Resume Ke- : 18
Gelombang : 24
Hari/Tgl : 25 Februari 2022
Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.
Moderatur : Rosminiyati
Resume Ke- : 18
Gelombang : 24
Hari/Tgl : 25 Februari 2022
Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.
Moderatur : Rosminiyati
Gelombang : 24
Hari/Tgl : Rabu, 23 Februari 2022
Tema : Mengenal Penerbit Indie
Narasumber : Mukminin, S.Pd.,M.Pd.
Moderator : Helwiyah
Sudah hampir dua bulan Taman Pendidikan Al-Qur'an Nuurul 'Ilmi MTSN 1 Muna kembali diaktifkan setelah kurang lebih dua tahun vakum akibat Pandemi Covid-19. Para santri-santiwati ditugaskan mengaji di rumah saja dan didampingi oleh orang tua masing-masing. Para santri-santriwati setiap maghrib dan 'Isya mengirim foto-foto mengaji dan sholat mereka melalui grup belajar Whatsapp. Hari ini Rabu, 23 Februari 2022 tepatnya pukul 14.00 WITA anak-anak kelas 8 menuju masjid madrasah untuk kegiatan pengajian setelah kemarin jadwal mengaji untuk kelas 7 dan besok giliran kelas 9. Jumlah santri-santiwati di madrasahku 443 orang. Mereka didampingi 11 orang tenaga pengajar. Semoga TPA ini dapat berjalan sesuai program ektra yang telah disepakati bersama antara pihak madrasah dan orang tua/Wali siswa.
Pada malam ke 17 ini, kelas belajar menulis PGRI asuhan Om Jay akan dipandu oleh seorang Pegiat Literasi Nusantara Helwiyah, panggilan akrabnya Ewi sekjen BM gelombang 20 yang selalu cetar mendunia akan mendampingi narasumber dan peserta pada malam ini. Narasumber yang akan membersamai kami malam ini adalah Bapak Mukminin, S.Pd.,M.Pd. Beliau lebih akrab dipanggil Cakinin. Hampir setiap hari beliau selalu muncul di grup BM gelombang 23 dan 24 mengajak para peserta untuk menerbitkan karya solo maupun antologi.
Tak kenal maka tak sayang...syair ini tertuju pada Cakinin. Siapa sebenarnya Cakinin ini? Beliau lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Pendidikan terakhir S2 UNISDA Lamongan tahun 2012. Kesehariannya mengajar di SMP 1 Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 sampai sekarang. Pengabdiannya sebagai PNS selama 32 tahun dihargai dengan anugerah tanda kehormatan SATYALENCANA KARYA SATYA XX dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2020. Mari kita ulik curiculum vitae beliau melalui link blogspotnya
https://cakinin.blogspot.com/2020/10 curiculum-vitae.html
Luar biasa sepak terjang Cakinin di dunia literasi. Mulai menulis diusia paruh baya 55 tahun dengan karya pertamanya "Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal bersama Pakar." buku hasil pelatihan tiga puluh kali mengikuti kelas belajar BM bersama Narsum hebat PGRI. Tiga dari empat buku solonya diterbitkan Kamila Press Lamongan.
Narasumber kita malam ini akan membahas tema yaitu Mengenal Penerbit Indie. Kelas diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab tentang Penerbit Indie. Untuk menghidupkan suasana kelas, selanjutnya Cakinin memberikan pertanyaan, diberi waktu satu menit untuk menjawab. Pertanyaannya yaitu, apa alasan seseorang menulis buku? Sebutkan 4 saja! 3 peserta dari gelombang 23 dan 3 peserta dari gelombang 24, yang tercepat mendapat hadiah buku.
" Pada zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku menjadi yang bermanfaat bagi orang lain/ pembaca." Jelas Cakinin
"Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis." tegasnya
"Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya."tambahnya
Kata-kata Mutiara untuk motivasi diri:
Cara menulis dan menerbitkan buku.
Menurut Cakinin untuk mewujudkan dua hal ini butuh ketekunan, tekad yang kuat, dan perjuangan serta motivasi diri agar tidak goyah dalam menulis.
"Agar Anda terus semangat menulis, melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya." tegasnya
Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat
Menurut Cakinin , ada 5 tahapan yg harus dilalui:
1. Prawriting
a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention).
b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.
2. Drafting
Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai draf tadi.
Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.
