Selasa, 25 Januari 2022

Kiat Menggapai F1

 Resume :  4

Gelombang : 24

Tanggal : 24 Januari

Tema : How to be the F1

Narasumber : Maesaroh, M.Pd

Moderator : Widya Setianingsi


Sudut Senja
Oleh : Maesaroh

Ritme syahdu tegak
berkumandang
Menghias palung jiwa
Menyejukkan hati
Adzan

Allahu Akbar
Semesta bertakbir
Mengukir gema taqwa
Teguh, tasbih, tahmid
bersahutan

Melodi gaung suci
Menutup senja
Temaram

Lebak, 11 Maret 2021

Sungguh suatu karya dengan untaian butir-butir kata sarat makna yang tiada tara di alam maya. Mata tak kedip siapapun menatap deretan kata saling bersahutan menunggu kepastian.
Aku bukan pengukir puisi, sekedar menyelami yang tersurat. Biarlah kusimpan sendiri menjadi rahasia hati. Terima kasih, The Queen of Diction.

Alhamdulillaah, syukur pada Allah Swt. masih diberi kesehatan dan kesabaran dalam mengikuti kelas menulis pertemuan ke-4 gelombang 24. Pada malam hari  ini, Ibu Widya Setianingsi selaku moderator yang akan mendampingi Narasumber dan Peserta F1 menyapa dengan penuh semangat sehingga menghidupkan suasana kelas maya BM.

Hadir membersamai kita malam ini seorang guru muda multitalenta Blogger Milenial dengan nama penanya Maydearly, Maesaroh, M. Pd. Beliau adalah guru bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Lebakgedong, seorang blogger, motivator dan novelis. Ia dilahirkan di Lebak pada tanggal 26 November 1989 Kabupaten Banten. Besar dilingkungan suku unik,Tanah Baduy. Sekilas dibalik ketenarannya di blog BM yang diprakarsai Om Jay, Pelopor Penulis Resume tercepat pada gelombang 18, ditunjuk sebagai ketua kelas karena kelihaiannya merangkai kata dan selalu berada diurutan pertama dalam menyelesaikan resumenya.

"Berdasarkan pengalaman pada gelombang 18, resume pertama saya, berada di nomor satu sehingga menarik minat peserta dengan kunjungan 220 viewers dalam waktu 24 jam dengan 54 komentar positif".Ujarnya, Suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang penulis pemula sehingga termotivasi untuk tulisan-tulisan selanjutnya. Dan lebih membahagiakan lagi ketika sang Blogger dinyatakan lulus pada pertemuan ke-22 dan berhasil menelorkan buku dalam 2 hari.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ibu moderator memberikan ruang dan waktu untuk Narasumber memaparkan materi kulWA pada malam ini.


Pada Powerpoint slide ke-2, Narasumber mengajak peserta  F1 untuk memikirkan apa jawaban dari pertanyaan tersebut ?. Apa tujuan harus berada diposisi F1?.Jawabnya agar dapat membangun viewers lebih banyak berkunjung ke blog kita. Pembaca akan penasaran, ingin tahu dan mencari tahu kejutan apa yang ada dan kenapa selalu berada diurutan pertama dalam menyelesaikan resume. Dengan demikian minat pengunjung akan meningkat dan datang silih berganti dan bukan tidak mungkin ada kejutan tak terduga mendapat hadiah berupa buku dari Narasumber.


Paparan materi selanjutnya, "Kenapa bisa merebut dan mempertahankan F1?. "Apa rahasia dibalik julukan F1 ini"? Ibu Mae, begitu sapaan akrabnya membagikan beberapa trik jitu cepat menulis resume;
  1. Gunakan dua gawai. Hand phone digunakan untuk menerima dan menyimak materi dari Narasumber sedangkan Laptop untuk menulis langsung materi. Dengan demikian kedua gawai ini dapat digunakan sesuai fungsinya. Pemanfaatan waktu lebih efektif.
  2. Tulis narasi pembuka yang related to materi yang diberikan oleh Narasumber. Kata pembuka sebagai pengantar gambaran isi sebelum masuk ke materi inti
  3. Tulis narasi penutup yang memberikan kesimpulan dari penyajian materi. Ini merupakan bagian terpenting yang memuat semua pembahasan yang ada.
  4. Ada sebagian orang yang tidak suka membaca paragraf atau kalimat yang panjang bahkan melewatinya karena mereka ingin mengetahui isi permasalahan dari tulisan saja.
  5. Tulis pernyataan Narasumber dengan gaya bahasa sendiri tanpa mengurangi esensi dari pernyataan tersebut.

