Sabtu, 29 Januari 2022

Buku ku dari Karya Ilmiah

Resume           : 6

Gelombang     : 24

Hari/Tanggal   : Jum'at, 28 Januari 2022

Tema               : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Narasumber    : Noralia Purwa Yunita,  M. Pd

Moderator       : Raliyanti


Redup dikala senja

Oleh: Faridahbtl

 

Kupandang  langit  masih redup di sela gelap mulai menutupi terang.

hujan deras sore tadi masih tersisa rintik-rintik

bunyi air yang  jatuh gemericik.

 Rasa dingin enggan menyentuh air

namun kewajiban

wajib adanya

maghrib 


Tepat pukul 20.00 WITA, Grup Daring via WA kelas Belajar Menulis PGRI pertemuan  ke-6, dibuka oleh moderator Ibu Raliyanti yang akan menemani para peserta sampai akhir kelas. Mengawali pembelajaran pada malam ini, Ibu Raliyanti mengajak para peserta untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Tanpa membuang waktu, Ibu Raliyanti memperkenalkan Narasumber pada malam ini, Ibu Noralia Purwa Yunita, seorang  guru muda hebat, berbakat dengan segudang karya dan prestasi. Anak pertama dari dua bersaudara ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Pendidikan terakhir saat ini, magister pendidikan dari Universitas Negeri Semarang. Ibu Noralia akan berbagi pengalaman melalui tema “ Menulis Buku dari Karya Ilmiah”.

Saat ini Ibu Noralia Purwa Yunita mengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog. Penulis baru di Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan, penulis di Andi Offset, penulis dan Ambassador di penerbit Innovasi Publishing, salah satu tim admin di website guru penggerak, Pengurus pena guru di yayasan guru nusantara, anggota komunitas Koordinator Virtual Indonesia ( KKVI), anggota musyawarah Guru Mata Pelajaran  Prakarya dan IPA serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP. 

Di usia muda sejumlah prestasi telah diraihnya, 8 artikel dan 13 buah buku yang sudah dipublikasikannya. Salah satu bukunya tembus di Penerbit Mayor Andi Offset. Sungguh sesuatu yang luar biasa.  Patut kita teladani seorang guru, penulis, blogger tetap mengedepankan keluarga dalam kesibukannya karena keluargalah yang memotivasinya, “Ini saya jadikan resolusi dan target tahun baru, namun tetap ada keluarga yang support saya untuk bisa meraih semua itu” ungkapnya, ketika ditanya oleh salah seorang peserta karena kemampuannya membagi waktu antara keluarga dan kariernya.

 “Malam ini saya bukan mengisi materi namun hanya sebatas berbagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis buku dari karya ilmiah”, jelasnya. Saya adalah alumni kelas menulis dari grup 8, dan semenjak saat itu saya menyukai dunia kepenulisan.” tambahnya.

Pertama. Di awal pemaparannya, “Berbicara masalah karya ilmiah saya yakin bapak ibu disini sudah pernah membuat karya ilmiah. Apa itu ? Bagi yang lulusan S1, pasti pernah berjuang dengan yang namanya skripsi, bagi yang melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi jenis karya ilmiahnya yaitu membuat tesis." Ungkapnya

Kedua. Lalu setelah menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya lagi (sebagai penunjang kenaikan pangkat ASN ) yakni PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmia. Dari  sini kita dapat melihat bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu “,jelasnya.   

Ketiga. Ketika masih S1, S2 atau S3 merupakan salah satu prasyarat lulus dan meraih gelar kesarjanaan. Setelah disidangkan dan diberi penilaian, karya tulis dibiarkan begitu saja, demikian juga yang ASN setelah dilakukan penilaian AK, entah digudangkan atau hanya menjadi hiasan pajangan  dalam lemari buku saja. 

Keempat. Tidak sedikit pengorbanan yang keluar untuk membuat dan menyelesaikan karya ilmiah  ini,  materi, tenaga, bahkan fikiran.Tentu kita tidak rela hasil kerja keras terbuang sia-sia.

