Selasa, 08 Februari 2022

Menulis itu Mudah

Resume  Ke-: 10

Gelombang : 24

Hari/Tanggal : 7 Februari 2022

Tema : Menulis itu Mudah

Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim

Moderator : Raliyanti



“Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu,

belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air.”( Hj. Nur Asiah Djamil)

Syair lagu ini sebagai ilustrasi bagi Penulis Pemula bahwa dalam mempelajari apa saja tidaklah sulit apabila dibarengi dengan kemauan dan keinginann yang kuat. Tidak ada manusia yang paripurna dalam melakukan suatu pekerjaan. Kekurangan dan kelemahan sudah pasti ada namun bukan penghalang untuk terus mengasah kemampuan. Untuk menjadi penulis yang hebat, butuh pengetahuan dan ketekunan, 

Tepat pukul 20.00 WITA, kelas belajar menulis pertemuan ke-10 dibuka oleh moderator ayu nan cantik ibu Raliyanti yang akan memandu jalannya kelas hingga dua jam ke depan, memberikan apresiasi kepada peserta kelas belajar gelombang 23 dan 24 berkat kesungguhan dalam belajar sehingga ada peserta yang sudah jadi buku solonya. Ini membuktikan bahwa sebenarnya passion menulis itu sudah dimiliki oleh para peserta.

Tema pada pertemuan yang ke-10 ini yaitu “Menulis itu mudah” dengan narasumber Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim. Seorang dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Beliau seorang penulis buku dan jurnal, motivator, serta pegiat Literasi. Sejumlah buku, jurnal akademik dan simposium miliknya sudah dipublikasikan.

 


 Berikut beberapa penggal  puisi karya Promotornya setelah menempuh ujian desertasi.

“ Negeri ini sedang panen kekerasan dan korupsi

Keduanya selalu dipamerkan lewat televisi

Ngainun Naim telah selesai diuji dan berprestasi

Disertasinya tebal sekali dan tampak berisi

Kita tunggu sejauh mana dia berkontribusi untuk solusi

Selamat mengabdi dan berprestasi

Prof.Dr.Ngainun Naim

Oleh: Siswanto Masruri


Diawal pemaparannya, telah nampak jiwa seorang guru yang senantiasa menyemangati kepada siapa saja yang bernama guru.Terlihat pada kata pembuka kalimat sederhana namun status guru tersanjung tinggi oleh sapaan beliau.

“Alhamdulillah,  senang sekali malam ini bisa kembali bersama Bapak Ibu Guru yang luar biasa. Jujur saya selalu bersemangat jika bersama para guru. Bapak saya (almarhum) seorang guru, adik-adik saya ada 3 orang guru, saya sendiri guru. Jadi setiap bersama komunitas guru, saya selalu merasakan energi hidup yang luar biasa.” Demikian ungkap pengarang buku The Power Of Writing ini.

“ Menulis itu mudah, asal tahu caranya. Buku “The Power of Writing” ini saya tulis sebagai media untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk mau dan mampu menulis,” ungkap Dr. Ngainun Naim.

“Beliau menambahkan, menulis itu soal keberanian. Jika ketakutan menulis bisa diatasi maka  menulis akan menjadi mudah. Menulis bukan hanya soal teori tetapi praktek. Jika setiap hari mau berlatih menulis maka tulisan kita akan semakin mudah.”tambahnya

Pada malam ini kami belajar bersama Prof. Dr. Ngainun Naim diramaikan dengan diskusi kelas melalui tanya jawab.

Benarkah menulis itu mudah?

“Jawabnya relatif. Pak Prof menegaskan bahwa  bisa saja mudah, sulit, atau kadang mudah dan kadang sulit bahkan memusingkan. Duduk berjam-jam di depan laptop atau komputer, tidak ada satu kata pun yang diketik, aktif di aneka kursus dan pelatihan menulis tetapi sampai sekarang belum ada juga yang berhasil ditulis”jelasnya.

Nnaaa!!!...Pak Doktor memberikan solusinya;

Kunci agar mudah dalam menulis 

  1.  Ubah Pola Pikir. Menurut Pak Doktor Banyak orang berpendapat bahwa menulis itu sulit. Pandangan ini sudah menyatu dalam diri sehingga menjadi pengetahuan bahkan kesadaran, karena sudah diyakini maka akan terbukti atau terjadi apa yang difikirkan sulit menulis tadi. Oleh karena itu sudah saatnya bangun pemahaman, keyakinan, dan  kesadaran bahwa menulis itu mudah. Saat menghadapi kesulitan menuangkan ide dalam kalimat, yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah”    

Beberapa dampak dari berbagai ucapan dapat mempengaruhi tidak hanya fikiran, tubuh, bahkan hidup seseorang. Sikap pesimis yang ada dalam diri inilah yang membuat fikiran seseorang itu mengalami kebuntuan karena kata-kata sehingga menimbulkan rasa takut yang besar, takut salah dalam memulai apalagi dalam mewujudkannya.

2.  Berlatih menulis. Banyak penulis yang pendidikannya tidak ada hubungannya dengan dunia penulisan tetapi mereka bisa menulis secara disiplin setiap hari. Untuk menghasilkan “sesuatu”, teori saja tidak cukup meskipun sebenarnya teori itu penting

Dengan mempraktekkannya maka akan sejalan dan seirama antara keduanya. Belajar menulis apa saja yang dilihat, yang dirasakan, yang dialami sampai tuntas. Oleh karena itu berlatih dan terus berlatih menulis pada akhirnya akan bisa karena  terbiasa. Menurut Pak Doktor jika ingin menjadi penulis yang sukses, maka wajib hukumnya menulis setiap hari.

