Sabtu, 26 Februari 2022

Terbitkan Bukumu di Penerbit Indie

Resume Ke- : 18

Gelombang : 24

Hari/Tgl : 25 Februari 2022

Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.

Moderatur : Rosminiyati


   Deraian air mata dan pelukan dingin menjadi saksi di siang jum'at hari ini, antara diriku dengan sahabat seprofesiku Ibu Hajjah Muliati, S.Pd. Kami sama-sama mengajar di MTSN 1 Muna. Air mata dan pelukan mengiringi perginya seorang sahabat guru. Beliau mengundurkan diri dari guru atas permintaan sendiri. Terhitung 1 Maret 2022 bertugas di Kantor Kemenag Kab. Muna, di Seksi Haji dan Umrah. Profesi guru yang ditekuninya sudah menginjak 27 tahun, bukan waktu yang singkat. Insyaa Allah jika Allah mengizinkan, 8 tahun lagi beliau pensiun. Terbilang usia masih sangat muda sudah menjadi guru."Saya ni boleh dikatakan neneknya guru, bagaimana tidak murid-muridku dulu, kini anak-anak mereka saya juga gurunya" ungkapnya sambil tersenyum bersemangat. Dua belas tahun lebih kami bersama serasa baru kemarin jumpa. Aku dimutasi ke MTSN 1 Muna dua belas tahun lalu, tepatnya 29 September 2009, yang sebelumnya bertugas di luar kota.

   Kini tidak ada lagi sahabat tempat berbagi tentang apa saja meskipun sebenarnya masih bisa berkomunikasi lewat hp namun tidak sama ketika bercerita saling tatap muka ada canda tawa dan bercengkerama, kadang ada-ada saja topik yang dibahas di sana.Topik favorit kami masalah agama dan anak-anak didik kami. Aku menghantarnya sampai hilang dari pandangan mataku. Sedih karena berpisah, terharu karena orang yang baik tinggalkan kita, gembira dan berharap semoga di tempat tugas baru, kebahagiaan selalu menyertai dan berkarier hingga mencapai puncaknya. Ceria selalu sahabatku. Maafkan salah  khilafku dan halalkan apa yang sudah termakan dan terminum olehku. Semoga Allah Swt meridhoi kita semua. Aamiin....Insyaa Allah, akan kubukukan kisah kita.

  "Kesedihanku sedikit terobati ketika kata-kata pembuka kelas BM pada malam ke 18 oleh moderator bunda Rosminiyati menggugah selera literasiku."bisik hati kecilku." "Malam ini saya mencium aroma buku dimana-dimana."ungkap bunda Ros. Syarat kelulusan di kelas belajar menulis harus gol satu buku dan mendapatkan sertifikat bernilai 40 jam. "Dag dig dug jantungku sejenak, tinggal beberapa langkah lagi buku solo pertama di tangan.
Pertanyaannya, "Semudah itukah menerbitkan buku solo.?
Yang jelas resume minimal 20 x pertemuan. Bukan itu saja, peserta harus ekstra kerja keras untuk menyiapkan naskah terbaiknya. Memperbaiki gaya bahasa agar enak dibaca dan difahami, kalimat yang ambigu, penulisan ejaan yang masih keliru, style pustaka yang masih rancu sampai kepada referensi dan pendapat para ahli di dalamnya. 

   Jika naskah sudah siap, maka penulis harus segera menentukan penerbit agar naskah disesuaikan dengan ketentuan penerbit pilihan. Bagi penulis pemula yang baru akan menerbitkan buku tentu masih bingung, mau dibawa ke mana hasil karyanya. Naaa...pada pertemuan yang ke 18 ini, Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. alumnus Belajar Menulis PGRI gelombang 4, merekomendasikan dua penerbit Indie yang menjadi rekanan beliau dalam menerbitkan buku. Ini sesuai dengan tema Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie.  

   Narasumber Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd yang lahir di Jakarta, 30 Juni 1992 adalah sosok guru blogger millenial yang kesehariannya mengajar di SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta sejak tahun 2015 sampai sekarang. Memulai aktivitas menulis di blog pertamanya ( www.prazetyawan.com) tahun 2009. Bahkan profilnya pernah tercatat dalam buku berjudul "Majors For the Future"

   Puluhan tulisannya dimuat di berbagai media cetak,  Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan majalah hidup. Selain media cetak tulisannya juga tertuang dalam berbagai media online. Kiprahnya di dunia penulisan menghasilkan karya buku mulai dari blog sampai buku solo dan antologi. Tiga buku solonya diterbitkan oleh Penerbit Indie. Berbagai pengalaman dan prestasi telah diukirnya diusia terbilang muda. Silahkan kunjungi profil narsum pada tautan berikut:

    Pada pertemuan sebelumnya, peserta sudah diperkenalkan dengan penerbit Indie dengan ketentuan-ketentuannya. Melalui pertemuan malam ini narsum akan membantu penulis dengan memberi informasi lengkap dan jelas tentang penerbit indie.

Mengapa menerbitkan buku dikatakan semakin mudah?
Jauh sebelum penerbit indie eksis seperti sekarang, kita hanya mengenal penerbit mayor seperti Gramedia, Erlangga,  Grasindo, Elex media, Andi dan lain-lain. Tahap seleksi naskah menjadi tantangan besar untuk bisa menembus penerbit mayor. Ketika naskah diterima, proses penerbitannya sangat lama. Berbeda dengan penerbit indie yang melayani tanpa seleksi  naskah. Proses terbit bisa dalam 1 bulan. 

Ciri-ciri penerbit indie yang mudah dan cepat.


Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri, meskipun konsekwensinya perlu biaya penerbitan yang menjadi tanggung jawab penulis

Untuk mengatasi galaunya hati bagi penulis pemula, silakan disimak informasi tentang penerbit indie pada tautan berikut:
1. Penerbit Depok. Murah banget menerbitkan buku berisbn

2. Penerbit Malang. Cara menerbitkan buku dengan mudah



    Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk penulis yang memang hanya sekedar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang.untuk pribadi saja, sehingga  tidak perlu jumlah buku yang banyak. Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang terbilang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit depok cukup lumayan.

    Penerbit Malang cocok untuk penulis yang  berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit depok.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie.

Biaya penerbitan
Fasilitas penerbitan
Batas maksimal jumlah halaman
Ketentuan dan Biaya cetak ulang
Apakah dapat Master PDF
Lama penerbitan
Jumlah buku yang didapat penulis

Sesi tanya jawab

[Pertanyaan1]
Apa sajakah program yang ditawarkan / disiapkan bagi penulis dari program Indie?
Jawaban 1
Penerbit indie menawarkan paket penerbitan, seperti yang sudah saya jelaskan di atas.

