang besar secara tiba-tiba. Saat penulis mengalami kondisi ini, rasanya mereka tidak memiliki jalan keluar.
Dari dua pendapat ahli ini dapat disimpulkan bahwa :
a. Suatu kondisi yang dialami oleh Penulis yang sama sekali tidak menemukan apa yang akan ditulis
b. Writer's block akut masih dapat teratasi dibanding writer's block besar yang sepertinya tidak ada jalan keluar sehingga terperangkap dalam waktu yang cukup lama.
Ilustrasi Writer's Block
Virus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari penulis pemula maupun profesional, Penulis cerpen maupun puisi, Penulis artikel maupu jurnal ilmiah. Kecenderungan adanya writer's block bukan karena ketidakmampuan membuat tulisan atau tidak memiliki keterampilan menulis tetapi terkadang lebih sering terjadi karena penulisnya tidak ada semangat untuk melanjutkan tulisannya.Tulisan dianggap belum menarik oleh pembuatnya, juga bukan karena tidak memiliki waktu untuk melanjutkannya, juga bukan karena tidak ada komitmen untuk menyelesaikannya. tetapi lebih banyak karena keadaan mental di mana tidak ada sesuatu yang menarik untuk melanjutkannya. Jadi writer"s block secara umum tidak disebabkan oleh masalah komitmen atau kompetensi menulis.
Tanda-tanda Writer's Block
1. Tidak bisa fokus
2. Berubah fikiran setiap hari
3. Merasa gagal
4. Tidak lagi bersemangat dalam menulis
5. Terlalu sering mengoreksi tulisan
Penyebab writer's block
- Mencoba metode/topik baru dalam menulis. Ketika penulis mengalami kebuntuan berfikir hendaknya menghentikan tulisannya dan sebaiknya mengganti topik baru daripada melanjutkan tulisannya yang tidak tahu apa kelanjutannya
- Stress. Perasaan tertekan bisa membuat seorang penulis tidak dapat berfikir dengan baik untuk menghasilkan tulisan yang baik.
- Lelah fisik/mental. Pekerjaan yang banyak atau kesibukan yang luar biasa mengakibatkan lelah fisik lelah fikiran .Kalau sudah begini untuk mengatasi hanya dengan istirahat
- Terlalu perfeksionis. Berjuang untuk menghasilkan tulisan terbaik memang wajar, ketika yang terbaik diinginkan, tidak tercapai bukan tidak mungkin seorang penulis mengalami tekanan mental karena tidak mampu melindungi dirinya
Lalu bagaimana mengatasi Writer's Block?
- Refreshing dengan jalan-jalan untuk kembali menyegarkan fikiran. Luangkan waktu dengan memanjakan diri
- Siapkan waktu untuk menulis sebaiknya di pagi hari
- Tulislah ide-ide di catatan kecil atau di hp.
- Buat jadwal kapan menulis dan kapan tidak menulis
- Jadikan tulisanmu sebagai produkmu, dengan memikirkan untuk apa menulis dan rasakan bahwa tulisanmu mewakili perasaan dan fikiranmu
Di akhir materi ibu moderator memberikan penyegaran melalui kata-kata penyemangat setidaknya sudah bebas dari mengalami writer's block, karena sudah menemukan jawabannya. melalui pemaparan ibu narasumber.
Ringkasan Pertanyaan(sesi tanya jawab)
- Cara menghilangkan kebuntuan dalam menulis
- Maksud dan penyebab writer's block ketika menentukan topik baru
- Perbedaan Writer's Block dengan overthinking
- Gangguan dalam menuangkan tulisan apakah termasuk WB
- Perbedaan WB dengan lupa, linglung/lupa
- Perfeksionis
Salam Blogger Persahabatan
Raha, 2 Februari 2022
Lengkap... Keren. Salam literasi
BalasHapusTerima kasih atas kunjungannya. Masih tahap belajar.
HapusPenyajian yang lengkap bunda..
BalasHapusDitunggu kritik dan saran nya bun
https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/02/fenomena-writers-block-bagi-penulis.html?m=1
Lengkap pembuka isi dan ringkasan tulisan
BalasHapusKeren