3.  Banyak membaca. Membaca adalah sarana membuka jendela dunia. Menurut Pak Doktor “Menulis itu ibaratnya mengeluarkan Tabungan Bacaan yang ada di otak kita.”jelasnya.

Banyak hal atau informasi yang belum diketahui tetapi dengan banyak membaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan, demikian juga bagi seorang penulis pemula dapat menambah kosa kata untuk digunakan dalam tulisannya. “Prinsip saya dalam membaca, utamakan faham bukan khatam”tambahnya.

4.    Meluangkan waktu. “Saya sering tersenyum ketika mendengar curhat beberapa  kawan tentang kesibukan sehingga tidak ada waktu lagi untuk menulis”

Berbicara masalah sibuk,  tidak ada orang yang tidak sibuk, mulai dari pedagang yang hanya duduk-duduk menjaga jualannya hingga kelas super sibuk, masing-masing dengan kesibukannya. Kuncinya ada di manajemen waktu. Luangkan waktu untuk menulis meskipun hanya satu kalimat.

5.    Rajin mengamati, mencatat, dan mengelola apa yang sudah dicatat menjadi tulisan. Tidak akan menjadi tulisan yang utuh jika apa yang sudah dicatat namun tidak dikelola. Akhirnya catatan tinggal catatan!

6.  Belajar menulis kepada para penulis. Beliau menambahkan diakhir materinya ”Grup ini menjadi media belajar. Kunjungi, baca, dan komentari tulisan demi tulisan di grup. Itu belajar yang efektif.”

Tanpa terasa waktu dua jam cepat berlalu, melalui voice note Pak Doktor menyampaikan closing statementnya, "Saya ingin meyakinkan kepada bapak dan ibu sekalian  bahwa menulis itu mudah. Saya sudah memberikan enam kunci. Kalau enam kunci itu bapak dan ibu gunakan, maka dia bisa optimal. Tapi jika hanya dibaca dan tidak dipraktekkan maka menulis juga akan tetap sulit.”

 

Ringkasan Pertanyaan

1.      Cara mengatasi kurang percaya diri

2.     Tata tulis yang baik untuk artikel

3.     Trik mudah menulis

4.     Tips mengatur waktu

5.     Cara mengatasi blank write

6.     Trik tulisan agar diawal dan akhir menyenangkan

7.     Strategi dan trik memulai tulisan agar runtun

8.     Artikel yang menginspirasi

9.     Mengubah pola pikir menggunakan kosa kata untuk melanjutkan tulisan

10.  Cara menumbuhkan semangat bagi penulis pemula

11.  Memulai tulisan dari yang tidak ideal bukan yang ideal

12.  Cara membuka pola fikir teman sejawat untuk menulis

13.  Faktor penyebab kesulitan menulis

14.  Cara membangkitkan komitmen dalam menulis

15.  Cara mengatasi pengaruh terhadap tulisan orang lain

16.  Kunjungi situs untuk mencari referensi

https://scholar.google.co dan https://www.researchgate.net

17.  Menulis agar tetap ghairah dan stabil

18.  Kunci sukses menulis essay dan opini popular

19.  Cara mengaplikasikan ide dengan bahan yang ada di sumber bacaan

20.  Kunci menulis ada 2 :

Kunci umum berkaitan dengan jenis tulisan

Kunci dasar di atas


 

Salam Blogger Persahabatan

Raha, 7 Februari 2022

 

 

 


Sabtu, 05 Februari 2022

Blogmu adalah Jendela Duniamu

Resume Ke- : 9

Gelombang  : 24

Hari/Tanggal : Jum'at, 4 Februari 2022

Tema : Komitmen Menulis di Blog

Narasumber : Drs. Dedi Dwitagama, M. Si.

Moderator   : Rosminiyati


   “Alhamdulillah, saya sehat wal ‘afiat bu Rosminiyati. Semoga ibu malam ini sehat dan bisa tampil prima dalam membersamai narasumber dan para peserta kelas BM.” bisik hati kecilku ketika menjawab salam ibu moderator Rosminiyati. Itulah ajaran agama kita Islam, wajib hukumnya menjawab salam walaupun lewat dunia maya. 

   Malam ini pertemuan ke-9, terasa agak beda bagi saya, lain  dari malam-malam sebelumnya. Ibu moderator menyampaikan bahwa sudah ada 17 pertanyaan dari  peserta yang masuk ke Whatssapp beliau. Kalau pada pertemuan sebelumnya, diawali dengan pemaparan materi disusul pertanyaan dari para peserta melalui koordinasi ibu moderator, namun tidak malam ini, narasumber menjawab lebih dulu dari pertanyaan yang ada sekaligus menjelaskan lebih detail via voice note atau rekaman audio Whatsapp. Sepertinya model pembelajaran  ini cocok diterapkan pada saat proses belajar mengajar. 

   Hadir sebagai narasumber pada malam ini, gurunya guru kita, Om Jay dengan tema belajar Komitmen Menulis di Blog. Beliau adalah Bapak Drs. Dedi Dwitagama, S.Si. Seorang guru matematika yang luar biasa hebat, lahir di Jakarta  57 tahun lalu, tapi tampak awet muda. Tiga kali menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK yang berbeda sejak tahun 2013. 