[Pertanyaan 2]
Selain dengan  tulisan resume apakah kita juga bisa mengirimkan puisi ? Bagaimana syarat dan upaya untuk menerbitkan puisi .. Terimakasih Pak 🙏🏻
Jawaban 2
Boleh jenis tulisan lain. Tidak harus resume untuk syarat menerbitkan buku

[Pertanyaan 3]
Mohon bimbingan membuat buku dari resume BM ini, sehingga cepat antri di penerbit.... makasih🙏salam sehat
Jawaban 3...iya siap bu.Oh iya saya jadi ingat. Pastikan naskah yang dikirim ke saya, sudah jadi pastikan betul-betul naskahnya tidak ada bagian yang ketinggalan. Cek lagi sebelum kirim ke saya

[Pertanyaan 4]
Jenis buku yang diterima di penerbit Indie yang dapat untuk kenaikan pangkat juga
Seperti apa ya Pak?
Jawaban 4
Iya buku solo yang terbit dari pelatihan ini bisa juga untuk kenaikkan pangkat, buku kumpulan resume bisa termasuk buku dalam bidang pendidikan.Penerbit indie terima semua jenis buku
Justru kita perlu menyesuaikan apa saja jenis buku yang diterima untuk kenaikkan pangkat. Setahu saya: buku dalam bidang pendidikan, kumpulan puisi, kumpulan cerpen.

Pertanyaan 5]
Setelah menerbitkan buku di penerbit indie depok lalu dikemudian hari ada yang harus di revisi dalam buku tersebut. Apakah draf naskahnya dikembalikan kepada penulis  atau penerbit itu sendiri yang akan mengeditkannya  ? Terimakasih
Jawaban 5
Betul nanti dalam prosesnya ada pengecekkan kembali oleh penulis. Baik penerbit depok maupun malang, sama seperti itu. Jadi nanti penulis akan dikirimkan pdf naskah fix. Kemudian penulis mengecek isi pdf. Siapa tahu ada yang perlu direvisi
Jika ada yang direvisi, penulis menulis revisinya di format revisi yang akan saya berikan

[Pertanyaan 6]
1. Apa kelebihan penerbit Malang dari penerbit lainnya?
2. Apa syarat-syarat ( kriteria)yang harus dipenuhi dari penerbit  Malang untuk penulis?.
Jawaban 6
Jangan bingung bu, silakan nanti cobain saja satu-satu hehe. Sebelumnya, saya akan menjawab pertanyaan Bu Elmiya dengan perbandingan terhadap penerbit depok
1. Kelebihannya adalah biaya cetak ulang yang lebih murah, ada editing, jumlah maksimal halaman lebih banyak (150 halaman A5)
2. Bisa dibilang tidak ada syarat, seperti penerbit indie pada umumnya. Namun perlu dipahami ketentuannya.

[Pertanyaan 7]
Puisi minimal 30 kalau cerpen minimal berapa pak makasih.
Jawaban 7
Sebenarnya untuk keperluan penerbitan, jumlah minimal yang dimaksud adalah jumlah halaman agar tidak terlalu tipis Saya katakan puisi minimal 30 karena puisi itu kan pendek-pendek. Sebenarnya tidak harus 30. Kurang boleh tapi setidaknya bisa mencapai 70 halaman A5. A5 itu lebih kecil dari A4. Sekitar setengahnya A4.Untuk cerpen mungkin bisa 15-20

[Pertanyaan 8]
1. Langkah apa yang harus saya tempuh ketika ingin menerbitkan buku?
2. Kalau ingin menerbitkan Jurnal untuk kenaikan pangkat apakah prosedurnya sama       dengan buku buku yang lainnya?
Jawaban 8
1. langkahnya, tentu pertama menulis naskahnya. tulisan-tulisan resume boleh dijadikan naskah buku. Kemudian membuat kelengkapan naskah yaitu halaman depan, prakata, daftar isi tanpa nomor halaman, profil penulis, sinopsis.
2. Kalau jurnal beda lagi. Sekarang ini khusus buku saja. Tapi karya penelitian seperti PTK, skripsi, bisa dijadikan buku.

[Pertanyaan 9]
Oiya tadi dijelaskan tentang ciri-ciri dan kelebihan Penerbit Indie, maka saya ingin bertanya
1) Ketika menebitkan buku secara Indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. dan itu saya pikir sebuah kekurangan dari penerbit Indie, dan kekurangan lainnya misalkan Editor di penerbit Indie itu dari penulis sendiri yang terkesan kurang profesional (mungkin banyak salah ketik atau typo). Apakah di dua rekanan penerbit Om Brian menyediakan editor yang profesional, minimal memiliki sertifikasi sebagai Editor buku Fiksi atau Non Fiksi??
2) Bagaimana sih aturan baku dalam menentukan harga dari…
Jawaban 9
1. Iya betul keluar biaya menjadi kekurangannya penerbit indie. Seperti yang tadi saya sampaikan, itu konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi. Memang idealnya adalah menerbitkan di penerbit mayor. Namun menerbitkan di penerbit indie bisa sebagai batu loncatan untuk kemudian mencoba di penerbit mayor. Kalau langsung ke penerbit mayor, perlu perjuangan dan proses bertahun-tahun. Untuk editor penerbit rekanan saya, saya tanyakan dulu sudah bersertifikasi atau belum.
2. Untuk harga buku ditentukan sendiri oleh penulis. Jumlah halaman berpengaruh terhadap harga, karena makin tebal, maka modal biaya cetaknya lebih besar.

