Selasa, 01 Februari 2022

Yakinlah hanya dua minggu


Resume Ke : 7
Gelombang : 24
Hari/Tanggal : 31 Januari 2022
Tema : Menulis Buku dalam Dua Minggu
Narasumber :  Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator  :  Aam Nurhasanah, S.Pd


Hari ini sejak pulang sekolah, badan terasa letih, stamina agak menurun. Mungkin disebabkan lama berdiri pada saat upacara bendera tadi pagi, lanjut mengajar dua kelas. Setelah bubar, kami dewan guru sebelum masuk kelas, bincang-bincang sejenak dengan pokok bahasan belajar dan mengajar menyanyi ( kira-kira begitu pokok bahasannya) serta mengarahkan peserta didik untuk menghafal lirik lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat .  Lagu mars Kemenag Propinsi Sulawesi Tenggara ini ciptaan Ibu Muliati Zainal S.Pd ( Ibu Kanwil Kemenag Sultra) bersama Iwan Syahdar, S.Sos, dengan aransmen Dian Prasetyo Nugroho, S.T. 

Salah satu isi pengarahan Kamad MTSN 1 Muna Muhammad Kadarul,S.Pd,,MM tadi pagi, diharapkan lagu mars tersebut sudah dihafal oleh guru terutama peserta didik. “ Dalam waktu satu minggu ini setiap guru yang masuk mengajar harus latihan untuk memantapkannya.” Ungkapnya. Lagu mars ini akan dinyanyikan dalam rangka kunjungan kerja Ka Kanwil Prov.Sultra dan rombongan ke Kabupaten Muna pada tanggal 8 Januari 2022  Tak pelak lagi, saya berusaha untuk menghafal lirik sambil menonton vidio rekaman DWP Kanwil Kemenag Prov. Sultra. Selang beberapa menit kemudian, nada dan lirik hampir sempurna, hehehe....Bel berbunyi isyarat jam ke 3. Saya melangkah perlahan masuk kelas VIII-4. “Anak-anak, sebelum kita belajar, mari kita latihan lagu Mars Kemenag Sultra Bersahabat. Ibu guru bukan penyanyi ya,! tapi kalau menyanyi boleh juga sedikit-sedikit “ anak-anak tersenyum lirih. Kamipun latihan bersama kurang lebih satu jam pelajaran. Inilah lirik lagu baru Mars Kemenag Sultra Bersahabat

Mars Kemenag Sultra Bersahabat

Ciptaan: Muliati Zainal,S.Pd dan Iwan Syahdar, S.Sos 

Aransmen : Dian Prasetyo Nugroho,S.T

 

Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat

bersih religius

santun harmonis

berbasis teknologi

 

Mari wujudkan Kemenag Sultra bersahabat

Dengan bingkai 3B

Bersama, Bersatu, Bersaudara 2 x

Bersama kita bisa

Bersatu kita kuat

Bersaudara kita rukun 2 x

 

Walau berbeda kita tetap bersama

Walau berbeda kita tetap bersatu

Walau berbeda kita bersaudara

 

Merajut asa akan kedamaian

Bergandengan tangan seiring sejalan

Ciptakan rasa aman

Bingkai kerukunan

Indahnya toleransi lambang persaudaraan

Terbungkus dalam harmoni kehidupan

 

Bersama,  Bersatu, Bersaudara 2 x

Bersamaaa...Bersatuuu...Bersaudaraaa............

 

Tetiba saya teringat ada jadwal pelatihan BM PGRI malam ini. Untuk memastikannya, saya cek jadwal pelatihan ternyata pemateri malam ini adalah Prof. Eko. Sebelumnya ibu Aam sudah menginformasikan bahwa kelas akan dibuka lebih awal setengah jam dari biasanya berhubung Prof Eko ada tugas lain di jam yang sama. Terobati rasa lelahku karena narasumber  yang saya tunggu-tunggu di pelatihan BM ini adalah Prof. Eko. Pemilik nama Richardus Eko Indrajit ini saya kenal lewat dunia maya, di mana pada masa pandemi tahun 2020, beliau merupakan salah satu narasumber pada Webinar dan Workshop Berseri Online, Self  Driving For Teacher, dan Guru Daring Milenial Indonesia mulai tanggal 2 sd 20 Mei 2020. Alhamdulillah saya dapat sertifikat Guru Daring Milenial Indonesia.

Tepat pukul 19.30 WITA, ibu Aam Hurhasanah guru inspiratif yang super selaku moderator malam ini (alumni kelas BM PGRI gel.12)  menyapa para peserta dengan penuh keakraban melalui Daring via Grup WA. Beliau terus membakar semangat peserta agar bisa menulis bersama Pak Eko hingga menembus penerbit mayor. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendapat royalti dan buku dipajang di rak-rak Gramedia.


 

 
Hadir membersamai peserta malam ini, seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc.,MBA., Mphil.,MA. Beliau dlahirkan 52 tahun yang lalu, tepatnya 24 Januari 1969. Memiliki putra dan putri bersama pasangan hidupnya Lisa  Ariyanto. Profil lengkap klik link berikut;
ttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit

Selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar,  lokakarya dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam mau pun diluar negeri. Kesehariannya, Pak Eko adalah akademisi. Pada pertemuan ke-7 malam ini, Pak Eko panggilan akrabnya diminta untuk sharing pengalaman dengan guru-guru hebat yang awalnya ragu untuk menulis, Akhirnya, berkat kesungguhan dan kemauan yang kuat, guru-guru mampu mewujudkan mimpi mereka.