Kelima. Lantas apakah kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin, hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang mengetahuinya? Tentu tidak bukan?

Keenam. Akan sangat disayangkan apabila informasi dan  data penting yang tertulis dalam KTI dari hasil riset yang telah kita lakukan tersebut hanya tergeletak begitu saja di perpustakaan dan tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat luas atau tidak  dapat dinikmati oleh  masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan solusi nyata

Ketujuh. Lantas bagaimana solusinya? 

Ibu Noralia yang juga merupakan Ambassador Penerbit Innovasi Publishing ini memberikan satu solusi yaitu mengubah KTI menjadi buku. 

Kedelapan. Lalu, apa saja manfaat mengonversi karya ilmiah menjadi buku? 

Kesembilan. Lalu bagaimana cara mengonversinya sehingga menjadi buku? Karena tentunya sangatlah berbeda antara format penulisan buku dengan format karya ilmiah. 

Kesepuluh. Sebelum saya memaparkan trik konversi KTI menjadi buku, saya akan  menyinggung sedikit mengenai perbedaan format buku dan KTI pada umumnya. 

Mari kita cermati pemaparan dari beliau. 

Kesebelas. Format buku :

  • Judul
  • Kata pengantar
  • Prakata
  • Daftar isi
  • Isi buku
  • Daftar pustaka
  • Sinopsis
  • Profil penulis

Boleh ditambah daftar gambar, indeks

Keduabelas. Format KTI pada umumnya :

  • Judul
  • Lembar pengesahan
  • Kata pengantar
  • Halaman persembahan
  • Daftar isi
  • Pendahuluan
  • Tinjauan pustaka
  • Metode penelitian
  • Pembahasan
  • Kesimpulan
  • Daftar pustaka
  • Lampiran

CARA KONVERSI KTI MENJADI BUKU

A. Ubah judul

Judul KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaki dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santa idan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata.  Sebagai contoh judul skripsi " Efetivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA ”. Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi : “ Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI”. Lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat.

B. Ubah daftar isi

BAB 1 Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, tujuan,  manfaat,batasan masalah

BAB 2 Landasan Teori

BAB 3 Metode Penelitian yang berisi rumus-rumus statistika

BAB 4 Hasil dan pembahasan

BAB 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

BAB 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan  penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini dll.

BAB 2 (what) menjelaskan apa itu karateristik, ciri khas dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

BAB 3,4,5 dan seterusnya (how) menjelaskan

bagaimana tahap pembuatan

bagaimana hasil pembuatan

bagaimana penerapannya

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 KTI yang merupakan landasa teori ternyata berisi

2.1 Hasil  belajar

2.2 Media pembelajaran

2.3 Modul

2.4 Metode pembelajaran

2.5 Pembelajaran berbasis riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1 hasil belajar menjadi bab 2 buku

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1 Belajar

2.2 Permasalahan dalam pembelajaran

2.3 Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2 media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1 Pengertian media 

3.2 Jenis media

3.3 Manfaat media

Sub bab 2.3 Modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 Mengenal modul

4.1 Pengertian modul

4.2 Karakteristik modul

4.3 Sistematika modul

4.4 Kelebihan modul dan seterusnya hingga sub bab 2 selesai

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja kita sudah dapat mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada dibab 3 karya ilmiah

C. Berikan pengetahuan  baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu communications, collaboration, creativity, dan Critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran dimasa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan  semua KD yang ada.

D. Boleh menampilkan hasil penelitian tapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.

E. Menurut ibu Nora “Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan isi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis,karena setiap penulis memiliki  ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis, maka akan semakin ok buku yang ia tulis. Halinikarena membaca, berfikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tak terpisahkan. Selain itu kita harus mengupayakan pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku” jelasnya.

F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti kemendikbud.go.id, jurnal ilmiah, e book,, atau karya ilmiah lainnya. Namun hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress dan sebagainya

G. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf ,jenis huruf dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

H. Untuk menghindari self plagiarisme hendaknya kita tulis ulang setiap kalimat namun tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku. 