   Sekarang kembali menjadi guru dengan segudang kegiatan yang memukau. Beliau adalah Master Guru Blogger yang menyandang paket predikat sebagai Pendidik, Trainer, Narasumber, dan Motivator telah bersinergi dengan sedikitnya 32 lembaga Internasional dan domestik,aktif di 5 organisasi sejak tahun 2005 – 2013, peraih 24 prestasi di dalam dan luar negeri tahun 1974 – 2012, aktif mengikuti workshop dan seminar di berbagai bidang khususnya terkait profesi dan keahlian yang dimilki. Saat ini, sebagai Panitia/Tim/Delegasi di 29 kegiatan. Deretan prestasi yang menakjubkan! Untuk lebih mengenal Guru kita malam ini, silahkan kunjungi CV beliau pada tautan berikut ini: https://trainerkita.wordpress.com/about/

Foto-foto dokumentasi Dedi Dwitagama


Video Kegiatan Seminar Enterpreunership 


Blog  pertama Pak Dedi sejak November 2005


Tabungan Postingan Pak Dedi sampai akhir februari 2022



Statistik jelajah penayangan blog Pak Dedi

   Salah satu cara untuk konsisten dalam menulis adalah menumbuhkan semangat dan komitmen dalam diri sendiri. Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan dan bukan  sekedar keinginan. Jika keinginan yang ada hanya untuk menulis, maka menulis itu ada ketika ada keinginan saja. Berbeda dengan menulis sebagai suatu kebutuhan,  terasa ada yang kurang jika tidak menuangkan ide atau gagasan dalam sehari. Namun tidak semua orang mampu bertahan untuk konsisten dalam menulis. Mungkin bisa disebabkan tidak ada mood, lelah, stress atau waktu yang terbatas.

Bagaimana supaya bisa komitmen dalam menulis?

   Buang jauh-jauh objek pengganggu dengan cara menulis apa saja tanpa beban. Blog adalah media sosial yang tepat untuk menuangkan sesuatu dalam bentuk tulisan.

Apa itu Blog?

  Blog adalah bentuk aplikasi website yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan isi terbaru dahulu sebelum diikuti yang lebih lama, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna blog tersebut. Keutamaanya saya kira sama...hanya penampilannya yang berbeda sesuai kreatifitas pemiliknya. (Dedi Dwitagama)

Mengapa menulis di blog?

  Menulis di blog itu menurut Pak Dedi seperti menulis catatan di buku harian Diary. Catatan di Diary hanya bisa dilihat oleh si pemilik atau orang tertentu dan lebih kepada sesuatu yang dirahasiakan. Sedangkan kalau menulis di blog bisa dipublikasikan di Internet dan dibaca oleh orang sedunia.

Apa manfaat menulis di blog?

   Luar biasa, banyak sekali manfaatnya. Ketiak anda mencari sesuatu referensi tentang apa saja, pasti referensi yang  anda dapatkan itu diantaranya ada tulisan seseorang di blog. Banyak blog yang gratisan seperti wordpress, blogspot, Kuraru, Kompasiana dan masih banyak lagi, itu fasilitas disediakan secara gratis dan kita hanya sekedar mendaftar dengan modal alamat email kita kemudian kita kelola kita isi untuk menjadi website pribadi kita dan kalau saya yang paling hit kira-kira blog, saya bisa berangkat ke Seol Korea Selatan mewakili Indonesia seorang diri untuk ikut kegiatan Academic Leadership for School Principle Asia Pacific Region yang diadakan di Seol Korea Selatan selama 9 hari, penyelenggaranya UNESCO dan itu dan saya terpilih karena saya menggunakan internet sosial media, salah satunya blog. Manfaat lain termasuk sekarang kita bisa berjumpa karena tulisan saya di blog kalau saya tidak menulis di blog, saya tidak hadir di forum ini.

Apa saja fungsi menu yang ada di blog, dan bagaimana cara menggunakannya?

   "Menu yang paling sering digunakan di blog adalah write, menulis artikel.Tetapi kalau dari blog secara penampilannya, Pak Dedi mencontohkan bahwa menu itu ibarat sebuah kamar, tergantung pemiliknya seberapa banyak isi yang harus ada di dalamnya." demikian ungkap Pak Dedi. 

Untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara menggunakannya, Pak Dedi menyarankan untuk mencari di google atau youtube dan pelajari langkah-langkahnya, walaupun sebenarnya beliau punya cara tersendiri hanya dengan kutak katik saja dan pada akhirnya menemukan fungsi-fungsi dari menu tersebut. Berikut menu yang ada di blog yang saya ambil referensinya dari blog Pak Yogi https://munawirsuprayogi.blogspot.com

Kupas Tuntas Semua Fungsi Menu di Blogger – Blog Pak Yogi


Menu yang ada di Dashbor Blogger

  1. Postingan
  2. Statistik
  3. Komentar
  4. Penghasilan – menu penghasilan ini adalah sebuah reward dari google untuk  pengguna layanan  google
  5. Halaman
  6. Tata letak
  7. Tema
  8. Setelan atau Setting
  9. Daftar Bacaan
  10. Bantuan dan masukkan

Bagaimana tips/konsep  dan cara memotivasi diri agar bisa menjaga komitmen menulis di blog dan konsisten menulis setiap hari di blog?

 Pak Dedi punya jawaban tersendiri terkait pertanyaan ini. 

