Senin, 13 Juni 2022

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....kemarin ucapan itu juga, lalu siapa lagi pagi ini? Ternyata dirimu Ani (nama samaran). Tak pelak lagi aku berlari menuju rumahmu, tak hirau kulewati semua tetangga, kini kau sudah terbujur kaku Kakakku, sahabatku, tetanggaku. Cepatnya kau tinggalkan kami..sekejap menghilang dari mataku..Ya Allaah!!!
Kini 15 hari sudah engkau istirahat di sana.
Tidak ada lagi tempatku bercanda, ketawa ria, tanya jawab apa saja terlebih kue kesukaanku.
Tenanglah di sana...InsyaaAllaah amal ibadahmu menemanimu..anak-anakmu soleh dan solehah senantiasa mendoakanmu disetiap turun naiknya nafas mereka, menjadi saksi di hadapan Allaah Swt.
Masih terbayang di mataku gigimu yang putih bersih di kala tertawa...tidak ada lagi sebutan mama Rasyiid!!!..
sini makan kueee...jangan dulu pulang makan dulu kuee..
Ketika engkau masih ada, setiap pagi kujalan menuju rumahmu yang di depannya ada anak kali. Engkau menyapu daun-daun mangga yang jatuh ke bumi, aku membuang sisa makanan di kali. "Untuk makanan ikan-ikan di kali ini," begitu kataku. "Iya, jawabmu.

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...