Ketigabelas. Dengan demikian membuat buku tidak hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI . Ini merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Hendaknya diubah sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.

Begitu rinci, jelas, dan padat, ibu Narasumber memaparkan manfaat dan trik mengubah KTI menjadi buku.

Selanjutnya ibu Narasumber membuka ruang diskusi agar lebih jelas dari materi yang disampaikannya.


Sesi tanya jawab

P1. Untuk Bab1 Bagaimana cara mengidentifikasi masalah dalam rumusan masalahnya?

Untuk Bab 4 Bolehkah 2 siklus 4 kali pertemuan saja? Lama penelitian minimal berapa bulan?

J. Untuk identifikasi masalah masuk ke bagian WHY pada penulisan buku. Rumusan tidak perlu jumlah pertemuan dalam penelitian berapapu asal KD sudah dapat terselesaikan

P2. Apakah mengubah KTI yang sudah 5 tahun dapat diubah menjadi buku? Bagaimana trik mengubah buku jadi menarik

J. Diperbolehkan asal daftar pustaka diperbaharui

P3. Untuk mengonversi apakah boleh copas tanpa ketik ulang?

Apakah catatan kaki di KT Ijuga dimasukkan?

J Sudah dijawab poin 1dan 12. Catatan kaki masuk ke isi buku  saja

P4 Menurut bu Noralia, bagaimana dengan anggapan menulis buku karya ilmiah tidak menarik dan mungkin tidak banyak peminatnya bila dibandingkan dengan menulis buku-buku novel atau biografi?

J Tiap genre buku baik fiksi atau non fiksi pasti memiliki pembaca tersendiri. Buku fiksipun banyak jenisnya ada novel, kumpulan cerpen puisi yang biasa dibaca pada saat santai, untuk memperkuat daya imajinasi atau sekedar hiburan saja. Buku non fiksipun sama pasti ada pembacanya. Contohnya,ketika  mengajar tidak lepas dari bahan bacaan buku non fiksi.

P5. Bagaimana cara mudah membuat karya ilmiah? Apa saja yang perlu diperhatikan yang penting dalam penulisan karya ilmiah

J. Ide orisinil, menjawab permasalahan yang ada, mudah diaplikasikan atau dibuat, tidak plagiat.

Yang pertama pastinya format penulisan, karena biasanya pihak juri akan melihat apakah karya tersbut sesuai aturan atau tidak, tema harus sesuai, ide orisinil dan unik, menjawab masalah yang sedang hangat diperbincangkan. EYD dan PUEBI juga wajib diperhatikan, referensi atau pustaka terbaru ( biasanya pustaka 5 tahun terakhir )

P6.  Bagaimana kriteria dalam menentukan judul KTI agar tepat dan menarik?

J Sejauh pengalaman saya, biasanya judul dengan mengubahnya menjadi akronim, masih disukai, contoh : metode SEMMI (Sem berbasis mindmap) pada peningkatan ........

P7.  Apa kesulitan terbesar  dalam menulis buku dari KTI? Bagaimana mengatasinya?

Siapa yang paling mendukung dan memotivasi ibu dalam menulis?

J Kesulitan terbesar yang saya rasakan dan ini mungkin ini juga dirasakan oleh yang lain adalah manajemen waktu bu, hehe...karena sebagai seorang guru apalagi suami/isteri ada tanggung jawab lain yang harus kita selesaikan.Terkadang saya sudah membuat time schedule, namun itupun saya langgar.Intinya konsekuen dan konsisten adalah kunci utama penulisan buku ini bisa selesai tepat pada waktunya. Terkadang keras pada diri sendiri itu perlu jika memang ingin berjaya.

Ketika pertama kali menulis buku,tentu Om Jay adalah penyemangat saya untuk menulis.....

J. Sudah terjawab pada poin 11 dan 12 A hingga H

P9. Apakah skripsi S1 bisa dibuatkan buku ?