Tahun 1999 adalah awal mula Pak Eko terjun di dunia penulisan. Pada waktu itu beliau berusia 30 tahun. Keinginan untuk menulis ini didorong oleh permintaan mahasiwa yang pada saat itu tidak mampu membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal imbas dari pasca kerusuhan Mei 1998 sehingga nilai dollar melambung tinggi tak terkendali. Ketika itu belum ada internet sehingga beliau ke perpustakaan untuk mencari buku-buku berbahasa Inggris yang memuat ilmu tentang IT.

 Ada yang unik, suatu kelebihan yang dimiliki oleh Pak Eko, setiap kali ia menemukan gambar-gambar menarik, ia menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia yang mudah difahami sehingga bisa menghasilkan artikel 3-5 halaman. Alhasil ”iseng” membawa berkah, rangkumannya menjadi buku dan dikirimkannya ke Gramedia. Pencetakan buku sampai 3 kali karena permintaan yang tinggi pada saat itu yang pada akhirnya, membuat Pak Eko ketagihan menulis. 

Apa yang terjadi setelah menulis? Cita-cita sejak kecil ingin keliling Indonesia secara gratis jadi kenyataan, dimana beliau banyak memenuhi undangan untuk mengisi berbagai seminar di sejumlah kota di Indonesia. 

Akhirnya sejak tahun 2000, beliau konsisten menulis buku dan dalam satu tahun menerbitkan 2-3 buah buku oleh Elexmedia Komputindo, kemudian beliau mencoba ke penerbit Andi Yogyakarta yang juga tertarik untuk menerbitkan buku yang berjudul E-Goverment sehingga buku ini sangat popular karena pada saat itu belum ada internet, belum banyak buku referensi yang membahasnya padahal lagi hangat-hangatnya isu E-Goverment di Indonesia. 

Saudara Ardiansyah salah seorang mahasiswa pintar dan kritis yang telah  menginspirasi Pak Eko untuk menyusun buku-buku bersama guru-guru hebat dimasa pandemi ketika berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan, ia ditunjuk sebagai asesor di sana, untuk mewawancarai beberapa mahasiwa. Saudara Ardiansyah dan teman-temannya ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk “protes”dari programmer dunia atas dominasi Microsoft yang mahal. Ardiansyah bersama  teman-teman beranggapan, jika Indonesia tahu mengenai software gratis ini, maka akan majulah negara ini. 

Mendengar penjelasan saudara Ardiansyah, muncul gagasan ide dari Pak Eko dengan meminta saudara Ardiansyah dan kawan-kawan untuk membuat masing-masing satu buku yang kemudian diedit oleh Pak Eko sendiri dan menawarkan ke sebuah perusahaan untuk menerbitkannya.Tak disangka-sangka “ide gila” sontak membuat Rektor Universitas Ahmad Dahlan dan anak-anak mahasiswa AUD terkejut bahkan heboh disebabkan buku kurang lebih 25 buah disepakati untuk diterbitkan.

Kumpulan buku Pak Eko bersama Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan 

Setelah itu, saya semakin ketagihan menulis karena merasa begitu  besar manfaatnya kepada masyarakat. Selain Elexmedia Komputindo dan penerbit Andi, saya mulai menulis di penerbit lain seperti Grasindo dan lain sebagainya” jelasnya

Pada saat acara bedah buku yang berjudul E-Business yang diselenggarakan oleh penerbit Andi, Pak Eko  maju selangkah lagi dalam menambah ilmu dan pengalaman untuk membuat tulisan-tulisan berikutnya. Satu keinginan ayah  Pak Eko, beliau ingin mendarmabaktikan pengalamannya untuk dijadikan buku. Akhirnya duet anak ayah ini menghasilkan 5 buah buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor yaitu, supply chain management, manajemen persediaan, manajemen outsearching, Manajemen e-procurement, dan business process reengineering. Kemudian disusul dua buah buku lagi  yaitu manajemen Perguruan Tinggi moderen dan welath management. 

Pada sesi pertama kelas BM, Pak Eko memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pertanyaan , Bu Vivin dari Sumenep mendapat kesempatan pertama untuk bertanya, bagaimana kriteria yang harus dipenuhi agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor? “Bu Vivin, biasanya yang dilihat penerbit mayor ada dua hal utama, yaitu Konten atau judul yang menarik dan penulis yang terkenal.” Ungkapnya. “ Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk memublikasikanny adalam bentuk buku fisik maupun e-book.”tambah Pak  Eko

Pertanyaan selanjutnya dari ibu Siti Rohani asal Kalirejo Lampung Tengah.” Saya ingin mengajak anak-anak SMP kelas 7 menulis, dari tahun 1999 saya selalu mengajar di kelas 7 karena guru yang lain keberatan bila mengajar kelas 7. Inti dari pertanyaannya adalah langkah apa yang harus ditempuh untuk menjadikan anak-anak kelas tujuh agar bisa menulis dengan baik.
Menurut Pak Eko berikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan tulisan yang mereka sukai sesuai cara fikirnya, dimulai dari hobi atau ketrampilan. Intinya ide-ide mereka tersampaikan. Fungsi guru cukup sebatas motivator atau editor. 

Kemudian Pak lanjut bercerita, pada saat pandemi seluruh satuan pendidikan diminta untuk melakukan PJJ mengakibatkan guru-guru kebingungan dengan kebijakan pemerintah mereka diminta untuk mengajar tanpa dilatih karena situasi darurat.  Isu seputar pelaksanaan PJJ tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu banyak pengetahuan dan  keterampilan terkait dengannya. 