   Saya menjawab ini dengan cara yang saya lakukan Komitmen itu kan sebuah tindakan untuk melakukan sesuatu. Kalau kita punya blog ya kita hrs berkomitmen mengisinya dengan tulisan walau sangat tidak mudah bisa komit setiap hari ketika kita punya rumah kita harus komit untuk membersihkan setiap hari kalau mau  rumah kita mau nyaman. Demikian juga kita punya mobil atau motor kita hrs membersihkan sesering mungkin agar mobil kita , motor kita nyaman dikendarai. Soal mau mencucinya, anda cuci sendiri kenderaan anda atau ke tempat pencucian mobil dengan membayar....sama dengan blogi tu juga anda bisa kelola sendiri atau membayar orang untuk mengelola blog anda. Saat ada kesempatan menulis.............................

     Demikianlah ringkasan beberapa pertanyaan dan jawaban dari 21 pertanyaan.

 Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WITA, Pak Dedi meminta kepada Ibu Ros untuk mengumumkan dua penanya terbaik..Pertanyaan peserta terpilih jatuh kepada ibu Zainab Sumba Timur dan bpk/ibu Zunnurin Isnaini dari Pasuruan dan mendapatkan voucer Rp.100.000 dari Pak Dedi.

  Sebelum kelas belajar bersama berakhir, Pak Dedi diminta untuk memberikan closing statementnya:

   Saya berharap perjumpaan kita malam ini, bermanfaat buat waktu-waktu kita ke depan dan kita bisa mengisi waktu kita dengan hal-hal  bermanfaat agar bukan hanya gading dan belang yang kita tinggalkan tapi jejak kata-kata kita yang terurai  bahkan bisa  dibaca nanti oleh anak cucu kita sebagai jejak dari catatan-catatan yang kita tinggalkan  bisa dimanfaatkan oleh siapapun di dunia ini.

 Ringkasan Pertanyaan

  1. Manfaat menulis di Blog
  2. Kriteria blog yang bagus
  3. Fungsi menu dan cara menggunakannya
  4. Kiat menjadi narasumber keliling Indonesia
  5. Konsep memotivasi diri dalam menjaga komitmen dalam menulis
  6. Menulis isi yang sama di blog berbeda
  7. Tips agar blog ramai pengunjung
  8. Memilih tema yang berkualitas di blog
  9. Cara memperkenalkan blog bagi penulis pemula 
  10. Cara mendatangkan blogger ke blog pribadi
  11. Kelebihan dan kekurangan blog pribadi dan blog bersma
  12. Naskah di blog bisa dijadikan buku
  13. Tulisan di blog menambah penghasilan
  14. Tips membuat branding personal blog
  15. Kalimat motivasi untuk tetap komitmen
  16. Cara mengatasi hambatan ( pertanyaan untuk Pak Dedi)
  17. Ciri khas atau trik untuk menarik pengunjung ( pertanyaan untuk Pak Dedi )
  18. Memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran
  19. Manfaat memiliki banyak blog 
  20. Bentuk komitmen agar bisa berkarya  di tengah aktivitas yang beragam
  21. Konten yang disukai oleh pengunjung


       Salam Blogger Persahabatan

       Raha, 4 Februari 2022




















 

 



Kamis, 03 Februari 2022

Mengatasi Writer's Block

Resume Ke : 8

Gelombang : 24

Hari/Tanggal : Rabu, 2 Februari 2022

Tema : Mengatasi Writer's Block

Narasumber : Ditta Widya Utami, S. Pd., Gr

Moderator : Widya Setianingsih



     Malam ke-8 Kelas Pelatihan Belajar Menulis PGRI kembali dipandu untuk yang kedua kalinya oleh ibu moderator  cantik nan berbakat Widya Setianingsi. Ibu Widya membuka kelas dengan ilustrasi yang mengajak fikiran kita untuk mengingat-ingat kembali hal-hal yang pernah kita alami ketika ingin menulis. Kadang mengeluh tanpa sebab, rasa panik, buntu, blank, yang diingat hilang semua apalagi ketika berada di depan laptop hapus ketik, hapus ketik lagi akhirnya stop menulis. Menurut ibu Widya inilah pertanda sudah terkontaminasi virus WB.

    Narasumber pada malam ini akan mengangkat tema Mengatasi Writer's Block. Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr akan memberikan resep manjur menancap untuk membasmi virus WB ini hingga ke akar-akarnya. Sebelum berbicara lebih jauh lagi mengenai virus ini, sayang seribu sayang kalau kita belum kenal siapa narasumber kita pada malam ini. 

    Ditta Widya Utami,S.Pd.,Gr adalah salah satu guru IPA di  SMPN1 Cipeundeuy Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23Mei 1990. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I.dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif  di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd dan Tia Makmur Setiana, S.Pd ini juga aktif di bidang literasi. 

    Tak sabar rasanya ingin kenal lebih dekat lagi kepada narasumber muda nan ayu di kelas BM malam ini. Agar rasa penasaranku tidak berlarut,saya coba buka link blogspot ibu Ditta. Nnaaaah...mata tertuju pada "Welcome to my blog : Ruang Inspirasi by Ditta Widya Utami." Terpampang indah profil ibu muda satu anak ini dengan memiliki 6 karya tunggal terdiri dari Novel, short story, kumpulan cerpen, kumpulan tulisan lomba blog dan memoar. Sejumlah karya bersama, berbagai penghargaan yang diterimanya serta aktif diberbagai komunitas. Masih muda saja begini sudah segudang prestasi, bagaimana kalau usia seperti diriku? Sepertinya obat writer's Block ada di sini. Tidak yakin! Ayoo buka link berikut lalu pilih, di sini. https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html

    Ibu Widya enggan berpanjang lebar lagi, ruang dan waktu diberikan kepada ibu Ditta. "Bapak/Ibu, saya pun sebenarnya alumni pelatihan belajar menulis PGRI ini loh. Dulu saya masuk di angkatan 7 dan alhamdulillah masuk juga ke angkatan pertama yang menulis bersama Prof. Eko yang senin kemarin berbagi ilmu di kelas ini."jelas ibu Ditta.