3. Revisi
Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yang perlu ditambahkan.
4. Editting/ Swasunting
Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editing, Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI.
5. Publikasi
Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan buku.
Melalui materi yang disampaikan, Cakinin mencoba untuk memperkenalkan Penerbit Indie miliknya sebagai referensi untuk menerbitkan buku dengan menjelaskan apa saja kemudahan, kelebihan,dan perbedaannya dengan Penerbit lain.
Di grup BM asuhan Om Jay ada dua penerbit yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie. Apa perbedaan kedua penerbit ini?
1. Jumlah Cetakan di penerbit mayor.
# Penerbit Mayor : mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
# Penerbit Indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.
2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
# Penerbit Mayor :
Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
# Penerbit Indie :
Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.
3. Profesionalitas
# Penerbit mayor :
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
# Penerbit Indie :
Kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover, bagus, cerah, mengkilat isi buku kertas coklat halus awet ( bookpapar).
4. Waktu Penerbitan
# Penerbit Mayor :
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
# Penerbit Indie :
Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
# Penerbit Mayor :
Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
# Penerbit Indie :
Umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll
6. Biaya penerbitan
# Penerbit Mayor :
Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.
# Penerbit Indie :
Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1].
1 Apakah ada diskon buat peserta webinar malam ini?
2. Berarti harga itu sudah termasuk sertifikat dan cover yah? Atau termasuk ngedit juga?
Jawaban 1
1. Itu sudah harga net. Jadi cetak 20 buku umpamanya, dengan 60 halaman.
Maka yang 10 buku harga atas termasuk (Cover buku, ISBN, Layout, edit, PO Buku dan Sertifikat) harga 632.000
Yg 10 buku dihargai cetak ulang harga bawah perbuku X @ 20.000 = 200.000
Ditambah ongkir.
[Pertanyaan 2]
1. Bagaimana prosedurnya untuk mendirikan badan usaha penerbitan termasuk SDMNYA?
2. Selain promo lewat FB atau media online lainnya, untuk buku penerbitan indie apakah bisa dipasarkan di toko-toko buku oleh pihak penerbit?
3. Motivasi Cak Inin yang paling menarik bagi saya adalah tak ada kata terlambat dalam menulis. Buktinya Cak Inin mulai menulis pada usia 55 tahun. Dan langsung melesat dengan karyanya.
Apa motivasi awalnya, dan bagaimana menjaga agar semangat ini tidak padam bahkan terus terpancar. Apakah ada trik waktu menulisnya?
[Pertanyaan 3]
Jika terbitkan buku di penerbit Indi Kamila Press, dengan tebal dan harga yang sudah ditayangkan ... Berapa lama dari sejak naskah dari penulis dikirim lengkap hingga buku terbit ber ISBN?
Jawaban 3
Dari naskah dikirim lalu kami ajukan ISBN turunnya sekarang rata-rata 4 Minggu kadang bisa lebih dan kadang bisa kurang. Karena habis PKKM dan banyak buku masuk dari guru-guru yang menulis. Sebelum turun kami buatkan cover buku sesuai permintaan. Setelah turun kami proses Layuot..setelah selesai kami kirim ke penulis untuk dicek lagi. Jika ada yang masih kurang pas kata atau ejaan bisa diajukan revisi. Lalu kami revisi sampai deal. Lalu naik cetak dan bayar biaya. Dari naskah Sampai terbit sekitar 8 Minggu.
[Pertanyaan 4]
(1) Jika kita sudah menerbitkan sampai 10 buku, dan tiba-tiba ada kesalah tulisan dan mau cetak buku 10 buku lagi, apakah perlu ada biaya tambahan atau tidak (2) Bagaimana kiat-kiat agar kita bisa membuka penerbitan buku seperti penerbit indie. (3) Apa motivasi tertinggi bapak menjadi penulis yang handal diusia tidak mudah lagi tapi tetap berkarya dan hasilnya luar biasa.