Di sela pemaparannya tentang situasi darurat masa pandemi, muncul pertanyaan dari salah satu peserta asal Lombok Barat, ibu Widuri Permata AR. Beliau menanyakan bagaimana meyakini guru-guru yang diberi tantangan untuk menulis buku mayor dalam dua minggu. Dengan santai Pak Eko menjawab, " Saya tidak perlu meyakinkan banyak guru untuk terlibat karena ini adalah keputusan mereka masing-masing tapi saya memberi kesempatan bagi  mereka untuk terlibat, ada atau tidak ada guru yang mau terlibat tidak masalah bagi saya karena yang akan menjalani manfaatnya adalah guru bersangkutan” jelasnya

Pak Eko kembali menyinggung ibu Aam dan teman-teman yang berhasil menjawab tantangannya, karena dorongan  semangat yang kuat sehingga impian sederhana mereka terwujud melihat namanya terpampang pada sebuah buku yang dipamerkan dan ditawarkan di toko-toko buku sekelas Gramedia dan Gunung Agung. “Benar begitu bu Aam”? canda Pak Eko yang mengingatkan bu Aam dan teman-teman berjuang agar karya mereka tembus ke penerbit mayor. “Betul Prof. rintangan sikatttt saja.” Sela bu Aam yang coba mencairkan suasana hati Pak Eko saking seriusnya. “ Sama halnya dulu ketika kita naksir seseorang, rintangan dalam bentuk apapun kita akan libas demi cinta kita.” tegas Pak Eko. 

Melalui EKOJI CHANNEL pada tanggal 20 maret 2020, dengan bekal ilmu yang diperolehnya terkait dengan PJJ hasil studi di Universitas Negeri Jakarta, Pak Eko memutuskan untuk menjadi Youtuber. Secara berkala setiap hari Pak Eko membahas satu isu seputar pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. EKOJI CHANNEL mulai disubscribe oleh komunitas guru dan dosen di Indonesia. 

“Kisah baru muncul lagi ketika saya diminta sahabat saya Om Jay untuk sharing dengan guru-guru Se-Indonesia mengenai bagaimana caranya menimbulkan kegemaran menulis. Saya diminta untuk mengajar seperti sekarang ini” Ungkapnya. “Ide gila” kembali muncul difikirannya membayangkan bagaimana ia berinisitif membantu mahasiswa UAD timbul kembali karena banyak guru yang menanyakan bagaimana cara menulis dan tema apa yang sebaiknya ditulis. Pak Eko memberikan tantangan kepada mereka bagi siapa yang ingin menjadi penulis mayor.
Para guru tersebut diminta untuk mendaftarkan diri dan dijanjikan pasti bisa membuat draft bukunya dalam 2 minggu. Mungkinkah terjadi? 

Langkah-langkah menembus Penerbit Mayor
( Jurus Jitu Pak Eko)

Langkah pertama, kunjungi EKOJI CHANNEL. Carilah konten/tema yang menarik
Langkah kedua, tulislah apapun yang saya katakan dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan
Langkah ketiga, strukturkan pembahasan dalam bentuk 5W+1H:
What. Apa judulnya
Why. Mengapa judul tersebut penting
Who. Siapa yang membutuhkannya
Where. Di mana judul tersebut dapat diimplementasikan
When. Kapan  menerapkannya
How. Bagaimana mengimplementasikannya  
Langkah keempat, perlihatkan draftnya ke Pak Eko untuk diteliti dan dikomentari
Langkah kelima, Pak Eko meminta guru terkait memperkaya pembahasan dengan menambah kontennya dari sumber-sumber referensi lain. Pak Eko ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut. 

Kelima langkah ini, Pak  Eko minta dilakukan dalam 2-4 minggu. Apapun hasilnya Pak Eko minta diberikan kepadanya di akhir bulan. Setelah jadi bukunya, (minimal 100 halaman), Pak  Eko serahkan draft ini ke Penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL ACADEMY. Penerbit mayor akan membaca dan menelaahnya. Satu hingga dua bulan kemudian rombongan guruyang menulis akan menerima pengumuman terkait dengan siapa saja yang bukunya diputuskan untuk diterbitkan dengan revisi minor atau dengan revisi mayor. Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik. ( keduanya sama-sam prestis).

Sampai pada hari ini, 39 buku telah diterbitkan dan sejumlah draft sedang ditelaah oleh penerbit. Tanpa berlama-lama, Tepat pukul 20.00 WIB batch FEBRUARI ROMANTIS dibuka oleh Pak Eko dengan fasilitas seat 25 orang guru yang serius ingin menjadi penulis. 

Para guru akan berselancar bersama Pak Eko dengan dikoordinasi oleh ibu Aam Nurhasanah,  S.Pd. “Teman-temanku tercinta, kiranya sharing saya hari ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi anda semua untuk menjadi seorang yang hebat, seperti bu Aam dan  teman-teman, saya pamit undur diri karena harus memimpin rapat koordinasi PGRI. Doa saya agar anda semua tetap sehat, dan tetap berkarya memajukan dunia pendidikan di tanah air.”  Demikian closing statemen Pak Eko malam ini.

Salam Blogger Persahabatan

Raha, 31 Januari 2022

 

 

 

Sabtu, 29 Januari 2022

Buku ku dari Karya Ilmiah

Resume           : 6

Gelombang     : 24

Hari/Tanggal   : Jum'at, 28 Januari 2022

Tema               : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Narasumber    : Noralia Purwa Yunita,  M. Pd

Moderator       : Raliyanti


Redup dikala senja

Oleh: Faridahbtl

 

Kupandang  langit  masih redup di sela gelap mulai menutupi terang.

hujan deras sore tadi masih tersisa rintik-rintik

bunyi air yang  jatuh gemericik.

