Resume Ke- : 3
Gelombang : 24
Tanggal : 21 Januari 2022
Tema : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional
Narasumber : Rita Wati, S.Kom
Moderator : Rosminiyati
Sumber: Dokumentasi Belajar Menulis PGRI
Awal malam yang menggairahkan, seperti biasanya laptop, hp, secarik kertas, dan pena menemani. Masuk malam ke-3 membersamai kami, moderator Ibu Rosminiyati berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pangkal Pinang sejak tahun 1999 hingga sekarang. Beliau adalah Guru Penggerak Indonesia, Penulis, Blogger dan alumnus BM gelombang 19-20. Salah satu artikelnya yang dimuat oleh Blogger Guru Indonesia yaitu "Peran Guru Blogger dalam Memulihkan Pendidikan di Indonesia" terbit 3 Januari 2022.
Hadir menemani kita pada malam ini, seorang guru muda yang cerdas, berbakat, dan telah mengukir banyak prestasi di bidangnya. Bekerja sebagai Guru Informatika di SMP Negeri Mendoyo Kab. Jembrana Provisi Bali, mengangkat tema Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional.
Berikut gambaran Profil narasumber
Sebelum pemaparan materi malam ini, kegiatan pembelajaran diawali dengan membaca sekilas profil narsum yang kemudian diminta untuk menjawab pertanyaan, " Apa cita-cita bapak/ibu setelah mengikuti kelas Belajar Menulis ini ? Kami diminta menjawab melaui link mentimeter yang dishare di grup. Bervariasi jawabannya, yang intinya semua peserta inginkan ada perubahan yang lebih baik lagi.
Ibu Rita berbagi pengalaman bagaimana dari seorang Guru Biasa menjadi Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Jawabannya bermula dari mengikuti kelas belajar menulis Om Jay yang pada awalnya hanya berharap ingin menerbitkan buku solo. Itulah cita-citanya.
Ibu Rita mulai tertarik dalam dunia penulisan sejak 2001 karena berteman dengan seorang penulis yang telah menerbitkan buku."Akan tetapi saya tidak tahu mau menulis apa dan bagaimana cara memulainya?' begitu kata ibu Rita, Pertanyaan ini tidak terjawab. Pada tahun 2005 keinginannya kembali menggebu yang pada akhirnya ia menulis apa saja sehingga menghasilkan tulisan berupa novel dan cerpen ala Rita.
Rasa tidak percaya diri mengalahkan cita-citanya sehingga tulisan yang ada diendap karena ada rasa malu tidak berani tulisannya dibaca orang lain. Karena mengalami mental block inilah ia menjudge dirinya sebagai orang yang tidak punya bakat dalam menulis. Pandemi datang membawa hikmah untuk dirinya, sekedar coba-coba meskipun tidak tertarik, akhirnya bergabung bersama grup menulis Om Jay, dan masuk gelombang 10.
Pada pertemuan ke-6, mulailah ia berfikir bagaimana membuat resume yang menarik dengan mengolah kata-kata sendiri bukan copy paste. Tak terduga tulisannya dishare oleh Guru Blogger Indonesia. Semangat semakin membakar dirinya sampai selesai mengikuti 30 kali pelatihan dan bahkan diminta untuk menjadi Kurator oleh ibu Kanjeng. Sejak tahun 2000 sampai sekarang hasil karyanya, 4 buku solo, 1 buku duet bersama Prof.Eko Richardus Indrajit, dan 9 Antologi.
Ada hal yang menarik untuk saya simak selanjutnya ternyata begitu besar pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap ibu guru muda ini."Dulu saya bukan blogger dan bukan youtuber", begitu ia mengakuinya. Keadaanlah yang memaksa ia pada saat itu karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) diwajibkan oleh pemerintah sehingga mau tidak mau ia berusaha agar pembelajaran daring dari rumah bisa diikuti oleh siswanya meskipun banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari akses internet yang tidak merata, fasilitas gawai yang kurang, dan minimnya kontrol orang tua terhadap anak. Salah satu strateginya untuk mengatasi Learning Loss yaitu dengan membuat Tutorial pembelajaran yang diupload di Youtube.
Postingan tulisan dan vidio di Youtube menambah kepercayaan dirinya sehingga memberanikan diri untuk mengikuti lomba. Berawal dari lomba blog di PGRI sehingga meraih peringkat 8 besar. Karena semangat membakar jiwanya dan tidak mudah putus asa, mengantarkan ibu Rita Juara 1 lomba Blog PGRI Tingkat Nasional
Ibu Rita menyampaikan bahwa menjadi Blogger dan Youtuber sangat bermanfaat sebagai ilmu jariyah sepanjang karya-karya kita dimanfaatkan oleh orang lain. Dengan memegang prinsip inilah yang mengantar Ibu Rita meraih prestasi sebagai Guru Inspiratf Nasional lomba Kegiatan Apresiasi Guru tahun 2021 dengan menampilkan Tutorial Youtube dan Literasi Blog dalam mengatasi Learning Loss.
Sebelum mengakhiri kelas belajar malam ini, ibu moderator mempersilahkan narasumber ibu Rita Wati,S.Kom untuk memberikan langsung closing statement pada pembelajaran malam ini. Beliau menyemangati peserta dengan pernyataan, jauhi kata-kata negatif seperti pesimis, minder, mudah putus asa, tidak ada waktu dan silakan ganti dengan kata-kata positif. Teruslah menulis dan wujudkan cita-cita setinggi langit.
Nothing is imposible in this world what we look upon today, tomorrow maybe acompished fact.
Tidak ada yang mustahil di dunia ini, jika hari ini terlihat mustahil, besok bisa jadi kenyataan.(Quote Motivasi)
Salam Blogger
Raha, 21 Januari 2022
Sip sip bunda 👍
BalasHapusCeria selalu bu.
HapusKeren, Bu. Font pada judul apik.
BalasHapus