[Pertanyaan 10]
Saya membaca biodata Bapak tentang prestasi pernah menjuarai lomba penulisan best practice. Kalau boleh tahu pengalaman praktik baik tentang apa dan bagaimana trik2-trikya untuk dapat juara?
Jawaban 10
Ya untuk tingkat kecamatan 😅
Best practicenya tentang mengembangkan budaya menulis melalui pembuatan buku antologi karya siswa, triknya tentu menulis hal yang pernah kita lakukan tapi belum pernah dilakukan orang lain di sekolah tempat kita mengajar. Di luar sana pembuatan buku masih menjadi hal istimewa, sehingga bisa juga menjadi kuncinya
Triknya tentu menulis hal yang pernah kita lakukan tapi belum pernah dilakukan orang lain di sekolah tempat kita mengajar. Di luar sana pembuatan buku masih menjadi hal istimewa, sehingga bisa juga menjadi kuncinya

[Pertanyaan11]
Untuk ISBN apakah di ajukan oleh penulis ataukah penerbit?...hehe oke bu 
Jawaban 11
Tentu oleh penerbit, sudah tercantum di fasilitas penerbitan

[[Pertanyaan 12]
Setelah saya simak, saya tertarik mengirim naskah ke rekanan om Brian.
1. Apakah bisa di kirim naskah buku pelajaran juga atau semacam diktat?
2. Bagaimana cara memohon Kata Pengantar, misalnya ke Om Jay?
3. Apakah dalam naskahnya sudah lengkap dengan halaman nya. Atau dibiarkan kosong            agar di atur oleh penerbit?
4. Apakah harus membuat semacam glosarium, index, daftar pustaka, dll. Untuk non fiksi?
5. Karya tulis apa saja yang bisa dihitung dalam Angka Kredit Guru sebagai syarat naik              pangkat?
Jawaban 12
1. Bisa
2.Langsung japri orangnya. Mohon minta dibuatkan kata pengantar sambil disertakan file     word naskah bapak
3. dibiarkan kosong nanti nomor halaman diatur penerbit
4. glosarium dan indeks tidak harus. Daftar pustaka jika memang ada kutipan yang bapak ambil dari buku lain.

[Pertanyaan 13]
Bagaimana untuk  syarat penerbitan buku di penerbit gamala pak, mohon penjelasannya  mengenai biaya, fasilitas; maksimum halaman dan ketentuan cetak biaya ulang pak, terimakasih
Jawaban 13
Saya sudah jawab sebagian. Untuk P 13:
Silakan buka link berikut

[Pertanyaan 14]
Sebenarnya saya tertarik untuk menerbitkan buku di penerbit Depok dengan pertimbangan lebih murah dan saya tidak perlu banyak buku. 
Apakah di penerbit Depok naskah tidak di edit lagi..? kl tidak diedit oleh penerbit jadi kurang PD sebab kita masih pemula. Terimakasih pak Brian
Jawaban 14
Sebenarnya editor penerbit depok akan mengoreksi naskah kita. Tapi untuk kesalahan yang terlihat jelas secara sekilas. Misalnya kalimat yang belum selesai, kalimat yang kurang dimengerti, gambar yang seharusnya ada tapi tidak ada, dll.

[Pertanyaan 15]
Selamat malam Pak Brian, saya ingin bertanya cita-cita saya pingin penerbit yang nyari saya bukan saya yang datang ke penerbit apakah bisa?menghayal dulu gpp ya Pak....dari Sigit Bekasi
Jawaban 15
Iya bisa saja pak. menulis di blog menjadi salah satu caranya, bisa saja editor sebuah penerbit tertarik melihat tulisan-tulisan di blog kita kemudian berminat membukukannya. Editor akan menghubungi saya untuk konfirmasi ke penulis.

     Di akhir sharing materi, Pak Brian menutup dengan sebuah pesan, "Sekarang ini menerbitkan buku semakin mudah. Jadi jangan biarkan tulisan yang sudah ada hanya tersimpan dalam laptop saja. Orang lain perlu melihat tulisan kita. Tulisan yang kita anggap biasa bisa jadi luar biasa bagi orang lain.Terutama bagi yang nanti sudah 20 resume, jangan ditunda-tunda susun naskah untuk dikirim ke penerbit. Mumpung pelatihan masih berjalan, jadi semangatnya masih menyala"



Salam Blogger Persahabatan

Raha, 25 Februari 2022








Rabu, 23 Februari 2022

Pilihlah Penerbit Indie



Resume Ke : 17

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Rabu, 23 Februari 2022

Tema : Mengenal Penerbit Indie

Narasumber : Mukminin, S.Pd.,M.Pd.

Moderator : Helwiyah


 Sudah hampir dua bulan Taman Pendidikan Al-Qur'an Nuurul 'Ilmi MTSN 1 Muna kembali diaktifkan setelah kurang lebih dua tahun vakum akibat Pandemi Covid-19. Para santri-santiwati ditugaskan mengaji di rumah saja dan didampingi oleh orang tua masing-masing. Para santri-santriwati setiap maghrib dan 'Isya mengirim foto-foto mengaji dan sholat mereka melalui grup belajar Whatsapp. Hari ini Rabu, 23 Februari 2022 tepatnya pukul 14.00 WITA anak-anak kelas 8 menuju masjid madrasah untuk kegiatan pengajian setelah kemarin jadwal mengaji untuk kelas 7 dan besok giliran kelas 9. Jumlah santri-santiwati di madrasahku 443 orang. Mereka didampingi 11 orang tenaga pengajar. Semoga TPA ini dapat berjalan sesuai program ektra yang telah disepakati bersama antara pihak madrasah dan orang tua/Wali siswa.

 Pada malam ke 17 ini, kelas belajar menulis PGRI asuhan Om Jay akan dipandu oleh seorang Pegiat Literasi Nusantara Helwiyah, panggilan akrabnya Ewi sekjen BM gelombang 20 yang selalu cetar mendunia akan mendampingi narasumber dan peserta pada malam ini. Narasumber yang akan membersamai kami malam ini adalah Bapak Mukminin, S.Pd.,M.Pd. Beliau lebih akrab dipanggil Cakinin. Hampir setiap hari beliau selalu  muncul di grup BM gelombang 23 dan 24  mengajak para peserta untuk menerbitkan karya solo  maupun antologi. 

 Tak kenal maka tak sayang...syair ini tertuju pada Cakinin. Siapa sebenarnya Cakinin ini? Beliau lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Pendidikan terakhir S2 UNISDA Lamongan tahun 2012. Kesehariannya mengajar di SMP 1 Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 sampai sekarang. Pengabdiannya sebagai PNS selama 32 tahun dihargai dengan anugerah tanda kehormatan SATYALENCANA KARYA SATYA XX dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2020. Mari kita ulik curiculum vitae beliau melalui link blogspotnya

https://cakinin.blogspot.com/2020/10 curiculum-vitae.html

 Luar biasa sepak terjang Cakinin di dunia literasi. Mulai menulis diusia paruh baya 55 tahun dengan karya pertamanya "Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal bersama Pakar." buku hasil pelatihan tiga puluh kali mengikuti kelas belajar BM bersama Narsum hebat PGRI. Tiga dari empat buku solonya diterbitkan Kamila Press Lamongan.