 Rasa dingin enggan menyentuh air

namun kewajiban

wajib adanya

maghrib 


Tepat pukul 20.00 WITA, Grup Daring via WA kelas Belajar Menulis PGRI pertemuan  ke-6, dibuka oleh moderator Ibu Raliyanti yang akan menemani para peserta sampai akhir kelas. Mengawali pembelajaran pada malam ini, Ibu Raliyanti mengajak para peserta untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Tanpa membuang waktu, Ibu Raliyanti memperkenalkan Narasumber pada malam ini, Ibu Noralia Purwa Yunita, seorang  guru muda hebat, berbakat dengan segudang karya dan prestasi. Anak pertama dari dua bersaudara ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Pendidikan terakhir saat ini, magister pendidikan dari Universitas Negeri Semarang. Ibu Noralia akan berbagi pengalaman melalui tema “ Menulis Buku dari Karya Ilmiah”.

Saat ini Ibu Noralia Purwa Yunita mengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog. Penulis baru di Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan, penulis di Andi Offset, penulis dan Ambassador di penerbit Innovasi Publishing, salah satu tim admin di website guru penggerak, Pengurus pena guru di yayasan guru nusantara, anggota komunitas Koordinator Virtual Indonesia ( KKVI), anggota musyawarah Guru Mata Pelajaran  Prakarya dan IPA serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP. 

Di usia muda sejumlah prestasi telah diraihnya, 8 artikel dan 13 buah buku yang sudah dipublikasikannya. Salah satu bukunya tembus di Penerbit Mayor Andi Offset. Sungguh sesuatu yang luar biasa.  Patut kita teladani seorang guru, penulis, blogger tetap mengedepankan keluarga dalam kesibukannya karena keluargalah yang memotivasinya, “Ini saya jadikan resolusi dan target tahun baru, namun tetap ada keluarga yang support saya untuk bisa meraih semua itu” ungkapnya, ketika ditanya oleh salah seorang peserta karena kemampuannya membagi waktu antara keluarga dan kariernya.

 “Malam ini saya bukan mengisi materi namun hanya sebatas berbagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis buku dari karya ilmiah”, jelasnya. Saya adalah alumni kelas menulis dari grup 8, dan semenjak saat itu saya menyukai dunia kepenulisan.” tambahnya.

Pertama. Di awal pemaparannya, “Berbicara masalah karya ilmiah saya yakin bapak ibu disini sudah pernah membuat karya ilmiah. Apa itu ? Bagi yang lulusan S1, pasti pernah berjuang dengan yang namanya skripsi, bagi yang melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi jenis karya ilmiahnya yaitu membuat tesis." Ungkapnya

Kedua. Lalu setelah menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya lagi (sebagai penunjang kenaikan pangkat ASN ) yakni PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmia. Dari  sini kita dapat melihat bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu “,jelasnya.   

Ketiga. Ketika masih S1, S2 atau S3 merupakan salah satu prasyarat lulus dan meraih gelar kesarjanaan. Setelah disidangkan dan diberi penilaian, karya tulis dibiarkan begitu saja, demikian juga yang ASN setelah dilakukan penilaian AK, entah digudangkan atau hanya menjadi hiasan pajangan  dalam lemari buku saja. 

Keempat. Tidak sedikit pengorbanan yang keluar untuk membuat dan menyelesaikan karya ilmiah  ini,  materi, tenaga, bahkan fikiran.Tentu kita tidak rela hasil kerja keras terbuang sia-sia.

Kelima. Lantas apakah kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin, hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang mengetahuinya? Tentu tidak bukan?

Keenam. Akan sangat disayangkan apabila informasi dan  data penting yang tertulis dalam KTI dari hasil riset yang telah kita lakukan tersebut hanya tergeletak begitu saja di perpustakaan dan tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat luas atau tidak  dapat dinikmati oleh  masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan solusi nyata

Ketujuh. Lantas bagaimana solusinya? 

Ibu Noralia yang juga merupakan Ambassador Penerbit Innovasi Publishing ini memberikan satu solusi yaitu mengubah KTI menjadi buku. 

Kedelapan. Lalu, apa saja manfaat mengonversi karya ilmiah menjadi buku? 

Kesembilan. Lalu bagaimana cara mengonversinya sehingga menjadi buku? Karena tentunya sangatlah berbeda antara format penulisan buku dengan format karya ilmiah. 

Kesepuluh. Sebelum saya memaparkan trik konversi KTI menjadi buku, saya akan  menyinggung sedikit mengenai perbedaan format buku dan KTI pada umumnya. 

Mari kita cermati pemaparan dari beliau. 

Kesebelas. Format buku :

  • Judul
  • Kata pengantar
  • Prakata
  • Daftar isi
  • Isi buku
  • Daftar pustaka
  • Sinopsis
  • Profil penulis

Boleh ditambah daftar gambar, indeks

Keduabelas. Format KTI pada umumnya :

  • Judul
  • Lembar pengesahan
  • Kata pengantar
  • Halaman persembahan
  • Daftar isi
  • Pendahuluan
  • Tinjauan pustaka
  • Metode penelitian
  • Pembahasan
  • Kesimpulan
  • Daftar pustaka
  • Lampiran

CARA KONVERSI KTI MENJADI BUKU

A. Ubah judul

Judul KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaki dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santa idan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata.  Sebagai contoh judul skripsi " Efetivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA ”. Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi : “ Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI”. Lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat.

B. Ubah daftar isi

BAB 1 Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, tujuan,  manfaat,batasan masalah

BAB 2 Landasan Teori

BAB 3 Metode Penelitian yang berisi rumus-rumus statistika

BAB 4 Hasil dan pembahasan

BAB 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

BAB 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan  penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini dll.