Jawaban 4
1. Jika ada revisi untuk cetak ulang kami revisi tanpa bayar lagi gratis.
2. Sudah saya jawab di atas. Setelah dapat SIUP ( surat izin usaha) maka.kira daftar ke Perpusnas dengan ngisi beberapa persyaratan surat-surat izin dll. Jika.sdh kita bisa ajukan no. ISBN
3. Motivasi saya, Saya ingin berbagi pengalaman lewat tulisan dan memberi.contoh anak didik saya, anak-anak saya, teman-teman guru yang muda bahwa semua orang bisa menulis asal ada niat kuat, nekat, cari mentor ( ikut pelatihan) dan segera menulis apa.saja yg kira bisa ( sesuai passion.kita ). Dan menulis itu ibadah bisa memotivasi orang lain dan berbagi ilmu. Dan harus menjaga semangat menulis dg sharung dg teman2 grup. Serta rajin blogworking ( mengunjungi blog teman utk tambahan ilmu dan cara menulis). Semakin terus menulis maka semakin tajam tulisan kita spt pisau.
[Pertanyaan 5]
1. Apakah motivasi utama bapak untuk menulis?
2. Adakah waktu khusus yang bapak sediakan untuk menulis melihat kesibukan bapak.
3. Pak tolong beri kami kemudahan ( penulis pemula) dengan adanya harga khusus 🙏😊
Jawaban 5
1. Wajib Bu. Sedekah kata istilahnya
2. Ya Bu saya Senin sampai Sabtu ngajar, lalu sore, malam melayani teman-teman yang menerbitkan buku dari minta cover, revisi dan minta kata pengantar saya sampai jam 11 malam. Dan siangnya setelah ngajar dengan anak-anak ngedit naskah. Waktu yang paling tepat bagi saya menulis adalah usai shalat jama'ah subuh di masjid pulang, ngaji sebentar langsung nulis sampai jam 6 terus persiapan ke sekolah. Ketika.di jalan ada ide masuk buat puisi, pantun, atau cerita inspiratif maka di sekolah saya tulis harus besarnya. Subuh dijadikan tulisan.
3. Untuk harga itu semua sama Om Jay, Pak Rahmadi Kalimantan, Cing Ato dan temannya, Pak Sud
[Pertanyaan 6]
1.Bagaimana menulis resume yang benar tanpa berkesan plagiarisme?
2.Bagaimana menyegarkan gagasan ketika kehilangan kata-kata untuk menyambung menjadi paragraf baru dan mengandung makna ?
3.Apa saja strategi agar menulis itu selesai?
Jawaban 6
1. Ibu menulis Resume dari materi grup PGRI tolong diambil intinya dengan dikembangkan dengan kalimat sendiri. Terus cari referensi dari internet atau buku utuk memperkaya materi itu. Jika mengambil pendapat tokoh, tulislah namanya. Resume buku saya jurus jitu itu alhamdulilah bagus berdasarkan testimoni teman-teman pembeli dan bisa dijadikan contoh dan model menulis dan menerbitkan buku. Karena setiap materi kuliah menulis di grup PGRI pasti saya beri pendahuluan / pengantar menuju ke materi dengan ambil di internet lalu saya parafrasekan
2. Untuk menyegarkan jika kehilangan kata-kata untuk menyambung paragraf baru. Maka kita istirahat dulu, sebentar mungkin jenuh. Minum kopi, teh atau dengar musik sebentar lalu fresh nyambung lagi.
3. Strategi menulis itu harus selesai jangan dipotong spt pertanyaan no.2. jangan berhenti dulu. Tulis saja apa yg ada di benak kita, lanjut terus jangan hiraukan EYD salah kata atau kurang kata. Tuntaskan ide yg ada dalam benak kita. Jika sudah berhentilah.
[Pertanyaan 7]
1. Dalam menerbitkan buku ber-ISBN apakah kelebihannya penerbit Indie miliknya Cak Inin dibandingkan dgn penerbit lainnya?Misalnya dengan promo utk penulis akan mendapatkan fasilitas dipublish di google play book?
2. Saya pernah mendengar untuk kenaikan pangkat Guru PNS, dengan membuat buku solo Ber-ISBN berupa puisi, Penerbit harus menyediakan/memiliki Editor Sastra,kalau tidak nanti bukunya tidak akan dinilai, bagaimana menurut pandangan Cak Inin mengenai hal ini?
3. Bagaimana suka dukanya Cak Inin dalam mendirikan penerbitan?apakah bisnis penerbitan masih memiliki prospek yang menjanjikan di era digital saat ini?
Jawaban 7
1. Kelebihannya penerbit Kamila Press milik saya sendiri saya layani dengan sepenuh hati sesuai permainan. Kemudian yang menilai ya yang pernah menerbitkan buku ke saya seperti guru kita dan teman-teman di atas terus jadi langganan baik.cetak langsung atau cetak ulang juga ngajak teman-teman nya cetak ke saya.