Ibu Maesaroh menyampaikan, bagaimana menulis resume yang benar. Resume yang benar itu hendaknya memperhatikan hal-hal berikut;
  1. Amati materi Narasumber dengan baik.Tiru bahasa Narasumber dengan teknik parafrase kemudian modifikasi dengan cara kita sendiri tanpa  mengurangi maknanya.
  2. Hindari copypaste materi
  3. Gunakan" Menurut Pak/Ibu" jika menggunaka bahasa orang lain
  4. Perhatikan tata bahasa, tanda baca dan lain-lain
  5. Kembangkan materi dengan mencari referensi untuk  menguatkan argumen tulisan kita
  6. Buat kesimpulan materi dengan singkat, padat dan jelas agar pembaca dapat menarik kesimpulannya sendiri.
Set your mind
  1. Jadikanlan "Style to be faster"  sebagai satu pegangan agar dalam setiap memulai penulisan menjadi penulis yang terdepan dan tercepat. Dengan demikian penulis akan selalu memposisikan diri dan tulisannya diblog untuk mengundang pembaca berselancar di blog kita.
  2. Resume yang dibuat punya kekhasan tersendiri, tampil beda dengan penulis lain
  3. Tambahkan referensi yang relevan untuk menguatkan hasil karya kita
  4. Meramu tulisan dengan gaya bahasa sendiri. Apa yang dilihat, yang dirasakan dan itulah yang jadi bahan tulisan berdasarkan hasil pemikiran sendiri.
  5. Hindari Plagiarism

Yakinlah menulis di Blog

Percaya Diri. Apapun bentuk dan genre tulisan kita hargailah itu.Tidak perlu silau dengan tulisan orang lain. Anggaplah karya yang kita hasilkan sudah yang terbaik.

Untuk menjadi penulis yang berkarakter, siap menghadapi kritik karena dengan kritikan seorang penulis dapat mengetahui kelemahan atau kekurangan. Jadikanlah kritik sebagai guru besar dalam dunia tulisan kita.

Jadilah penulis blog yang selalu mengedepankan informasi positif. Bangun tulisan diberbagai blog untuk menambah pengalaman saling berbagi dan menerima.

Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta f1 bertanya, " Apa perubahan terbesar yang ibu dapatkan setelah menjadi penulis F1?( kurang lebih begitu bunyi pertanyaannya ). 

Menurut Ibu Maesaroh, "Perubahan besar bagi saya adalah mendapat rezeki terbesar bertemu dengan orang-orang hebat di komunitas nenulis." Ujarnya, Beliau menyadari sepenuhnya bahwa dengan belajar bersama menulis dikelas BM telah membesarkan namanya di dunia blog. Dengan keahlian yang dimiliki mampu berbagi dengan para penulis di komunitas itu.


Salam Literasi
Salam Blogger


Raha, 24 Januari 2022























 

Jumat, 21 Januari 2022

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Resume Ke- : 3

Gelombang : 24

Tanggal : 21 Januari 2022

Tema : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Narasumber : Rita Wati, S.Kom

Moderator : Rosminiyati 

Sumber: Dokumentasi Belajar Menulis PGRI

Awal malam yang menggairahkan, seperti biasanya laptop, hp, secarik kertas, dan pena menemani. Masuk malam ke-3 membersamai kami, moderator Ibu Rosminiyati  berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pangkal Pinang sejak tahun 1999 hingga sekarang. Beliau adalah Guru Penggerak Indonesia, Penulis, Blogger dan alumnus BM gelombang 19-20. Salah satu artikelnya yang  dimuat oleh Blogger Guru Indonesia yaitu "Peran Guru Blogger dalam Memulihkan Pendidikan di Indonesia" terbit 3 Januari 2022. 

