Rabu, 23 Februari 2022

Pilihlah Penerbit Indie



Resume Ke : 17

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Rabu, 23 Februari 2022

Tema : Mengenal Penerbit Indie

Narasumber : Mukminin, S.Pd.,M.Pd.

Moderator : Helwiyah


 Sudah hampir dua bulan Taman Pendidikan Al-Qur'an Nuurul 'Ilmi MTSN 1 Muna kembali diaktifkan setelah kurang lebih dua tahun vakum akibat Pandemi Covid-19. Para santri-santiwati ditugaskan mengaji di rumah saja dan didampingi oleh orang tua masing-masing. Para santri-santriwati setiap maghrib dan 'Isya mengirim foto-foto mengaji dan sholat mereka melalui grup belajar Whatsapp. Hari ini Rabu, 23 Februari 2022 tepatnya pukul 14.00 WITA anak-anak kelas 8 menuju masjid madrasah untuk kegiatan pengajian setelah kemarin jadwal mengaji untuk kelas 7 dan besok giliran kelas 9. Jumlah santri-santiwati di madrasahku 443 orang. Mereka didampingi 11 orang tenaga pengajar. Semoga TPA ini dapat berjalan sesuai program ektra yang telah disepakati bersama antara pihak madrasah dan orang tua/Wali siswa.

 Pada malam ke 17 ini, kelas belajar menulis PGRI asuhan Om Jay akan dipandu oleh seorang Pegiat Literasi Nusantara Helwiyah, panggilan akrabnya Ewi sekjen BM gelombang 20 yang selalu cetar mendunia akan mendampingi narasumber dan peserta pada malam ini. Narasumber yang akan membersamai kami malam ini adalah Bapak Mukminin, S.Pd.,M.Pd. Beliau lebih akrab dipanggil Cakinin. Hampir setiap hari beliau selalu  muncul di grup BM gelombang 23 dan 24  mengajak para peserta untuk menerbitkan karya solo  maupun antologi. 

 Tak kenal maka tak sayang...syair ini tertuju pada Cakinin. Siapa sebenarnya Cakinin ini? Beliau lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Pendidikan terakhir S2 UNISDA Lamongan tahun 2012. Kesehariannya mengajar di SMP 1 Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 sampai sekarang. Pengabdiannya sebagai PNS selama 32 tahun dihargai dengan anugerah tanda kehormatan SATYALENCANA KARYA SATYA XX dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2020. Mari kita ulik curiculum vitae beliau melalui link blogspotnya

https://cakinin.blogspot.com/2020/10 curiculum-vitae.html

 Luar biasa sepak terjang Cakinin di dunia literasi. Mulai menulis diusia paruh baya 55 tahun dengan karya pertamanya "Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal bersama Pakar." buku hasil pelatihan tiga puluh kali mengikuti kelas belajar BM bersama Narsum hebat PGRI. Tiga dari empat buku solonya diterbitkan Kamila Press Lamongan.

 Narasumber kita malam ini akan membahas tema yaitu Mengenal Penerbit Indie.  Kelas diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab tentang Penerbit Indie. Untuk menghidupkan suasana kelas, selanjutnya Cakinin memberikan pertanyaan, diberi waktu satu menit untuk menjawab. Pertanyaannya yaitu, apa alasan seseorang menulis buku? Sebutkan 4 saja! 3 peserta dari gelombang 23 dan 3 peserta dari gelombang 24, yang tercepat mendapat hadiah buku.

" Pada zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku  menjadi yang bermanfaat bagi orang lain/ pembaca." Jelas Cakinin

"Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis." tegasnya

"Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya."tambahnya

Kata-kata Mutiara untuk motivasi diri:

  1. "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib
  2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". -  Imam Al-Ghazali

Cara menulis dan menerbitkan buku.

Menurut Cakinin untuk mewujudkan dua hal ini butuh ketekunan, tekad yang kuat, dan perjuangan  serta motivasi diri agar tidak goyah dalam menulis. 

"Agar Anda  terus semangat menulis, melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya." tegasnya

Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat

Menurut Cakinin , ada 5 tahapan yg harus dilalui: 

1. Prawriting

a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention).

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai  draf tadi.  

Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yang perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editing, Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit.  Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI. 

5. Publikasi  

Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.

Melalui materi yang disampaikan, Cakinin mencoba untuk memperkenalkan Penerbit Indie miliknya sebagai referensi untuk menerbitkan buku dengan menjelaskan apa saja kemudahan, kelebihan,dan perbedaannya dengan Penerbit lain. 

Di grup BM asuhan Om Jay ada dua penerbit yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie. Apa perbedaan kedua penerbit ini?