2. Jadi untuk terbitan buku puisi atau pantun, setelah selesai menulis bisa minta penilaian teman yg bisa tentang itu. Atau minta dieditkan Jika ada yang salah kepada teman. Ada juga yang langsung ke saya. Lalu kita proses. Jika ISBN turun buku solo insya Allah dapat nilai 3.
3. Ya banyak sukanya karena saya dapat ilmu dari buku-buku yang saya terbitakan sudah 200 lebih judul. Dan senang dapat membantu teman-teman untuk memperbaiki pantun, puisi 2.0 ( 2 buku sudah terbit). Sehingga terbit buku untuk bisa kenaikan…
Di akhir pemaparannya, Cakinin berharap agar para peserta segera menulis sehingga terbit buku sebab buku hasil karya adalah kebanggaan tersendiri buat kita. Dalam closing statementnya beliau juga meminta kepada para peserta membaca motto Cakinin agar bisa menginspirasi diri untuk berkarya.
Resume Ke-: 16
Gelombang : 24
Hari/Tgl : 21 Februari 2022
Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Moderator : Muliadi
Hadir bersama Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara H. Mustamin Zainal, S.Ag,,MA bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan dan rombongan. Pembinaan sekaligus kunjungan kerja pertama sejak dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 8 Oktober 2021.
Dalam sambutan singkatnya, kalimat sederhana namun sangat dalam maknanya dari Pak Kanwil "Sekolah yang berkualitas bermula dari kelas yang berkualitas, kelas yang berkualitas bermula dari guru yang berkualitas. Siswa itu bukan seperti kertas habis dikerjakan lalu disimpan ditata rapi lalu disimpan di lemari." ungkap Pak Kanwil. Pernyataan yang menggugah hati guru. Guru yang berkualitas harus mampu mengemas kegiatan pembelajaran yang menyenangkan tanpa mengabaikan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual.
Malam ini masuk pertemuan ke 16 sudah melewati setengah perjalanan dalam menimba ilmu lewat dunia maya kelas belajar Om Jay. Pak Muliadi untuk yang kedua kalinya akan memandu jalannya kelas belajar menulis hingga tuntas. Narasumber pada malam ini bernama Yulius Roma Patandean, S.Pd. lahir di Salubarani Gandang Batu Sillanan Kabupaten TanaToraja, 6 Juli 1984.
Menyelesaikan Pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggeris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama KristenNegeri Toraja (2019-2021. Tahun 2007-2015 mengajar di SMAN 9 Tana Toraja Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggeris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi UKI Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia Prestasi.
Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreativitas Guru Tingkat SMA Pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi SelatanTahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympic PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Pemenang kdua Lomba Video Best Practice. Mengajar Dari Rumah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021.
Sejumlah buku yang pernah ditulisnya, Digital Transformation: GenerasiMuda IndonesiaMenghadapi Tranformasi Dunia (Penerbit Andi). Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik berfikir kritis,kreatif, mandiri, dan mampu berkolaborasi dalam pembelajaran yang responsive (Penerbit Andi) dan masih banyak lagi deretan buku yang diterbitkan oleh penerbit ternama.
Diawal pemaparan materi, dalam menulis dan menyelesaikan tulisan,ia memegang prinsip CLBK
Apa itu CLBK?
1. Coba. Kata coba menurut Pak Yulius adalah kata romantis yang artinya agar sesuatu itu bisa diwujudkan maka harus berani untuk mencobanya. Dengan mencobanya akan membuat penasaran akan hasilnya. Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa
2. Lakukan. Dengan melakukan percobaan akan muncul dorongan untuk berbuat lebih. Apakah hanya sekedar ingin mencoba saja atau melanjutkan ? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, bairkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.
3. Budayakan. Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.
4. Konsisten. Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam prakteknya.
"Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan dan menciptakan karya tulisan." Jelas Pak Yulius
"Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo." tambahnya
Seperti apa cara sistematis dalam menyelesaikan tulisan?
Mari kita tonton videonya berikut ini.