BAB 2 (what) menjelaskan apa itu karateristik, ciri khas dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

BAB 3,4,5 dan seterusnya (how) menjelaskan

bagaimana tahap pembuatan

bagaimana hasil pembuatan

bagaimana penerapannya

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 KTI yang merupakan landasa teori ternyata berisi

2.1 Hasil  belajar

2.2 Media pembelajaran

2.3 Modul

2.4 Metode pembelajaran

2.5 Pembelajaran berbasis riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1 hasil belajar menjadi bab 2 buku

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1 Belajar

2.2 Permasalahan dalam pembelajaran

2.3 Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2 media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1 Pengertian media 

3.2 Jenis media

3.3 Manfaat media

Sub bab 2.3 Modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 Mengenal modul

4.1 Pengertian modul

4.2 Karakteristik modul

4.3 Sistematika modul

4.4 Kelebihan modul dan seterusnya hingga sub bab 2 selesai

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja kita sudah dapat mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada dibab 3 karya ilmiah

C. Berikan pengetahuan  baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu communications, collaboration, creativity, dan Critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran dimasa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan  semua KD yang ada.

D. Boleh menampilkan hasil penelitian tapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.

E. Menurut ibu Nora “Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan isi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis,karena setiap penulis memiliki  ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis, maka akan semakin ok buku yang ia tulis. Halinikarena membaca, berfikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tak terpisahkan. Selain itu kita harus mengupayakan pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku” jelasnya.

F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti kemendikbud.go.id, jurnal ilmiah, e book,, atau karya ilmiah lainnya. Namun hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress dan sebagainya

G. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf ,jenis huruf dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

H. Untuk menghindari self plagiarisme hendaknya kita tulis ulang setiap kalimat namun tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku. 

Ketigabelas. Dengan demikian membuat buku tidak hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI . Ini merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Hendaknya diubah sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.

Begitu rinci, jelas, dan padat, ibu Narasumber memaparkan manfaat dan trik mengubah KTI menjadi buku.

Selanjutnya ibu Narasumber membuka ruang diskusi agar lebih jelas dari materi yang disampaikannya.


Sesi tanya jawab

P1. Untuk Bab1 Bagaimana cara mengidentifikasi masalah dalam rumusan masalahnya?

Untuk Bab 4 Bolehkah 2 siklus 4 kali pertemuan saja? Lama penelitian minimal berapa bulan?

J. Untuk identifikasi masalah masuk ke bagian WHY pada penulisan buku. Rumusan tidak perlu jumlah pertemuan dalam penelitian berapapu asal KD sudah dapat terselesaikan

P2. Apakah mengubah KTI yang sudah 5 tahun dapat diubah menjadi buku? Bagaimana trik mengubah buku jadi menarik

J. Diperbolehkan asal daftar pustaka diperbaharui

P3. Untuk mengonversi apakah boleh copas tanpa ketik ulang?

Apakah catatan kaki di KT Ijuga dimasukkan?

J Sudah dijawab poin 1dan 12. Catatan kaki masuk ke isi buku  saja

P4 Menurut bu Noralia, bagaimana dengan anggapan menulis buku karya ilmiah tidak menarik dan mungkin tidak banyak peminatnya bila dibandingkan dengan menulis buku-buku novel atau biografi?

J Tiap genre buku baik fiksi atau non fiksi pasti memiliki pembaca tersendiri. Buku fiksipun banyak jenisnya ada novel, kumpulan cerpen puisi yang biasa dibaca pada saat santai, untuk memperkuat daya imajinasi atau sekedar hiburan saja. Buku non fiksipun sama pasti ada pembacanya. Contohnya,ketika  mengajar tidak lepas dari bahan bacaan buku non fiksi.

P5. Bagaimana cara mudah membuat karya ilmiah? Apa saja yang perlu diperhatikan yang penting dalam penulisan karya ilmiah

J. Ide orisinil, menjawab permasalahan yang ada, mudah diaplikasikan atau dibuat, tidak plagiat.

Yang pertama pastinya format penulisan, karena biasanya pihak juri akan melihat apakah karya tersbut sesuai aturan atau tidak, tema harus sesuai, ide orisinil dan unik, menjawab masalah yang sedang hangat diperbincangkan. EYD dan PUEBI juga wajib diperhatikan, referensi atau pustaka terbaru ( biasanya pustaka 5 tahun terakhir )

P6.  Bagaimana kriteria dalam menentukan judul KTI agar tepat dan menarik?

J Sejauh pengalaman saya, biasanya judul dengan mengubahnya menjadi akronim, masih disukai, contoh : metode SEMMI (Sem berbasis mindmap) pada peningkatan ........

P7.  Apa kesulitan terbesar  dalam menulis buku dari KTI? Bagaimana mengatasinya?

Siapa yang paling mendukung dan memotivasi ibu dalam menulis?

J Kesulitan terbesar yang saya rasakan dan ini mungkin ini juga dirasakan oleh yang lain adalah manajemen waktu bu, hehe...karena sebagai seorang guru apalagi suami/isteri ada tanggung jawab lain yang harus kita selesaikan.Terkadang saya sudah membuat time schedule, namun itupun saya langgar.Intinya konsekuen dan konsisten adalah kunci utama penulisan buku ini bisa selesai tepat pada waktunya. Terkadang keras pada diri sendiri itu perlu jika memang ingin berjaya.

Ketika pertama kali menulis buku,tentu Om Jay adalah penyemangat saya untuk menulis.....

J. Sudah terjawab pada poin 11 dan 12 A hingga H

P9. Apakah skripsi S1 bisa dibuatkan buku ?