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

# Penerbit Mayor :  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

# Penerbit Indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit Mayor : 

 Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit Indie : 

 Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor : 

 Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit Indie : 

 Kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover, bagus, cerah, mengkilat isi buku kertas coklat halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit Mayor : 

 Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit Indie :

  Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

# Penerbit Mayor : 

Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit Indie : 

Umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit Mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

# Penerbit Indie : 

Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.



Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1].

 1 Apakah ada diskon buat peserta webinar malam ini?

2. Berarti harga itu sudah termasuk sertifikat dan cover yah? Atau termasuk ngedit juga?

Jawaban 1

1. Itu sudah harga net. Jadi cetak 20 buku umpamanya, dengan 60 halaman.

Maka yang 10 buku harga atas termasuk (Cover buku, ISBN, Layout, edit, PO Buku dan Sertifikat) harga 632.000

Yg 10 buku dihargai cetak ulang harga bawah perbuku X @ 20.000 = 200.000

Ditambah ongkir. 

[Pertanyaan 2]

1. Bagaimana prosedurnya untuk mendirikan badan usaha penerbitan termasuk SDMNYA?

2. Selain promo lewat FB atau media online lainnya, untuk buku penerbitan indie apakah bisa dipasarkan di toko-toko buku oleh pihak penerbit?

3. Motivasi Cak Inin yang paling menarik bagi saya adalah tak ada kata terlambat dalam menulis. Buktinya Cak Inin mulai menulis pada usia 55 tahun. Dan langsung melesat dengan karyanya. 

Apa motivasi awalnya, dan bagaimana menjaga agar semangat ini tidak padam bahkan terus terpancar. Apakah ada trik waktu menulisnya?

[Pertanyaan 3]

Jika terbitkan buku di penerbit Indi Kamila Press, dengan tebal dan harga yang sudah ditayangkan ... Berapa  lama dari sejak naskah dari penulis dikirim lengkap hingga buku terbit ber ISBN?

Jawaban 3

Dari naskah dikirim lalu kami ajukan ISBN turunnya sekarang rata-rata 4 Minggu kadang bisa lebih dan kadang bisa kurang. Karena habis PKKM dan banyak buku masuk dari guru-guru yang menulis. Sebelum turun kami buatkan cover buku sesuai permintaan. Setelah turun kami proses Layuot..setelah selesai kami kirim ke penulis untuk dicek lagi. Jika ada yang masih kurang pas kata atau ejaan bisa diajukan revisi. Lalu kami revisi sampai deal. Lalu naik cetak dan bayar biaya. Dari naskah Sampai terbit sekitar 8 Minggu.

[Pertanyaan 4]

(1) Jika kita sudah menerbitkan   sampai 10 buku,  dan tiba-tiba ada kesalah tulisan dan mau cetak buku 10 buku lagi,  apakah perlu ada biaya tambahan  atau tidak (2) Bagaimana kiat-kiat agar kita bisa membuka penerbitan buku seperti penerbit indie.  (3) Apa motivasi tertinggi bapak menjadi penulis yang handal diusia tidak mudah lagi tapi tetap berkarya dan hasilnya luar biasa. 

Jawaban 4

 1. Jika ada revisi untuk cetak ulang kami revisi tanpa bayar lagi gratis.

2. Sudah saya jawab di atas. Setelah dapat SIUP ( surat izin usaha) maka.kira daftar ke Perpusnas dengan ngisi beberapa persyaratan surat-surat izin dll. Jika.sdh kita bisa ajukan no. ISBN 

3. Motivasi saya,  Saya ingin berbagi pengalaman lewat tulisan dan memberi.contoh anak didik saya, anak-anak saya, teman-teman guru yang muda bahwa semua orang bisa menulis asal ada niat kuat, nekat, cari mentor ( ikut pelatihan) dan segera menulis apa.saja yg kira bisa ( sesuai passion.kita ). Dan menulis itu ibadah bisa memotivasi orang lain dan berbagi ilmu. Dan harus menjaga semangat menulis dg sharung dg teman2 grup. Serta rajin blogworking ( mengunjungi blog teman utk tambahan ilmu dan cara menulis). Semakin terus menulis maka semakin tajam tulisan kita spt pisau. 

[Pertanyaan 5]

1. Apakah motivasi utama bapak untuk menulis?

2. Adakah waktu khusus yang bapak sediakan untuk menulis melihat kesibukan bapak.

3. Pak tolong beri kami kemudahan ( penulis pemula) dengan adanya harga khusus 🙏😊

Jawaban 5

1. Wajib Bu. Sedekah kata istilahnya

2. Ya Bu saya Senin sampai Sabtu ngajar, lalu sore, malam melayani teman-teman yang menerbitkan buku dari minta cover, revisi dan minta kata pengantar saya sampai jam 11 malam. Dan siangnya setelah ngajar dengan anak-anak ngedit naskah. Waktu yang paling tepat bagi saya menulis adalah usai shalat jama'ah subuh di masjid pulang, ngaji sebentar langsung nulis sampai jam 6 terus persiapan ke sekolah. Ketika.di jalan ada ide masuk buat puisi, pantun, atau cerita inspiratif maka di sekolah saya tulis harus besarnya. Subuh dijadikan tulisan. 