J. Bukan dibuatkan ibu,, namun dikonversi atau dibuat menjadi buku. Jadi jawabnya bisa.

P10. Untuk judul bagaimana meramunya agar tidak menjadi seperti plagiat dan menarik, karena pada PTK seringkali mempunyai kemiripan judul. apalagi mau dicetak ber-ISBN

P11. Judul adalah halaman muka sebuah buku. Bagaimana agar tidak terlalu angker sehingg bisa dibaca banyak pihak bukan hanyak akademisi

Mohon  ijin saya sedikit copy paste urutan penjelasana Ibu Nora.Agar bisa lihat maksudnya lebih dalam. Pertanyaan saya: dalam  PTK yang diihat adalah hasil belajar anak-anak. Apakah di buku perlu ditulis nama mereka atau ada saran lainnya?

Bagaimana mengembangkan bab penutup PTK kesimpulan dan saran

J. 1 dan 2 mengenai kiat sudah ada pada poin 12 A

Tidak perlu penyebutan nama. Bisa bahwa metode ini sudah diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas dan menghasilkan peningkatan sebesar...%

Ditambah agar isi buku lebih kaya dan jelas

Bab terakhir dapat diubah menjadi kelebihan dan kelemahan penelitian yang dilakukan

P11. Assalamu’alaikum bu Noralia salam kenal, saya sangat berterima kasih dengan adanya materi membuat buku dari KTI, sudah lama saya ingin mencoba tapi belum ada keberanian karena ilmu yang terbatas, malam ini alhamdulillah ada tambahan ilmu dari ibu, yang akan saya tanyakan untuk membuat buku dari KTI dengan judul Peningkatan hasil belajar IPA melalui model Discovery Learning disertai penerapan keterampilan proses di kelas IX, maka judul buku menjadi “ Efektivitas model discovery learning dan pendekatan keterampilan proses “Bolehkah?Kemudian Bab berikutnya krn hanya tentang belajar, model discovery learning dan pendekatan keterampilan proses, maka bisa ditambah dengan 4C, benarkah?

J. Alhamdulillah semoga segera selesai ya bukunya. Untuk judul, mungkin bisa diringkas lagi menjadi belajar IPA dengan discovery learning berbasis keterampilan proses. Betul bu,, mungkin bisa ditambah tentang tinjauan model pembelajaran, jenis model, pendekatan pembelajaran, jenis pendekatan

P12. Assalamu’alaikum wr wb. Kalau penelitiannya sudah lama lebih dari 5 tahun boleh dibuat buku populer?

J. Boleh namun tetap diperbarui isinya

P13. Assalamu’alaikumWar Wab. Salam sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan Nama: Faridah Lasanipa, Kota asal : Muna Sulawesi Tenggara. Maaf bu Narasumber, saya minta saran untuk mengkonversi KTI saya ke buku. Judulnya " Implementasi Manajemen Kelas dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Pada Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Muna." Bagaimana diubah supaya menjadi judul popular dan singkat? Terima kasih.

J. Selamat malam bu faridah. " Pembelajaran dan manajemen kelas."  Semoga bisa sesuai bu saran judul dari saya

P14. Assalamu’alaikum Ms.Nora, Saya A’am dari gelombang 24...menarik sekali tema kita malam ini serasa selangkah lagi para peserta akan girang dan senang karena sejengkal lagi akan dapat menerbitkan buku solo dari karya tulis yang pernah dibuat. Namun ini jd masalah klasik dan non teknis jika dikaitkan dengan tema malam ini.Memang kita punya karya tulis hasil riset minimal skripsi, tapi kebanyakan  filenya sudah usang dan tidak relevan dengan zaman kekinian.

Mungkin masalah ini dialami para peserta jika file KTI kita ternyata hilang misalnya akibat terkontaminasi virus, bagaimana caranya agar secara cepat kita menuliskannya kembali?

