Resume Ke- : 2
Gelombang : 24
Tanggal : 19 Januari 2022
Tema : Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Nara Sumber : Dra. Sugiastuti,M.Pd (Bunda Kanjeng)
Moderator : Helwiyah
Sumber : Dokumentasi Belajar Menulis PGRI
Pertemuan Ke-2 pada malam ini Daring Via Grup WA Belajar Menulis dengan moderator Ibu Helwiyah yang juga seorang guru dan pegiat literasi nasional. Ibu Ewi begitu nama panggilan akrabnya akan membersamai kami hingga akhir kelas. Masih sama seperti malam pertama, moderator yang akan memandu jalannya pelatihan ini Ibu Helwiyah, tetap memotivasi dan membakar semangat agar para peserta bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Hadir pada malam ini sebagai narasumber yang cetar membahana di dunia literasi Indonesia Ibu Dra. Sugiastuti, M.Pd yang biasa dipanggil Bunda Kanjeng mengangkat tema " Menjadikan Menulis Sebagai Passion" Beliau adalah lokomotif dari serangkaian gerbong antologi dari beberapa kelas yang dimotori oleh Om Jay.,ditambah lagi dengan Julukan Kereen dari Om Jay "ULAMA" Usia lanjut tetapi masih aktif. Berikut Profil Narasumber
Sumber : Dokumentasi Belajar Menulis PGRI
Julukan kereen " Usia lanjut tetapi masih aktif " dibuktikan dengan menelorkan 21 buah buku diusia 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa Bunda Kanjeng memegang prinsip, usia bukan penghalang untuk berkarya dan terus berkarya. Hadits Nabi yang menjadi pegangannya agar dirinya bisa bermanfaat kepada orang lain dengan menebar ilmu melalui goresan penanya.Tidak hanya untuk dirinya tetapi memotivasi semua penulis agar tetap bersemangat menggapai ridho Allah dengan berbagi dan silaturrahim. Kalimat terakhir inilah yang menjadi motto hidupnya.
Apa itu Passion?
Saya coba mengambil dua definisi dari pakar, Mclnerney et al. (2013: 75) berpendapat bahwa passion adalah sebagai kecenderungan yang kuat terhadap aktivitas yang disukai oleh individu bersangkutan dianggap penting oleh individu bersangkutan, dan berusaha mencurahkan waktu serta energi berlebih dalam melakukannya. Selanjutnya Passion merupakan gairah atas intensitas pribadi atau kekuatan mendasar yang memicu emosi terkuat seseorang (Chang, 2011:5)
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Passion adalah suatu kecenderungan yang kuat yang ada pada diri sesorang terhadap apa yang dia rasakan sehingga rasa kuat yang ada, membangkitkan semangat positif dalam dirinya untuk mengerjakan sesuatu yang disukai tanpa memikirkan seberapa besar menggunakan tenaga dan waktunya untuk melakukan hal tersebut.
Materi malam ini melalui paparan Ibu Kanjeng sangat menarik dan menggugah hati para penulis bahwa kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelaktualitas dan kematangan dalam berfikir. Dua hal ini menunjukkan suatu kecerdasan terukur dalam menilai dan menyatakan kebenaran melalui apa yang difikirkan dan dirasakan sehingga dengan kematangan berfikirnya mampu mengemukakan kebenaran. Inilah kriteria yang dimiliki oleh seorang penulis yang mengantarkan dirinya sangat dihormati dan dihargai secara sosial.
Kendala dan Hambatan
Dalam menekuni dunia penulisan, tidak lepas dari beberapa kendala dan hambatan yang dihadapi:
1. Merasa tidak bakat dalam menulis
Ada orang yang berpendapat bahwa menulis itu adalah bakat bawaan sejak lahir yang dianugerahkan Allah Swt. kepada seseorang. Kemampuan khusus yang bisa bekerja cepat dan baik hasilnya. Inilah yang menjadi hambatan utama dalam menjadikan menulis sebagai Passion. Menurut saya semua orang punya bakat hanya yang membedakan kecenderungan terhadap sesuatu yang berbeda. Mungkin ada orang ahli di bidang vocal tapi belum tentu mahir di bidang penulisan.
2. Tidak memiliki waktu
Waktu berjalan terus, waktu tidak menunggu kita dan bahkan waktu tidak akan pernah menoleh ke belakang. Menghasilkan karya tidak harus ada waktunya. Inilah yang menjadi alasan mengapa menulis dianggap sesuatu yang menyita waktu.
3. Tidak memiliki ide
Menulis tanpa ide sekalipun dapat dilakukan.
4. Tidak mau dikritik
Hambatan terbesar dalam menjadikan menulis sebagai Passion. Berapa banyak orang ternama yang bisa maju dan berjaya dalam hidupnya ketika siap dikritik. Dengan kritikan seseorang lebih dewasa dalam mengembangtumbuhkan ide atau gagasan, apa dan di mana titik kelemahan dan akan berusaha mencari jalan keluarnya. Siaplah dikritik jika ingin menjadi penulis yang berkarakter.