 Narasumber kita malam ini akan membahas tema yaitu Mengenal Penerbit Indie.  Kelas diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab tentang Penerbit Indie. Untuk menghidupkan suasana kelas, selanjutnya Cakinin memberikan pertanyaan, diberi waktu satu menit untuk menjawab. Pertanyaannya yaitu, apa alasan seseorang menulis buku? Sebutkan 4 saja! 3 peserta dari gelombang 23 dan 3 peserta dari gelombang 24, yang tercepat mendapat hadiah buku.

" Pada zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku  menjadi yang bermanfaat bagi orang lain/ pembaca." Jelas Cakinin

"Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis." tegasnya

"Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya."tambahnya

Kata-kata Mutiara untuk motivasi diri:

  1. "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib
  2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". -  Imam Al-Ghazali

Cara menulis dan menerbitkan buku.

Menurut Cakinin untuk mewujudkan dua hal ini butuh ketekunan, tekad yang kuat, dan perjuangan  serta motivasi diri agar tidak goyah dalam menulis. 

"Agar Anda  terus semangat menulis, melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya." tegasnya

Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat

Menurut Cakinin , ada 5 tahapan yg harus dilalui: 

1. Prawriting

a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention).

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai  draf tadi.  

Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yang perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editing, Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit.  Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI. 

5. Publikasi  

Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.

Melalui materi yang disampaikan, Cakinin mencoba untuk memperkenalkan Penerbit Indie miliknya sebagai referensi untuk menerbitkan buku dengan menjelaskan apa saja kemudahan, kelebihan,dan perbedaannya dengan Penerbit lain. 

Di grup BM asuhan Om Jay ada dua penerbit yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie. Apa perbedaan kedua penerbit ini?

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

# Penerbit Mayor :  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

# Penerbit Indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit Mayor : 

 Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit Indie : 

 Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor : 

 Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit Indie : 

 Kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover, bagus, cerah, mengkilat isi buku kertas coklat halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit Mayor : 

 Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit Indie :

  Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

# Penerbit Mayor : 

Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit Indie : 

Umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit Mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

# Penerbit Indie : 

Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.



Sesi tanya jawab

[Pertanyaan 1].

 1 Apakah ada diskon buat peserta webinar malam ini?

2. Berarti harga itu sudah termasuk sertifikat dan cover yah? Atau termasuk ngedit juga?

Jawaban 1

1. Itu sudah harga net. Jadi cetak 20 buku umpamanya, dengan 60 halaman.

Maka yang 10 buku harga atas termasuk (Cover buku, ISBN, Layout, edit, PO Buku dan Sertifikat) harga 632.000

Yg 10 buku dihargai cetak ulang harga bawah perbuku X @ 20.000 = 200.000

Ditambah ongkir. 

[Pertanyaan 2]

1. Bagaimana prosedurnya untuk mendirikan badan usaha penerbitan termasuk SDMNYA?

2. Selain promo lewat FB atau media online lainnya, untuk buku penerbitan indie apakah bisa dipasarkan di toko-toko buku oleh pihak penerbit?

3. Motivasi Cak Inin yang paling menarik bagi saya adalah tak ada kata terlambat dalam menulis. Buktinya Cak Inin mulai menulis pada usia 55 tahun. Dan langsung melesat dengan karyanya. 

Apa motivasi awalnya, dan bagaimana menjaga agar semangat ini tidak padam bahkan terus terpancar. Apakah ada trik waktu menulisnya?

[Pertanyaan 3]

Jika terbitkan buku di penerbit Indi Kamila Press, dengan tebal dan harga yang sudah ditayangkan ... Berapa  lama dari sejak naskah dari penulis dikirim lengkap hingga buku terbit ber ISBN?

Jawaban 3

Dari naskah dikirim lalu kami ajukan ISBN turunnya sekarang rata-rata 4 Minggu kadang bisa lebih dan kadang bisa kurang. Karena habis PKKM dan banyak buku masuk dari guru-guru yang menulis. Sebelum turun kami buatkan cover buku sesuai permintaan. Setelah turun kami proses Layuot..setelah selesai kami kirim ke penulis untuk dicek lagi. Jika ada yang masih kurang pas kata atau ejaan bisa diajukan revisi. Lalu kami revisi sampai deal. Lalu naik cetak dan bayar biaya. Dari naskah Sampai terbit sekitar 8 Minggu.

[Pertanyaan 4]

(1) Jika kita sudah menerbitkan   sampai 10 buku,  dan tiba-tiba ada kesalah tulisan dan mau cetak buku 10 buku lagi,  apakah perlu ada biaya tambahan  atau tidak (2) Bagaimana kiat-kiat agar kita bisa membuka penerbitan buku seperti penerbit indie.  (3) Apa motivasi tertinggi bapak menjadi penulis yang handal diusia tidak mudah lagi tapi tetap berkarya dan hasilnya luar biasa. 

Jawaban 4

 1. Jika ada revisi untuk cetak ulang kami revisi tanpa bayar lagi gratis.

2. Sudah saya jawab di atas. Setelah dapat SIUP ( surat izin usaha) maka.kira daftar ke Perpusnas dengan ngisi beberapa persyaratan surat-surat izin dll. Jika.sdh kita bisa ajukan no. ISBN 

3. Motivasi saya,  Saya ingin berbagi pengalaman lewat tulisan dan memberi.contoh anak didik saya, anak-anak saya, teman-teman guru yang muda bahwa semua orang bisa menulis asal ada niat kuat, nekat, cari mentor ( ikut pelatihan) dan segera menulis apa.saja yg kira bisa ( sesuai passion.kita ). Dan menulis itu ibadah bisa memotivasi orang lain dan berbagi ilmu. Dan harus menjaga semangat menulis dg sharung dg teman2 grup. Serta rajin blogworking ( mengunjungi blog teman utk tambahan ilmu dan cara menulis). Semakin terus menulis maka semakin tajam tulisan kita spt pisau. 

[Pertanyaan 5]

1. Apakah motivasi utama bapak untuk menulis?

2. Adakah waktu khusus yang bapak sediakan untuk menulis melihat kesibukan bapak.

3. Pak tolong beri kami kemudahan ( penulis pemula) dengan adanya harga khusus 🙏😊

Jawaban 5

1. Wajib Bu. Sedekah kata istilahnya

2. Ya Bu saya Senin sampai Sabtu ngajar, lalu sore, malam melayani teman-teman yang menerbitkan buku dari minta cover, revisi dan minta kata pengantar saya sampai jam 11 malam. Dan siangnya setelah ngajar dengan anak-anak ngedit naskah. Waktu yang paling tepat bagi saya menulis adalah usai shalat jama'ah subuh di masjid pulang, ngaji sebentar langsung nulis sampai jam 6 terus persiapan ke sekolah. Ketika.di jalan ada ide masuk buat puisi, pantun, atau cerita inspiratif maka di sekolah saya tulis harus besarnya. Subuh dijadikan tulisan. 