J. Bukan dibuatkan ibu,, namun dikonversi atau dibuat menjadi buku. Jadi jawabnya bisa.

P10. Untuk judul bagaimana meramunya agar tidak menjadi seperti plagiat dan menarik, karena pada PTK seringkali mempunyai kemiripan judul. apalagi mau dicetak ber-ISBN

P11. Judul adalah halaman muka sebuah buku. Bagaimana agar tidak terlalu angker sehingg bisa dibaca banyak pihak bukan hanyak akademisi

Mohon  ijin saya sedikit copy paste urutan penjelasana Ibu Nora.Agar bisa lihat maksudnya lebih dalam. Pertanyaan saya: dalam  PTK yang diihat adalah hasil belajar anak-anak. Apakah di buku perlu ditulis nama mereka atau ada saran lainnya?

Bagaimana mengembangkan bab penutup PTK kesimpulan dan saran

J. 1 dan 2 mengenai kiat sudah ada pada poin 12 A

Tidak perlu penyebutan nama. Bisa bahwa metode ini sudah diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas dan menghasilkan peningkatan sebesar...%

Ditambah agar isi buku lebih kaya dan jelas

Bab terakhir dapat diubah menjadi kelebihan dan kelemahan penelitian yang dilakukan

P11. Assalamu’alaikum bu Noralia salam kenal, saya sangat berterima kasih dengan adanya materi membuat buku dari KTI, sudah lama saya ingin mencoba tapi belum ada keberanian karena ilmu yang terbatas, malam ini alhamdulillah ada tambahan ilmu dari ibu, yang akan saya tanyakan untuk membuat buku dari KTI dengan judul Peningkatan hasil belajar IPA melalui model Discovery Learning disertai penerapan keterampilan proses di kelas IX, maka judul buku menjadi “ Efektivitas model discovery learning dan pendekatan keterampilan proses “Bolehkah?Kemudian Bab berikutnya krn hanya tentang belajar, model discovery learning dan pendekatan keterampilan proses, maka bisa ditambah dengan 4C, benarkah?

J. Alhamdulillah semoga segera selesai ya bukunya. Untuk judul, mungkin bisa diringkas lagi menjadi belajar IPA dengan discovery learning berbasis keterampilan proses. Betul bu,, mungkin bisa ditambah tentang tinjauan model pembelajaran, jenis model, pendekatan pembelajaran, jenis pendekatan

P12. Assalamu’alaikum wr wb. Kalau penelitiannya sudah lama lebih dari 5 tahun boleh dibuat buku populer?

J. Boleh namun tetap diperbarui isinya

P13. Assalamu’alaikumWar Wab. Salam sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan Nama: Faridah Lasanipa, Kota asal : Muna Sulawesi Tenggara. Maaf bu Narasumber, saya minta saran untuk mengkonversi KTI saya ke buku. Judulnya " Implementasi Manajemen Kelas dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Pada Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Muna." Bagaimana diubah supaya menjadi judul popular dan singkat? Terima kasih.

J. Selamat malam bu faridah. " Pembelajaran dan manajemen kelas."  Semoga bisa sesuai bu saran judul dari saya

P14. Assalamu’alaikum Ms.Nora, Saya A’am dari gelombang 24...menarik sekali tema kita malam ini serasa selangkah lagi para peserta akan girang dan senang karena sejengkal lagi akan dapat menerbitkan buku solo dari karya tulis yang pernah dibuat. Namun ini jd masalah klasik dan non teknis jika dikaitkan dengan tema malam ini.Memang kita punya karya tulis hasil riset minimal skripsi, tapi kebanyakan  filenya sudah usang dan tidak relevan dengan zaman kekinian.

Mungkin masalah ini dialami para peserta jika file KTI kita ternyata hilang misalnya akibat terkontaminasi virus, bagaimana caranya agar secara cepat kita menuliskannya kembali?

Dalam paparan tadi sudah dicontohkan bagaimana mengubah judul tapi saya belum memahami trik dan  tips yang tepat untuk mengubah judul hasil dari penelitian agar lebih simple dan menarik minat pembaca. Misalnya masalah penelitian berupa kinerja pengawas sekolah dalam implementasi supervisi akademik dan bentuk penilaiannya berupa penelitian evaluasi. Mohon pencerahannya. Terima kasih

Untuk menjawab pertanyaan no 14 ini, ada kendala pada hp ibu Narasumber sehingga jeda beberapa menit kemudian kembali dilanjutkan sesi tanya jawab. Sebelumnya ibu Raliyanti memastikan lebih dulu apakah ibu Noralia masih bisa melanjutkan sesi ini.

J. Selamat malam bu Aam.  Untuk pertanyaan ini, mohon maaf ibu, saya kurang bisa membantu karena lebih ke teknik komputernya. Saran saya, ibu bisa mendatangi tempat service komputer atau ahli komputer untuk menanyakan hal tersebut.

Kalau dari fokus penelitian yang ibu ajukan, saran judul dari saya adalah pengawas VS supervisi. Jadi yang terpenting dibagian judul adalah apa yang menjadi fokus penelitian kita itulah yang dimasukkan  ke dalam judul buku. Namun bahasanya dibuat lebih kece saja agar tidak cenderung kaku

P15. Assalamu’alaikum wr wb. Terima kasih bu Nora, saya Nelwiza dari SMPN3 Tualang, Saya akan menanyakan tentang karya ilmiah yang akan ditulis. Bagaimana membuat suatu penelitian untuk suatu karya tulis agar lebih cepat waktunya?