Hadir menemani kita pada malam ini, seorang guru muda yang cerdas, berbakat, dan telah mengukir banyak prestasi di bidangnya. Bekerja sebagai Guru Informatika di SMP Negeri Mendoyo Kab. Jembrana Provisi Bali, mengangkat tema Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional. 

Berikut gambaran Profil narasumber 


Sebelum pemaparan materi malam ini, kegiatan pembelajaran  diawali dengan membaca sekilas profil narsum yang kemudian diminta untuk menjawab pertanyaan, " Apa cita-cita  bapak/ibu setelah mengikuti kelas Belajar Menulis ini ?  Kami diminta menjawab melaui link mentimeter yang dishare di grup. Bervariasi jawabannya, yang intinya  semua peserta inginkan ada perubahan yang lebih baik lagi. 

 Ibu  Rita berbagi pengalaman bagaimana dari seorang Guru Biasa menjadi Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Jawabannya bermula  dari mengikuti kelas belajar menulis Om Jay yang pada awalnya hanya berharap ingin menerbitkan buku solo. Itulah cita-citanya. 

Ibu Rita mulai tertarik dalam dunia penulisan sejak 2001 karena berteman dengan seorang penulis yang telah menerbitkan buku."Akan tetapi saya tidak tahu mau menulis apa dan bagaimana cara memulainya?' begitu kata ibu Rita, Pertanyaan ini tidak terjawab. Pada tahun 2005 keinginannya kembali menggebu yang pada akhirnya ia menulis apa saja sehingga menghasilkan tulisan berupa novel dan cerpen ala Rita.

Rasa tidak percaya diri mengalahkan cita-citanya sehingga tulisan yang ada diendap karena ada rasa malu tidak  berani tulisannya dibaca orang lain. Karena mengalami mental block inilah ia menjudge dirinya sebagai orang yang tidak punya bakat dalam menulis. Pandemi datang membawa hikmah untuk dirinya, sekedar coba-coba meskipun tidak tertarik, akhirnya bergabung bersama grup menulis Om Jay, dan masuk gelombang 10.

Pada pertemuan ke-6, mulailah ia berfikir bagaimana membuat resume yang menarik dengan mengolah kata-kata sendiri bukan copy paste. Tak terduga tulisannya dishare oleh Guru Blogger Indonesia. Semangat semakin membakar dirinya sampai selesai mengikuti 30 kali pelatihan dan bahkan diminta untuk menjadi Kurator oleh ibu Kanjeng. Sejak tahun 2000 sampai sekarang hasil karyanya, 4 buku solo, 1 buku duet bersama Prof.Eko Richardus Indrajit, dan 9 Antologi. 

Ada hal yang menarik untuk saya simak selanjutnya ternyata begitu besar pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap ibu guru muda ini."Dulu saya bukan blogger dan bukan youtuber", begitu ia mengakuinya. Keadaanlah yang memaksa ia pada saat itu karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) diwajibkan oleh pemerintah sehingga mau tidak  mau ia berusaha agar pembelajaran daring dari rumah bisa diikuti oleh siswanya meskipun banyak kendala  yang dihadapi. Mulai dari akses internet yang tidak merata, fasilitas gawai yang kurang, dan  minimnya kontrol orang tua terhadap anak. Salah satu strateginya untuk mengatasi Learning Loss yaitu dengan membuat Tutorial pembelajaran  yang diupload di Youtube. 

Postingan tulisan dan vidio di Youtube menambah kepercayaan dirinya sehingga memberanikan diri untuk mengikuti lomba. Berawal dari lomba blog di PGRI sehingga meraih peringkat 8 besar. Karena semangat membakar jiwanya dan tidak mudah putus asa, mengantarkan ibu Rita Juara 1 lomba Blog PGRI Tingkat Nasional 

Ibu Rita menyampaikan  bahwa menjadi Blogger dan Youtuber sangat bermanfaat sebagai ilmu jariyah sepanjang karya-karya kita dimanfaatkan oleh orang lain. Dengan memegang prinsip inilah yang mengantar Ibu Rita meraih prestasi sebagai Guru Inspiratf  Nasional lomba Kegiatan Apresiasi Guru tahun 2021 dengan menampilkan Tutorial Youtube dan Literasi Blog dalam mengatasi Learning Loss.