3. Untuk harga itu semua sama Om Jay, Pak Rahmadi Kalimantan, Cing Ato dan temannya, Pak Sud

[Pertanyaan 6]

1.Bagaimana menulis resume yang benar tanpa berkesan plagiarisme?

2.Bagaimana menyegarkan gagasan ketika kehilangan kata-kata untuk menyambung menjadi paragraf baru dan mengandung  makna ?

3.Apa saja strategi agar menulis itu selesai?

Jawaban 6

1. Ibu menulis Resume dari materi grup PGRI tolong diambil intinya dengan dikembangkan dengan kalimat sendiri. Terus cari referensi dari internet atau buku utuk memperkaya materi itu. Jika mengambil pendapat tokoh, tulislah namanya. Resume buku saya jurus jitu itu alhamdulilah bagus berdasarkan testimoni teman-teman pembeli dan bisa dijadikan contoh dan model menulis dan menerbitkan buku. Karena setiap materi kuliah menulis di grup PGRI pasti saya beri pendahuluan / pengantar menuju ke materi dengan ambil di internet lalu saya parafrasekan 

2. Untuk menyegarkan jika kehilangan kata-kata untuk menyambung paragraf baru. Maka kita istirahat dulu, sebentar mungkin jenuh. Minum kopi, teh atau dengar musik sebentar lalu fresh nyambung lagi. 

3. Strategi menulis itu harus selesai jangan  dipotong spt pertanyaan no.2. jangan berhenti dulu. Tulis saja apa yg ada di benak kita, lanjut terus jangan hiraukan EYD salah kata atau kurang kata. Tuntaskan ide yg ada dalam benak kita. Jika sudah berhentilah. 

[Pertanyaan 7]

1. Dalam menerbitkan buku ber-ISBN apakah kelebihannya penerbit Indie miliknya Cak Inin dibandingkan dgn penerbit lainnya?Misalnya dengan promo utk penulis akan mendapatkan fasilitas dipublish di google play book?

2. Saya pernah mendengar untuk  kenaikan pangkat Guru PNS, dengan membuat buku solo Ber-ISBN berupa puisi, Penerbit harus menyediakan/memiliki Editor Sastra,kalau tidak nanti bukunya tidak akan dinilai, bagaimana menurut pandangan Cak Inin mengenai hal ini?

3. Bagaimana suka dukanya Cak Inin dalam mendirikan penerbitan?apakah bisnis penerbitan masih memiliki prospek yang menjanjikan di era digital saat ini?

Jawaban 7

1. Kelebihannya penerbit Kamila Press milik saya sendiri saya layani dengan sepenuh hati sesuai permainan. Kemudian yang menilai ya yang pernah menerbitkan buku ke saya seperti guru kita dan teman-teman di atas terus jadi langganan baik.cetak langsung atau cetak ulang juga ngajak teman-teman nya cetak ke saya.

2. Jadi untuk terbitan buku puisi atau pantun, setelah selesai menulis bisa minta penilaian teman yg bisa tentang itu. Atau minta dieditkan Jika ada yang salah kepada teman. Ada juga yang langsung ke saya. Lalu kita proses. Jika ISBN turun buku solo insya Allah dapat nilai 3. 

3. Ya banyak sukanya karena saya dapat ilmu dari buku-buku yang saya terbitakan sudah 200 lebih judul. Dan senang dapat membantu teman-teman untuk memperbaiki pantun, puisi 2.0 ( 2 buku sudah terbit). Sehingga terbit buku untuk bisa kenaikan…

Di akhir pemaparannya, Cakinin berharap agar para peserta segera menulis sehingga terbit buku sebab buku hasil karya adalah kebanggaan tersendiri buat kita. Dalam closing statementnya beliau juga meminta kepada para peserta membaca motto Cakinin agar bisa menginspirasi diri untuk berkarya.



Salam  Blogger Persahabatan

Raha, 23 Februari 2022


Selasa, 22 Februari 2022

Menulis dengan Prinsip CLBK.

Resume Ke-: 16

Gelombang : 24

Hari/Tgl : 21 Februari 2022

Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Moderator : Muliadi


Hari ini Senin, 21 Februari 2022, kami ASN  Kementerian Agama  Kabupaten Muna menghadiri undangan Kepala Kantor Kementerian Agama, Drs. H. Kammarudin, M.Si dalam rangka "Pembinaan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna dalam  Rangka Penguatan Moderasi Beragama Di Madrasah Dalam  Toleransi 2022."

Hadir bersama Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara H. Mustamin Zainal, S.Ag,,MA bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan dan rombongan. Pembinaan sekaligus kunjungan kerja pertama sejak dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 8 Oktober 2021. 

Dalam sambutan singkatnya, kalimat sederhana namun sangat dalam maknanya dari Pak Kanwil "Sekolah yang berkualitas bermula dari kelas yang berkualitas, kelas yang berkualitas bermula dari guru yang berkualitas. Siswa itu bukan seperti kertas habis dikerjakan lalu disimpan ditata rapi  lalu disimpan di  lemari." ungkap Pak Kanwil. Pernyataan yang menggugah hati guru. Guru yang berkualitas harus mampu mengemas kegiatan pembelajaran yang menyenangkan tanpa mengabaikan  kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual.

Malam ini masuk pertemuan ke 16 sudah melewati setengah perjalanan dalam menimba ilmu lewat dunia maya kelas belajar Om Jay. Pak Muliadi untuk yang kedua kalinya akan memandu jalannya kelas belajar menulis hingga tuntas. Narasumber pada malam ini bernama Yulius Roma Patandean, S.Pd. lahir di Salubarani Gandang Batu Sillanan Kabupaten TanaToraja, 6 Juli 1984.

 Menyelesaikan Pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggeris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama KristenNegeri Toraja (2019-2021. Tahun 2007-2015 mengajar di SMAN 9 Tana Toraja Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggeris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi UKI Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia Prestasi. 

Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreativitas Guru Tingkat SMA Pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi SelatanTahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympic PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Pemenang kdua Lomba Video Best Practice. Mengajar Dari Rumah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. 