" Menyelesaikan tulisan akan terjadi oleh karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis terasa indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan percikan-percikan ide kita, kemudian kita susun secara sistematis. Demikian sharing saya malam ini. Semoga membantu teman-teman menyelesaikan tulisan. Salam bahagia." terang Pak Yulius
Sesi Tanya Jawab
[Pertanyaan 1]. Saya sudah “ Coba dan Lakukan” untuk menulis tapi baru 3 kalimat atau 1 paragraf sudah muter-muter untuk melanjutkan tulisan
Jawaban 2
Jawaban 3.
Langkah sistematis sederhana sebenarnya sudah disipkan di Microsoft word pak. Hmm..kebetulan saya mencobanya seperti yang ada di link YouTube yang saya kirimkan. Selebihnya mungkin ada sumber-sumber lainnya. Terima kasih.
[Pertanyaan 4]
Jawaban 4
1. Trik saya adalah membaca naskah ketika mengedit. Contoh: Bisa saja Bab 5 cocoknya ada di Bab 2. Demkian halnya dengan sub judul. Kadang sub judul itu ada di bab lain, tapi cocoknya di bab sebelum atau sesudahnya. Dan tidak menutup kemungkinan, ada sub judul yang justru menjadi Bab. Ini terjadi ketika kita menulis tanpa outline yang ditentukan sebelumnya. Namun jika sebelumnya sudah ada outline penulisan, maka kita akan fokus.
2. Perbanyak promosi saja, misalnya lewat media sosial. Adakan kampanye menulis buku di sekolah, dengan demikian teman-teman lain akan penasaran. Selebihnya…cetak buku dan simpan di perpustakaan sekolah. Memulai dari hal-hal kecil.
[Pertanyaan 5]
Yang ingin saya tanyakan adalah apa langkah penulisan secara sistematis ini hanya untuk tulisan nonfiksi saja? Atau bisa juga untuk tulisan fiksi?
Jawaban 5
Langkah-langkah tersbut bisa diterapkan untuk tulisan fiksi bu. Yang membedakan nantinya adalah tidak adanya sub judul/ kurangnya subjudul di tulisan fiksi. Bahkan untuk Thesis pun bisa diterapkan bu. Selamat menulis dan selamat mencoba.
[Pertanyaan 6]
Baik pak, ada sedikit ganjalan sebagai penulis pemula terkait dengan teknik penulisan buku yg bisa diterbitkan penerbit mayor sebagaimana jejak pak Roma selama ini yang mampu menulis buku bersama Prof. Eko, bahkan ada 2 buku (Digital Trasformation dan Flipped Classroom). Bagaimana mensistematisir suatu sub tema menjadi satu kesatuan yang utuh, terutama dalam menulis buku Digital Transfrmation yang saya liat di Toko Buku Andi Jogja sangat tebal daripada buku-buku hasil kolabs bersama Prof Eko yg lainnya.
Jawaban 6
Terkait buku yang terbit di penerbit mayor…sepertinya ada materinya dari Penerbit ANDI. Boleh dikata saya beruntung pak, diajak menulis oleh prof. Eko yang kemudian diterbitkan di penerbit mayor.hehehehe. Kemudian, saya diajak lagi prof. Eko menulis buku ajar untuk Universitas Terbuka. Sementara saya edit dan perbaiki naskahnya sesuai permintaan UT.
Kemudian, buku Digital Transformation itu tebal karena saya selalu menambahkan topik-topik yang ada kaitannya dengan judul. Dan luar biasanya prof. Eko dan penerbit ANDI tak pernah menolaknya.
[Pertanyaan 7]
a. Bagaimana caranya mengatur waktunya untuk bisa menulis di antara kesibukan lainnya?
b. Bagaimana cara kerja yang biasa dilakukan ketika ada ide, lalu menuangkan nya dalam tulisan sampai mengedit nya. Apakah sudah di siapkan dari awal apa yang mau ditulis secara sistematis atau nanti baru diatur saat proses self editing?
c. Apa yang perlu disiapkan dalam proses penulisan terutama menyangkut bahan (foto, gambar, dll) dan sumber pustaka?