Sebelum mengakhiri kelas belajar malam ini, ibu moderator mempersilahkan narasumber ibu Rita Wati,S.Kom untuk memberikan langsung closing statement pada pembelajaran malam ini. Beliau menyemangati peserta dengan pernyataan, jauhi kata-kata negatif seperti pesimis, minder, mudah putus asa, tidak ada waktu dan silakan ganti dengan kata-kata positif. Teruslah menulis dan wujudkan cita-cita setinggi langit.  

Nothing is imposible in this world what we look upon today, tomorrow maybe acompished fact. 

Tidak ada yang mustahil di dunia ini, jika hari ini  terlihat mustahil, besok bisa jadi kenyataan.(Quote Motivasi)




Salam  Blogger


Raha, 21 Januari 2022


 



 

 

 

Rabu, 19 Januari 2022

Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 & 24

Resume Ke- : 2

Gelombang  : 24

Tanggal : 19 Januari 2022

Tema     : Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Nara Sumber : Dra. Sugiastuti,M.Pd (Bunda Kanjeng)

Moderator     : Helwiyah

Sumber : Dokumentasi Belajar Menulis PGRI

Pertemuan Ke-2 pada malam ini Daring Via Grup WA Belajar Menulis dengan  moderator Ibu Helwiyah yang juga seorang guru dan pegiat literasi nasional. Ibu Ewi begitu nama panggilan akrabnya akan membersamai kami hingga akhir kelas. Masih sama seperti malam pertama, moderator yang akan  memandu jalannya pelatihan ini Ibu Helwiyah, tetap memotivasi dan membakar semangat agar para peserta bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. 

Hadir pada malam ini sebagai narasumber yang cetar membahana di dunia literasi Indonesia Ibu Dra. Sugiastuti, M.Pd yang biasa dipanggil Bunda Kanjeng mengangkat tema " Menjadikan Menulis Sebagai Passion" Beliau adalah lokomotif dari serangkaian gerbong antologi dari beberapa  kelas yang dimotori oleh Om Jay.,ditambah lagi dengan Julukan Kereen dari Om Jay "ULAMA" Usia  lanjut tetapi masih aktif. Berikut Profil Narasumber

Sumber : Dokumentasi Belajar Menulis PGRI

Julukan kereen " Usia lanjut tetapi masih aktif " dibuktikan dengan menelorkan 21 buah buku diusia 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa Bunda Kanjeng memegang prinsip, usia bukan penghalang untuk berkarya dan terus berkarya. Hadits Nabi yang menjadi pegangannya agar dirinya bisa bermanfaat kepada orang lain dengan menebar ilmu melalui goresan penanya.Tidak hanya untuk dirinya tetapi memotivasi semua penulis agar tetap bersemangat menggapai ridho Allah dengan berbagi dan silaturrahim. Kalimat terakhir inilah yang menjadi motto hidupnya.

Apa itu Passion?
Saya coba mengambil dua definisi dari pakar, Mclnerney et al. (2013: 75) berpendapat bahwa passion adalah sebagai kecenderungan yang kuat terhadap aktivitas yang disukai oleh individu bersangkutan dianggap penting oleh individu bersangkutan, dan berusaha mencurahkan waktu serta energi berlebih dalam melakukannya. Selanjutnya Passion merupakan gairah atas intensitas pribadi atau kekuatan mendasar yang memicu emosi terkuat seseorang (Chang, 2011:5)
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Passion adalah suatu kecenderungan yang kuat yang ada pada diri sesorang terhadap apa yang dia rasakan sehingga rasa kuat yang ada, membangkitkan semangat positif dalam dirinya untuk mengerjakan sesuatu yang disukai tanpa memikirkan seberapa besar menggunakan tenaga dan waktunya untuk melakukan hal tersebut.

Materi malam ini melalui paparan Ibu Kanjeng sangat menarik dan menggugah hati para penulis bahwa kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelaktualitas dan kematangan dalam berfikir. Dua hal ini menunjukkan suatu kecerdasan terukur dalam menilai dan menyatakan kebenaran melalui apa yang difikirkan dan dirasakan sehingga dengan kematangan berfikirnya mampu mengemukakan kebenaran. Inilah kriteria yang dimiliki oleh seorang penulis yang mengantarkan dirinya sangat dihormati dan dihargai secara sosial.