Sejumlah buku yang pernah ditulisnya, Digital Transformation: GenerasiMuda IndonesiaMenghadapi Tranformasi Dunia (Penerbit Andi). Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik  berfikir kritis,kreatif, mandiri, dan mampu berkolaborasi dalam pembelajaran yang responsive (Penerbit Andi) dan masih banyak lagi deretan buku yang diterbitkan oleh penerbit ternama.

Diawal pemaparan materi, dalam  menulis dan menyelesaikan tulisan,ia memegang prinsip CLBK

Apa itu CLBK?

1. Coba. Kata coba menurut Pak Yulius adalah kata romantis yang artinya agar sesuatu itu bisa diwujudkan maka harus berani untuk mencobanya. Dengan mencobanya akan membuat penasaran akan hasilnya. Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa

2. Lakukan. Dengan melakukan percobaan akan muncul dorongan untuk berbuat lebih. Apakah hanya sekedar ingin mencoba saja atau melanjutkan ?  Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, bairkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.

3. Budayakan. Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.

4. Konsisten. Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam prakteknya.

"Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan dan menciptakan karya tulisan." Jelas Pak Yulius

"Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo." tambahnya

Seperti apa cara sistematis dalam menyelesaikan tulisan?

Mari kita tonton videonya berikut ini.

 





" Menyelesaikan tulisan akan terjadi oleh karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis terasa indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan percikan-percikan ide kita, kemudian kita susun secara sistematis. Demikian sharing saya malam ini. Semoga membantu teman-teman menyelesaikan tulisan. Salam bahagia." terang Pak Yulius

Sesi Tanya Jawab

[Pertanyaan 1]. Saya sudah “ Coba dan Lakukan” untuk menulis tapi baru 3 kalimat atau 1 paragraf sudah muter-muter untuk melanjutkan tulisan

  1. Bagaimana menyambung kembali?
  2. Apa strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan?
  3. Bagaimana cara paling mudah atau sederhana menulis sistematis?

Jawaban 2  

  1.  Strategi menyambung kembali.... versi saya..... menulis ketika lagi senang atau tanpa beban. Memang tak bisa dihindari bahwa kadang kala kita menulis, banyak ide yang mau dituliskan di kepala kita. Tapi, saat berproses, ide-ide itu mulai raib. Ketika ide-ide sulit disambungkan, biarkan saja dulu, jangan di hapus (delete)..... ketika kita membacanya nanti saat mengedit...ide-ide itu akan menemukan tempatnya. Strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan. Konsisten menuliskan naskah atas judul yang telah disiapkan. Buat judul pendek/singkat. Judul yang paling berkesan biasanya lebih singkat. Judul pendek mudah diingat dan seringkali bisa lebih menggugah dan kuat daripada judul yang lebih panjang.Judul sebaiknya mudah diingat dan unik,  mudah dikenali dan tak terlupakan. 
  2. Cara paling mudah atau sederhana menulis sisetematis. Saya tak punya cara tercepat selain percaya pada diri saya sendiri bahwa saya bisa menyelesaikan tulisan itu
  3. menyambung kembali.... versi saya..... menulis ketika lagi senang atau tanpa beban. Memang tak bisa dihindari bahwa kadang kala kita menulis, banyak ide yang mau dituliskan di kepala kita. Tapi, saat berproses, ide-ide itu mulai raib. Ketika ide-ide sulit disambungkan, biarkan saja dulu, jangan di hapus (delete)..... ketika kita membacanya nanti saat mengedit...ide-ide itu akan menemukan tempatnya. 
  4. Strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan. Konsisten menuliskan naskah atas judul yang telah disiapkan. Buat judul pendek/singkat. Judul yang paling berkesan biasanya lebih singkat. Judul pendek mudah diingat dan seringkali bisa lebih menggugah dan kuat daripada judul yang lebih panjang
[Pertanyaan 2]
  1. Sebagai penulis pemula..kendala penulis menjaga konsistensi itu  menjadi kendala pak, bagaiman cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini,?
  2. Apakh setelh buku solo ini terbit ..dan langkah selanjutnya seperti apa pak.alangkah ironi jika buku solo hanya dinikmati pengarangnya sendiri..bagaimana untuk mengembangkanny pak? Terimkasih
Jawaban 2
  1. Cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini: fokus, bangun minat menulis dan miliki motivasi bahwa saya harus menghasilkan sebuah buku ber-ISBN. Awalnya memang tersendat oleh karena banyak faktor, seperti pekerjaan, capek, kegiatan sosial, dll. Konsistensi akan ada seiring minat menulis telah ada. Jika ada kendala, jangan mundur. 
  2. Buku solo, sebagai buku pertama, biasanya penulisnya sendiri malu-malu hehehe. Mulailah promosikan ke rekan-rekan kerja di sekolah atau komunitas. Tulisan ada pembaca atau tidak, sebenarnya menunggu waktu. Akan ada masanya buku itu terbaca. Ambil hikmahnya saja bu, terus menulis, pasti bisa. Selama niat menulis ada
[Pertanyaan 3] 
Langkah sistematis apa yang bisa dilakukan biar kita bisa menulis dengan cepat?

Jawaban 3. 

Langkah sistematis sederhana sebenarnya sudah disipkan di Microsoft word pak. Hmm..kebetulan saya mencobanya seperti yang ada di link YouTube yang saya kirimkan.  Selebihnya mungkin ada sumber-sumber lainnya. Terima kasih.

[Pertanyaan 4]

  1. Adakah trik memilih sub judul yang tepat supaya antara bab 1 dan lainnya tulisan saling terkait?
  2. Bagaimana supaya buku yang kita buat banyak disukai pembaca

Jawaban 4

1. Trik saya adalah membaca naskah ketika mengedit. Contoh: Bisa saja Bab 5 cocoknya ada di Bab 2. Demkian halnya dengan sub judul. Kadang sub judul itu ada di bab lain, tapi cocoknya di bab sebelum atau sesudahnya. Dan tidak menutup kemungkinan, ada sub judul yang justru menjadi Bab. Ini terjadi ketika kita menulis tanpa outline yang ditentukan sebelumnya. Namun jika sebelumnya sudah ada outline penulisan, maka kita akan fokus.

2. Perbanyak promosi saja, misalnya lewat media sosial. Adakan kampanye menulis buku di sekolah, dengan demikian teman-teman lain akan penasaran. Selebihnya…cetak buku dan simpan di perpustakaan sekolah. Memulai dari hal-hal kecil.

[Pertanyaan 5]

Yang ingin saya tanyakan adalah apa langkah penulisan secara sistematis ini hanya untuk tulisan nonfiksi saja? Atau bisa juga untuk tulisan fiksi? 