J Terima kasih bu Nelwiza. Sebenarnya cepat atau tidaknya suatu penelitian tergantung dari skenario pembelajaran yang akan kita rancang. Dan semua itu tertuang dalam RPP. Sebagai contoh, dalam KD semester ini, saya memiliki 4 topik bahasan. Nah, topik bahasan itu selesai dalam 4 kali pertemuan. Itu juga bisa. Ataupun 4 topik menjadi 3 kali pertemuan saja + 1 pertemuan evaluasi akhir. Tidak masalah. Intinya kembali lagi kepada tujuan kita penilaian. Apakah kita hanya butuh data hanya butuh angka kredit dari karya itu atau memang berniat memperbaiki kondisi pembelajaran di kelas,, tentunya ini juga akan menentukan cepat tidaknya sebuah penelitian. Namun saran saya, karena subjek penelitian kita adalah siswa yang kemampuannya beragam,janganlah berfokus pada data penelitian saja namun pada apakah ada perubahan baik setelah diterapkan suatu kondisi tertentu pada kelas tersebut. Toh, sudah jadi tanggung jawab kita bukan pendidikan siswa siswi kita? 

P16. Tanpa soal

J. Selamat malam bu Nisa.Wah,, boleh bu dimasukkan contoh skripsinya

Untuk isi buku bebas bu,, tergantung masing-masing penulis karena gaya tiap penulis berbeda. Namun jika ada bahasa daerah, alangkah baiknya jika ada translate atau mungkin penjelasan setelahnya.Gunanya agar pembaca juga paham.

Bahasa buku konversi dari KTI sebaiknya bahasa santai dan komunikatif namun tetap sesuai PUEBI dan EYD yang berlaku

J. Selamat malam bu Lastika Nah...Nah Ini bu yang sering menimpa saya ...he..he. Jika terjadi seperti ini, akhirnya saya tetap keras pada diri sendiri. Buku tetap sesuai deadline harus selesai. Namun proses pengerjaan yang ekstra lembur karena kita yang tidak konsekwen dan menunda-nunda penulisan. Agar tidak sering menunda-nunda pekerjaan, bangkitkan kembali NIAT dan motivasi menulis. Berkumpul dengan teman yang punya kesukaan sama bisa memantikkan semangat lagi lho bu..

P19 Mlm ibu mohon maaf Bu. Kalau judul saya pengaruh panjang Entries Terhadap pertumbuhan bibit mangga dengan metode grafting. Saran ibu judul yang menarik untuk dibuatkan buku.Yustinus Masae

J. metode grafting pada pembibitan

P20 Assalamualaikum  bu punten satu pertanyaan lagi, saya sempat membuat karya tulis dengan judul “ Upaya meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran tematik terpadu dengan metode permainanan lompat tali siswa kelas 1 SDN Wonokerto Kabupaten Pasuruan”

Judul: Upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi nilai tempat puluhan dan satuan dengan permainan numerasi kelas1 SDN Wonokerto kab Pasuruan. Apakah  judul yang tepat bu.Terima kasih bu Eni pasuruan

J Untuk judul buku masih terlalu panjang. Dapat dipersingkat lagi bu,  menjadi Serunya belajar MTK dengan Numerasi kelas.

P21 Maria_guru SMPN Jakarta. Assalamualaikum wr wb. Selamat malam narasumber hebat, Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Saya terkagum-kagum membaca profil dan segudang prestasi yang diraih. Gimana caranya ya.Gile bener. Hehehe... saking senangnya, mengapresiasi ibu.

P22. Bagaimana prestasi itu diraih pada usia yang masih muda belia? Bagaimana memulai karya ilmiah dimulai dari hal yang mudah dilakukan sebagai pemula? Bagaimana menjadikan “case siswa” menjadi karya ilmiah (saya sebagai guru BK). Bagaimana cara mengutip pendapat atau teori dari penulis dalam membuat opini?

Terimakasih atas respon, Ibu.Sukses selalu.

J Terima kasih dan selamat malam bu Maria

Hehe...Terima kasih bu atas apresiasinya.. Kalau ini,, tiap akhir tahun saya selalu evaluasi, kekurangan saya apa baik sebagai pengajar, ibu, isteri dan pengembangan diri saya. Ini saya jadikan resolusi dan target tahun baru. Namun  tetap,ada keluarga sebagai main support saya untuk bisa meraih semua itu bu

Ide adalah pintu dari sebuah tulisan. Jika sudah ada ide, maka menulis dapat lancar

Studi kasus dari teknik apa (disebutkan solusi untuk mengatasi permasalahan siswa) terhadap masalah apa (masalah yang terjadi pada siswa)...

Kutipan ada yang berupa kutipan langsung dan tak langsung. Para frase ,menyimpulkan, meringkas, ini juga termasuk salah satu kutipan sebenarnya .

Sebelum kelas belajar ditutup, ibu moderator Raliyanti mempersilakan ibu Noralia untuk memberikan closing statemennya. 

" Saya yakin bapak/ibu disini adalah para guru pilihan yang ingin terus belajar dan menjadi guru pembelajar. Teruslah berkarya, teruslah menulis, dan jadikan buku sebagai muara dari tulisan-tulisan anda. Jangan khawatir tidak akan ada pembaca yang menyentuh buku anda, karena suatu  karya yang dikerjakan dari hati, akan sampai ke hati juga dan menyentuh hati para calon pembaca." 

Demikianlah pemaparan materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai menulis buku oleh ibu Noralia. Semoga dengan ilmu yang diberikan pada malam ini dapat dimanfaatkan untuk mengonversi karya tulis ilmiah menjadi buku. 