Dalam paparan tadi sudah dicontohkan bagaimana mengubah judul tapi saya belum memahami trik dan  tips yang tepat untuk mengubah judul hasil dari penelitian agar lebih simple dan menarik minat pembaca. Misalnya masalah penelitian berupa kinerja pengawas sekolah dalam implementasi supervisi akademik dan bentuk penilaiannya berupa penelitian evaluasi. Mohon pencerahannya. Terima kasih

Untuk menjawab pertanyaan no 14 ini, ada kendala pada hp ibu Narasumber sehingga jeda beberapa menit kemudian kembali dilanjutkan sesi tanya jawab. Sebelumnya ibu Raliyanti memastikan lebih dulu apakah ibu Noralia masih bisa melanjutkan sesi ini.

J. Selamat malam bu Aam.  Untuk pertanyaan ini, mohon maaf ibu, saya kurang bisa membantu karena lebih ke teknik komputernya. Saran saya, ibu bisa mendatangi tempat service komputer atau ahli komputer untuk menanyakan hal tersebut.

Kalau dari fokus penelitian yang ibu ajukan, saran judul dari saya adalah pengawas VS supervisi. Jadi yang terpenting dibagian judul adalah apa yang menjadi fokus penelitian kita itulah yang dimasukkan  ke dalam judul buku. Namun bahasanya dibuat lebih kece saja agar tidak cenderung kaku

P15. Assalamu’alaikum wr wb. Terima kasih bu Nora, saya Nelwiza dari SMPN3 Tualang, Saya akan menanyakan tentang karya ilmiah yang akan ditulis. Bagaimana membuat suatu penelitian untuk suatu karya tulis agar lebih cepat waktunya?

J Terima kasih bu Nelwiza. Sebenarnya cepat atau tidaknya suatu penelitian tergantung dari skenario pembelajaran yang akan kita rancang. Dan semua itu tertuang dalam RPP. Sebagai contoh, dalam KD semester ini, saya memiliki 4 topik bahasan. Nah, topik bahasan itu selesai dalam 4 kali pertemuan. Itu juga bisa. Ataupun 4 topik menjadi 3 kali pertemuan saja + 1 pertemuan evaluasi akhir. Tidak masalah. Intinya kembali lagi kepada tujuan kita penilaian. Apakah kita hanya butuh data hanya butuh angka kredit dari karya itu atau memang berniat memperbaiki kondisi pembelajaran di kelas,, tentunya ini juga akan menentukan cepat tidaknya sebuah penelitian. Namun saran saya, karena subjek penelitian kita adalah siswa yang kemampuannya beragam,janganlah berfokus pada data penelitian saja namun pada apakah ada perubahan baik setelah diterapkan suatu kondisi tertentu pada kelas tersebut. Toh, sudah jadi tanggung jawab kita bukan pendidikan siswa siswi kita? 

P16. Tanpa soal

J. Selamat malam bu Nisa.Wah,, boleh bu dimasukkan contoh skripsinya

Untuk isi buku bebas bu,, tergantung masing-masing penulis karena gaya tiap penulis berbeda. Namun jika ada bahasa daerah, alangkah baiknya jika ada translate atau mungkin penjelasan setelahnya.Gunanya agar pembaca juga paham.

Bahasa buku konversi dari KTI sebaiknya bahasa santai dan komunikatif namun tetap sesuai PUEBI dan EYD yang berlaku

J. Selamat malam bu Lastika Nah...Nah Ini bu yang sering menimpa saya ...he..he. Jika terjadi seperti ini, akhirnya saya tetap keras pada diri sendiri. Buku tetap sesuai deadline harus selesai. Namun proses pengerjaan yang ekstra lembur karena kita yang tidak konsekwen dan menunda-nunda penulisan. Agar tidak sering menunda-nunda pekerjaan, bangkitkan kembali NIAT dan motivasi menulis. Berkumpul dengan teman yang punya kesukaan sama bisa memantikkan semangat lagi lho bu..