    Pelajaran pertama, peserta dites untuk menulis apa saja di kolom komentar blog ibu Ditta. Tulisan bervariasi sesuai info di link dengan waktu 15 menit. Saya pun ikut menulis, karena tidak ingin terserang writer's block "Manusia adalah tempatnya salah dan alpa...itulah bukti ketidaksempurnaanya. Kesalahan atau kealpaan adalah guru besar bagi kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Belajar dari kesalahan adalah langkah terbesar menuju kesuksesan."

Pengertian Writer's Block

   Istilah ini pertama kalinya dipopularkan oleh Edmund Bergler. pada tahun 1940-an. Writer's Block adalah suatu keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya.(WIKIPEDIA)

Pengertian menurut para ahli
1. Gustave falubert
   Penulis asal Perancis ini menggambarkan writer's block sebagai pengalaman ketika Penulis sama sekali tidak tahu apa yang harus ditulisnya walau sudah memeras otak." Anda tidak tahu apa itu, tinggal sepanjang hari dengan kepala di tangan sambil mencoba memeras otak yang malang untuk menemukan sebuah kata"
2. Dee Lestari
   Penulis novel "Perahu Kertas" dan "Filosofi Kopi" ini mengaku berkali-kali mengalami writer's block. Dalam blognya, Dee menuliskan bahwa writer's block terbagi dalam dua jenis kondisi, yakni akut dan besar.
   Writer's block akut merupakan kondisi saat penulis terhalang oleh rintangan kecil. Namun dapat dirasakan besar karena ketidak jelian penulis. Block akut ini pada umumnya tidak parah karena dapat diatasi dengan istirahat dan menguraikan ide sedikit demi sedikit. 

   Writer's block besar, dikatakan kondisi kronis, yakni saat seorng penulis benar-benar terhalang oleh sesuatu yang besar secara tiba-tiba. Saat penulis mengalami kondisi ini, rasanya mereka tidak memiliki jalan  keluar. 

Dari dua pendapat ahli ini dapat disimpulkan bahwa :
a. Suatu kondisi yang dialami oleh Penulis yang sama sekali tidak menemukan apa yang akan ditulis
b. Writer's block akut masih dapat teratasi dibanding writer's block besar yang sepertinya tidak ada jalan keluar sehingga terperangkap dalam  waktu yang cukup lama.

Ilustrasi Writer's Block
 
    Virus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari penulis pemula maupun profesional, Penulis cerpen maupun puisi, Penulis artikel maupu jurnal ilmiah. Kecenderungan adanya writer's block bukan karena ketidakmampuan membuat tulisan atau tidak memiliki keterampilan menulis tetapi terkadang lebih sering terjadi karena penulisnya tidak ada semangat untuk melanjutkan tulisannya.Tulisan dianggap belum menarik oleh pembuatnya, juga bukan karena tidak memiliki waktu untuk melanjutkannya, juga bukan karena tidak  ada komitmen untuk menyelesaikannya. tetapi lebih banyak karena keadaan mental di mana tidak ada sesuatu yang menarik untuk melanjutkannya. Jadi writer"s block secara umum tidak disebabkan oleh masalah komitmen atau kompetensi menulis.

Tanda-tanda Writer's Block
1. Tidak bisa fokus
2. Berubah fikiran setiap hari
3. Merasa gagal
4. Tidak lagi bersemangat dalam menulis
5. Terlalu sering mengoreksi tulisan




      Penyebab writer's block
  • Mencoba metode/topik baru dalam menulis. Ketika penulis mengalami kebuntuan berfikir hendaknya menghentikan tulisannya dan sebaiknya mengganti topik baru daripada melanjutkan tulisannya yang tidak tahu apa kelanjutannya
  • Stress. Perasaan tertekan bisa membuat seorang penulis tidak dapat berfikir dengan baik untuk menghasilkan tulisan yang baik.
  • Lelah fisik/mental. Pekerjaan yang banyak atau kesibukan yang luar biasa mengakibatkan lelah fisik lelah fikiran .Kalau sudah begini untuk mengatasi hanya dengan istirahat
  • Terlalu perfeksionis. Berjuang untuk menghasilkan tulisan terbaik memang wajar, ketika yang terbaik diinginkan, tidak tercapai bukan tidak mungkin seorang penulis mengalami tekanan mental karena tidak mampu melindungi dirinya
      Lalu bagaimana mengatasi Writer's Block?
  • Refreshing dengan jalan-jalan untuk kembali menyegarkan fikiran. Luangkan waktu dengan memanjakan diri
  • Siapkan waktu untuk menulis sebaiknya di pagi hari
  • Tulislah ide-ide di catatan kecil atau di hp.
  • Buat jadwal kapan menulis dan kapan tidak menulis
  • Jadikan tulisanmu sebagai produkmu, dengan memikirkan untuk apa menulis dan rasakan bahwa tulisanmu mewakili perasaan dan fikiranmu
    Di akhir materi ibu moderator memberikan penyegaran melalui kata-kata penyemangat setidaknya sudah bebas dari mengalami writer's block, karena sudah menemukan jawabannya. melalui pemaparan ibu narasumber.