Kendala dan Hambatan
Dalam menekuni dunia penulisan, tidak lepas dari beberapa kendala dan hambatan yang dihadapi:
1. Merasa tidak  bakat dalam menulis
Ada orang yang berpendapat bahwa menulis itu adalah bakat bawaan sejak lahir yang dianugerahkan Allah Swt. kepada seseorang. Kemampuan khusus yang bisa bekerja cepat dan baik  hasilnya. Inilah yang menjadi hambatan utama dalam menjadikan menulis sebagai Passion. Menurut saya semua orang punya bakat hanya yang membedakan kecenderungan terhadap sesuatu yang berbeda. Mungkin ada orang ahli di bidang vocal tapi belum tentu mahir di bidang penulisan.
2. Tidak memiliki waktu
Waktu berjalan terus, waktu tidak menunggu kita dan  bahkan waktu tidak akan pernah menoleh ke belakang. Menghasilkan karya tidak harus ada waktunya. Inilah yang menjadi alasan mengapa menulis dianggap  sesuatu yang menyita waktu.
3. Tidak memiliki ide
Menulis tanpa ide sekalipun dapat dilakukan.
4. Tidak mau dikritik
Hambatan terbesar dalam menjadikan menulis sebagai Passion. Berapa  banyak orang ternama yang bisa maju dan berjaya dalam hidupnya ketika siap dikritik. Dengan kritikan seseorang lebih dewasa dalam mengembangtumbuhkan  ide atau gagasan, apa dan di mana titik kelemahan dan akan berusaha mencari jalan keluarnya. Siaplah dikritik jika ingin menjadi penulis yang berkarakter.
5. Tidak suka menulis
Penyakit yang satu ini ketika singgah di hati dan fikiran, harus segera diobati dengan berjuang sungguh-sungguh melawan virus ini. Tidak ada obatnya melainkan nasihati diri sendiri.

Alasan untuk menulis
Melalui goresan untaian kata-kata, kita dapat menyampaikan rasa hati dan fikiran kita kepada pembaca, apa yang menjadi tujuan hidup. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk merangkai kata dengan selalu tanpa henti menulis di waktu kapan saja.

Langkah-langkah  menjadi penulis yang baik menurut Bunda Kanjeng
1. Membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca ilmu bertambah pengalaman mengalir
2. Diskusi. Dengan banyak berdiskusi mengasah keterampilan dalam mengemukakan ide dan gagasan, terbiasa menerima kritikan untuk perbaikan. Berhasil tidaknya diskusi tidak lepas dari petunjuk dan wejangan seorang pelatih/mentor yang tepat
3.Lihat dan rasakan
Bersahabat dengan alam sekitar maupun dunia maya baik secara langsung atau tidak, bisa kita rasakan sendiri manfaatnya untuk menjadikan menulis sebagai passion
4.Sosialisasikan
Berapa banyak pengalaman dan pengetahuan yang dapat kita peroleh dan kita bagikan kepada orang lain agar kita bisa bermanfaat bagi orang di sekitar kita.

Persiapan Menulis
Untuk menghasilkan karya bermutu, menurut Bunda Kanjeng harus diperhatikan:
1.Menggali dan menemukan gagasan
Tahap ini dapat dilakukan melalui pengamatan atau kajian pustaka. Cara efetif dengan melalui brainstorming.
2.Menentukan  tujuan, genre, dan segmen. 
Sasaran pembaca menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan warna tulisan dan harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable
3.Menentukan topik
Ini dilakukan setelah penulis menetapkan tujuan apa, menulis, genre apa yang dipilih dan siapa sasarannya. Misalnya  tujuan informasi tentang kesihatan genrenya tulisan populer,  sasarannya anak-anak, maka topiknya " Jika ingin cerdas banyak makan buah dan sayur "
4. Membuat outline
Memuat ringkas gambaran materi dengan garis besar/penting,  kesederajatan yang logis, terstruktur,kesetaraan, kepaduan dan penekanan.
5, Mengumpulkan bahan materi/buku
Membaca banyak buku dan literatur akan memperkaya referensi. Bahan yang dikumpulkan sesuai topik akan membantu mengembangkan tulisan.