P19 Mlm ibu mohon maaf Bu. Kalau judul saya pengaruh panjang Entries Terhadap pertumbuhan bibit mangga dengan metode grafting. Saran ibu judul yang menarik untuk dibuatkan buku.Yustinus Masae

J. metode grafting pada pembibitan

P20 Assalamualaikum  bu punten satu pertanyaan lagi, saya sempat membuat karya tulis dengan judul “ Upaya meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran tematik terpadu dengan metode permainanan lompat tali siswa kelas 1 SDN Wonokerto Kabupaten Pasuruan”

Judul: Upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi nilai tempat puluhan dan satuan dengan permainan numerasi kelas1 SDN Wonokerto kab Pasuruan. Apakah  judul yang tepat bu.Terima kasih bu Eni pasuruan

J Untuk judul buku masih terlalu panjang. Dapat dipersingkat lagi bu,  menjadi Serunya belajar MTK dengan Numerasi kelas.

P21 Maria_guru SMPN Jakarta. Assalamualaikum wr wb. Selamat malam narasumber hebat, Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Saya terkagum-kagum membaca profil dan segudang prestasi yang diraih. Gimana caranya ya.Gile bener. Hehehe... saking senangnya, mengapresiasi ibu.

P22. Bagaimana prestasi itu diraih pada usia yang masih muda belia? Bagaimana memulai karya ilmiah dimulai dari hal yang mudah dilakukan sebagai pemula? Bagaimana menjadikan “case siswa” menjadi karya ilmiah (saya sebagai guru BK). Bagaimana cara mengutip pendapat atau teori dari penulis dalam membuat opini?

Terimakasih atas respon, Ibu.Sukses selalu.

J Terima kasih dan selamat malam bu Maria

Hehe...Terima kasih bu atas apresiasinya.. Kalau ini,, tiap akhir tahun saya selalu evaluasi, kekurangan saya apa baik sebagai pengajar, ibu, isteri dan pengembangan diri saya. Ini saya jadikan resolusi dan target tahun baru. Namun  tetap,ada keluarga sebagai main support saya untuk bisa meraih semua itu bu

Ide adalah pintu dari sebuah tulisan. Jika sudah ada ide, maka menulis dapat lancar

Studi kasus dari teknik apa (disebutkan solusi untuk mengatasi permasalahan siswa) terhadap masalah apa (masalah yang terjadi pada siswa)...

Kutipan ada yang berupa kutipan langsung dan tak langsung. Para frase ,menyimpulkan, meringkas, ini juga termasuk salah satu kutipan sebenarnya .

Sebelum kelas belajar ditutup, ibu moderator Raliyanti mempersilakan ibu Noralia untuk memberikan closing statemennya. 

" Saya yakin bapak/ibu disini adalah para guru pilihan yang ingin terus belajar dan menjadi guru pembelajar. Teruslah berkarya, teruslah menulis, dan jadikan buku sebagai muara dari tulisan-tulisan anda. Jangan khawatir tidak akan ada pembaca yang menyentuh buku anda, karena suatu  karya yang dikerjakan dari hati, akan sampai ke hati juga dan menyentuh hati para calon pembaca." 

Demikianlah pemaparan materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai menulis buku oleh ibu Noralia. Semoga dengan ilmu yang diberikan pada malam ini dapat dimanfaatkan untuk mengonversi karya tulis ilmiah menjadi buku. 


Salam Blogger Persahabatan

Raha, 28 Januari 2022

 


6 komentar:

  1. Maa sya Allah super lengkap sampai tanya jawab.
    Keren .


    Semoga berknan mampir pada tulisan saya yg masih pemula bunda

    https://arofiahafifi.blogspot.com/2022/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

    BalasHapus
  2. Ibu sangat telaten membuat resume. Selamat, lanjutkan terus bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya. Ceria selalu

      Hapus
  3. Lengap bgt buu.. Tetap smangat ya bu. Smoga berkenaan mampir

    https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/01/menyulap-karya-ilmiah-menjadi-sebuah.html?m=1

    BalasHapus
  4. Sangat lengkap. Sampai tanya jawab keren banget

    BalasHapus

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...