Jawaban 5

Langkah-langkah tersbut bisa diterapkan untuk tulisan fiksi bu. Yang membedakan nantinya adalah tidak adanya sub judul/ kurangnya subjudul di tulisan fiksi. Bahkan untuk Thesis pun bisa diterapkan bu. Selamat menulis dan selamat mencoba.

[Pertanyaan 6]

Baik pak, ada sedikit ganjalan sebagai penulis pemula terkait dengan teknik penulisan buku yg bisa diterbitkan penerbit mayor sebagaimana jejak pak Roma selama ini yang mampu menulis buku bersama Prof. Eko, bahkan ada 2 buku (Digital Trasformation dan Flipped Classroom). Bagaimana mensistematisir suatu sub tema menjadi satu kesatuan yang utuh, terutama dalam menulis buku Digital Transfrmation yang saya liat di Toko Buku Andi Jogja sangat tebal daripada buku-buku hasil kolabs bersama Prof Eko yg lainnya.

Jawaban 6

Terkait buku yang terbit di penerbit mayor…sepertinya ada materinya dari Penerbit ANDI. Boleh dikata saya beruntung pak, diajak menulis oleh prof. Eko yang kemudian diterbitkan di penerbit mayor.hehehehe. Kemudian, saya diajak lagi prof. Eko menulis buku ajar untuk Universitas Terbuka. Sementara saya edit dan perbaiki naskahnya sesuai permintaan UT. 

Kemudian, buku Digital Transformation itu tebal karena saya selalu menambahkan topik-topik yang ada kaitannya dengan judul. Dan luar biasanya prof. Eko dan penerbit ANDI tak pernah menolaknya.

[Pertanyaan 7]

a. Bagaimana caranya mengatur waktunya untuk bisa menulis di antara kesibukan lainnya? 

b. Bagaimana cara kerja yang biasa dilakukan ketika ada ide, lalu menuangkan nya dalam tulisan sampai mengedit nya. Apakah sudah di siapkan dari awal apa yang mau ditulis secara sistematis atau nanti baru diatur saat proses self editing?

c. Apa yang perlu disiapkan dalam proses penulisan terutama menyangkut bahan (foto, gambar, dll) dan sumber pustaka?

Jawaban 7

a. Ini pertanyaan sulit. Saya mulai kena imbas tulisan tidak selesai. Hehehe. Selama ini saya fokus menulis di akhir pekan dan hari Minggu selepas ibadah. Waktu lainnya saya manfaatkan jam tidak masuk di kelas di sekolah. 

b. Ada ide,langsung tulis pak. Taka da kertas, rekam di HP pak. Itu yang saya lakukan..ketika sudah mencapai 40 halaman A5..saya membacanya kembali dan memberikannya judul.  Baiknya menulis itu ada Outline, walaupun outline itu bisa berubah seiring isi tulisan. Selama ini, saya memilih self editing dengan tetap mengikuti pedoman dari penerbit. Nanti penerbit yang memberikan penyesuaian seperlunya.

c. Baiknya gunakan foto karya sendiri. Jika gambar dari internet, pilih yang creative commons. Jika mengutip, cantumkan di daftar pustaka. Bukan hanya dari buku, termasuk dari jurnal dan sumber internet lainnya. 

[Pertanyaan 8]

1. Apakah tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca?

2. Bagaimana memahami siapa sasaran pembaca dari naskah yang akan kita tulis?

Jawaban 8

1. Betul sekali bu. Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu. 

2. Ini susah saya jawab. Hehehe. Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca. 

Diakhir materi, Pak Yulius mengatakan,

"Jangan berhenti menulis sebelum terbit buku ber-ISBN. Fokus pada penyelesaian tulisan. Abaikan pembaca dan jumlahnya. Percaya diri pada kemampuan menulis pribadi lepas pribadi. Setiap penulis memiliki takdir tulisannya sendiri. Dan..... selalu siap CLBK kapan pun dan di mana pun." 

Salam sukses buat @Wijaya Kusumah yang tidak lama lagi akan menjalani Ujian terbuka program S3.

Moderator kita, pada malam ini menutup dengan sebuah pantun indah menyemangati kelas BM 23 dan 24

Bambangan hitam burung perkutut

Yang empunya sang konglomerat

Walaupun malam semakin larut

Semangat pesertanya makin kuat


Salam Blogger 

Raha, 21 Februari 2022

Jumat, 18 Februari 2022

Konsep Buku NonFiksi

Resume Ke- : 15

Gelombang : 24

Hari/Tgl : Jum'at, 18 Februari 2022

Tema : Konsep Buku Nonfiksi

Narasumber : Musiin, M.Pd

Moderator : Dail Ma'ruf



Menjelang waktu asar, langit mendung mulai menyelimuti kota Raha. Tampak hujan rintik-rintik mulai turun membasahi bumi. Pertanda sebentar lagi hujan deras akan turun. Sore ini pukul 15.30 WITA akan dibuka Perkemahan Jum'at, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) dalam rangka penerimaan Tamu Penggalang Gugus Depan 02-203-204 Ali Bin Abi Thalib -  Fatimah Az-Zahra Pangkalan MTSN 1 Muna.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Muna bertempat di lapangan upacara MAN 1 Muna. Anak-anak Pramuka dari MTSN 1 Muna turut bergabung bersama. Perkemahan ini dihadiri oleh para pembina termasuk guru-guru yang ditunjuk  mendampingi siswa-siswi. Kecerahan masih berpihak pada anak-anak Pramuka hujan deras semakin reda sampai pada acara pembukaan berjalan lancar.

Tanpa terasa, perjalanan kelas belajar menulis Om Jay sudah sampai pada pertengahan waktu sesuai jadwal yang telah diatur oleh panitia. Para narasumber sudah berbagi ilmu demikian juga para moderator yang setia mendampingi peserta sampai saat ini. Pak Dail Ma'ruf sayogyanya menemani kami, tetapi karena beliau lagi berada di luar maka kak Ros yang melanjutkannya

Pada pertemuan yang ke-15 malam ini, tema yang akan dibahas adalah "Konsep Buku Nonfiksi" dengan narasumber bernama Musiin, M.Pd. Beliau seorang guru dan dosen bahasa Inggris. Beliau juga seorang pengusaha bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.  

Mari kita menilik biodata narasumber kita malam ini agar lebih kenal siapa beliau sebenarnya..

Musiin  atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling  dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998.


Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986 dan  sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun 1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.