Menulis harus sabar
Salah satu kunci keberhasilan seorang penulis pemula adalah tekun dan sabar. Menulis sesuai kemampuan tanpa memaksa perasaan dan fikiran.

Setelah menyelesaikan naskah kasar (rough draft) tahapan selanjutnya sampai diterbitkannya buku adalah:
1.Editing yaitu tahap membaca ulang dan menyempurnakan draft
2. Revising yaitu mengubah beberapa bagian, melengkapi naskah, dan mengevaluasi kembali isi naskah  
3.Publishing yaitu pengirimsn naskah, pracetak, tata letak, ISBN,selanjutnya pencetakan dan terakhir promosi dan distribusi

Menulis adalah pekerjaan hati. Mari kita gerakkan hati dengan perantara jari, karena dengannya dapat mengubah seseorang dan bahkan dunia.

Sebagai materi penutup, Bunda Kanjeng berpesan, tetaplah dalam komunitas literasi. Bergabung bersama guru-guru penulis hebat pada buku antologi sampai menghasilkan buku solo.

Salam Blogger

Raha, 19 Januari 2022

 














 

 

Selasa, 18 Januari 2022

Andaiku tak lelah menghitungmu


Hujan...

Andaiku dapat hitung titik airmu

Sampai lelah kutakkan berhenti

engkau juga tidak akan pernah lelah menyirami

Itulah takdirmu..

Di antara titik airmu, dedaunan berlirih..

Siramilah kami...


Andai rerumputan bisa berbicara..

Hijaukanlah badan kami..

Jangan biarkan kami kekuningan karena matahari..


Muna, 19.1.22

Senin, 17 Januari 2022

Ide Menulis Bagi Guru Resume Pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Resume : 1

Gelombang : 24

Hari/Tanggal : Senin, 17 Januari 2022

Tema : Ide Menulis Bagi Guru

Narasumber : Wijaya Kusumah, M. Pd. ( Om Jay )

Moderator : Maesaroh, M. Pd



Sumber : Dokumentasi kelas belajar menulis via WA

Pertemuan pertama pada pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 24 malam ini, diawali sapaan mesra oleh Ibu Maesaroh, M. Pd  selaku moderator yang membersamai kami peserta pelatihan belajar menulis di kelas Grup WA. Masih terasa kaku ketika menyimak paparan kalimat perkalimat dari Ibu Maesaroh namun perlahanan rasa kaku hilang setelah Omjay mulai menyapa dengan kata-kata yang menyemangati kami melalui pengalaman beliau dalam  dunia penulisan.

Masih segar diingatan saya pada saat Opening Ceremonial Kelas Menulis Gelombang 23 dan 24 yang lalu, Omjay berkata, " Menulislah, ide akan datang dengan sendiri ".Naah! pada malam ini kata-kata tersebut lebih diperdalam makna dan hakekatnya bahwa menulis itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Menulislah apa yang dilihat, didengar maupun yang dialami. Ide menulis bisa datang dari mana saja dan bahkan menulis tanpa ide pun lebih baik. Banyak hal maupun peristiwa di sekitar kita tanpa kita sadari menarik untuk jadi bahan mata rantai tulisan kita yang belum tentu orang lain menyamainya Pemikiran yang timbul  dari ide kita meskipun tema sama tapi cara  mencermati dari berbagai sudut yang berbeda.

Menulis bagi sebagian  orang sesuatu yang bisa membuat hati galau tak karuan, resah tak menentu, ketika ide datang tapi untuk menuangkan dalam tulisan begitu menyiksa perasaan, berbagai pertanyaan yang bermain dibenak, rasa percaya diri tercabar, rasa minder, malu dan masih banyak lagi gangguan yang datang menggoda. Lain hal bagi  mereka yang punya keberanian untuk melawan semua rasa itu, tidak peduli tulisannya menarik pembaca atau sebaliknya bahkan dibaca atau tidak dibaca tulisannya sekalipun, panggilan hati nuraninya tetap ingin menulis merangkai kata karena itulah pengobat jiwanya  Marilah menulis apa saja sebagai anak tangga menuju kesuksesan dalam berkarya menoreh tinta.