Ringkasan Pertanyaan(sesi tanya jawab)
  • Cara menghilangkan kebuntuan dalam menulis
  • Maksud dan penyebab writer's block ketika menentukan topik baru
  • Perbedaan Writer's Block dengan overthinking
  • Gangguan dalam menuangkan tulisan apakah termasuk WB
  • Perbedaan WB dengan lupa, linglung/lupa
  • Perfeksionis 



Salam Blogger Persahabatan

Raha, 2 Februari 2022

Selasa, 01 Februari 2022

Yakinlah hanya dua minggu


Resume Ke : 7
Gelombang : 24
Hari/Tanggal : 31 Januari 2022
Tema : Menulis Buku dalam Dua Minggu
Narasumber :  Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator  :  Aam Nurhasanah, S.Pd


Hari ini sejak pulang sekolah, badan terasa letih, stamina agak menurun. Mungkin disebabkan lama berdiri pada saat upacara bendera tadi pagi, lanjut mengajar dua kelas. Setelah bubar, kami dewan guru sebelum masuk kelas, bincang-bincang sejenak dengan pokok bahasan belajar dan mengajar menyanyi ( kira-kira begitu pokok bahasannya) serta mengarahkan peserta didik untuk menghafal lirik lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat .  Lagu mars Kemenag Propinsi Sulawesi Tenggara ini ciptaan Ibu Muliati Zainal S.Pd ( Ibu Kanwil Kemenag Sultra) bersama Iwan Syahdar, S.Sos, dengan aransmen Dian Prasetyo Nugroho, S.T. 

Salah satu isi pengarahan Kamad MTSN 1 Muna Muhammad Kadarul,S.Pd,,MM tadi pagi, diharapkan lagu mars tersebut sudah dihafal oleh guru terutama peserta didik. “ Dalam waktu satu minggu ini setiap guru yang masuk mengajar harus latihan untuk memantapkannya.” Ungkapnya. Lagu mars ini akan dinyanyikan dalam rangka kunjungan kerja Ka Kanwil Prov.Sultra dan rombongan ke Kabupaten Muna pada tanggal 8 Januari 2022  Tak pelak lagi, saya berusaha untuk menghafal lirik sambil menonton vidio rekaman DWP Kanwil Kemenag Prov. Sultra. Selang beberapa menit kemudian, nada dan lirik hampir sempurna, hehehe....Bel berbunyi isyarat jam ke 3. Saya melangkah perlahan masuk kelas VIII-4. “Anak-anak, sebelum kita belajar, mari kita latihan lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat. Ibu guru bukan penyanyi ya,! tapi kalau menyanyi boleh juga sedikit-sedikit “ anak-anak tersenyum lirih. Kamipun latihan bersama kurang lebih satu jam pelajaran. Inilah lirik lagu baru Mars Kemenag Sultra Bersahabat

Mars Kemenag Sultra Bersahabat

Ciptaan: Muliati Zainal,S.Pd dan Iwan Syahdar, S.Sos 

Aransmen : Dian Prasetyo Nugroho,S.T

 

Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat

bersih religius

santun harmonis

berbasis teknologi

 

Mari wujudkan Kemenag Sultra bersahabat

Dengan bingkai 3B

Bersama, Bersatu, Bersaudara 2 x

Bersama kita bisa

Bersatu kita kuat

Bersaudara kita rukun 2 x

 

Walau berbeda kita tetap bersama

Walau berbeda kita tetap bersatu

Walau berbeda kita bersaudara

 

Merajut asa akan kedamaian

Bergandengan tangan seiring sejalan

Ciptakan rasa aman

Bingkai kerukunan

Indahnya toleransi lambang persaudaraan

Terbungkus dalam harmoni kehidupan

 

Bersama,  Bersatu, Bersaudara 2 x

Bersamaaa...Bersatuuu...Bersaudaraaa............

 

Tetiba saya teringat ada jadwal pelatihan BM PGRI malam ini. Untuk memastikannya, saya cek jadwal pelatihan ternyata pemateri malam ini adalah Prof. Eko. Sebelumnya ibu Aam sudah menginformasikan bahwa kelas akan dibuka lebih awal setengah jam dari biasanya berhubung Prof Eko ada tugas lain di jam yang sama. Terobati rasa lelahku karena narasumber  yang saya tunggu-tunggu di pelatihan BM ini adalah Prof. Eko. Pemilik nama Richardus Eko Indrajit ini saya kenal lewat dunia maya, di mana pada masa pandemi tahun 2020, beliau merupakan salah satu narasumber pada Webinar dan Workshop Berseri Online, Self  Driving For Teacher, dan Guru Daring Milenial Indonesia mulai tanggal 2 sd 20 Mei 2020. Alhamdulillah saya dapat sertifikat Guru Daring Milenial Indonesia.

Tepat pukul 19.30 WITA, ibu Aam Hurhasanah guru inspiratif yang super selaku moderator malam ini (alumni kelas BM PGRI gel.12)  menyapa para peserta dengan penuh keakraban melalui Daring via Grup WA. Beliau terus membakar semangat peserta agar bisa menulis bersama Pak Eko hingga menembus penerbit mayor. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendapat royalti dan buku dipajang di rak-rak Gramedia.


 

 
Hadir membersamai peserta malam ini, seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc.,MBA., Mphil.,MA. Beliau dlahirkan 52 tahun yang lalu, tepatnya 24 Januari 1969. Memiliki putra dan putri bersama pasangan hidupnya Lisa  Ariyanto. Profil lengkap klik link berikut;
ttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit

Selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar,  lokakarya dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam mau pun diluar negeri. Kesehariannya, Pak Eko adalah akademisi. Pada pertemuan ke-7 malam ini, Pak Eko panggilan akrabnya diminta untuk sharing pengalaman dengan guru-guru hebat yang awalnya ragu untuk menulis, Akhirnya, berkat kesungguhan dan kemauan yang kuat, guru-guru mampu mewujudkan mimpi mereka.