Jawaban 7
a. Ini pertanyaan sulit. Saya mulai kena imbas tulisan tidak selesai. Hehehe. Selama ini saya fokus menulis di akhir pekan dan hari Minggu selepas ibadah. Waktu lainnya saya manfaatkan jam tidak masuk di kelas di sekolah.
b. Ada ide,langsung tulis pak. Taka da kertas, rekam di HP pak. Itu yang saya lakukan..ketika sudah mencapai 40 halaman A5..saya membacanya kembali dan memberikannya judul. Baiknya menulis itu ada Outline, walaupun outline itu bisa berubah seiring isi tulisan. Selama ini, saya memilih self editing dengan tetap mengikuti pedoman dari penerbit. Nanti penerbit yang memberikan penyesuaian seperlunya.
c. Baiknya gunakan foto karya sendiri. Jika gambar dari internet, pilih yang creative commons. Jika mengutip, cantumkan di daftar pustaka. Bukan hanya dari buku, termasuk dari jurnal dan sumber internet lainnya.
[Pertanyaan 8]
1. Apakah tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca?
2. Bagaimana memahami siapa sasaran pembaca dari naskah yang akan kita tulis?
Jawaban 8
1. Betul sekali bu. Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu.
2. Ini susah saya jawab. Hehehe. Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca.
Diakhir materi, Pak Yulius mengatakan,
"Jangan berhenti menulis sebelum terbit buku ber-ISBN. Fokus pada penyelesaian tulisan. Abaikan pembaca dan jumlahnya. Percaya diri pada kemampuan menulis pribadi lepas pribadi. Setiap penulis memiliki takdir tulisannya sendiri. Dan..... selalu siap CLBK kapan pun dan di mana pun."
Salam sukses buat @Wijaya Kusumah yang tidak lama lagi akan menjalani Ujian terbuka program S3.
Moderator kita, pada malam ini menutup dengan sebuah pantun indah menyemangati kelas BM 23 dan 24
Bambangan hitam burung perkutut
Yang empunya sang konglomerat
Walaupun malam semakin larut
Semangat pesertanya makin kuat
Salam Blogger
Raha, 21 Februari 2022
Resume Ke- : 15
Gelombang : 24
Hari/Tgl : Jum'at, 18 Februari 2022
Tema : Konsep Buku Nonfiksi
Narasumber : Musiin, M.Pd
Moderator : Dail Ma'ruf
Menjelang waktu asar, langit mendung mulai menyelimuti kota Raha. Tampak hujan rintik-rintik mulai turun membasahi bumi. Pertanda sebentar lagi hujan deras akan turun. Sore ini pukul 15.30 WITA akan dibuka Perkemahan Jum'at, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) dalam rangka penerimaan Tamu Penggalang Gugus Depan 02-203-204 Ali Bin Abi Thalib - Fatimah Az-Zahra Pangkalan MTSN 1 Muna.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Muna bertempat di lapangan upacara MAN 1 Muna. Anak-anak Pramuka dari MTSN 1 Muna turut bergabung bersama. Perkemahan ini dihadiri oleh para pembina termasuk guru-guru yang ditunjuk mendampingi siswa-siswi. Kecerahan masih berpihak pada anak-anak Pramuka hujan deras semakin reda sampai pada acara pembukaan berjalan lancar.
Tanpa terasa, perjalanan kelas belajar menulis Om Jay sudah sampai pada pertengahan waktu sesuai jadwal yang telah diatur oleh panitia. Para narasumber sudah berbagi ilmu demikian juga para moderator yang setia mendampingi peserta sampai saat ini. Pak Dail Ma'ruf sayogyanya menemani kami, tetapi karena beliau lagi berada di luar maka kak Ros yang melanjutkannya
Pada pertemuan yang ke-15 malam ini, tema yang akan dibahas adalah "Konsep Buku Nonfiksi" dengan narasumber bernama Musiin, M.Pd. Beliau seorang guru dan dosen bahasa Inggris. Beliau juga seorang pengusaha bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri.
Mari kita menilik biodata narasumber kita malam ini agar lebih kenal siapa beliau sebenarnya..
Musiin atau biasa dipanggil
Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis,
travelling dan memasak. Ia lahir di kota
Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan
Kediri sejak tahun 1998.
Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I
Kediri. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986
dan sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus
tahun 1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan
Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri
Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.
Kecintaan
akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO
RELC Singapura tahun 2015.
Pengalaman
mengajar dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE
Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.
Di
lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran
Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri
Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang ;
Untuk
saat ini, Bu Iin juga bergabung dalam Program Guru Penggerak menjadi Pengajar
Praktik Angkatan 4 untuk Wilayah Kabupaten Kediri.
Dalam
bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di
bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto
Pasuruan. Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang
dan Kediri.
Editor Buku
Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.
Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...