Di mana menariknya foto selfi ini? Saya hanya bisa berpesan, "Pak guru, tinggalkan jejakmu bersama putri mantan Presiden RI." Buatlah tulisan tentang pengalamanmu mengikuti pelatihan yang pematerinya adalah ibu Alissa Qotrunnada Munawaroh, siapa tahu bisa jadi buku solo dan laris di pasar lokal," jelasku.
Moderator pada pertemuan ke-19 malam ini ibu Raliyanti untuk kesekian kalinya akan memandu kelas BM gelombang 23 dan 24 hingga tuntas. Beliau kembali mengingatkan kepada para peserta agar mempersiapkan naskah resume terbaik, bukan itu saja, buku ajar, puisi, cerpen atau novel dapat diterbitkan menjadi buku. Kini peluang besar ada di depan mata, karya-karya siap meluncur di pasaran.
Sesuai dengan tema pada malam ini Pemasaran Buku, narasumber yang akan membersamai kita adalah Direktur Marketing Penerbit Andi Offset, Bapak Agust. Subardana, S.E., M.M. akan mengupas tuntas bagaimana memasarkan buku-buku hasil karya peserta kelas BM. Dalam kurun waktu 17 tahun, beliau menggeluti Bidang Pemasaran karena background pendidikannya adalah S2 Jurusan Manajemen Pemasaran.
Pada malam ini narsum mencoba untuk sharing pengalaman mengenai Strategi Pemasaran Buku saat Pandemi.
Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi, maka sudah seharusnya anak-anak sejak dini digalakkan untuk terbiasa membaca buku. Hal ini sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap "Budaya Membaca Buku"karena buku adalah salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran dan penyampaian informasi.
Dampak dari akibat pandemi covid-19, berbagai industri lesu bahkan gulung tikar. Merujuk laporan Nielson Bookscan ICM, justru penerbitan buku skala Global Dunia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Sebut saja, genre "Food & Drink" diikuti genre fiksi, leasure & Lifestyle, Personal Development, dan genre Children &Young Adult Non Fiksi.
"Pemasaran buku di Indonesia di masa pandemi kira-kira turun atau naik?"Berdasarkan analisa pasar, industri penerbitan nasional mengalami dampak keras akibat terpaan pandemi, karena tutupnya toko-toko buku, sekolah-sekolah, dan pengadaan buku oleh dinas/perpustakaan. Informasi lengkap dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.ikapi.org/
Mengapa Penerbit ANDI Offset bisa bertahan dan bertumbuh dimasa Pandemi?
Menurut Pak Agust, strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian ? Hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ). Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis . Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini kami dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 42 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : https://www.andipublisher.com/
Strategi Pemasaran buku ala ANDI Offset ada dua yaitu;
A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (Online)
1. Pentingnya Transformasi Digital. Strategi utama yang digunakan adalah Digital Marketing. Dampak pandemi telah membawa perubahan menuju dunia Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan beberapa perubahan yang mempengaruhi banyak hal mulai dari tempat bekerja, cara belajar mengajar, kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial
Manfaat Digital Marketing
Biaya lebih relatif terjangkau atau murah Daya Jangkauan sangat luas Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita tawarkan sesuai katagoriKomunikasi dengan Konsumen Lebih Mudah. Lebih cepat popular Sangat Membantu Meningkatkan PenjualanMudah di evaluasi dan di kembangkanNarsum menambahkan, lima strategi Online
Pertama, melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller.
Kedua, Kami Penerbit ANDI juga massif menggelar program Pre Order melalui toko buku online, e-Commerce, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual merchandise, e-book, hingga buat content.
Ketiga, Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi promosi, branding, hingga reseller. “Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat".
Keempat, Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online.
Kelima, Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara On Line.
2. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
Kami Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link Zoom , Live ..Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik."Demikian terang Pak Agust.
B. Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat (Offline)
Salah satu jurus jitu untuk menguasai pasar buku di seluruh wilayah Nusantara, Penerbit Andi membuka cabang di kota-kota besar. Kini Penerbit Andi memiliki 90 cabang dari Aceh sampai Papua.
Strategi Pemasaran Buku Penerbit ANDI berdasarkan target pasar antara lain:
Penerbit ANDI menjalin kerjasama sebagai pemasuk rutin dengan penerbit buku yang mampu memproduksi buku dan mempunyai percetakan sendiri, dengan cara melakukan pemetaan jenis toko buku. Tiga jenis toko buku yang menjadi andalan Penerbit ANDI yaitu Toko Buku Modern,Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.
Toko buku yang masih aktif
Kiat sukses pemasaran buku di toko buku, Penerbit ANDI menempuh langka-langkah berikut:1. Menempatkan marketing khusus toko buku di seluruh Indonesia. Bertugas merapikan display, cek stok, menjalin hubungan baik dengan toko, skill selling, menganalisa toko dan melakukan (repeat order).
2. Menempatkan sales toko buku untuk penggarapan distribusi buku-buku Penerbit ANDI.
Sales toko selalu meng up date display buku-buku yang ada sesuai kategori
3. Melakukan strategi promosi di toko modern. Di antaranya merencanakan program promo tahunan seperti program tahun ajaran mahasiswa, dan siswa, program ramadhan, dan masih banyak lagi program tahunan yang terencana.
Program Tahun 2022 Penerbit ANDI
Strategi Pemasaran Directselling
Pak Agust menjelaskan ,
"Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Cara ini memungkinkan kita untuk mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama dan jangka panjang.