Tahun 1999 adalah awal mula Pak Eko terjun di dunia penulisan. Pada waktu itu beliau berusia 30 tahun. Keinginan untuk menulis ini didorong oleh permintaan mahasiwa yang pada saat itu tidak mampu membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal imbas dari pasca kerusuhan Mei 1998 sehingga nilai dollar melambung tinggi tak terkendali. Ketika itu belum ada internet sehingga beliau ke perpustakaan untuk mencari buku-buku berbahasa Inggris yang memuat ilmu tentang IT.

 Ada yang unik, suatu kelebihan yang dimiliki oleh Pak Eko, setiap kali ia menemukan gambar-gambar menarik, ia menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia yang mudah difahami sehingga bisa menghasilkan artikel 3-5 halaman. Alhasil ”iseng” membawa berkah, rangkumannya menjadi buku dan dikirimkannya ke Gramedia. Pencetakan buku sampai 3 kali karena permintaan yang tinggi pada saat itu yang pada akhirnya, membuat Pak Eko ketagihan menulis. 

Apa yang terjadi setelah menulis? Cita-cita sejak kecil ingin keliling Indonesia secara gratis jadi kenyataan, dimana beliau banyak memenuhi undangan untuk mengisi berbagai seminar di sejumlah kota di Indonesia. 

Akhirnya sejak tahun 2000, beliau konsisten menulis buku dan dalam satu tahun menerbitkan 2-3 buah buku oleh Elexmedia Komputindo, kemudian beliau mencoba ke penerbit Andi Yogyakarta yang juga tertarik untuk menerbitkan buku yang berjudul E-Goverment sehingga buku ini sangat popular karena pada saat itu belum ada internet, belum banyak buku referensi yang membahasnya padahal lagi hangat-hangatnya isu E-Goverment di Indonesia. 

Saudara Ardiansyah salah seorang mahasiswa pintar dan kritis yang telah  menginspirasi Pak Eko untuk menyusun buku-buku bersama guru-guru hebat dimasa pandemi ketika berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan, ia ditunjuk sebagai asesor di sana, untuk mewawancarai beberapa mahasiwa. Saudara Ardiansyah dan teman-temannya ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk “protes”dari programmer dunia atas dominasi Microsoft yang mahal. Ardiansyah bersama  teman-teman beranggapan, jika Indonesia tahu mengenai software gratis ini, maka akan majulah negara ini. 

Mendengar penjelasan saudara Ardiansyah, muncul gagasan ide dari Pak Eko dengan meminta saudara Ardiansyah dan kawan-kawan untuk membuat masing-masing satu buku yang kemudian diedit oleh Pak Eko sendiri dan menawarkan ke sebuah perusahaan untuk menerbitkannya.Tak disangka-sangka “ide gila” sontak membuat Rektor Universitas Ahmad Dahlan dan anak-anak mahasiswa AUD terkejut bahkan heboh disebabkan buku kurang lebih 25 buah disepakati untuk diterbitkan.

Kumpulan buku Pak Eko bersama Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan 

Setelah itu, saya semakin ketagihan menulis karena merasa begitu  besar manfaatnya kepada masyarakat. Selain Elexmedia Komputindo dan penerbit Andi, saya mulai menulis di penerbit lain seperti Grasindo dan lain sebagainya” jelasnya

Pada saat acara bedah buku yang berjudul E-Business yang diselenggarakan oleh penerbit Andi, Pak Eko  maju selangkah lagi dalam menambah ilmu dan pengalaman untuk membuat tulisan-tulisan berikutnya. Satu keinginan ayah  Pak Eko, beliau ingin mendarmabaktikan pengalamannya untuk dijadikan buku. Akhirnya duet anak ayah ini menghasilkan 5 buah buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor yaitu, supply chain management, manajemen persediaan, manajemen outsearching, Manajemen e-procurement, dan business process reengineering. Kemudian disusul dua buah buku lagi  yaitu manajemen Perguruan Tinggi moderen dan welath management. 

Pada sesi pertama kelas BM, Pak Eko memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pertanyaan , Bu Vivin dari Sumenep mendapat kesempatan pertama untuk bertanya, bagaimana kriteria yang harus dipenuhi agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor? “Bu Vivin, biasanya yang dilihat penerbit mayor ada dua hal utama, yaitu Konten atau judul yang menarik dan penulis yang terkenal.” Ungkapnya. “ Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk memublikasikanny adalam bentuk buku fisik maupun e-book.”tambah Pak  Eko

Pertanyaan selanjutnya dari ibu Siti Rohani asal Kalirejo Lampung Tengah.” Saya ingin mengajak anak-anak SMP kelas 7 menulis, dari tahun 1999 saya selalu mengajar di kelas 7 karena guru yang lain keberatan bila mengajar kelas 7. Inti dari pertanyaannya adalah langkah apa yang harus ditempuh untuk menjadikan anak-anak kelas tujuh agar bisa menulis dengan baik.
Menurut Pak Eko berikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan tulisan yang mereka sukai sesuai cara fikirnya, dimulai dari hobi atau ketrampilan. Intinya ide-ide mereka tersampaikan. Fungsi guru cukup sebatas motivator atau editor. 