Salam Blogger Persahabatan

Raha, 28 Januari 2022

 


Kamis, 27 Januari 2022

Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Resume Ke- : 5
Gelombang  : 24
Tanggal        : 26 Januari 2022
Tema            : Menulis Membuatku naik Kelas dan Berprestasi
Narasumber : Aam Nurhasanah, S. Pd
Moderator    : Dail Ma'aruf, M. Pd



Lelah Hayati

oleh : Faridahbtl


Tetap kupupuk semangatku

Kuberikan asa pada diriku

Untuk sampai ke tujuan yang satu

Lelah hati lelah hayati

Takkan berhenti

Untuk menggapainya

Setiap orang punya cerita sendiri 

Inilah kisahku


KulWa pada pertemuan ke-5 ini dipandu oleh moderator, bapak Dail Ma’ruf, M.Pd. Lahir di Serang 13 Mei 1977. Beliau lulusan S1 IKIP Jakarta tahun 2003 dan selesaikan S2 di UNINDRA Jakarta tahun 2014 dan menempuh S1 PGSD di STKIP Pelita Pratama Serang lulus tahun 2019. Ikut PPG tahun 2021 angkatan 1 di UNTIRTA dan lulus UP sekali ujian. Kesehariannya mengajar di SD Al Azhar 10 Serang. Ketua kelas gelombang 20 ini, bergabung di kelas Belajar Menulis Bersama Om Jay mulai Juli hingga September dan lulus  gelombang 20. 

Melalui rekaman audio WA, Pak Dail begitu nama panggilannya, menyapa para peserta gelombang 23 dan 24 untuk mempersiapkan diri menerima materi malam nanti. Peserta dengan resume terbaik akan diberi hadiah buku oleh Narasumber.

Mengawali KulWa pada malam ini, dengan salam sapa penuh keakraban, Pak Dail mengajak para peserta untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. 

Narasumber pada pertemuan Ke-5 malam ini, Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Lahir di Cipanas tanggal 12 Agustus 1988. Pendidikan terakhirnya S1 di STKIP SETIA BUDHI RangkasBitung, lulus tahun 2012. Kesehariannya mengajar dan menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS (SMPS MAHIDA) di Cipanas Lebak mengangkat tema Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi. 

Ayo!! kita intip Profil dan Prestasi Ibu Aam Nurhasanah.

  https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html 

Sejenak saya tertegun membaca Profil Narasumber kita malam ini Ibu Aam Nurhasanah, penulis yang masih terbilang muda, ulet dan punya komitmen tinggi dalam dunia literasi. Bagaimana tidak seorang Kepala Sekolah yang kesehariannya punya tanggung jawab besar di sekolah mulai dari urusan manajemen, sampai kepada urusan guru dan siswa mampu menyisihkan waktu dan bisa melahirkan buku. Ditambah lagi aktif di berbagai Komunitas Belajar Menulis sebagai pengurus maupun anggota. Sungguh sesuatu yang sulit dipercaya, kemampuan memenej waktu dengan baik sehingga profesi sebagai Kepala Sekolah di satu sisi sebagai penulis, bisa jalan berbarengan tanpa ada hambatan. 

Seorang penulis yang mengawali kariernya sebagai blogger penulis pemula melangkah menjadi moderator, narasumber, Kurator dan sekarang menjadi Editor naskah peserta kelas belajar  di mana ia bergabung di kelas Belajar Menulis bersama Om Jay sejak bulan Juli hingga September dan lulus gelombang 12. Founder Blogger Guru Indonesia, Wijaya Kusumah yang sudah menularkan virus ngeblog dan virus literasi sehingga ia berkembang sampai saat ini. 

Meraih predikat lulus tidak semudah yang dibayangkan, gagal pada gelombang 8 tahun 2020 karena tidak fokus pada materi sehingga tertinggal membuat resume. Sukses dan berada dipuncak saat ini, dilalui dengan penuh perjuangan. Patah semangat karena  tidak lulus hampir membuatnya menyerah saat itu. Mulai bangkit dengan semangat dan kekuatan baru, pada akhirnya ia mampu menyelesaikan resume hingga akhir. 

Dari resume gelombang 12, ia berhasil memiliki buku Antologi Pertama yaitu Antologi Artikel Belajar Menulis Gratis Via Daring Kelas Omjay Gelombang 12 dengan Kurator Wijaya Kusumah dan Sri Sugiastuti, yang kemudian menyusul 41 buku Antologi dan 4 buku solo.

Buku Antologi Pertama

Buku Solo Pertama

Tertarik dan termotivasi pada posisi moderator yang pada waktu  itu dibawakan  oleh Mr. Bams dan Bu Fatimah, terlintas dibenaknya ingin suatu saat menjadi moderator dan menemani para peserta kelas menulis terwujud. Salah satu buku yang mengisahkan pengalaman pertama  memandu jalannya KulWA
'Om Jay Kunci Sukses Menjadi Moderator Online

Dengan keuletan dan komitmen yang dipegang, tiada hari tanpa menulis telah mengantarkannya menjadi juara 1Lomba Blog PGRI dan juara 10 besar HUT AISEI kategori artikel Favorit. Sukses menjuarai blog, Bu Aam naik kelas menjadi Editor kerjasama bersama Bu Kanjeng di Oase  Pustaka. 




Buku hasil Karya Ibu Aam Nurhasanah

Malam semakin lelah. Semua pertanyaan dari peserta terjawab sudah. Sebelum mengakhiri KulWA malam ini Ibu  Aam Nurhasanah menyampaikan closing statemen untuk para peserta hebat.

Jangan takut untuk menulis
Jangan takut untuk berproses
Jangan takut untuk naik kelas

Salam  Literasi
Salam Blogger


Raha, 24 Januari 2022


Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...