Produk-produk Penerbit ANDI Offset tersebut dipasarkan dan dijual langsung melalui perwakilan penjualan independen yang dikenal juga sebagai Sales Direct selling. Ini menghilangkan perantara yang terlibat dalam distribusi, seperti pedagang grosir dan pusat distribusi regional. Sebaliknya, produk dikirim langsung dari produsen ke perusahaan penjualan, lalu ke perwakilan atau distributor, dan terakhir ke konsumen.
Produk yang dijual melalui penjualan langsung biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradisional. Ini berarti menemukan distributor atau perwakilan adalah satu-satunya cara untuk membelinya.
Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan .
Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas Tenaga Penjual / sales DIRECT SELLING tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
- Kunjungan langsung ke tiap sekolah PAUD-TK, SD,SMP,SMA,SMK
- Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi untuk temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor .
- Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat."
Demikianlah penjelasan yang jelas dan padat dari narasumber kali ini, meskipun pandemi melanda dunia pemasaran tanpa terkecuali imbasnya pada Penerbit ANDI, namun berbagai upaya dan strategi dilakukan agar tetap normal dan terhindar dari lesunya pemasaran. Salah satu kelebihan yang dimiliki Penerbit ANDI adalah memiliki sumber daya manusia yang luar biasa sehingga menemukan strategi jitu untuk menghadapi tantangan di masa pandemi.
Sesi tanya jawab
[Pertanyaan 1]
Bagaimana syarat-syarat dan perhitungan biaya apabila ingin menerbitkan buku di ANDI OFFSET?🙏🏾
Jawaban 1
Kami mempunyai 3 jenis kerjasama Bu... untuk terbit di ANDI Offset
Jenis Kerjasama yang pertama yaitu Kerjasama secara reguler , yaitu Ibu langsung mengirim naskah ke ANDI Offset... dan naskah ibu akan di nilai di penerbitan kami dengan nilai standar dari kami yang menentukan dan bila Naskah Ibu dinyatakan diterima maka akan di terbitkan tanpa biaya apapun . dan bila naskah Ibu di tolak berarti gugur.
Kedua yaitu kerjasama Perorangan , hal ini berdasarkan kebutuhan dari penulis dan naskah Ibu Kami terbitkan berdasarkan pesanan khusus dari Ibu Helmi , dengan kalkulasi harga berdasarkan Jumlah halaman, jenis kertas dan warna atau hitam putih..
Ketiga Kerjasama antar lembaga (Penerbit dengan Institusi) yaitu kerjasama Pencitraan Bersama dengan paket minimal 300 Exs untuk kebutuhan lembaga tersebut
Untuk lebih detialnya Ikuti sesi berikutnya dari Rekan Kami yaitu pak Edi S Mulyanta... ya Bu Helmi... beliau bagian penerbitan buku ..
[Pertanyaan 2]
Apa syaratnya jika buku karya saya diterbitkan secara digital?
Jawaban 2
Syarat untuk diterbitkan secara digital yaitu Naskah Bpk di review terlebih dahulu dari pihak Kami... setelah direview akan di jawab oleh tim development kami ... untuk di terima atau tidak Naskah Bpk... berdasarkan standar penilaian kami... untuk itu ikuti sesi berikutnya khusus tentang syarat-syarat bisa terbit di ANDI Offset ... yang akan dibawakan oleh pak Edi s Mulyanta.
Saya Fokus di bidang pemasaran buku malam ini... Terimakasih
[Pertanyaan 3]
1. Bagaimana membuat angle foto sebagai cover buku supaya menarik dan menggugah selera pembaca?
2. Bagaimana strategi jitu penerbit ANDI sehingga mampu bertahan melewati badai pendemi Covid-19?
3. Apa saja strategi yang mampu memantik masyarakat sehingga buku terjual dengan manis dan lancar memadai?
4. Bagaimana cara mempromosikan buku pada masa saat ini?
Terima kasih, Pak Agus semoga berkenan memberi respo. Salam sehat.
Jawaban 3
1. Untuk menjawab pertanyaan 1,narsum mengarahkan penanya untuk mengikuti materi terkait konten yang akan dibawakan oleh narasumber pada sesi berikutnya Pak Edi S Mulyanta.
2. Strategi sistem online dan Offline
3. Mengadakan promosi diskon 50% dan pelayanan cepat ke konsumen
4. Cara mempromosikan secara online (5 strategi sesuai penjelasan materi di atas) dan offline (melalui toko buku sesuai tema)
[Pertanyaan 4]
Saya tertarik dgn kalimat bapak "Melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller" yang ingin saya tanyakan.
1. Kriteria buku yang tergolong best seller itu seperti apa pak? Tergantung genre nya atau bagaimana pak?
2. Apakah buku yang banyak laris dipasaran itu hanya buku buku dari penulis ternama?
3. Adakah strategi khusus bagi penulis pemula agar buku mereka juga bisa laris dan dilirik pasar?
Jawaban 4
1. Buku-buku best seller penjualan terbanyak, genre buku novel, fiksi, anak, religi/agama, dan bisnis.
2. Buku-buku terlaris belum tentu dari penulis ternama contohnya buku anak yang penulisnya belum dikenal tapi laris. buku-buku sesuai momen misalnya tentang lockdown, ppkm di rumah
3. Dengan cara membaca pasar atau tren yang ada. Misalnya tentang hobi tanaman, tulislah buku -buku mengenai tanaman yang praktis. Strategi kami masukkan ke media sosial market place seperti bukalapak, shopee, tokopedia.
[Pertanyaan 5]
Tetap semangat semoga bisa bungkus buku solo
BalasHapusWah super lengkap...mantap sekali
BalasHapusResume yang bagus. Dibahas perpoint dengan bahasan yang baik
BalasHapusKereen abiss resume nya, bun.. Go Ahead.
BalasHapus