3. Untuk harga itu semua sama Om Jay, Pak Rahmadi Kalimantan, Cing Ato dan temannya, Pak Sud

[Pertanyaan 6]

1.Bagaimana menulis resume yang benar tanpa berkesan plagiarisme?

2.Bagaimana menyegarkan gagasan ketika kehilangan kata-kata untuk menyambung menjadi paragraf baru dan mengandung  makna ?

3.Apa saja strategi agar menulis itu selesai?

Jawaban 6

1. Ibu menulis Resume dari materi grup PGRI tolong diambil intinya dengan dikembangkan dengan kalimat sendiri. Terus cari referensi dari internet atau buku utuk memperkaya materi itu. Jika mengambil pendapat tokoh, tulislah namanya. Resume buku saya jurus jitu itu alhamdulilah bagus berdasarkan testimoni teman-teman pembeli dan bisa dijadikan contoh dan model menulis dan menerbitkan buku. Karena setiap materi kuliah menulis di grup PGRI pasti saya beri pendahuluan / pengantar menuju ke materi dengan ambil di internet lalu saya parafrasekan 

2. Untuk menyegarkan jika kehilangan kata-kata untuk menyambung paragraf baru. Maka kita istirahat dulu, sebentar mungkin jenuh. Minum kopi, teh atau dengar musik sebentar lalu fresh nyambung lagi. 

3. Strategi menulis itu harus selesai jangan  dipotong spt pertanyaan no.2. jangan berhenti dulu. Tulis saja apa yg ada di benak kita, lanjut terus jangan hiraukan EYD salah kata atau kurang kata. Tuntaskan ide yg ada dalam benak kita. Jika sudah berhentilah. 

[Pertanyaan 7]

1. Dalam menerbitkan buku ber-ISBN apakah kelebihannya penerbit Indie miliknya Cak Inin dibandingkan dgn penerbit lainnya?Misalnya dengan promo utk penulis akan mendapatkan fasilitas dipublish di google play book?

2. Saya pernah mendengar untuk  kenaikan pangkat Guru PNS, dengan membuat buku solo Ber-ISBN berupa puisi, Penerbit harus menyediakan/memiliki Editor Sastra,kalau tidak nanti bukunya tidak akan dinilai, bagaimana menurut pandangan Cak Inin mengenai hal ini?

3. Bagaimana suka dukanya Cak Inin dalam mendirikan penerbitan?apakah bisnis penerbitan masih memiliki prospek yang menjanjikan di era digital saat ini?

Jawaban 7

1. Kelebihannya penerbit Kamila Press milik saya sendiri saya layani dengan sepenuh hati sesuai permainan. Kemudian yang menilai ya yang pernah menerbitkan buku ke saya seperti guru kita dan teman-teman di atas terus jadi langganan baik.cetak langsung atau cetak ulang juga ngajak teman-teman nya cetak ke saya.

2. Jadi untuk terbitan buku puisi atau pantun, setelah selesai menulis bisa minta penilaian teman yg bisa tentang itu. Atau minta dieditkan Jika ada yang salah kepada teman. Ada juga yang langsung ke saya. Lalu kita proses. Jika ISBN turun buku solo insya Allah dapat nilai 3. 

3. Ya banyak sukanya karena saya dapat ilmu dari buku-buku yang saya terbitakan sudah 200 lebih judul. Dan senang dapat membantu teman-teman untuk memperbaiki pantun, puisi 2.0 ( 2 buku sudah terbit). Sehingga terbit buku untuk bisa kenaikan…

Di akhir pemaparannya, Cakinin berharap agar para peserta segera menulis sehingga terbit buku sebab buku hasil karya adalah kebanggaan tersendiri buat kita. Dalam closing statementnya beliau juga meminta kepada para peserta membaca motto Cakinin agar bisa menginspirasi diri untuk berkarya.



Salam  Blogger Persahabatan

Raha, 23 Februari 2022


6 komentar:

  1. Lengkap bunda. Saya sampai menghabiskan bacaan pertanyaan dan jawaban 👍

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas kunjunganya bu sekretaris.

    BalasHapus
  3. Lengkap banget resumenya Bu
    Semoga kita bisa masuk ke penerbit indie atau penerbit Mayor

    BalasHapus

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...