Kecintaan akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura tahun 2015.

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.


Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri

Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang ;

  1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia Surabaya.
  2. Pemberian bantuan pangan bagi masyarakat miskin, posyandu, anak sekolah bekerja sama dengan World Food Program (UN-WFP) di wilayaj Surabaya, Gresik dan Sidoarjo
  3. Pemberian bantuan susu bagi anak-anak SD bekerja sama dengan Susu Ultra dam Departemen  Pertanian Amerika Serikat.
  4. Pelatihan Sekolah Ramah Anak  bagi guru-guru SD di Kabupaten Sampang bekerja sama dengan UNICEF.
  5. Pendidikan  lingkungan dan daur ulang sampah bekerja sama dengan Tetra Pak Indonesia dan TP UKS Propinsi Jawa Timur 
  6. Pengadaaan perpustakaan kampung, dan toilet di kampung-kampung Surabaya donasi dari UN WFP.

Untuk saat ini, Bu Iin juga bergabung dalam Program Guru Penggerak menjadi Pengajar Praktik Angkatan 4 untuk Wilayah Kabupaten Kediri.

 

Dalam bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.

 

 Sebagai penulis pemula, karya buku yang telah dihasilkan adalah sebagai berikut: 

  1. Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
  2. Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)
  3. Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)
  4. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
  5. Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji
  6. Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX. 
  7. Menulis Artikel populer di majalah online

Editor Buku 

  1. Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)
  2. Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)

Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.


"Saya adalah alumni kelas menulis seperti halnya Bapak Ibu saat ini. Di awal saya ikut kelas menulis saya juga belum memiliki blog, saya berangkat dari nol. Saya tidak pernah bermimpi untuk bisa menulis buku, namun ternyata kelas menulis Om Jay menjadi pembuktian bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. Kata Prof Rhenaldi Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan  selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan.  Menulislah setiap hari, maka keajaiban akan datang." ungkap ibu Iin di awal pemaparannya.

Narasumber pada malam ini berbagi cerita bagaimana awalnya sehingga ia bisa menjadi penulis sampai sekarang. Ketakutan yang menguasai dirinya yang ternyata telah merendahkan potensinya untuk menulis. 
Hal apa yang membuat ia takut? 
1.Takut tidak ada yang membaca
2.Takut salah dalam menyampaikann pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Ketakutan itu yang membuat ia merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.

"Akhirnya ia menemukan jalan keluar dari ketakutannya itu dengan bergabung belajar di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya sendiri. Saya yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan."jelasnya

Menurut ibu Iin, sesungguhnya semua orang punya pengetahuan dan pengalaman yang ada dalam dirinya bertahun-tahun tersimpan bahkan terbiar tak terjamahkan karena tidak menyadarinya, kalaupun disadari, mau dibawa ke mana....


Is there a book inside you?
Buku karangan Dan Poynter sangat populer untuk dijadikan pedoman bagi penulis pemula. Buku ini menggali potensi yang ada dalam diri seseorang bahwa semua orang punya pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki sepanjang perjalanan kehidupannya. Kalau kita ingin meninggalkan jejak keabadian, maka keluarkanlah dan jadikan buku agar bisa dikenang orang lain.

Berbagai penelitian bahasa menunjukkan diantara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah yang dianggap paling sulit sebab menulis tidak sama dengan mudahnya berbicara. Karena kesulitan itulah yang merupakan tantangan untuk keterampilan yang satu ini. 

Kecintaan terhadap menulis perlu perjuangan untuk meraihnya, Banyak mengikuti kelas menulis, membuat resume bahkan sampai melahirkan buku.
Ibu Iin mengatakan, alasan mengapa ia ingin menjadi penulis, ingin mewariskan ilmu lewat buku,ingin punya buku karya sendiri yang dipajang di toko online atau offline serta ingin mengembangkan profesi sebagai guru.


Jika ingin meninggalkan jejak agar senantiasa kelak diingat orang maka tinggalkanlah jejak untuk anak cucu kita kelak. Ilmu apapun yang kita miliki jika tidak dapat memberikan manfaat akan hilang untuk selama-lamanya. Maka menulislah walaupun sekedar huruf tak terbaca. 
Ketika kita merasa bahwa diri ini bukan siapa-siapa maka tinggalkanlah goresan untuk pesan bermakna buat penerusmu.



Hukum Tarik-menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan-menarik kemiripan. Kalau kita berfikir untuk menulis buku maka akan lahir buku. Kalau kita berfikir kegagalan, maka yang tersisa hanya kekecewaan

Tiga Pola Penulisan Buku Nonfiksi
  1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari muda ke sulit atau dari sederhana ke rumit) contoh: Buku Pelajaran
  2. Pola Prosedural (Buku disusunberdasarkanurutan proses) contoh : Buku Panduan
  3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin perpoin atau butir per butir.Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara
Ibu Iin menulis buku Literasi Digital Nusantara menggunakan Pola ketiga yaitu Pola Klaster;

5 langkah menulis buku dengan Pola Klaster;
1. Pratulis
2. Menulis Draft
3. Merevisi Draft
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis

1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka

"Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Pilihlah tema yang Bapak Ibu kuasai dan Bapak Ibu cintai.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku

"Jika ide itu datang segera ditulis, karena ide itu mudah datang dan juga mudah pergi. Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.
Pada saat saya menulis buku ini, kita sedang dalam situasi lockdown. Saya hanya duduk manis di rumah." ungkap bu Iin

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
  1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal 
  2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal 
  3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini 
  4. Penemuan yang telah didapatkan.
  5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

"Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Pak Yulius juga merupakan alumni gelombang 8 dan saya yakin beliau juga akan memberikan materi kepada Bapak Ibu.  Langkah beliau sangat mujarab untuk menulis sebuah buku." tambah bu Iin

Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah

Langkah keempat 
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma

Hambatan-hambatan dalam menulis 
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

Cara mengatasi
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi            memasak)

"Masih banyak solusi yang saya yakin Bapak Ibu lebih hebat dari saya.
Demikian sharing pengalaman dari saya. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa membantu Bapak Ibu menaklukkan tantangan untuk menulis buku non-fiksi."ungkap bu Iin di akhir perjumpaan malam ini.

"Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar" tambahnya.

Mari kita menjadi pemenang dan mengukir nama kita sebagai bagian dari sejarah peradaban manusia. Demikian closing statement yang singkat namun cukup memotivasi diri untuk bangkit mengukir kata.




Salam Blogger Persahabatan

Raha, 18 Februari 2022

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...