5. Tidak suka menulis
Penyakit yang satu ini ketika singgah di hati dan fikiran, harus segera diobati dengan berjuang sungguh-sungguh melawan virus ini. Tidak ada obatnya melainkan nasihati diri sendiri.
Alasan untuk menulis
Melalui goresan untaian kata-kata, kita dapat menyampaikan rasa hati dan fikiran kita kepada pembaca, apa yang menjadi tujuan hidup. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk merangkai kata dengan selalu tanpa henti menulis di waktu kapan saja.
Langkah-langkah menjadi penulis yang baik menurut Bunda Kanjeng
1. Membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca ilmu bertambah pengalaman mengalir
2. Diskusi. Dengan banyak berdiskusi mengasah keterampilan dalam mengemukakan ide dan gagasan, terbiasa menerima kritikan untuk perbaikan. Berhasil tidaknya diskusi tidak lepas dari petunjuk dan wejangan seorang pelatih/mentor yang tepat
3.Lihat dan rasakan
Bersahabat dengan alam sekitar maupun dunia maya baik secara langsung atau tidak, bisa kita rasakan sendiri manfaatnya untuk menjadikan menulis sebagai passion
4.Sosialisasikan
Berapa banyak pengalaman dan pengetahuan yang dapat kita peroleh dan kita bagikan kepada orang lain agar kita bisa bermanfaat bagi orang di sekitar kita.
Persiapan Menulis
Untuk menghasilkan karya bermutu, menurut Bunda Kanjeng harus diperhatikan:
1.Menggali dan menemukan gagasan
Tahap ini dapat dilakukan melalui pengamatan atau kajian pustaka. Cara efetif dengan melalui brainstorming.
2.Menentukan tujuan, genre, dan segmen.
Sasaran pembaca menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan warna tulisan dan harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable
3.Menentukan topik
Ini dilakukan setelah penulis menetapkan tujuan apa, menulis, genre apa yang dipilih dan siapa sasarannya. Misalnya tujuan informasi tentang kesihatan genrenya tulisan populer, sasarannya anak-anak, maka topiknya " Jika ingin cerdas banyak makan buah dan sayur "
4. Membuat outline
Memuat ringkas gambaran materi dengan garis besar/penting, kesederajatan yang logis, terstruktur,kesetaraan, kepaduan dan penekanan.
5, Mengumpulkan bahan materi/buku
Membaca banyak buku dan literatur akan memperkaya referensi. Bahan yang dikumpulkan sesuai topik akan membantu mengembangkan tulisan.
Menulis harus sabar
Salah satu kunci keberhasilan seorang penulis pemula adalah tekun dan sabar. Menulis sesuai kemampuan tanpa memaksa perasaan dan fikiran.
Setelah menyelesaikan naskah kasar (rough draft) tahapan selanjutnya sampai diterbitkannya buku adalah:
1.Editing yaitu tahap membaca ulang dan menyempurnakan draft
2. Revising yaitu mengubah beberapa bagian, melengkapi naskah, dan mengevaluasi kembali isi naskah
3.Publishing yaitu pengirimsn naskah, pracetak, tata letak, ISBN,selanjutnya pencetakan dan terakhir promosi dan distribusi
Menulis adalah pekerjaan hati. Mari kita gerakkan hati dengan perantara jari, karena dengannya dapat mengubah seseorang dan bahkan dunia.
Sebagai materi penutup, Bunda Kanjeng berpesan, tetaplah dalam komunitas literasi. Bergabung bersama guru-guru penulis hebat pada buku antologi sampai menghasilkan buku solo.
Salam Blogger
Raha, 19 Januari 2022
Tulisan yang apik bunda. Salam kenal Ovi. Arofiah Afifi penulis pemula, Monggo mampir ke blog saya dan beri kritikan untuk membangun bunda
BalasHapusSalam kenal juga dek..saya termotivasi dengan tulisan adik Ovi. Sehat selalu.
Hapushttps://arofiahafifi.blogspot.com/2022/01/menulis-sebagai-passion.html
BalasHapusInsyaa Allaah
HapusKeren Bu sistematis dan runtut
BalasHapusTerima kasih. Sehat selalu.
HapusKeren bunda mantap luar biasa salam kenal bun, sy mutmainah. Mangga mampir si blog saya bund🥰
BalasHapushttps://mutmainahqiandra.blogspot.com/2022/01/menjadikan-penulis-sebagai-passion.html?m=1
Siap...
HapusMantap. Membaca, Menulis dan Mencipta. Lanjutkan Anda akan menjadi penulis hebat.
BalasHapusSalam Literasi
Mantap tulisannya Bu ....rapi dan tertata ...
BalasHapusKita sama-sama belajar bu. Ceria selalu
HapusSalam kenal,bunda. Mantap, bahasanya enak dibaca, informatif...
BalasHapusSalam kenal juga. Ceria selalu
Hapus