Kemudian Pak lanjut bercerita, pada saat pandemi seluruh satuan pendidikan diminta untuk melakukan PJJ mengakibatkan guru-guru kebingungan dengan kebijakan pemerintah mereka diminta untuk mengajar tanpa dilatih karena situasi darurat.  Isu seputar pelaksanaan PJJ tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu banyak pengetahuan dan  keterampilan terkait dengannya. 

Di sela pemaparannya tentang situasi darurat masa pandemi, muncul pertanyaan dari salah satu peserta asal Lombok Barat, ibu Widuri Permata AR. Beliau menanyakan bagaimana meyakini guru-guru yang diberi tantangan untuk menulis buku mayor dalam dua minggu. Dengan santai Pak Eko menjawab, " Saya tidak perlu meyakinkan banyak guru untuk terlibat karena ini adalah keputusan mereka masing-masing tapi saya memberi kesempatan bagi  mereka untuk terlibat, ada atau tidak ada guru yang mau terlibat tidak masalah bagi saya karena yang akan menjalani manfaatnya adalah guru bersangkutan” jelasnya

Pak Eko kembali menyinggung ibu Aam dan teman-teman yang berhasil menjawab tantangannya, karena dorongan  semangat yang kuat sehingga impian sederhana mereka terwujud melihat namanya terpampang pada sebuah buku yang dipamerkan dan ditawarkan di toko-toko buku sekelas Gramedia dan Gunung Agung. “Benar begitu bu Aam”? canda Pak Eko yang mengingatkan bu Aam dan teman-teman berjuang agar karya mereka tembus ke penerbit mayor. “Betul Prof. rintangan sikatttt saja.” Sela bu Aam yang coba mencairkan suasana hati Pak Eko saking seriusnya. “ Sama halnya dulu ketika kita naksir seseorang, rintangan dalam bentuk apapun kita akan libas demi cinta kita.” tegas Pak Eko. 

Melalui EKOJI CHANNEL pada tanggal 20 maret 2020, dengan bekal ilmu yang diperolehnya terkait dengan PJJ hasil studi di Universitas Negeri Jakarta, Pak Eko memutuskan untuk menjadi Youtuber. Secara berkala setiap hari Pak Eko membahas satu isu seputar pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. EKOJI CHANNEL mulai disubscribe oleh komunitas guru dan dosen di Indonesia. 

“Kisah baru muncul lagi ketika saya diminta sahabat saya Om Jay untuk sharing dengan guru-guru Se-Indonesia mengenai bagaimana caranya menimbulkan kegemaran menulis. Saya diminta untuk mengajar seperti sekarang ini” Ungkapnya. “Ide gila” kembali muncul difikirannya membayangkan bagaimana ia berinisitif membantu mahasiswa UAD timbul kembali karena banyak guru yang menanyakan bagaimana cara menulis dan tema apa yang sebaiknya ditulis. Pak Eko memberikan tantangan kepada mereka bagi siapa yang ingin menjadi penulis mayor.
Para guru tersebut diminta untuk mendaftarkan diri dan dijanjikan pasti bisa membuat draft bukunya dalam 2 minggu. Mungkinkah terjadi? 

Langkah-langkah menembus Penerbit Mayor
( Jurus Jitu Pak Eko)

Langkah pertama, kunjungi EKOJI CHANNEL. Carilah konten/tema yang menarik
Langkah kedua, tulislah apapun yang saya katakan dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan
Langkah ketiga, strukturkan pembahasan dalam bentuk 5W+1H:
What. Apa judulnya
Why. Mengapa judul tersebut penting
Who. Siapa yang membutuhkannya
Where. Di mana judul tersebut dapat diimplementasikan
When. Kapan  menerapkannya
How. Bagaimana mengimplementasikannya  
Langkah keempat, perlihatkan draftnya ke Pak Eko untuk diteliti dan dikomentari
Langkah kelima, Pak Eko meminta guru terkait memperkaya pembahasan dengan menambah kontennya dari sumber-sumber referensi lain. Pak Eko ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut. 

Kelima langkah ini, Pak  Eko minta dilakukan dalam 2-4 minggu. Apapun hasilnya Pak Eko minta diberikan kepadanya di akhir bulan. Setelah jadi bukunya, (minimal 100 halaman), Pak  Eko serahkan draft ini ke Penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL ACADEMY. Penerbit mayor akan membaca dan menelaahnya. Satu hingga dua bulan kemudian rombongan guruyang menulis akan menerima pengumuman terkait dengan siapa saja yang bukunya diputuskan untuk diterbitkan dengan revisi minor atau dengan revisi mayor. Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik. ( keduanya sama-sam prestis).

Sampai pada hari ini, 39 buku telah diterbitkan dan sejumlah draft sedang ditelaah oleh penerbit. Tanpa berlama-lama, Tepat pukul 20.00 WIB batch FEBRUARI ROMANTIS dibuka oleh Pak Eko dengan fasilitas seat 25 orang guru yang serius ingin menjadi penulis. 

Para guru akan berselancar bersama Pak Eko dengan dikoordinasi oleh ibu Aam Nurhasanah,  S.Pd. “Teman-temanku tercinta, kiranya sharing saya hari ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi anda semua untuk menjadi seorang yang hebat, seperti bu Aam dan  teman-teman, saya pamit undur diri karena harus memimpin rapat koordinasi PGRI. Doa saya agar anda semua tetap sehat, dan tetap berkarya memajukan dunia pendidikan di tanah air.”  Demikian closing statemen Pak Eko malam ini.

Salam Blogger Persahabatan

Raha, 31 Januari 2022

 

 

 

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...