Salam Blogger

Raha, 17  Januari 2022



Minggu, 16 Januari 2022

Opening Ceremonial Kelas Belajar Menulis Gel 23 & 24

Suatu kebahagiaan tersendiri buat saya, bisa bergabung bersama para penulis hebat luar biasa se-Nusantara di Kelas Belajar Menulis PGRI asuhan Omjay gelombang 23 dan 24. Bukan kebetulan, berkat perantara seorang sahabat guru yang sekedar kenal lewat dunia maya mengajak gabung di Grup WA belajar menulis. Tanpa  berfikir panjang saya terima ajakan itu. Tidak ada salahnya kita ikhtiar dan lihat hasilnya. Ibarat pepatah bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. Mengolah kata-kata sampai menjadi suatu kalimat itu gampang-gampang susah. Hendak memulai dari mana dan berakhir di mana. Ini tantangan bagi saya sebagai guru yang harus dihadapi. Saya yakin dan percaya akan bisa menulis seperti penulis yang lain. 

Puncak kebahagiaan terasa, ketika saya berkesempatan mengikuti pembukaan kelas belajar menulis melalui  youtube pada tanggal meskipun jaringan di tempat saya kurang mendukung karena faktor cuaca. Saling sapa sesama nara sumber, pengurus, alumni dan peserta dari seluruh Nusantara, mengeratkan lagi tali silaturrohim Begitu akrabnya.

Sumber : Dokumentasi Kelas Belajar Menulis

Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd selaku Pengurus Pelatihan Belajar Menulis memaparkan peraturan pelatihan belajar pada gelombang 23 dan 24. Belajar tiga kali dalam seminggu yaitu  hari senin, rabu dan jum'at pukul 19.00-21.00 melalui grup WA. 20 pertemuan wajib + 10 pertemuan motivasi. Beliau menyampaikan diharapkan setelah pelatihan ini para peserta bisa menghasilkan buku solo hasil dari resume 20 kali pertemuan. Ada jaminan untuk dapat sertifikat 40 jam. Target tentunya lulus dengan dua syarat yaitu membuat resume di blog dan menerbitkan buku.

Aktivitas harian; simak materi, membuat resume di blog,  isi form pengumpulan resume, saling kunjung blog dan share ke grup. Beliau juga mengingatkan agar setiap peserta  mengisi keterangan resume mulai dari judul, resume ke berapa, gelombang,  tanggal, tema, nara sumber dan  tidak lupa wajib posting gambar poster. Dalam mengumpul resume jangan lupa nama harus sama penulisannya dan link yang distor adalah link postingan resume.Terakhir resume yang telah dibuat minimal 50%+1 saat materi berikutnya diberikan. Beliau mengingatkan berkali-kali untuk menggunakan bahasa sendiri bukan full copy paste.

Pada bagian testimoni, mewakili alumni Ibu Kamad Mafrudah memotivasi peserta agar aktif mengikuti pelatihan ini sampai menghasilkan buku solo. Sangat menginspirasi membakar semangat untuk belajar dan menjadi penulis. Mari kita cermati pesan bapak blogger kita, Om Jay "Menulislah dulu,  ide akan datang kepadamu "



Salam Blogger

Raha,  

Kamis, 21 Oktober 2021

Malam di kapal malam

Melangkah para pejuang malam

mengejar rezeki di tangan

berharap ada yang iba

menghulur lembar angka

selangkah dua menyusuri remangnya lorong

terdengar suara dibalik kolong

membalik raga

mencari sang pemilik diantara deretan kasur hitam

adakah rezeki di sana?

Bunyi stom kapal....

isyarat, berpisah denganmu hanya sementara wahai dermaga!

bergegas-bergegas!!!!!

semoga esok malam masih ada....


Cuitan malam di kapal malam Raha-Kendari......



..



 

Kurindu bayangmu

Sontak aku berdiri dari tempat dudukku begitu namamu disebut. Belum selesai dibaca Innaa lillaahi Wa Inna ilaihi rooji'uun. Telah.....ke...